Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Kesalapahaman Terpecahkan


__ADS_3

“Bukankah akan jauh lebih mudah untuk mengejekmu sekarang karena sakit?” Bryan menaikkan bibirnya membentuk sebuah senyuman, memaparkan sejajaran gigi putih dan rapi bagaikan susunan es batu yang semakin membuat orang pusing.



Kepala Sella Xia yang awalnya sudah pusing itu menjadi tambah pusing setelah melihat senyuman pria itu, dan pusingnya itu seperti pusing yang tidak akan membaik meskipun sudah meminum obat.



“Dimana Hero?” Sella tiba-tiba tersadar, bukankah Hero ada di sebelah pria itu? Kenapa sekarang menghilang?



“Dia sedang menunggu kita di pintu masuk rumah sakit.” Jawab Bryan dengan tenang karena dirinya yakin bahwa peliharaannya itu akan menunggu mereka dengan sabar.



“Apa? Kamu membiarkannya menunggu di luar? Bagaimana kalau seandainya dia hilang?” Ucap Sella khawatir.



Hatinya melembut ketika melihat rasa perhatian dan kasih sayang gadis itu kepada Hero, “Tenang, Hero bukanlah anjing biasa, aku tahu karena akulah yang membesarkan dia.”



Tetapi Sella masih merasa cemas, dan ketika dia mengangkat kepalanya untuk melihat air infusnya itu, masih ada setengah botol besar lagi, dirinya langsung menghela napas, “Semuanya ini salahku, karena aku Hero harus menunggu sendirian diluar.”



“Dia tidak akan menyalahkanmu.” Jawab Bryan menggantikan Hero.



Disaat itu hp Bryan Gong berbunyi, dan ketika dilihat, sebuah nomor yang tidak dikenal menelepon, dia lalu mengerutkan alisnya, tidak terlalu ingin mengangkat telepon itu.



“Ada apa?” Tanya Sella penasaran.



“Nomor tidak dikenal, aku tidak ingin mengangkatnya.”



Sella kebetulan melihat ujung nomor yang tertera di layar hp pria itu, dirinya langsung terkejut dan berkata dengan cepat, “Itu adalah temanku, apa kamu bisa memberikan hpmu kepadaku?”



“Apa? Temanmu?” Selesai berbicara, Bryan Gong memberikan hp itu kepada gadis itu, Sella Xia langsung mengangkat telepon itu dengan cepat, “Halo!”



“Sella, benarkah ini Sella? Sella! Ini benar Sella! Kamu tidak apa-apa kan?!”



“Aku tidak apa-apa. Aku hanya pingsan karena kepanasan dan sedang menerima infus di rumah sakit sekarang, sebentar lagi juga sudah boleh pulang.”



“Baguslah kalau kamu baik-baik saja, aku baru saja memberikan laporan kepada manajer, dia berkata kalau kamu kelelahan dan meliburkan kita siang ini, kita semua bisa beristirahat.”



“Benar kah? Baik sekali, terima kasih ibu manajer.” Ucap Sella sambil tertawa.

__ADS_1



“Iya! Kamu istirahat saja dulu! Hpmu biar aku simpan saja dulu, aku akan memberikannya kepadamu besok.”



“Baiklah!” Selesai Sella berbicara, wanita itu langsung menutup teleponnya.



Sampai dia mengembalikan hp itu ke Bryan Gong, Sella baru sadar bahwa pria itu terus menatap dirinya dan tatapan mata yang campur aduk itu membuat dirinya menjadi sedikit merinding.



“Kenapa?” Sella Xia mengedip-ngedipkan matanya, tidak mengerti mengapa pria itu menatap dirinya seperti itu.



“Kamu memberitahu nomor hpku kepada wanita lain?” Perasaan kesal terlintas dibalik mata Bryan Gong.



“Ti… tidak kok!” Sella merasa dirinya yang tidak salah itu sudah difitnah.



“Kalau tidak, kenapa temanmu bisa tahu nomorku?” Bryan Gong menggigit bibirnya, yakin bahwa gadis itu sudah membocorkan nomor teleponnya.



Sella Xia langsung menggelengkan kepalanya sambil berkata, “Aku benar-benar tidak ada memberitahu nomormu kepada orang lain, itu bukan nomor hp temanku, itu adalah nomor hp baruku, dia menggunakan hpku untuk meneleponmu.”



Bryan Gong sedikit tertegun, setelah itu raut wajahnya masih terlihat tidak begitu baik, “Kamu kenapa mengganti nomor hpmu? Apa kamu sengaja melakukan hal seperti ini agar aku tahu?”




Bryan Gong sedikit terkejut ketika mendengar hal itu, dia kemudian mengerutkan alisnya dan berkata, “Jatuh? Kapan?”



“Di malam pesta perjamuan hari itu, aku keluar sendirian dan kebetulan berdiri di tepi sungai untuk melihat pamandangan malam, kemudian kamu tiba-tiba meneleponku dan membuatku terkejut, lalu tanganku gemetar sampai hpku langsung terjatuh ke dalam sungai.” Jawab Sella dengan kesal, karena dirinya juga menghabiskan uang yang cukup besar untuk membeli hp baru.



