
Sepanjang malam ini Sella tidak bisa tidur karena kepikiran dengan kalung tersebut, sekarang sudah hampir jam 11 lewat, lalu dia mendengar ibunya masih berjalan di luar, dia tidak dapat menahan diri untuk membuka pintu, hati nurani Dolores gelisah sehingga dia pun tidak bisa tidur, ketika dia sedang membersihkan rumah, mengepel lantai, Sella keluar kamar dan masih dalam keadaan yang sangat marah, dia ingin bertanya kepada ibunya, tetapi melihat dia sedang mengepel, dia menahan kemarahannya dan bertanya, “Ma, berapa harga kamu jual kalung itu? Apakah ada cara untuk mendapatkan kembali.”
Dolores segera mengangkat pinggangnya yang sakit, karena dia biasanya jarang melakukan pekerjaan rumah, dia menoleh ke arah Sella Xia sambil menggelengkan kepala berkata, “Tidak mungkin bisa mendapatkan kembali, kecuali kita harus mengumpulkan uang lebih banyak untuk menebusnya ke temanku, tetapi, kita sekarang tidak mempunyai uang!”
“Berapa harganya?”
“Aku tidak terlalu mengerti barang, hanya mengetahui kalung itu pasti bisa dijual dengan harga yang tinggi, aku menjualnya dengan harga 200 juta.”
“200 juta?” Sekarang Sella benar-benar sangat marah, walaupun saat membayar kalung itu Bryan tidak mengijinkan dia untuk melihat, tetapi kalung yang diletakkan di dalam rak pajangan setidaknya tidak kurang dari 400 juta, dan seharusnya harga kalung ini lebih tinggi dari itu
“Ada apa?Apakah aku menjualnya terlalu murah?” Dolores tersadar dan bertanya, lalu dengan menyesal berkata, “Aduh! Aku benar-benar tidak boleh menjual begitu murah, aku harus menegosiasikan harganya terlebih dahulu.”
Sella menutup matanya, dan berbalik lalu kembali ke kamarnya, dari kecil hingga besar, dia tidak pernah mengatakan apa-apa tentang sifat ibunya, tetapi kali ini, dia sangat kecewa.
Sepanjang malam Sella kelaparan dan akhirnya tetap tertidur, alarm Sella berbunyi jam 7 pagi, dia melihat sebentar dan masih ingin memejamkan matanya, tetapi didalam pikirannya teringat dengan ajakan Bryan kemarin malam, hari ini ingin menemani dia untuk pergi ke gunung bersama dengan Hero, jam 8 pagi dia sudah harus sampai disana. Sella segera berdiri, dengan cepat pergi ke kamar mandi, melihat rambutnya berantakan, dia dengan cepat mencuci rambuntya, setelah rambutnya kering, dia mengambil satu set pakaian kasual dari lemari yang dibelinya terakhir kali, swetear kaos putih, celana jeans, sepatu kets, rambut panjangnya diikat seperti ekor kuda, sederhana dan menyegarkan.
Saat Sella keluar dari kamar, dia melihat kearah kamar ibunya sejenak, dia menghela nafas lalu turun ke bawah untuk sarapan, pukul 7:50 dia sudah menunggu di bawah. Ketika pukul 8 pagi Sebuah mobil SUV hitam menghampirinya, Sella mempunyai firasat, seseorang yang duduk didalam mobil adalah Bryan , saat kaca jendela turun ternyata Bryan duduk di kursi pengemudi dengan pakaian kasual abu-abu, dia mengemudi dengan menggunakan kacamata hitam, itu membuat aura tubuhnya semakin misteirus dan dingin, dan pada saat yang sama, dia memiliki aura yang menawan.
Sella tersenyum melihatnya, dia membuka pintu mobil dan duduk di depan, dan pada saat ini, Hero yang duduk di kursi belakang langsung mendekat dan menciumnya dengan sangat antusias dengan mengongggong, Sella menoleh lalu membelai kepalanya dan menyapanya, “Hero”.
__ADS_1
“Apakah kamu sudah sarapan?” Bryan Gong melihat ke arahnya.
“Sudah.” Sella Xia dengan senyuman menjawab.
“Kalau begitu kita berangkat.” Kaki Bryan menginjak gas, saat dia memutarkan mobil, disisi jalan lain, ada dua mobil yang mengikuti, itu adalah pengawal Bryan yang hari ini akan ikut menemani mereka.
