Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Mendapatkan Liontin Giok Kembali


__ADS_3

Dua hari kemudian, di area pemakaman yang cukup bagus, setelah beberapa orang pekerja itu pergi, hanya tersisa sepasang pria dan wanita yang sedang berdiri diam di hadapan sebuah batu nisan yang baru didirikan.



Sella Ji berjongkok dan dengan lembut meletakkan bunga krisan putih di tanah, dengan mata berlinangan air mata ia berbisik, “Ibu, kami pindahkan kau ke sini, semoga kau lebih menyukainya, saat ini hanya ini yang bisa kulakukan untukmu.”



Kuburan itu hanya terdiam tak menjawab, dengan penuh kesedihan, Sella Ji kembali berkata, “Ibu, kau tak perlu lagi mengkhawatirkanku. Kakak di sebelahku ini yang akan menjagaku.”



Setelah berkata, Sella Ji tiba-tiba teringat sesuatu, ia bergumam, “Seharusnya aku membeli balik liontin giok ibuku, itu adalah barang peninggalannya, aku ingin menyimpannya baik-baik.”



Setelah berkata, Sella Ji berpegangan pada batu nisan itu untuk bangkit berdiri. Ia menatap foto Dolores Xia yang terpasang di batu nisan itu, ia tersenyum dan tampak sangat gembira.



Sella Ji berbalik dan mengusap air matanya, lalu mendongak menatap Jayce Ji, “Kakak, ayo kita pulang.”



Setelah Jayce Ji berpamitan pada Dolores Xia dengan sikap penuh hormat, ia dan Sella Ji berjalan menuju ke tempat parkir di kaki bukit.



Setibanya di mobil, Sella Ji berusaha mengingat-ingat alamat Siti Zhang, mungkinkah ia masih tinggal di sana? Jika masih, ia akan bisa membeli kembali liontin giok itu.



“Kakak, apakah siang ini kau ada waktu luang? Temani aku mencari suatu barang.” Tanya Sella Ji.



Jayce Ji menatapnya dengan lembut, “Hari ini aku akan menemanimu, apa yang sedang kau cari?”



“Liontin giok ibuku sekarang berada di tangan orang lain, aku ingin membelinya kembali.”



“Baiklah.” Jayce Ji menemaninya pergi.


__ADS_1


Sella Ji berusaha mengingat-ingat alamat Siti Zhang dulu, ia masih mengingat beberapa kata, dan saat berkeliling mencarinya, ia juga masih agak ingat dengan lingkungan sekitarnya, maka ia yakin ia akan bisa menemukannya.



Akhirnya ia melihat sebuah taman bunga yang tampak familiar, dan ia mengenalinya, ia segera menunjuknya, “Mansion itu.”



Keberanian Sella Ji kali ini patut dipuji, ia menghampiri dan mengetuk pintu, dan setelah beberapa saat, seorang pelayan membukakan pintu. Saat melihat mereka, ia bertanya dengan terkejut, “Kalian mencari siapa?”



“Kami mencari nyonya Siti Zhang.”



“Untuk apa kalian mencari nyonyaku?” tanya pelayan itu lagi.



Mendengar ia telah menemukan tempat yang tepat, Sella Ji menghembuskan nafas lega, “Aku ada sedikit urusan dengannya, kami bukan orang jahat, bolehkah kami menemuinya?”



Saat ini, tak jauh di belakangnya, Siti Zhang menghampiri sambil menggendong kucing kesayangannya, “Siapa yang mencariku?” Siti Zhang menatap ke arah pintu dan melihat seorang pria tampan yang berwibawa, dan juga seorang gadis cantik, ia menatap Jayce Ji, dan dengan segera matanya berbinar, meskipun ia telah berusia 50an tahun, tapi mungkin karena kebiasaannya dulu, begitu melihat seorang pria kaya yang tampan, jantungnya langsung berdegup kencang.




“Liontin giok apa?” ia mengerutkan kening.



“Kudengar kau mempunyai sebuah liontin giok yang di kedua sisinya diapit oleh dua ekor burung phoenix, aku ingin membeli liontin ini.” Kata Sella Ji sambil tersenyum.



