
Sella perlu belajar lebih banyak kemampuan, agar kedepannya dia bisa menghadapi sendiri, Jayce ingin mendidik dia agar dia bisa bergabung dalam perusahaan Keluarga Ji, agar dia menjadi pemimpin yang hebat, tindakan Jayce ini.
Juga menyatakan dirinya sebagai cucu angkat, tidak ingin sepenuhnya mendapatkan perusahaan Keluarga Ji, jika suatu hari, dia bisa melepas tangan, dia akan memberi Ji's Corp pada Sella, agar dia menjadi pemimpin perusahaan.
Namun, terhadap wanita yang baru mulai mengurus bisnis, belum bisa capaikan.
Kehidupan Sella seolah-olah berjalan kejalan yang lain, juga melepaskan kesederhanaan dan keterikatan, mulai masa depan yang baru.
Waktu begini, sekejap melewati satu tahun lagi, umur Sella sudah 22 tahun, saat ulang tahun Jayce memberi dia mobil kedua, dia sudah bisa mengendarai mobil, juga sudah berani, penyakit Derick juga semakin baik, karena ditemani keluarga, bahkan dokter juga merasa ajaib.
Tahun ini, Jayce memilih tempat pusat baru Ji's Corp, yaitu dinegara keberadaan Keluarga Ji, juga menjadi kota maju Kota A.
Bangunan Ji's Corp masih dalam pembangunan.
Waktu Sella juga diantara belajar dan menjaga kakek, Jayce juga sering membesuk mereka, kehidupan Jayce seolah-olah hanya ada mereka, dan sepenuh hati memperhatikan mereka.
Sella duduk didalam perpustakaan, dia mengambil tabloid bisnis terbaru, saat membuka tatapan dia berhenti dihalaman itu kemudian melotot mata, pria halaman belakang ini adalah Bryan yang sudah dua tahun ini tidak bertemu, ini adalah wawancara terbaru dia, sebagai topik utama tabloid kali ini.
Detak jantung Sella sangat cepat, pria ini dia sudah rindu kan sangat lama, bertemu dengan dia, malah ada rasa yang lebih berat dari intens yaitu takut.
Sella tidak berani menatap mata dia melalui tabloid ini, karena tatapan dia sudah berubah, bukan seperti kelembutan yang didalam memorinya dan tatapan ini membuat dia takut juga merasa dingin, foto ini harusnya foto baru-baru ini, bukan foto seni.
Dan juga foto dia yang dengan santai duduk didalam kantor rapat, hanya perlu edit latar belakang, tapi wajahnya tidak perlu di edit karena sudah sangat sempurna.
Sella juga sudah menenangkan diri, dalam hati masih sedih, dia sudah semakin dewasa, seluruh orang memancarkan napas tidak mudah dekat dengan orang asing, dia pikir, dengan umur dia yang begini pasti tidak akan tertarik terhadap wanita asing lagi!
Dia hanya beruntung bisa diwaktu muda Bryan bertemu dengannya, juga dengan senang bersamanya, jika sekarang bertemu dengan dia, apakah dia masih ada kebahagian ini kah?
Sella berikutnya melihat isi wawancaranya, semua tentang bisnis, jawaban pria ini sangat bagus, saat menghindar pertanyaan host dia juga menghindar dengan baik, akhirnya bertanya tentang hubungan percintaannya.
__ADS_1
Sella hanya melihat jawabannya, "Sementara tidak ada pemikiran itu."
Tiba-tiba Sella dari perkataan ini bisa mendengar dia terhadap masalah percintaan sangat kecewa atau tidak peduli lagi, Sella hanya menghela nafas, terus melihat, tapi tidak ada yang bisa masuk kedalam hatinya.
Waktu sangat cepat berlalu, pelajaran Sella juga semakin berat, karena dia dari pertengahan belajar, dia hanya bisa berusaha belajar, Jayce juga akan meluangkan waktu untuk memeriksa, apa yang tidak dimengerti Sella, boleh tanya pada dia, dia akan dengan cara yang paling jelas dan sabar mengajari dia. Mereka juga sangat sering belajar sampai larut malam, Louis juga akan mempersiapkan makan untuk mereka, Sella juga membeli tabloid Bryan, selesai makan mengira Jayce kembali ke kamar istirahat, jadi dalam keadaan tertekan dia mengeluarkan tabloid Bryan dan melihat.
