Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Mabuk semalaman


__ADS_3

Mabuk Semalaman


Mata Sella tampak linglung, pasangan yang sudah ditakdirkan, 4 kata ini, seperti meninggalkannya begitu jauh.



“Ibu, jangan tanya padaku lagi kenapa putus baik tidak? Intinya, kami mempunyai alasan kami, jika putus maka putus, aku ingin meninggalkan tempat ini, membawa mu hidup di tempat lain, kita mulai dari awal.”



Dolores melihat putrinya, kesal sampai tidak bisa berkata apa-apa untuk sesaat.



Setelah selesai sarapan Sella pun keluar, pergi ke sekitaran untuk mengirim kembali kepada Bryan hadiah yang diberikan oleh nya, di saat yang bersamaan, masih ada sebuah surat ucapan terima kasih yang tulus dari Sella kepada nya, dan juga rencana pengembalian uang 2.000.000 itu, intinya, dia menghitung semuanya antara dia dan Bryan dengan sejelas mungkin.



Ketika Sella berjalan pulang ke rumah, ia melihat sebuah mobil mewah berhenti disana, ia langsung tertegun, mereka orang yang tinggal di distrik ini, sama sekali tidak mampu mengendarai mobil dengan tingkat puluhan juta ini, dalam hatinya ia berpikir, lantas apakah ini adalah Bryan?



Dan pada saat ini, dari tempat duduk pengemudi turunlah seseorang, ia mengenalinya, ialah pengurus rumah Bryan yang bernama Rico He, dia juga sudah melihat Sella.



Sella pun memaksakan dirinya berjalan ke arahnya, dengan sopan santun menyapa, “Paman He! Kenapa kamu datang?”



“Nona Xia, aku sangat lancang datang mencari mu, ialah karena masalah kamu dan tuan muda kami, apakah diantara kalian terjadi masalah?” Rico bertanya dengan sangat tenang.



“Kami... Kami sudah putus.” Sella tidak berani melihat mata Rico yang dengan tatapan tajam melihat nya.



Rico mengerutkan alis dan berkata, “Kamu yang duluan mengatakan putus benar?”



“Benar!” Sella mengangguk-anggukkan kepala.



“Apakah tuan muda kami melakukan hal yang bersalah pada mu kah?”



“Tidak... Dia sangat baik, ini adalah salah ku.” Sella tidak mampu berbohong di hadapan Rico.



“Karena tuan muda kami sangat baik, lantas kenapa kamu mau meninggalkannya? Dia semalam minum alkhohol, mabuk di atas sofa, sampai sekarang masih belum bangun, pagi tadi ketika aku pergi melihatnya, dia terus memanggil nama mu, menyuruh mu agar tidak meninggalkannya.”



Mata Sella tersirat rasa gugup, dia begitu ingin mendengar kabar Bryan dari Rico,secara 1 sisi ingin perhatian padanya, tapi, ia menekan rasa impulsif ini, dia menurunkan mata dan berkata, “Paman He, mohon kamu dengan baik-baik menyarankan tuan muda Gong, masalah asmara, tidak bisa di paksakan.”



“Berkata demikian, apakah dalam hati Nona Xia sudah ada orang lain kah?” Sekali melihat Rico pun sudah mengetahuinya.

__ADS_1



Sella menutupi hati nuraninya dan mengangguk-anggukkan kepala, “Benar, pacar cinta pertama ku sudah kembali, aku ingin bersama dengannya.”



Rico tidak terlalu mengerti pemikiran dari perempuan ini, namun dia benar- benar mempunyai rasa kagum terhadap Sella, tidak peduli seberapa baik pacar cinta pertamanya itu, percaya lah pasti tidak bisa dibandingkan dengan tuan muda, namun, dia bisa melepaskan tuan muda yang datang dari kalangan keluarga yang terpandang dan kaya raya seperti ini, ini benar-benar adalah keberanian yang tidak dimiliki oleh perempuan materialistik saat ini.



Ingin mengetahui, bersama dengan tuan muda, kemewahan dan kekayaan kelak, akan dia dapatkan dengan mudah.



“Baik, karena Nona Xia mempunyai jalan yang ingin lewati oleh kamu sendiri, maka aku berharap mulai dari hari ini Nona Xia jangan mengganggu tuan muda lagi.” Rico juga mengatakannya dengan serius.



Hati Sella remuk, juga merasa sedih, dia tahu dirinya sama sekali tidak pantas untuk menganggunya lagi.



“Baik!” Sella menahan rasa sedih , lalu menjawab Rico.



Rico melihatnya, lalu kembali duduk di dalam mobil, mengendarai mobil tersebut dan pergi.



Sella berdiri cukup lama di tempat itu, malah tidak bergerak sama sekali, dari liburan musim panas sampai sekarang, dalam waktu 2 bulan yang singkat, dia sepertinya sudah melewati seumur hidup, manis pahit suka duka, semua sudah ia lewati.