Raut wajah Siti Zhang tiba-tiba berubah dan ia bergumam, “Tidak, aku tak memiliki liontin giok seperti itu, sepertinya kau salah orang.”



Jayce Ji di sebelahnya berkata dengan suara berat, “Nyonya, barang itu bukan milikmu.”



Saat mendengarnya, ekspresi Siti Zhang menjadi semakin panik, ia menatap mereka dengan waspada dan berkata, “Siapa kalian? Untuk apa mencariku?” Di mata Sella Ji muncul sekelebat ekspresi licik, ia meletakkan tangannya di punggungnya dan berkata, “Nyonya Zhang, aku akan berkata terus terang, dulu aku mengenal seorang gadis, ia berkata liontin giok yang ada di tanganmu adalah barang curian, jika kau tak mengijinkanku membelinya, aku akan menyuruh gadis itu melaporkanmu karena kau telah menyembunyikan sebuah barang pusaka negara.”

__ADS_1



Siti Zhang sangat ketakutan, kucing di pelukannya juga melompat ketakutan dan berlari menjauhinya, dan kepanikan semakin tampak di wajah Siti Zhang, “Bercanda, mana mungkin aku menyembunyikan barang pusaka negara?”



“Nyonya Zhang, barang itu adalah barang pusaka negara, jika mereka menemukannya berada di sini, kau akan dipenjara. Akan jauh lebih baik jika kau menjualnya dengan harga tinggi, kau juga tak perlu menderita.” Sella Ji menakut-nakutinya.



Ekspresi Siti Zhang menjadi panik, ia teringat 3 tahun lalu, gadis itu datang memberitahunya bahwa barang-barang Dolores Xia mungkin adalah barang curian dari para tamu. Tapi ia tak menyangka, kini gadis ini mengetahuinya.



Ia juga tak ingin terseret ke dalam masalah, ia mengerutkan kening, “Jadi kalian akan membayar berapa?”



Sella Ji tersenyum dan bertanya padanya, “Menurutmu berapa harga yang harus kami bayar agar kau mau menjualnya?”



Siti Zhang memikirkannya, kemudian berkata, “20 miliar, kudengar liontin giok ini sangat berharga, jika kalian tak membayar sejumlah itu, aku takkan menjualnya.”



“20 miliar terlalu banyak, 6 miliar, silahkan nyonya pertimbangkan, biarkan seseorang melaporkanmu pada negara, atau menjual liontin giok itu pada kami?” tanya Sella Ji tanpa bernada mengancam. Tapi, Siti Zhang tetap merasa tertekan.



Jayce Ji di sebelahnya hanya diam, tapi ia merasa lega, Sella Ji yang sekarang jauh lebih pemberani dibandingkan saat ia baru tiba di Keluarga Ji saat itu.



Siti Zhang merasa dilema, mendengarnya berkata seperti ini, apa lagi yang bisa dilakukannya? Tentu saja ia akan memilih jalan keluar terbaik.



“Kapan kau akan mengirimkan uangnya padaku?”



“Sekarang juga bisa!” kata Jayce Ji di belakangnya dengan mantap.



Siti Zhang lagi-lagi merasa dirugikan, tapi saat ia melihat Sella Ji menatap matanya, ia akhirnya setuju untuk menjualnya. Ia mengeluarkan ponselnya dan menuliskan sebuah nomor rekening dan menyerahkannya pada Jayce Ji. “Begitu kau kirim uangnya, akan kuserahkan barangnya.” Jayce Ji mengeluarkan ponselnya dan mentransfernya dari ponsel, tak berapa lama kemudian, saldo Siti Zhang telah bertambah 6 miliar, begitu melihat uang itu, suasana hatinya langsung membaik. Ia mengambil liontin giok itu dan menyerahkannya pada Sella Ji.

__ADS_1



“Ini, ambillah. Jika ke depannya terjadi sesuatu, jangan sangkut pautkan denganku, aku sudah tak ada hubungannya lagi.” Sella Ji menerima liontin giok itu, dalam hati merasa sangat tersentuh, barang peninggalan ibunya, akhirnya kembali ke tangannya.


__ADS_2