Sella tidak menyadari hal itu, dia hanya fokus melihat ke depan untuk sementara waktu dan tertarik dengan fungsi navigasi yang canggih, dia melihat navigasi yang sangat cerdas di atas layar, lalu dia juga tertarik dengan pria yang berada di sampingnya. dia menggunakan kaos lengan pendek berwarna abu-abu juga terlihat keren, biasanya dia menggunakan kemeja formal, saat ini, kaos kerah V yang dia kenakan memperlihatkan tulang lehernya yang keras dan terdapat sebuah liontin tengkorak kecil terletak di atasnya, dengan arloji mekanik hitam di pergelangan tangannya, di jari tengah tangan kanannya terdapat sebuah cincin yang sangat khas.
Sebuah cincin yang menarik ini sangat cocok dengan aura pangeran dari dirinya, di mata Sella dia adalah pria yang sangat menawan.
Dia ingin menatapnya, tetapi juga tidak berani melihatnya, hanya saat Bryan tidak memperhatikannnya, dia diam-diam melihatnya lebih lama.
Ada semacam daya tarik, yang merupakan daya tarik yang sukarela, inilah yang dia rasakan saat ini!
Bryan membuka musik barat dengan ritme yang sangat bagus, membuat seluruh mobil memiliki suasana yang dinamis, cara yang baik untuk bepergian.
Bryan juga bisa saat di lampu merah ataupun melihat kaca spion, di balik kacamata hitamnya melihat Sella Xia, Sella terlihat cantik dan bersih, seperti sepotong batu giok di dunia yang tidak ternoda oleh debu.
__ADS_1
Dan batu giok cantik ini kebetulan ditemukan oleh Bryan . Mobil-mobil Bryan berjalan hampir dua jam baru sampai ke kaki gunung dengan ketinggian 2km. Tempat ini adalah gunung padang rumput yang sangat bagus di luar kota, dari bawah mendaki ke atas puncak gunung, setelah sampai di puncak gunung, tidak ada pemandangan pohon-pohon raksasa, melainkan rumput yang datar, lebar, dan padat. Dan tempat ini adalah gunung yang menjadi tempat favorit orang-orang untuk mendaki, tetapi, tempat di mana Bryan pergi kali ini adalah rute yang jarang dilalui oleh beberapa orang.
Ketika Sella bersiap mendaki, dia baru sadar dibelakangnya diikuti oleh dua mobil, dia dengan terkejut bertanya, “Mobil dibelakang kita, apakah itu orang-orangmu?”
“Mereka adalah koki dan pengawalku.” Kata Bryan .
Sella terkejut melihatnya, “Mengapa kokimu ikut pergi bersama kita?”
Bryan Gong menoleh dan mengangkat bibir seksinya yang tipis, “Apakah kamu ingin merasakannya dan menikmati makan siang yang lezat di alam?”
Sella sedikit memicingkan matanya, tetapi menunjukkan senyum bahwa dia tidak bisa percaya akan hal itu, orang kaya seperti dia yang dapat kenyamanan dan menikmati keadaan seperti ini!
Bryan mengira dia akan ada sedikit beban, dia menghiburnya, “Jangan khawatir, mereka hanya bertanggung jawab atas makan siang kita, tidak mungkin menggangu kita.”
Sella mengedip-kedipkan matanya, membuat dia sedikit kebingungan, “Menganggu kita?”
Bryan Gong segera melayangkan sedikit rasa malu dan memperbaikinya, “Maksudku mereka tidak akan pergi mendaki bersama kita, mereka hanya akan membuat makan siang untuk kita di tempat yang telah di tentukan.”
__ADS_1
Sella sedikit malu dan menundukkan kepalanya sedikit, ternyata dia tadi salah paham. Setelah mobil berhenti, Bryan memegang Hero turun dari mobil, Hero seperti melihat taman bermainnya yang besar, langsung senang mengendus di sini dan mengendus di sana, Bryan menundukkan badan dan melepas rantai yang berada di kepalanya, menghelus kepalanya dan berkata, “Hero, pergilah! Mari kita lihat apa yang dapat kamu lakukan hari ini. Bisakah kamu memberi kami lebih banyak permainan untuk makan siang.”