Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Terjatuh bersama


__ADS_3

 “Apakah yakin kamu hanya menjadi model?” Bryan mengerutkan alis, tertulis sebuah kata dari ujung kepala hingga ke kaki gadis tersebut yaitu kepolosan !



 



   Sikapnya terlihat seperti orang yang mudah untuk tertipu!



 



   Seperti pada kecelakaan mobil kali ini, ketika Bryan berada pada kondisi yang kuat , dia berada pada kondisi yang lemah, sebenarnya jika berbicara tentang tanggung jawab, dia bukan merupakan hal yang penting, lagi pula pada saat itu kecepatan mobilnya juga sangat cepat!



 



   Sella mengedipkan matanya yang jernih, “Tentu! Jika aku tidak pergi menjadi model, maka apa yang bisa aku lakukan?”



 



   “Bidang permodelan ini terdengar megah, tapi apakah kamu tahu seberapa besar risikonya di belakang?” Bryan benar-benar mengkhawatirkan dia akan tertipu, lagi pula sangat banyak perusahaan yang membuat iklan model untuk menipu gadis bodoh untuk masuk jebakan, menipu dalam hal keuangan dan nyawa.



 



   Sella terus mengedipkan mata, “Tidak mungkin! Hari ini aku baru saja menandatangi kontrak, jadi aku harus pergi”



 



   Bryan langsung menghela nafas, mungkin sejak kecil hingga dewasa, dia terlalu mengkhawatirkan adik perempuannya, maka, kekhawatiran ini sudah menjadi sebuah kebiasaan, sekarang saat melihat gadis yang memiliki umur yang sama dengan adik perempuannya ini, dia langsung mempertimbangkan keselamatannya.



 



   Bryan mengulurkan tangan, lalu berkata dengan suasana hati yang tidak baik, “Dimana kontraknya? Perlihatkah padaku.”



 



   “Aku…aku tidak mengambilnya!” Sella baru menyadari bahwa, setelah menandatangai kontrak, dia juga tidak meminta salinannya.



 



   Ekspresi wajah Bryan langsung terkejut untuk benerapa saat, apakah gadis ini bodoh? Kontrak seperti apa yang sudah dia tandatangani, bahkan dia tidak mengambil salinannya?



 



   Hati Sella langsung menegang, apakah dia menyinggung pria ini? Kenapa dia terlihat ganas dengan alisnya yang berkerut?



 



   “Perusahaan apa! Berikan namanya padaku!” Bryan mengigit bibirnya, gadis ini benar-benar membuatnya khawatir.



 



   Sepasang mata Sella berkedip dan berpikir, “Sepertinya bernama Beauty Model Corp.”



 



   “Apakah kamu tahu alamatnya?”



 



   “Tahu! Tapi aku tidak tahu secara spesifiknya, aku hanya mengetahui jalan tersebut.” Karena Irena yang memperkenalkannya pada Sella , maka, dia pun menandatanganinya dengan tenang!



 



   “Aku akan meminta orang untuk menyelidikinya sebentar, jika tidak ada masalah, kamu boleh pergi, jika bermasalah, kamu lebih baik tinggal di sini saja!” Bryan memberi perintah.



 



   Sella Xia sedikit membuka matanya dengan lebar, dia…apakah dia sedang mengkhawatirkannya?



 



   Terdengar suara mobil di luar, ternyata sekelompok kokinya sudah tiba, lalu dia berdiri dan berkata, “Aku akan pergi ke ruang kerja untuk menyelesaikan sedikit uruasan, kamu boleh kembali ke kamar untuk menunggu.”



 



   “Aku…apakah tidak perlu melakukan apapun?” Sella bertanya.


__ADS_1


 



   Diri Bryan yang baru saja berjalan naik sedikit terhenti, sebenarnya, dia benar-benar masih belum memikirkannya, tentang apa yang harus dikerjakan oleh gadis ini.



 



   Tapi, karena sudah memintanya datang untuk menjadi pelayan gratis, jika tidak memintanya untuk melakukan sesuatu, maka dia akan terlihat terlalu baik hati.



 



   “Ada, pergi bersihkan ruang gym aku! Dan pada pukul 6:30, turunlah ke lantai bawah untuk makan.” Setelah selesai memberitahunya, Bryan langsung naik ke lantai atas.



 



   Di lantai bawah, setelah mendengar hal yang harus dikerjakan oleh dirinya, Sella melakukannya dengan sangat senang, dia juga tidak ingin berada di sini sebagai pemalas.



 



   Sella pergi ke lantai 3 untuk membersihkan ruang gym, hanya saja saat membuka pintu, ruang gym sudah terlihat bersih dan rapi, seperti tidak perlu untuk dibersihkan lagi!



 



   Tetapi, dia tetap membawa 1 ember air dan mengelap dengan sungguh-sungguh dan detil.



 



   Bryan duduk di dalam ruang kerja, ketika teringat dengan perusahaan yang kontraknya sudah ditandatangani oleh Sella , dia mengambil ponsel, dan menghubungi telepon Rico He.



 



   “Paman He, bantu aku untuk menyelisiki sesuatu.”



 



   “Tuan muda, silahkan kamu katakan.”



