Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Peringatan Jayce Ji


__ADS_3

“Kak, aku datang untuk bekerja, bukan untuk bersantai, bisakah kamu jangan terus menyuruh Henry untuk membelikan makanan! Apakah kamu ingin membuatku semakin gemuk?” Walaupun Sella Ji berbicara seperti ini, namun tatapannya dipenuhi senyuman.



Jayce Ji tersenyum dan menggelengkan kepalanya, lalu menundukkan kepalanya dan membaca dokumen, sambil berkata,”Jika aku tidak bersikap baik padamu saat ini, aku tidak akan mempunyai kesempatan lagi kedepannya.”



Wajah Sella Ji terlihat sedikit memerah, ketika ia mendengar ucapan kakaknya, ia sepertinya berusaha untuk menuturkan bahwa ia sudah tahu dengan siapa ia bermalam kemarin, Sella Ji langsung berpaling dengan perasaan malu,”Kak, aku akan pergi terlebih dahulu.”



Jayce Ji menatap punggungnya, lalu menggelengkan kepalanya, kemudian mengulurkan tangannya dan mengambil kembali daftar riwayat hidup yang baru saja ia berikan, ia ingin melihat asisten seperti apa yang sudah ia pilihkan untuknya. Jayce Ji membukanya, alisnya langsung terlihat mengerut ketika ia melihat wajah yang terpampang di dalam daftar riwayat hidup itu, ia menatap tajam foto yang berada dalam daftar riwayat hidup itu untuk beberapa detik, lalu melihat kembali nama di sampingnya, tatapannya dipenuhi oleh perasaan yang rumit, setelah ia membaca daftar riwayat hidup Gaby Ou, ia melipatkan kedua tangannya dan mulai berpikir.



Sella Ji kembali ke ruang kerjanya, buah-buahan yang segar dan dimsum terlihat terpampang di atas mejanya, ia hanya bisa menerimanya, lalu membawa dua kotak itu ke ruang kerja asisten yang berada di sisinya.



Pada pukul sebelas siang, telepon yang berada di atas mejanya berdering, ia kemudian menjawabnya,”Halo.”



“Dimana kita akan makan siang nanti?”Suara rendah yang menawan terdengar dari sisi lain panggilan.



Sella Ji langsung melirik telepon yang berada di mejanya itu dan menjawab dengan sedikit terkejut,”Mengapa kamu bisa menelepon ke ruang kerjaku? Bagaimana kamu bisa mengetahui nomor telepon ruang kerjaku?”



“Selama aku ingin mengetahui sesuatu, maka aku pasti akan mengetahuinya,”suara Bryan Gong terdengar penuh dengan rasa percaya diri.



Sella Ji tidak berani meragukan kemampuanya, ia menatap ke arah Gong’s Corp. Building yang berada tidak jauh dari jendelanya, lalu tersenyum dan bertanya,”Apa yang ingin kamu makan? Aku akan membayarnya.”



“Masih ada setengah jam lagi, teliti dengan baik dimana kita akan makan siang!”



“Apakah kamu kira aku sesantai itu?” Sella Ji tertawa.



“Jika kakakmu kekurangan pekerja, aku akan langsung memperkenalkan The Collectables kesana, kamu hanya perlu memberikan perintah dan serahkan pekerjaannya kepada orang lain,”Bryan Gong tertawa pelan.



“Baiklah kalau begitu! Aku yang akan mencari restorannya, datang jemput aku pukul setengah dua belas nanti,”Sella Ji menganggukan kepalanya dan menyetujuinya.



Di dalam ruang kerja CEO Ji’s Corp., Jayce Ji mengambil telepon internal di mejanya dan menelepon departemen humas, ia memerintahkan dengan sangat yakin dan berkata,”Batalkan penerimaan Gaby Ou, ulang kembali proses rekrutnya.”



“CEO Ji, Nona Ji yang sudah memilihnya, nona itu juga benar-benar sgnat hebat,”ucap orang dari departemen humas itu sedikit terkejut.


__ADS_1


Suara Jayce Ji terdengar mendingin,”Jika aku sudah katakan batalkan, maka batalkan, aku akan menjelaskannya kepada Sella.”



“Baik!” Manajer Departemen Humas tidak berani terlalu banyak berbicara, sehingga ia hanya bisa mengikutinya.



Ia hanya merasa aneh, mereka sudah merekrut selama beberapa hari, mewawancara cukup banyak kandidat, lalu dengan susah payah mendapatkan satu yang sangat cocok, tetapi mengapa CEO Ji tidak mau mempekerjakannya? Terlebih lagi, nada bicaranya tadi juga terdengar sangat dingin.



Ia hanya bisa mencari nomor yang Gaby Ou tinggalkan dan meneleponnya.



“Halo! Selamat siang,”suara Gaby Ou terdengar.



“Halo! Selamat siang, Nona Ou, aku adalah manajer dari Departemen Humas Ji’s Corp., aku dengan menyesal harus menyampaikan kepadamu bahwa kami membatalkan proses perektrutanmu.”



“Kenapa?” Gaby Ou terdengar sangat terkejut.



“Aku juga tidak terlalu mengerti, ini adalah keinginan dari atasan!”



