Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Menggendongnya Ke Rumahnya


__ADS_3

  Di dalam ruang pasien tersebut, hening sejenak, Sella Ji tiba-tiba muncul rasa mengantuk, bagaimanapun Ia kemari saat sudah jam setengah 3 subuh, sekarang sudah jam 4, Dia tidak memiliki kebiasaan bergadang, tentu saja tidak sanggup menahan rasa ngantuk seperti ini.



  



  Karena ngantuk, tatapannya pun menjadi buram, seolah-olah tampak lesu.



  



  Dengan suntikan infus, Bryan Gong pun merasa baikan, sakit perutnya juga sudah membaik, Perawat datang mencabut jarum suntikan, lalu Dia melihat wanita yang berusaha menahan rasa ngantuk tersebut dan berkata, “Ayo kita pulang!”



  



  “Pulang? Apakah kamu sudah baik-baik saja!” Sella Ji menahan rasa ngantuknya sambil bertanya dengan perhatian.



  



  “Tidak apa-apa.” Jawab Bryan Gong, Sella Ji duduk terlalu lama, baru berdiri, tiba-tiba merasa sedikit pusing, dengan spontan Ia menaruh tangannya ke kening, tiba-tiba, ada sebuah lengan yang kuat menopang bahunya, memberi topangan kepadanya.



  



  Sella Ji seperti orang yang tersengat listrik, Dia menolehkan kepala dengan terkejut, Bryan Gong pun langsung menarik tangannya, pura-pura tidak pernah menyentuhnya.



  



  Hatinya Sella Ji pun muncul rasa hangat, tidak peduli bagaimanapun, hubungan diantara mereka sudah lebih membaik, ini merupakan sebuah hal yang baik juga.



  



  Kalau tidak, karena masalah 3 tahun yang lalu, tidak dapat menjadi teman, Ia juga tidak ingin menjadi orang yang Dia benci.



  



  Sampai ke samping mobil, Bryan Gong berkata kepadanya, “Biar aku saja yang mengemudi.”



  



  Sella Ji juga berharap Dia yang megemudi saja, karena dirinya sedang mengantuk, jika Ia yang mengemudi akan menjadi berbahaya, lalu Dia membuka kunci mobil, lalu duduk di kursi penumpang yang di samping kursi pengemudi.



  



Bryan Gong duduk di kursi pengemudi, mengatur tempat duduk, Ia pun menyalakan mobil dan pergi dari rumah sakit, langsung menuju arah vila.



   Sella Ji duduk di dalam mobil, dengan nyaman sambil terkena angin malam, ditambah dengan dirinya merasa tenang terhadap Bryan Gong, sambil menyadarkan kepalanya, Ia sudah mulai tidak bisa membedakan ini kenyataan atau sedang bermimpi, akhirnya, dengan perlahan Ia pun tertidur dengan lelap ke dalam alam mimpi.



  



  Saat Bryan Gong menolehkan kepalanya, melihat Sella Ji yang tertidur, kecepatan mobilnya pun menjadi lambat, sangat sangat lambat, seperti kecepatan kura-kura sedang bergerak di jalan raya.



  



  Malam yang tenang, langit yang di penuhi bintang, pepohonan yang ada di sekitar, disinari oleh cahaya bulan, semuanya berubah menjadi romantis dan hening.



  



  Hati Bryan Gong pun muncul sebuah rasa yang familiar seperti dahulu, rasa stabil, yang penuh dengan harapan, sekarang, muncul dengan tiba-tiba di dalam hatinya tanpa peringatan.



  

__ADS_1



Sella Ji yang tertidur dengan tenang, membuat jantungnya berdetak dengan kencang, selama 3 tahun ini, Dia benar-benar tidak pernah melupakannya, setiap kali ada wanita yang ingin mendekatinya, Dia pasti harus mengingatnya lagi, walaupu wanita yang mendekatinya juga tidak kalah dari Sella Ji, tapi, bukan Sella Ji, jadi tidak bisa.



  



  Hatinya pasti akan menolak dengan secara naluriah.



  



  Ada orang, sekali sudah menduduk lubuk hati seseorang, maka sulit bagi orang lain untuk menggantikannya.



  



  Hati Bryan Gong sekarang terasa sangat lembut, di saat yang sama, banyak suasana hatinya yang sudah ditahan dengan lama pun muncul, Dia sambil melihat Sella Ji sudah di depan, tiba-tiba Ia memiliki sebuah perasaan tidak ingin mengantarnya pulang.



  



  Dia pikir, ingin membawanya ke rumahnya.



  



  Berpikir seperti demikian, gas di bawah kakinya pun diinjak dengan penuh, melaju cepat melewati rumah Sella Ji, sampai ke halaman vila Dia sendiri. Bryan Gong tidak langsung turun dari mobil, Dia menyalakan lampu depan, cahaya redup tersebut bersinar ke bawah, wajah Sella Ji pun terlihat dengan jelas, wajah yang masih terlihat seperti anak gadis ini, walaupun 3 tahun sudah berlalu, tetap tidak berubah, bibir merah yang sambil monyong itu, seperti sedang mengundangnya.



  



Namun, Bryang Gong sekarang, tidak dapat melakukan apapun.



