Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Hero Menolak Untuk Pergi


__ADS_3

Di taman yang tenang, Sella Ji sedang membolak-balik bukunya, sambil sesekali meraih anggur dan memakannya, ia merasa sangat terpukau dengan kisah cinta dalam buku itu.



“Guk... guk... “ tiba-tiba terdengar gonggongan anjing di telinganya.



Sella Ji tertegun, apakah di dekat sini ada seseorang yang memelihara anjing? Dari suaranya, sepertinya ia seekor anjing besar. Sella Ji mengerutkan keningnya, ia sangat takut pada anjing.



Apalagi anjing besar yang tak dikenalnya, jika ia bertemu seekor anjing besar yang tidak diikat, hanya memandangnya saja ia akan merasa sangat ketakutan.



“Guk...” suaranya kembali terdengar, ia mendengarkannya dengan seksama, suara ini seperti suara gonggongan Hero. Terdengar sangat bersemangat dan penuh tenaga.



Di sebuah jalanan tak jauh dari sana, dengan langkah-langkah kecil, sambil sesekali mengendus bau yang familiar itu di udara, anjing itu terus menggonggong dengan gembira, sambil sesekali menoleh menatap tuannya di belakangnya.



Seolah sedang berkata, ayo, cepat ikut aku.



Tapi pria itu mengusap keningnya dan menatapnya dengan jengkel, ia sangat ingin menghampirinya lalu menariknya pulang dengan paksa.



“Hero, berhenti, jika kau terus berjalan, aku akan sangat marah.” Bryan Gong kembali mengancam. Sejak Hero kecil sampai sekarang, ia belum pernah semarah ini, tapi kali ini ia merasa sangat jengkel.



Hero tak mempedulikannya, matanya tampak berbinar dan sangat gembira, dan tujuannya sangat jelas, yaitu seorang wanita di balik sebuah pagar tak jauh dari sana, ia sangat ingin segera bertemu dengan nyonya pemiliknya dulu.



Meskipun sudah 3 tahun tak bertemu, tapi dalam dunia anjing, tak ada batas waktu, ia pasti bisa mencium bau seseorang yang ia sukai meskipun sudah lama tak bertemu.



Sambil berlari, sesekali Hero menoleh dan menyuruh tuannya berjalan lebih cepat.



Saat ini, gonggongan Hero membuat seekor anak anjing di balkon sebuah rumah juga menggonggong ke arahnya, Bryan Gong menjadi semakin yakin bahwa ia sedang mencari lawan jenisnya, maka ia segera berjalan ke depan Hero dan mengulurkan tangannya, hendak membawanya pulang.


__ADS_1


Tapi, Hero menolak. Biasanya, jika ia hendak memasangkan tali di lehernya, ia akan berdiri dengan patuh, membiarkannya memasangkan talinya, tapi kali ini ia meronta bagaikan hewan buas.



“Hero... kalau kau bergerak lagi,” bisik Bryan Gong, ia ingin memukulnya.



Tapi, Hero tidak mematuhinya. Ia ingin bertemu nyonya pemiliknya, dan dari penciumannya, ia sudah sangat dekat, hanya berjarak beberapa meter, maka Hero memberontak dan melepaskan diri dari pelukan Bryan Gong, lalu berlari.



Bryan Gong merasa sangat jengkel, ia segera melangkah lebar-lebar untuk mengejarnya. Ia tak ingin melihat anjingnya membuat masalah.



Akhirnya, Hero tiba di depan pagar mansion Sella Ji, ia segera berlutut sambil mengais tanah di depan pagar dan menggonggong dengan senang, “Guk...guk...”



Di taman, mendengar suara gonggongan anjing di depan pagar, Sella Ji terkejut. Karena pagar rumahnya adalah pagar yang tertutup rapat, bukan pagar tonggak-tonggak besi, maka ia tak bisa melihat penampilan anjing di luar pagarnya itu.



Ia meletakkan bukunya dan bangkit berdiri. Sebenarnya ia tidak takut berjalan ke arah gerbang, hanya saja ia merasa sangat heran, anjing siapakah yang mengais-ngais di depan pagarnya itu dan terus menggonggong memanggilnya.



