
Bryan Gong memesan tempat di dekat jendela, dari situ dapat terlihat pemandangan gedung-gedung pencakar langit berjejer dalam gemerlapnya malam, juga jika memperluas pandangan, dapat melihat pemandangan yang spektakuler dari tempat berharga kota ini.
“Sangat indah.” Sella Xia tak dapat menahan perasaan kagumnya.
“Kalau kamu suka, nanti kita bisa sering datang.” Bryan Gong tersenyum, ketika menaiki tangga, tangannya secara otomatis memegang tangan wanita itu.
Sella Xia menatapnya, dalam matanya menunjukkan perjuangan yang hebat.
Setelah dia duduk, pelayan dengan lembut meletakkan menu di depannya.
“Kamu pesan yang kamu suka.” Pandangan Bryan Gong memancarkan sebuah dorongan.
Yang dia paling takutkan, adalah di restoran ini, wanita itu menghemat untuknya.
Sella Xia mengerti maksud lelaki itu, lalu bibirnya tersenyum, lalu ia melihat harga di menu, ia sudah sangat terkejut.
Pada saat itu, dia melihat ke arah pintu masuk ada tamu yang datang, Sella Xia menaikkan matanya sekilas, otomatis ingin melihat penampilan tamu yang datang.
Namun ia terkejut sampai seluruh badannya bergetar.
Yang berjalan masuk adalah Christy Lan dengan seorang gadis muda, mereka masuk sambil mengobrol dan tertawa.
Pandangan Christy Lan juga secara otomatis menyapu ruangan, lalu bertatapan dengan pandangan Sella Xia.
Senyuman di wajahnya langsung membeku, khususnya ketika melihat yang duduk di depan Sella Xia adalah Bryan Gong.
Rasa cemburunya sudah terlihat jelas dari tatapannya, dia menatap dingin Sella Xia, tatapannya jelas berisi peringatan dan hinaan.
Dia tidak menyangka, Sella Xia bukan hanya tidak meninggalkan Bryan Gong, tapi masih makan malam romantis bersamanya.
Ini benar-benar diluar bayangannya!
Sella Xia hampir tidak berani lama-lama menatap Christy Lan, wajah mungilnya menunduk dengan panik, berpura-pura melihat menu, tapi sebenarnya apapun yang dilihatnya tidak masuk.
Sudut matanya melihat bahwa Christy Lan berjalan ke arahnya, jantungnya berdetak dengan sangat cepat.
“Kak Bryan, kebetulan sekali, kalian juga makan disini!” Christy Lan otomatis datang menyapa. Bryan Gong mengangkat alisnya sedikit, bertemu Christy Lan disini juga bukan hal yang menggembirakan, dia menjawab dengan datar, “Ya.”
__ADS_1
Senyuman Christy Lan langsung sedikit membeku, pandangannya menatap ke arah Sella Xia di seberangnya, lalu, tersenyum, “Baiklah kalau begitu aku tidak mau mengganggu kalian.”
Selesai berbicara, dia dan temannya juga tidak menghindari pandangan mereka, lalu mereka duduk tepat menghadap aula utama, tempat Christy Lan tepat bersebrangan dengan Sella Xia, sekali ia mengangkat kepalanya, langsung dapat merasakan bahwa tatapan Christy Lan sedang mengawasinya.
Ada perasaan tertekan yang menekan yang tak dapat dijelaskan, membuat hati Sella Xia tidak dapat tenang.
Dalam hati Christy Lan benar-benar sangat marah, dia berpikir, apakah Sella Xia tidak berencana meninggalkan Bryan Gong.
Christy Lan mengeluarkan ponselnya, mengetik sebuah pesan kepada Sella Xia, berisi kalimat ancaman.
“Sella Xia, tampaknya kamu sama sekali tidak mencintai ibumu ya! Kamu tidak berencana meninggalkan Kak Bryan kan! Oke! Kalau begitu aku juga tidak dapat berbicara apa-apa lagi.”
Sella Xia melihat Christy Lan mengeluarkan ponselnya dan mengetik, lalu tak lama, ponselnya berbunyi menandakan pesan masuk, dia langsung dapat menebak itu adalah pesan darinya, dia mengambil ponselnya dan membuka, ternyata benar Christy Lan yang mengirim pesannya.
Dia membaca kalimat-kalimat itu, hati Sella Xia langsung panik, dia benar-benar tidak tahu akan berjumpa dengannya disini.
Dia membalas dengan sebuah kalimat, “Nona Lan, aku sangat mencintai ibuku, apa yang aku janjikan pasti aku lakukan.”
