Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Tambah Satu Kakak


__ADS_3

Sella juga sudah membuat keputusan, dia memutuskan untuk tinggal disamping kakeknya, dengan baik menemani kehidupan terakhirnya, waktu yang sama dia terhadap kisah ibu juga penasaran, hanya saja dia sekarang tidak berani mengatakan hal yang membuat kakeknya sedih, yang dia bisa lakukan adalah dengan baik menemani kakek dan mengerti keseluruhan ibunya.



Derick membantu dia mengubah marganya, Sella Xia menjadi Sella Ji (Berikutnya marga Sella sudah berubah yo!)



Sella sekejap sudah tinggal disini selama satu minggu, Derick karena tidak bisa jalan dan awal tahun dia terkena penyakit, kedua kaki lumpuh, jadi dia terus duduk dikursi roda, setiap hari ada orang yang menjaga dia.



Sella aku kaget terhadap bisnis kakeknya, karena dia setiap hari hanya terjerumus dalam kaligrafi dan musiknya, melewati hidup seniman. Jika kakeknya ada uang, maka uangnya dari mana? Siapa yang bantu dia mendapatkan uang? Sella merasa penasaran, karena dia melihat kakeknya begitu punya uang dan bersama dengan kakeknya, kehidupan dia sangat puas, dia memiliki kamar putri, memiliki baju mewah yang tidak akan dipakai habis, memiliki ruang belajar yang besar, memiliki ruang pakaian yang seperti kamarnya, juga ada perhiasan dan jam tangan yang sesuai dengan ukurannya, juga membelikan dia satu mobil.



Terhadap kehidupan yang kaya ini, Sella juga tidak menikmati kebahagian ini, juga tidak begitu angkuh, dia merasakan kasih sayang dan kompensasi kakek terhadapnya, tapi yang dia pentingkan adalah waktu bersama kakek.



Tapi dia sangat jarang tanya cerita kakek yang dulu.



Dua minggu kemudian, Sella bangun pagi-pagi, selesai mandi hal pertamanya adalah ke kamar kakek, memanggil dia untuk makan sarapan.



Dia baru sampai depan pintu, sudah melihat pengurus rumah Louis membuat tindakan diam padanya, dia mengedipkan mata, tidak tahu mengapa dia berbuat seperti ini.



Jadi dia mendekat sedikit ke pintu melihat didalam kamar ada orang yang berbicara dengan kakek, dari suara mendengar adalah seorang pria dan pria muda.



"Dia siapa?" Sella bertanya pada Louis dengan suara kecil.



Louis tertawa, kelihatan orang ini bukan orang jahat, dia hanya berkata, "Dia adalah orang yang paling dipercayai tuan." Sella menjawab oh, kemudian melihat pintu dari dalam terbuka, satu pria yang mengenakan jas abu-abu mendorong Derick keluar, pria ini memiliki wajah yang baik, dia sepertinya sudah tahu keberadaan Sella, jadi saat melihat Sella berdiri didepan, dia tidak merasa kaget, malah tersenyum padanya.


__ADS_1


Sella mengedipkan mata, terhadap senyuman pria asing ini dia sedikit kaget.



"Sella, sini, kenal dulu, ini adalah Jayce Ji, termasuk kakak kamu."



Sella terhadap kakak yang mendadak muncul ini merasa aneh, apakah kakeknya masih ada putri lain yang melahirkan kakak ini?



"Halo Sella! Nama aku Jayce Ji." Pria muda ini berjalan kesini, tinggi badannya melewati 185cm, berdiri didepan Sella, sehingga membuat Sella hanya bisa menengadah kepala melihatnya.



Dan dia bukan hanya tinggi, juga sangat ganteng, umurnya perkiraan 29 atau 30 tahun begitu!



Sella bisa menebak seperti ini, karena umur dia sangat muda, tapi kelihatan sangat dewasa, ini tidak seperti gaya seorang pria yang berumuran dua puluh tahun.