Jelas-jelas terhadap isi tabloid ini dia sudah hapal, tapi setiap melihat lagi, seolah-olah otaknya menjadi kosong, menatap setiap perkataan Bryan dan bisa diteliti sangat lama, ingin menebak setiap ekspresinya saat mengatakan setiap perkataan, setiap saat dia akan menatap perkataan terakhirnya, melihat berulang kali.
Sementara tidak ada pemikiran itu.
Apakah ini menyatakan dia sekarang belum ada pacar?
Sella juga mulai menertawai dirinya, dia masih ada hak ini untuk memikirkan ini kah? Tidak peduli dia ada atau tidak, orang itu juga tidak mungkin adalah dia, mungkin dia hanya bisa melihat wanita baik disampingnya.
Apakah si Christy itu? Sekarang Sella terpikir pada Christy, hanya merasa marah, perbuataan dia itu sangat keterlaluan, juga tidak masuk akal, dia yang dulunya tidak bisa melawan, jika tahun itu dia sudah menemukan kakek maka hasilnya mungkin tidak seperti ini.
Sella menghela nafas, semua ini memang nasib! Sudah ditakdirkan dia tidak mendapatkannya, mata Sella juga berkaca-kaca, dalam hati sangat sedih.
Saat dia duduk disofa menatap serius tabloid ini, dia tidak tahu belakangnya sudah berdiri Jayce yang memegang susu.
Ketinggian Jayce kebetulan nampak foto pria itu, dia berdiri berapa lama, Sella juga melihat pria itu berapa lama.
Jayce memanggil dia. "Sella!"
Meskipun begini, tetap membuat Sella terkejut, dengan panik menyimpan tabloid ini disampingnya, seolah-olah sedang menyembunyikan sesuatu.
Jayce dengan tertawa melihat dia, "Mengejutkan kamu ya?"
__ADS_1
"Kakak, kamu kapan datangnya, kamu belum tidur?"
"Aku ingin sebelum tidur mengantarkan susu untuk kamu, minum sedikit bisa bantu kamu lebih mudah tidur, beban kamu hari ini sangat besar, takut kamu tidak bisa tidur." Jayce meletakkan susu ini disampingnya, kemudian berpikir dan bertanya, "Kamu kenapa menatap tabloid itu sangat lama?"
"Aku...aku tidak ada!"
"Ini tabloid CEO Bryan Gong dari Gong's Corp! Aku juga pernah lihat."
"Kamu kenal dengan dia?" Sella dengan terkejut melihatnya.
"Berada didalam dunia bisnis, terkadang bisa dibeberapa tempat bertemu, tentu saja kenal, hanya saja tidak dekat." Jayce mengangguk kepala.
Sella juga menjadi panik, jika begini maka dia lain kali juga ada kesempatan bertemu dengan dia kah? Tapi Bryan sudah katakan, seumur hidup ini tidak akan bertemu dengannya lagi? Meskipun ada kesempatan, Sella juga tidak mungkin muncul didepannya!
Meskipun muncul, juga akan diabaikan dia!
Jayce bertanya, "Kalian kenal ya?"
Sella bergegas menggeleng kepala dengan cepat, "Tidak kenal, aku hanya ingin mengerti tentang hal dia."
Jayce dengan rumit tertawa, "Dia juga sangat ganteng kan?"
Wajah Sella memerah, kakak rupanya bercanda padanya, dia menggigit bibir berkata, "Ini tidak berhubungan dengan dia tampan atau tidak tampan."
"Kalian wanita muda bukannya suka dengan pria ganteng? Meskipun tidak kenal, asalkan ganteng juga akan menarik perhatian kalian kan?"
Sella malahan membantah dia, "Kakak, jelas-jelas kamu hanya lebih tua aku 8 tahun, kamu berkata ini seolah-olah kamu sangat tua saja, kakek semalam masih tanya aku, kamu sebenarnya sudah ada pacar belum!"
__ADS_1
Jayce tertawa, "Belum."