Dolores sangat kesal, sejak mengetahui hal ini, dia tidak makan sarapan, saat ini dia begitu kesal sampai terbaring di atas kasur, sepertinya badannya sangat tidak enak.



Semakin dia berpikir semakin merasa kesal, lantas apakah Bryan pernah menyakiti putrinya? Atau dia benar-benar merendahkan putrinya? Dolores juga ialah orang yang tidak bernyali,ditekan latar belakang Bryan seperti ini, dia tidak berani berbuat sembarangan.



Jika orang biasa berani mencampakkan putri nya seperti ini, dia pasti akan memarahi orang itu seperti wanita galak yang tidak masuk akal, namun, anggota keluarga Gong, dia benar-benar tidak berani melakukannya.



Jadi, dia hanya bisa merajuk, berpikir cara, agar putrinya dan Bryan bisa berbalikan.



Dalam vila, dampak setelah mabuk, juga muncul dalam tubuh Bryan, dia menopang kepalanya, kepalanya terasa begitu sakit, dia juga sangat membenci dirinya yang seperti ini.



Namun seberapa sakit pun kepalanya, hal pertama yang muncul di otaknya,tetap ialah bayangan Sella Xia, dan juga wajahnya, nafas Bryan sedikit terhenti, dia begitu berharap semua yang terjadi semalam hanyalah sebuah mimpi.



Setelah terbangun dari mimpi, ia masih bisa mengambil handphone, dan sesuka hati menelepon Sella, mendengar suara nya yang manis dan jelas itu, mengajak nya pergi makan bersama, dan pergi bermain bersama.


__ADS_1


Namun, semua yang terjadi semalam secara nyata menyadarkannya, yang terjadi semalam ialah kenyataan, bukan mimpi.



Ketika Bryan bangkit berdiri, badannya terhuyung sesaat, ketika ia menopang di meja, ia pun menabrak 1 botol akhohol yang sudah kosong, membuat pengawal yang ada dibawah dengan segera naik keatas, malah melihat Bryan yang sedang berdiri tidak stabil sambil membuka kancing kemejanya, sambil berjalan ke arah kamar mandi.



“Tuan muda, anda tidak apa-apa bukan!”



“Aku tidak apa-apa! Keluar lah!” Bryan melambai-lambaikan tangan, dia hanya ingin tenang sesaat.



Pengawal tidak meninggalkannya, namun berdiri di depan pintu.



Bryan membuka kran air, mengalir turun dari kepalanya, air yang dingin, ketika di awal musim gugur, terasa begitu menusuk tulang, namun ia malah tidak menggantinya menjadi air panas, tetap menggunakan air dingin untuk membasahi kepalanya yang pada dasarnya sudah terasa sakit.



Ini adalah penyiksaan diri.



Setelah Bryan selesai membasahi diri, otaknya pun sudah sadar, namun badannya semakin lama mendalam, ia keluar dengan mengenakan mantel mandi, Rico duduk di sofa melihatnya.



“Paman He, kenapa anda datang?” Bryan membalikkan kepala melihatnya.



“Aku mencari Nona Xia, dan sudah memahami situasi ini, tuan muda kamu jangan terlalu bersedih hati, ini adalah sebuah jalan yang sering dilalui seorang pria untuk menjadi dewasa, kamu tidak perlu terlalu peduli.”



“Apa katanya?” Bryan menopang keningnya, bulu matanya yang panjang menutupi rasa kecewa dalam hatinya.



“Ia mengatakan ia menyukai cinta pertamanya, memutuskan untuk melepaskan perasaan antara kalian berdua, menurut ku kamu seharusnya menghormati pilihan nya.”



“Lantas bagaimana dengan perasaan diantara kami? Bagaimana bisa melepaskannya begitu saja? Bagaimana dia bisa dengan seenaknya mempermainkan perasaan ku?” Mata Bryan tersirat rasa menderita, mengepal erat tangannya dan bertanya kembali.



Rico dengan tak berdaya melihatnya, jelas terlihat, tuan muda terjebak begitu dalam di masalah perasaan ini, dan perbuatan Sella Xia, sangat menyakitinya.



“Tuan muda, apa rencana mu?” Rico ingin mengetahui pemikirannya.



Bryan sedikit mengangkat kepalanya, “Aku tidak tahu.... Tapi aku berharap masih ada jalan untuk mendapatkannya kembali, Paman He...... Aku benar-benar sangat menyukainya.”


__ADS_1


Ini adalah perkataan Bryan yang sangat serius. Rico melihatnya, juga sangat menyayanginya, “Aku tidak akan menghentikan mu, namun, jika Nona Xia benar-benar mampu melaksanakan pilihannya, kamu juga tidak perlu terlalu tercekat.”


__ADS_2