Bryan Gong langsung merasa terkejut, pantas saja hp yang jelas-jelas tersambung malam itu tiba-tiba menjadi mati, dan mati dalam jangka waktu yang lama, ternyata gadis itu bukan sengaja tidak mengangkat telepon darinya, melainkan hpnya jatuh ke dalam sungai.



Bryan Gong mulai merasa bersalah, dia ternyata salah paham dengan gadis itu.



“Kamu benar-benar bodoh.” Bryan Gong tiba-tiba sangat ingin memarahi gadis itu.



Sella Xia kemudian membalas dengan wajah yang muram, “Aku memang tidak sepintar dirimu! Dan lagi, kamu tidak pernah bertanya mengenai hal ini.”



Disaat itu, Bryan Gong yang masih merasa kesal itu juga hanya bisa menahan amarahnya, dirinya hanya bisa melihat wajah polos tanpa dosa milik gadis itu dengan tidak berdaya.

__ADS_1



“Malam itu, kamu kenapa tiba-tiba pergi? Dan kenapa tidak menegurku dulu ketika kamu pergi?” Bryan Gong masih sangat kesal dengan kejadian itu.



Mengingat kata-kata menyakitkan yang di dengarnya di dalam kamar kecil itu, Sella Xia sekarang sama sekali tidak ingin memberi tahu pria itu, dirinya hanya bisa berkata, “Ketika melihat Nona Lan itu berdiri disebelahmu, aku merasa kalian cukup serasi, dan dia juga kebetulan tidak punya pasangan kan? Bukankah kalian bisa bersama-sama?”



“Sella Xia, aku peringati dirimu, untuk kedepanya, kamu lebih baik tidak memikirkan hal-hal yang kamu anggap benar dengan otak bodohmu itu, kalau seandainya kamu berani bertindak sendiri seperti itu lagi, aku pasti akan menghukum-mu.” Ancam Bryan Gong.



Sella mengedip-ngedipkan matanya, tetapi hatinya tiba-tiba merasa senang, dia lalu berkata oh, tetapi masih bergumam, “Padahal Nona Lan itu juga sangat cantik.”



Mendengar hal itu, Bryan Gong mendengus, “Aku sudah bertemu dengan banyak wanita cantik dan mereka juga tidak kalah darinya, apa kamu pikir aku akan langsung suka hanya karena mereka cantik?”



Benar juga pikir Sella Xia ketika dia mendengar ucapan pria itu, hanya saja ada semacam pikiran yang muncul di benaknya, kalau semua pria itu pasti menyukai wanita yang cantik, apa jangan-jangan pemikirannya itu salah?



“Iya, aku mengerti.” Jawab Sella Xia sambil mengangguk-anggukkan kepalanya dengan serius.



Bryan Gong lalu melihat jam tangannya, “Kita akan pergi makan siang bersama setelah infusmu selesai.”



Sella Xia mengangguk-anggukkan kepalanya, “Ok!”



Bryan Gong tidak bergerak selangkah pun selama setengah jam infus itu tergantung, dirinya terus menemani gadis itu sampai selesai, sampai jarum infus itu dicabut, Sella Xia masih mencemaskan Hero dalam hatinya, Bryan Gong lalu keluar bersama wanita itu.



Anjing itu langsung menggonggong dengan semangat ketika melihat Bryan Gong dan Sella Xia berjalan keluar dari dalam, tetapi alih-alih berlari kearah mereka, anjing itu hanya menunggu mereka di sana.



“Hero!” Melihat anjing itu, Sella Xia langsung berjongkok dan mengelus-elus kepalanya.



Bryan Gong juga melihat ke arah Hero dan memuji peliharaannya itu, “Bagus, Hero.”



Bagaikan patung, Hero menunggu selama dua jam disana tanpa bergeming sedikitpun dan pujian dari majikkannya itu sudah cukup untuk memuaskan dirinya, dia lalu keluar bersama Bryan Gong dan Sella Xia sambil menggoyangkan ekor pendeknya itu.



“Kita pergi ke tempat mobilku ditinggalkan tadi dulu,” Bryan Gong memanggil taksi lagi, dan karena sopir itu adalah seorang pecinta anjing yang baik hati, alih-alih melarang Hero naik ke dalam mobilnya, sopir itu justru terus-terusan memuji Hero, benar-benar ramah.



Setelah sampai, Hero langsung berlari masuk ke belakang dengan sangat patuh, Sella Xia duduk di kursi depan, lalu ketika dirinya menoleh dan melihat pria yang masuk itu, disaat itu, tidak ada yang tahu bahwa ada sebuah kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan dalam hatinya. Akhirnya, dunianya itu kembali, dirinya seperti memiliki hak lagi untuk berharap.


__ADS_1



__ADS_2