Christy Lan tersenyum sinis kepadanya, lalu membalas, “Sebaiknya begitu, kalau tidak, kamu tidak dapat menanggung akibatnya.”
Sella Xia menggigit bibirnya, wajahnya tampak pucat.
Bryan Gong mengulurkan tangannya, memegang tangannya yang ada di atas meja, dan hendak bertanya kepadanya.
Namun ketika tangannya baru menyentuh punggung tangan Sella Xia, dia tiba-tiba merasakan sentuhan seperti tersetrum, dengan cepat menarik tangannya sendiri, menolak pegangan lelaki itu.
“Kenapa? Kamu ada masalah ya?” Bryan Gong dengan kuatir memandangnya.
“Tidak... Tidak ada!” Sella Xia berbohong, barusan, ketika dia menarik tangannya dengan insting, adalah karena takut Christy Lan yang duduk di depannya melihat pemandangan itu.
Pandangannya tanpa sadar terus menatap Christy Lan, hanya dapat melihat gelas wine yang berada di tangan Christy Lan, pandangannya terpantul dari gelas itu, dengan dingin menatap mereka.
“Melihat kamu sejak masuk mobil sampai sekarang, seperti sedang berbeban berat, apa ibumu menjumpai masalah lagi?” Bryan Gong mengunci wajahnya bertanya, biasanya masalahnya dia, kebanyakan adalah ibunya yang membuatnya.
“Ibuku akhir-akhir ini terus berada di rumah, tidak pergi berjudi lagi.” Sella Xia menggelengkan kepala.
“Kalau begitu apa yang kamu kuatirkan? Apa karena sudah mulai masuk kampus, lalu kamu kuatir tentang pelajaranmu.” Bryan Gong bertanya sambil tersenyum.
__ADS_1
Sella Xia mengikuti kalimatnya dan mengangguk-angguk, “Benar, mungkin karena itu!”
Bryan Gong menghiburnya, “Tidak apa-apa, aku akan membantumu untuk lulus.”
Mata Sella Xia mulai basah, lelaki ini mengapa sebaik itu padanya? Bahkan jika dia sedikit tidak baik padanya, dia juga akan lebih mudah menerimanya.
Di mata Christy Lan, setiap tatapan Sella Xia dan Bryan Gong, semuanya berisi kelembutan dan cinta, penuh dengan cinta, tampak api cemburu membakar kedua matanya.
Bukankah Sella Xia sengaja memamerkan cinta di depannya?
“Aku pergi ke toilet sebentar.” Mata Sella Xia yang basah membuatnya ingin pergi sebentar.
“Pergilah!” Bryan Gong dapat melihat dia merasa terharu karenanya.
Sella Xia berjalan ke arah toilet, Christy Lan langsung mengambil kesempatan, lalu mengikutinya.
Sella Xia tidak memperhatikan Christy Lan mengikutinya, ia berjalan masuk ke toilet, lalu membasahi wajahnya dan matanya dengan air.
Setelah ia menyeka matanya dengan air, tiba-tiba, di samping tubuhnya, Christy Lan menyilangkan tangannya dan menatapnya dengan tajam.
Dia terkejut, tubuhnya tersentak ke belakang.
Setelah Christy Lan memastikan tidak ada orang lain di toilet itu, dia baru tidak takut untuk berbicara.
“Sella Xia, kamu sebenarnya apakah melakukan sesuai yang aku perintahkan? Atau kamu berharap dapat melanjutkan tinggal di sisi Kak Bryan?”
“Tolong beri aku sedikit waktu, aku perlu waktu.” Sella Xia menatapnya, matanya mengajukan permohonan.
“Aku lihat kamu berusaha sekuat tenaga untuk merayu Kak Bryan!”
“Aku tidak seperti itu!”
“Aku tak peduli, dalam waktu setengah bulan, kalau kamu tidak meninggalkannya, kamu tunggu saja kabar buruk tentang ibumu! Aku tidak akan segan-segan.”
“Christy Lan, tolong lepaskan ibuku ya?”
“Kamu dan ibumu sama saja murahan, memaksa orang mencintai, aku tidak akan melepas kan kalian beruda.” Christy Lan selesai berbicara dengan ekspresi jijik, lalu membalikkan badan keluar toilet.
__ADS_1
Di belakangnya, Sella Xia memegang erat pinggiran wastafel, air mata kembali mengalir karena penghinaan itu. Kata-kata Christy Lan sangat menyakiti orang, jika bukan karena bukti tentang ibunya yang dipegang Christy Lan, ia pasti tidak akan membiarkannya memaki orang seperti itu.