“Siapa yang memutuskannya? Apakah Nona Ji yang memutuskannya?”




“CEO J? Bisakah kamu memberikan satu kesempatan lagi kepadaku? Bisaka kamu menyampaikan nomor telepon internal CEO Ji kepadaku?”



“Ini melanggar ketentuan kami.”



“Aku mohon padamu, aku yakin aku mempunyai kemampuan untuk meyakinkannya, aku benar-benar memerlukan pekerjaan ini,”ucap Gaby Ou yang terdengar memohon.



Ditambah dengan faktanya bahwa ia memang sangat menakjubkan, Manajer Departemen Humas tentu saja tidak ingin kehilangan pekerja sepertinya ini, ia hanya bisa memberikan nomornya kepadanya, lalu memintanya untuk merahasiakannya.



Gaby Ou kini sedang berada di dalam kafe di sebelah gedung perusahaan, setelah ia mengakhiri panggilan dari Manajer Departemen Humas, ia menghirup nafas yang dalam, lalu mulai menelepon nomor telepon internal Jayce Ji.



“Halo, selamat siang,”suara rendah seorang lelaki terdengar dari sisi lain panggilan.



“Halo, Tuan Ji! Aku adalah Gaby Ou.”

__ADS_1



Pada saat itu juga, suaranya terdengar berubah menjadi sangat dingin,”Nona Ou, kamu adalah anak putri dari CEO M International Finance Company, mengapa kamu harus bersusah-payah untuk melamar pekerjaan sebagai seorang asisten di Ji’s Corp.?”



Ekspresi wajah Gaby Ou langsung sedikit berubah, ia tidak menyangka bahwa Jayce Ji sangat mengerti mengenai identitas dirinya, pada kedatangannya kali ini, walaupun ia menggunakan nama aslinya, namun ia selalu bersikap merendah di luar negeri,ia tidak menyangka bahwa ia ternyata dapat mengetahui identitas aslinya.



“Tuan Ji, mohon dengar penjelasanku.”



“Aku kira tidak perlu, tidak peduli apapun tujuanmu, mohon jaga jarakmu dari Keluarga Ji.”



“Tuan Ji, aku sudah pernah mengecek mengenai dirimu sebelumnya, kamu adalah anak yang diadopsi oleh Tuan Besar Ji, namun siapakah Nona Ji itu? Apakah dia adalah kakakku?” Suara Gaby Ou terdengar sedikit agresif.



“Dia tidak ada hubungannya dengan keluarga Ji, kamu sebaiknya jangan muncul di depan hadapannya lagi, semoga Nona Ou dapat memperhatikan sikap sendiri,”setelah Jayce Ji terdengar baru saja selesai memperingatinya, ia pun langsung memutuskan panggilannya.



Gaby Ou memutuskan panggilanya, seorang wanita paruh baya yang duduk di sisinya itu kemudian melihatnya,”Nona Besar, mengapa kamu harus bersusah payah seperti ini? Keluarga Ji tidak pernah tahu berterima kasih.”



“Bibi He, aku benar-benar merasa sangat terkejut, aku masih mempunyai seorang kakak di dunia ini, apakah aku perlu menyampaikan hal ini kepada ayahku?”



“Nona Besar, kamu masih belum mempunyai bukti apakah dia adalah kakakmu atau bukan, kamu hanya melihat buku harian ayahmu dan memutuskan untuk mencari masa lalunya, aku rasa hal ini tidak terlalu penting, ayo pulang!”



“Tidak, aku ingin memperjelas keadaan, hal apa yang sebenarnya sudah menyulitkan ayahku selama bertahun-tahun lamanya, ibuku sudah meninggal sangat lama, ayah adalah orang yang paling kucintai di dunia ini, aku ingin meringangkan beban dalam hatinya,”tatapan Gaby Ou terlihat sangat tegas dan keras.



Wanita yang duduk di sisinya itu menghela nafasnya,”Tetapi kamu juga baru saja mempelajari faktanya bahwa Keluarga Ji tidak menyambut kami sedikitpun.”



“Betul, Keluarga Ji sangat membenci ayahku, ia pernah menulis dalam buku hariannya, Nona Besar dari Keluarga Ji adalah cinta pertama ayahku, namun karena kedua keluarga ini bersaing dalam dunia bisnis, Tuan Besar Ji akhirnya memisahkan mereka secara paksa, ayahku akhirnya menikahi ibuku atas paksaan dari kakekku.”



“Nona Besar, sekalipun kamu tidak membenci Keluarga Ji, tetapi kamu juga tidak seharusnya berpikiran sebaik itu terhadap mereka! Mengapa kamu harus mendekati mereka?”



Gaby Ou menggenggam dagunya, lalu menghela nafasnya,”Aku tidak membenci emreka, aku hanya merasa perselisihan antara kedua keluarga itu dapat diselesaikan, sehingga ayahku dapat melanjutkan sisa hidupnya tanpa rasa penyesalan!”



Setelah selesai berbicara, ia kemudian tersenyum kepada Bibi He,”Nona Ji itu benar-benar sangat mirip denganku! Dia seharusnya adalah kakakku.”



“Apakah kamu seyakin itu?” “Aku sangat yakin,”Gaby Ou menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2