Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Menemukan kakek


__ADS_3

Menemukan Kakek


Sepuluh menit kemudian, dia melihat pengurus rumah itu lagi, pengurus rumah dengan cepat berjalan kesini, lalu bertanya pada Sella, "Giok ini milik nona punya kah? Yakin?"



"Iya! Saat aku kecil sudah memakai giok ini, ini punya aku."



"Baik, Nona silakan masuk! Majikan aku ingin bertemu dengan kamu!" Selesai bicara membuka pintu yang disamping, menyambut Sella masuk.



Sella masuk kedalam lalu melihat taman yang besar, menanam tanaman yang berharga, kelihatan tuan rumah ini sangat kaya, Sella mengikuti pengurus rumah melewati air terjun, air terjun ini penuh dengan keindahan artistik klasik dan berbentuk ikan duyung.



Depan pintu ada delapan deretan tiang yang terbuat dari tiang putih Roma, sangat kokoh, Sella selangkah demi selangkah terkejut dengan tempat ini, masuk kedalam aula, seolah-olah masuk ke aula yang mewah, mulut dia pelan-pelan terbuka karena terkejut.



"Nona, silakan masuk." Pengurus rumah selangkah demi selangkah menyambut dia ke atas, Sella juga terkejut, sebenarnya tampak tuan rumah ini bagaimana?



Jika adalah kerabatnya, maka dia akan berperan apa dalam kerabatnya?



Akhirnya pengurus rumah membawa dia ke aula, aula yang berwarna emas ini, hanya melihat ada seseorang yang duduk di kursi roda, perkiraan orang tua yang berumur 60 tahun, wajah dia bukan wajah orang luar negri, tapi wajah orang Asia.



Saat dia melihat Sella masuk, tatapan dia menjadi terang, lalu memanggil, "Lily."



Sella melihat orang yang didepan dia, mata juga memerah, meskipun dia tidak tahu siapa dia, tapi dia merasa sangat sedih, apalagi dia seorang tinggal disini, juga duduk di kursi roda, tampak kesepian.



"Anak, sini datang kedepan aku." Orang tua itu dengan bahasa mandarin katakan, mengulur tangan yang gemetar padanya.



Mata Sella juga berkaca-kaca, dia satu langkah demi satu langkah berjalan ke depan orang tua ini, dia menjongkok lalu melihatnya, orang tua ini melirik raut wajahnya, mata juga berkaca-kaca, dia dengan serak bertanya, "Anak, kamu bernama apa?"


__ADS_1


"Nama aku Sella." Sella tidak mengatakan marga, karena ibunya pasti bukan marga Xia.



"Sella......Sella ya?" Orang tua ini memanggilnya, dia tidak perlu memeriksa identitasnya, hanya melihat wajah yang sama persis dengan putrinya ini, ditambah giok ini, dia sudah tahu ini pasti anak yang dilahirkan putrinya.



"Umur kamu?"



"Aku 21 tahun."



21 tahun, dia tidak pernah lupa, dia berpikir cucunya sudah kembali, apakah putrinya juga tidak benci pada dia lagi dan memilih pulang kah?



"Jadi ibu kamu? Dia ada pulang kah?" Tatapan dia penuh dengan harapan.



"Dia......dia sudah meninggal." Sella terhadap ibu tidak ada kesan, jadi hanya bisa sedih dan menyesal.




Sella melihat dia menangis, mendengar panggilan terhadapnya, dia mendadak menangis, apakah orang yang didepan ini adalah kakeknya?



Pengurus rumah hanya dengan tenang berdiri didepan pintu, tidak masuk ke dalam mengganggu mereka.



Orang tua ini juga menangkan dirinya, "Dia kapan meninggal?"



Berkata sampai sini, Sella tidak bisa menahan air matanya, dengan nangis mengatakan, "Disaat aku baru tiga bulan dia sudah meninggal, dia melompat ke sungai......"



"Apa?" Wajah orang tua ini terlihat kaget, tatapan terlihat penuh penyesalan, dia menahan rasa sakit hati kehilangan putrinya, mengulur tangan menggandeng Sella, "Anak, beritahu aku bagaimana kehidupan kamu selama ini, bilang pada aku bagaimana kamu menemukan aku!"


__ADS_1


"Kamu......kamu tidak perlu memastikan status aku dulu kah?" Sella dengan tidak mengerti tanya, dia benar-benar berharap dirinya adalah cucunya, tapi dia perlu bukti.



Orang tua tersenyum, "Tidak perlu, tampak kamu ada tujuh persen sama dengan putri aku saat masih muda, aku mengenali cucu aku." Selesai bicara, dia melihat Sella masih curiga, dia berkata lagi, "Jika kamu pensaran dengan status kita, aku akan suruh orang memeriksa DNA kita."



Selesai bicara pengurus rumah bergegas menerima perintah, dia mengambil nampan dari rambut Sella potong sedikit, kemudian dari rambut putih orang tua ini potong sedikit, kemudian dia keluar.



Sella sekejap tidak bisa percaya, dirinya bisa langsung menemukan kakek dia, apakah giok yang diberi ibunya adalah pemberian kakek? Jadi ayah kandungnya siapa? Dia dimana?



"Kakek kamu masih baik-baik kan?" Sella melihat rambut dia yang sudah putih, merasa sangat sedih.



"Aku sangat baik, juga sangat senang sebelum meninggal bisa bertemu dengan kamu, aku terus mencari kalian, sekali cari lebih dari 20 tahun, tapi tidak ada hasil, tidak sangka, kamu bisa muncul didepan aku." Derick sangat susah menggunakan bahasa menyatakan antusiasnya.



Hanya saja beberapa tahun ini dia terlalu sedih, bahkan perasaan senang ini juga susah sampaikan.



Sella dengan mata berkaca-kaca, rupanya kerabat dia terus mencarinya, dia duduk dihadapan Derick, memberitahu dia apa yang dikatakan ibu padanya, lalu mengatakan ulang, terhadap masalah ibu melompat ke sungai, dia juga baru tahu sebelum ibu angkatnya meninggal.



Derick dengan ekspresi penyesalan dan menangis mendengar dia mengatakan selesai masalah ini, dia tidak sangka, putrinya bisa sangat pasra, dan meninggalkan anak yang baru umur tiga bulan kemudian bunuh diri.



Derick juga ingin tahu pertumbuhan Sella, Sella demi tidak membuat dia sedih, dia mengatakan kehidupannya dengan senang, meskipun perbuatan Dolores tidak masuk akal, tapi bagaimana pun terhadap dia sangat baik.



Apalagi saat dia tahu, dia bukan ibu kandungnya, tapi dia tetap membuat peran ibu kandungnya, dalam hatinya hanya ada rasa terima kasih.



"Baik, anak baik, mulai dari saat ini, kamu bukan sendiri lagi, kamu masih ada kakek, mulai sekarang kita tinggal bersama!" Derick tidak ingin kehilangan cucu ini lagi, dia ingin menaruh semua perasaan putrinya pada cucunya.



Agak malam pengurus rumah mengantar hasil DNA, mereka memang adalah hubungan cucu dan kakek, meskipun Sella tidak melihat hasil ini, dia sudah yakin orang yang didepan adalah kakeknya.

__ADS_1



Derick bergegas menyuruh orang melakukan bukti tinggal disini untuk Sella dan identitas dia juga langsung masuk ke dalam namanya, sebagai status cucu menjadi warga negara disini dan masalah ini hanya perlu waktu dan uang urus saja. Keluarga Ji tidak kurang uang.


__ADS_2