    Bahkan malam ini Dia sudah tahu kalau Ia tidak ada hubungan apa-apa dengan Jayce Ji, bahkan Jayce Ji menyukainya pun, juga masih menjaga jarak, berarti, Sella Ji sekarang lajang, dan Dia, masih ada kesempatan.



  




  



  Tidak peduli bagaimanapun, Dia sudah tidak seperti pada saat itu, dengan mudah menyerahkan ketulusan hatinya, dan memberitahu kepada seorang wanita dengan mudah kalau Ia mencintainya, hatinya sudah dilapisi dengan besi, tidak ada orang yang bisa menerobosnya dengan mudah.



  



  Tapi, wanita ini bisa.



  



  Asalkan Sella Ji ingin kembali ke sisinya lagi, asalkan Ia berkata Ia ingin bersamanya lagi, Dia pasti akan langsung membuang besi pelindungnya itu!



  



  Tapi, apakah Ia akan mengatakan demikian?



  



  Bryan Gong tiba-tiba menatap wajah ini, dengan lama, sambil melihat Sella Ji tertidur dengan meringkuk di kursi, pasti sangat tidak nyaman, setelah tidur dengan lama, lehernya juga akan merasa pegal.



  



  Bryan Gong mengehalakan nafas dengan perlahan, membuka pintu pengemudi, lalu Ia berjalan ke samping kursi penumpang, membuka pintu dengan perlahan, Sella Ji tertidur dengan lelap, Dia sadar kalau mobil sudah berhenti.



  

__ADS_1



  Sella Ji sekarang, masih ada di dalam mimpi, di dalam mimpi tersebut, adalah masa bahagia Ia bersama Bryan Gong 3 tahun yang lalu, sedang berjalan-jalan di padang rumput, Tiba-tiba Bryan Gong membungkuk, di saat Ia masih belum sadar, sudah menggendongnya.



  



  “Uhm….” Sella Ji mengeluarkan suara malu-malu di dalam mimpi.



  



  Tapi Dia tidak tahu, kalau ini bukan terjadi di dalam mimpi, tapi di kenyataan, Dia digendong oleh Bryan Gong, dengan langkah yang stabil, Bryan Gong sambil memeluknya dan berjalan ke dalam.



  



  Seiring dengan langkahnya masuk ke dalam, seluruh vila pun menyala, selangkah demi selangkah Dia menggendongnya menuju lantai atas, sambil melangkah, sambil melihat wanita yang tertidur dengan lelap di dalam pelukannya, wajah putih yang cantik ini, sama seperti 3 tahun yang lalu, tidak berubah.



  



  Kalau 3 tahun yang lalu, Dia tidak meninggalkannya dengan begitu kejam, apakah sekarang, mereka sudah menikah? Sudah menjadi suami istri?



  



  Waktu sangat kejam, sekali berpisah sudah 3 tahun, masa 3 tahun ini, benar-benar sangat sia-sia.



  



  Bryan Gong mengantarnya ke kamar tamu yang dulu Ia tidur, menaruhnya dengan perlahan, tiba-tiba Sella Ji mengulurkan tangan dan menarik tangannya Bryan Gong yang belum sempat menarik kembali.



  



  Hati Bryan Gong tiba-tiba menjadi kencang, melihat tangan putihnya yang menarik dirinya, Dia mengerutkan alisnya, apa yang ingin Dia lakukan? Jangan-jangan Dia sudah terbangun?



  



  “Jangan pergi….” Sella Ji berbisik di dalam mimpi, di dalam mimpi tersebut, Dia bermimpi buruk lagi, memimpikan Bryan Gong dengan kejam meninggalkannya dan pergi, dan kali ini, wajahnya tidak seperti dulu penuh dengan tangisan, malah memohonnya untuk jangan pergi.



  



  Bryan Gong membungkukkan badan, membiarkan Dia menarik lengannya dengan erat, Bryan Gong duduk di samping ranjang, melihat apa yang ingin Ia lakukan.



  



  Di mimpi Sella Ji, Ia benar-benar berhasil menarik tangan Bryan Gong, karena di dalam kenyataan, Dia berhasil menarik tangannya, dan terbawa ke dalam mimpi, Ia pun berhasil menariknya.



  



  Ujung bibirnya terangkat dengan perlahan, sambil mengusapkan wajahnya ke telapak tangannya, dan tertidur dengan tenang.



  



 Tatapan Bryan Gong tanpa sadar terlihat lembut, apakah Dia sedang bermimpi buruk? Dia berkata jangan pergi? Siapa yang Dia maksud?



  



Tidak peduli siapapun, saat ini Bryan Gong tidak akan melepaskan tangannya lagi, dengan diam-diam Ia membiarkan Sella Ji memeluknya dengan lama, walaupun tangannya sudah pegal, sudah duduk sampai lelah pun, bahkan sudah mengantuk, Ia juga tidak melepaskannya. Sampai Sella Ji memeluk tangannya sampai pegel, membalikkan badan dan melepaskannya, Bryan Gong baru menghelakan nafas, menutupi selimut ke badannya, lalu bangun dan kembali ke kamarnya.



-----------------------


__ADS_1


Terima kasih kepada para pembaca atas dukungan yang diberikan kepada author. Author mendoakan supaya para pembaca sehat selalu dan Tuhan selalu memberkati kalian dan keluarga kalian. Jika kalian suka buku ini, jangan lupa ya untuk di share ke teman kalian. Sukses selalu!


__ADS_2