Sella tidak memanggil dia kakak, ini membuat Jayce sedikit kecewa, dia mengulur tangan mengelus kepalanya, tatapan penuh dengan kasih sayang, "Aku sudah lama mendengar tuan mengatakan kamu, juga ingin kembali bertemu dengan kamu, sekarang akhirnya bisa bertemu dengan kamu."




Derick disamping dengan tertawa menjelaskan, "Sella, Jayce bukan cucu aku, dia adalah cucu angkat aku, dia sudah terbiasa panggil aku tuan, jadi tidak panggil aku kakek."



Sella baru mengerti, rupanya dia cucu angkat, namun tatapan dia tidak merendahkan dia, malahan dengan manis tersenyum padanya dan memanggil, "Kakak."



Jayce melihat tatapan dia yang jernih ini, menjadi berhenti nafas, tatapan penuh dengan kesenangan, memiliki adik yang manis begini pasti hal baik.



"Sudah, kalian juga sudah bertemu, kita makan sarapan dulu! Nanti Jayce bawa kamu jalan-jalan disekitar, kamu sudah datang disini setengah bulan juga tidak keluar, jangan sampai bosan." Kata Derick.

__ADS_1



Sella tidak bosan, karena setelah ibunya meninggal, dia selalu melewati kehidupan yang tidak pasti, dia sudah takut dengan kehidupan begitu, dia sekarang sangat suka dengan kehidupan tenang.



Dimeja makan, Derick melihat sepasang cucu ini, tatapan terlihat senang, akhirnya rumah ini sudah sama seperti rumah.



Jika dulunya dia tidak dengan kejam memaksa putrinya, maka kesedihan ini juga tidak akan terjadi, cucunya juga tidak akan tinggal diluar dan hidup dengan susah, juga kurang kasih sayang, meskipun dia dijaga oleh orang yang baik hati, pasti juga melewati kehidupan yang sederhana.



Jika dia dijaga disampingnya, dia pasti akan memanjakannya.



Selesai sarapan, Jayce membawa dia keluar beli barang, Sella baru tahu, rupanya perusahaan kakek diurus oleh kakaknya, jadi kakek bisa hidup santai, dia malahan sangat berterima kasih pada pria ini, karena dia membuat kakek bisa hidup santai dimasa tua.



"Sella, kakek kamu terus menunggu kalian pulang, sekarang kamu sudah pulang, maka kamu temani dia dengan baik!" Jayce sambil mengendarai mobil sambil menoleh kepala melihat dia.



Tatapan Jayce terlihat tidak tega, umur tuan sudah tidak bisa mencapai ratusan tahun, karena dia ada penyakit dan umurnya juga tidak bisa melewati dua tahun lagi, kelihatannya tuan belum memberitahu dia, jadi dia juga tidak boleh katakan padanya.



Jayce sangat cocok berperan sebagai seorang kakak, membuat Sella setiap bersamanya selalu menganggap dia sebagai kakak, karena dia sangat pengertian juga lembut, semua sangat baik.



Kehidupan begini, membuat Sella pelan-pelan bergabung dalam keluarga ini, waktu yang sama juga membuat dia teringat, dia dengan Bryan sudah berpisah selama satu setengah tahun, dulunya dia merasa dirinya tidak ada kesempatan bertemu dengannya.



Tapi sekarang, kekayaan kakek membuat dia bisa melakukan hal yang dia inginkan.



Hanya saja, ada hal yang bukan tidak bisa dibuat, tapi tidak bisa buat lagi.

__ADS_1



Bahkan hak tanya kabar dia, perhatian padanya juga tidak bisa lagi, Sella memutuskan sambil disamping kakek, sambil belajar! Dia masuk ke perguruan tinggi sini, juga mengganti jurusan, Jayce menyuruh dia belajar manajemen bisnis. Sella juga turuti katanya, jadi memilih jurusan ini, Jayce menyuruh dia jangan tertekan, bisa belajar seberapa banyak ya belajar berapa banyak, karena dengan kekayaan Keluarga Ji, meskipun seumur hidup ini dia tidak kerja, juga tidak perlu takut tidak ada uang.


__ADS_2