“Guk...guk...” sambil mendesak Sella Ji untuk segera membuka pagar, Hero juga mengeluarkan raungan bernada memohon, seolah memohon orang yang berada di dalam untuk membukakan pagar dan membiarkannya masuk.




“Ikut aku pulang.” Perintah Bryan Gong dengan suara dalam, dan setelah berkata ia menarik tali di leher Hero.



Hero meronta, menolak, dan terus menggonggong ke arah pagar, seolah mendesak orang yang berada di dalam untuk segera membuka pagar, karena ia telah mencium bau Sella Ji di balik pagar.



Mendengar gonggongan anjing di luar, dan juga suara seorang pria, Sella Ji dalam hati berpikir, sepertinya pemiliknya berada di sebelahnya, ia merasa agak takut dan tak berani membuka pagar, takut anjing itu akan menggigitnya.



“Auuu...auuu...” suara Hero di luar meraung seolah ia akan mati, Bryan Gong menarik talinya dengan paksa, tapi Hero malah berbaring di tanah, bagaimana Bryan Gong bisa menariknya? Ia takkan bergerak kecuali ia menariknya dengan sekuat tenaga.



Bryan Gong sudah sering melihatnya nakal, tapi tak pernah sampai seperti ini.

__ADS_1



Di dalam pagar, Sella Ji merasa pedih mendengar suara anjing itu, ia terdengar sangat menderita, apakah ia sedang disiksa?



Dahi Bryan Gong mulai berkeringat, melihat Hero menolak untuk pergi, ia hanya bisa melakukan apa yang biasanya dilakukan oleh para pemilik anjing. Ia menggendong anjing seberat hampir 30kg itu di pelukannya, bersiap untuk membawanya pulang.



Hero yang digendong paksa kembali menggonggong ke arah pagar, “Guk guk...”



Bryan Gong sama sekali tak kesulitan menggendongnya, tapi ia takut Hero akan memberontak, maka ia melingkarkan tangannya dengan erat di lehernya agar ia tak bisa bergerak.



“Guk guk... auuuu...” Hero akhirnya menangis, suaranya tercekat, ia terdengar sangat sedih.



Di balik pagar, Sella Ji mendengar anjing itu seperti sedang dibawa menjauh, ia menjadi semakin penasaran, anjing siapakah yang menggonggong dengan sangat memprihatinkan di depan pagarnya? Ia membuka pagar dan perlahan melongokkan kepalanya.



Ia melihat sesosok pria tinggi sedang menggendong seekor anjing Doberman hitam, kepala Doberman itu menutupi kepala pria itu, hanya menunjukkan sosok punggungnya sedang berjalan di jalanan depan rumahnya.



Ia terkejut, melihat seorang pria tinggi menggendong seekor Doberman hanya sekitar belasan meter dari rumahnya.



Hero melihat Sella Ji membuka pagar dan menatap ke arahnya, ia segera memberontak berusaha melepaskan diri dari pelukan Bryan Gong, Bryan Gong berusaha menghentikannya, tapi ia menendangnya. Tanpa sempat mempedulikan rasa sakitnya, ia segera menoleh ke belakang dan melihat Hero sedang berlari dengan cepat.



Sella Ji terkejut melihat anjing yang berlari ke arahnya, tapi ia melihat, ekspresinya bukanlah ekspresi menyerang yang garang, melainkan ekspresi penuh semangat. Ia akhirnya berkata dengan ragu, “Hero...”



Hero segera bergegas menghampirinya. Sella Ji mendongak, dan saat melihat pria yang menoleh ke arahnya, ia terkejut.



-----------------------



Terima kasih kepada para pembaca atas dukungan yang diberikan kepada author. Author mendoakan supaya para pembaca sehat selalu dan Tuhan selalu memberkati kalian dan keluarga kalian. Jika kalian suka buku ini, jangan lupa ya untuk di share ke teman kalian. Sukses selalu!

__ADS_1



Bagi para pembaca yang ingin membaca buku berikutnya, silahkan di baca buku Signed The Contract & Get Married, ceritanya tak kalah menarik lo :))


__ADS_2