 




 



   “Tuan muda, kenapa kamu tertarik dengan sebuah perusahaan kecil?” Rico He yang berada di ujung panggilan bertanya dengan sedikit terkejut, karena ini bukan sikap tuan muda yang biasanya.



 



   Bryan menyipitkan mata, dan tidak berniat menjelaskannya, “Kamu selidiki saja, jika sudah mendaparkan hasilnya, beritahu aku secepatnya.”



 



   “Baik! Aku akan segera meminta orang untuk pergi menyelidikinya.” Rico He juga tidak berani banyak bertanya.



 



   Setelah memutuskan panggilan, Bryan Gong duduk di tempat duduknya, lalu menyalakan laptop, dan mulai melihat laporan kesimpulan pada rapat hari ini, di saat yang bersamaan dia juga membereskan pekerjaan yang ada di dalam emailnya.



 



   Di dapur lantai bawah, sepasang koki kelas atas sedang mempersiapkan makanan malam untuknya, hanya saja, malam ini mereka tidak mempersiapkan makanan untuk porsi 1 orang, malainkan mempersiapkan untuk porsi 2 orang.



 



   Bahan-bahan makanan yang mereka gunakan dipilih dengan cermat, tentu sehat dan bernutrisi, mereka sudah mulai memasak di dapur, dan akan selesai sebelum pukul 6:30.



 



   Setelah Bryan Gong menyelesaikan pekerjaannya, dia melihat waktu, sudah pukul 6:30.



 



   Dia tidak teringat bahwa dirinya memerintahkan seorang gadis untuk pergi membersihkan ruang gym, dia berjalan langkah demi langkah dengan santai di perumahan mewahnya.



  Seperti macan yang mulia yang berjalan di wilayahnya sendiri.



 

__ADS_1



   Lampu di ruang gym menyala terang, Bryan sedang melihat seorang gadis yang berdiri di kursi, dia mengelap sebatang palang dengan giat, dia yang tidak cukup tinggi berdiri di satu sisi kursi, tetapi dia masih tidak bisa mencapainya.



 



   Bryan berjalan menghampirinya, dia berjalan di atas karpet kedap suara, yang membuat Sella sama sekali tidak tahu bahwa ada seseorang yang berdiri di belakangnya.



 



   Ketika dia hendak turun untuk membersihkan kain lap, dia memalingkan kepala dan melihat ada seseorang yang berdiri di belakangnya.



 



   Dia langsung terkejut hingga tubuhnya bergetar, dia yang awalnya berdiri di atas kursi, tubuhnya langsung kehilangan keseimbangan, dia sempoyongan dan berteriak, “Ah…”



 



   Dia melambaikan tangan, dan hendak jatuh dari atas kursi, Bryan juga tidak menyangka dirinya bisa mengejutkannya.



 



   Melihat gerakan dia yang terjatuh ke depan dengan tangan melambai, dia langsung meluruskan kesadarannya, dan langsung membuka kedua tangannya untuk menangkapnya.



 



   Terjatuhnya Sella ini, memiliki kekuatan yang kuat, karena kakinya menendang kursi.



 



   Dalam sekejap, keduanya saling berpeluk erat, Sella memeluk leher Bryan Gong, dan Bryan memeluk pinggangnya, awalnya Bryan mengira dirinya bisa menangkapnya.



 



   Siapa menayangka dia meremehkan dampaknya, dia mundur 2 langkah ke belakang, dan langsung terjatuh ke atas karpet karena ditimpa dengan kuat oleh Sella , dengan kedua tangan yang tetap memeluknya, dan dia sama sekali tidak memiliki cara untuk menghentikan jatuh.



 



   Jadi, mereka saling bertumpang tindih di lantai, dahi Sella menabrak bibir Bryan Gong yang lembut.



 



   Seolah-olah bibirnya, sedang mencium dahinya yang putih.



 



   Terlebih lagi kedua orang masih saling memeluk, tubuh mereka saling menempel dan tersentuh tanpa jarak.



 



   Wajah Sella memerah, dan sedikit kelembaban yang berada di dahinya, membuat pikirannya terasa kosong untuk sesaat.



 



   Dia mengangkat kepala, sepertinya Bryan juga terlihat sedikit linglung, dia menatapnya dengan sepasang mata yang hitam mendalam.



 



   2 pasang mata saling menatap satu sama lain, sepasang mata yang ketakutan dan sepasang mata yang ragu.



 



   Dan Bryan juga merasa tidak baik, bagian belakang kepalanya terbentur ringan di karpet, bagian punggungnya juga terserang rasa sakit,dan di pelukannya, ada seorang gadis yang tidak terluka.



 



   “Maaf…maaf…” Sella ingin berdiri dari atas tubuhnya dengan panik.



 



   Saat Bryan melepaskan tubuhnya, Bryan juga cepat-cepat menopang dan berdiri, “Apakah kamu tidak bisa berhati-hati sedikit ?”



 



   “Maaf, tadi aku terkejut.” “Ada apa? Di dalam matamu, apakah aku terlihat sangat menakutkan?” Terlihat jelas bahwa Tuan muda Gong tidak suka mendengar perkataan ini.

__ADS_1


__ADS_2