Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Sella mabuk


__ADS_3

Duduk di atas sofa itu, sambil menatap cahaya lilin yang berkelap-kelip itu, sudut bibir Sella Xia perlahan-lahan naik, dia lalu melirik Bryan Gong yang berada disampingnya itu, kemudian, sambil tertawa, dia melipat tangannya di bawah dagunya dan mulai menyebutkan harapannya di dalam hatinya.



Harapannya itu sederhana dan cantik, dia berharap agar ibunya bisa berhenti berjudi, lalu berharap agar Bryan Gong terus sehat dan bahagia, setelah itu, dja berharap agar dirinya bisa lulus dengan lancar.



Sebenarnya, dia masih bisa menambahkan satu lagi harapannya kepada Tuhan, tetapi dia tidak berani berharap terlalu banyak, dia takut kalau hal itu akan mengurangi kekuatan tiga harapan yang diucapkannya tadi, jadi dia membuka matanya dan meniup lilin itu dengan pelan hingga api lilin itu padam.



Bryan Gong menghidupkan lampu, wajah cantik Sella Xia itu sedikit merah karena gadis itu baru saja meminum dua gelas anggur, dia tidak pernah minum minuman beralkohol sebelumnya, dan dua gelas anggur malam itu adalah minuman beralkohol pertama yang diminumnya.



“Ayo potong kue!” Ucap Bryan Gong memberi saran, dia lalu memberikan pisau itu kepada gadis itu, menyuruh gadis itu untuk memotongnya.



Kue itu hanya memiliki ukuran untuk empat orang, tetapi dibuat dengan krim kelas atas, jadi ada aroma harum yang ringan ketika dicium, Sella Xia lalu memotong sebuah segitiga kecil di kue itu dan mengambil sebuah piring cantik untuk meletakkan potongan kue itu, kemudian memberikannya kepada Bryan Gong, “Kamu makan duluan.”



“Ayo makan bersama.” Bryan Gong menerima piring itu dan menyuruh wanita itu untuk memotong bagiannya.



Setelah memotong bagiannya, Sella Xia mengambil sebuah sendok kecil dan meyuapkan kue itu ke dalam mulutnya, suapan pertama kue yang masuk ke dalam mulutnya itu terasa sangat manis sampai langsung membuatnya tersenyum, dan tidak hanya ada rasa manis kue yang dirasakannya di dalam mulutnya, masih ada rasa manis lain yang dirasakannya dalam hatinya.



Pria yang berada di sampingnya itu benar-benar baik kepadanya, dia benar-benar tidak tahu seberapa beruntungnya dirinya bisa bertemu dengan pria itu.



Apakah dirinya adalah orang yang menyelamatkan dunia dikehidupan sebelumnya? Keberuntungannya benar-benar bagus.



Dia diam-diam tertawa di dalam hatinya.



“Enak sekali.” Sella Xia sangat menyukai makanan yang manis, jadi baginya, kue itu juga sangat menggugah seleranya.



“Kamu boleh tambah kalau enak.” Ucap Bryan Gong sambil tertawa kecil.



Sella Xia kemudian merasa kepalanya sedikit melayang ketika memakan kue itu, dia sepertinya sudah sedikit mabuk.



Di bawah cahaya lampu itu Bryan Gong juga menyadari bahwa wajah gadis itu sedikit terlalu merah, dan ketika teringat bahwa gadis itu ada meminum dua gelas anggur barusan, dia menjadi sedikit khawatir dan mulai mengerutkan alisnya.


__ADS_1


“Ee…” Sella Xia tidak bisa menahan dirinya dan melepaskan sebuah sendawa, dan hal itu membuat dirinya malu sampai langsung menutup mulutnya dengan tangannya, wajahnya lalu menjadi semakin merah.



Bryan Gong tersenyum dan anehnya merasa gadis itu lucu, dia lalu menjulurkan tangannya dan mengelus kepala gadis itu, “Aku tidak akan menertawakanmu.”



Sella Xia refleks merasa tersentuh, dia merasa krim itu sangat enak, jadi dirinya terus menyedoki krim itu dan memakannya, bibir kita akan sangat mudah ternodai dengan krim ketika memakannya, dan dirinya juga bukan pengecualian, hanya saja dia sendiri sama sekali tidak menyadarinya.



Bryan Gong meletakkan sendok dan piringnya setelah memakan beberapa suap kue itu, dirinya benar-benar tidak menyukai makanan manis, melihat ada krim yang menempel di sudut bibir gadis itu, dia langsung mengangkat tangannya, dan ketika merasakan tangan pria itu terjulur kepadanya, Sella Xia langsung berubah diam.



Dan detik selanjutnya, dia bisa merasakan sudut bibirnya itu disentuh oleh jari yang hangat, lalu ketika melihat krim yang menempel di tangan Bryan Gong itu, dia langsung menundukkan pandangannya dan wajahnya langsung bertambah merah.



Setelah memakan hampir setengah kue itu, Sella Xia menyadari dirinya sudah tidak sanggup lagi untuk makan, karena dia juga sudah sangat kenyang setelah makan malam, dia lalu berkata, “Kuenya ditaruh di dalam kulkas saja, besok masih bisa dimakan lagi.”



“Ok.” Bryan Gong juga setuju.



Sella Xia langsung berencana berdiri untuk membereskan kue itu dan memasukkannya ke dalam lemari es, tetapi, baru saja berdiri, dia langsung merasa sangat pusing, dan tanpa bisa dikendalikannya, tubuhnya langsung jatuh kesamping, hal itu membuatnya terkejut dan langsung menjulurkan tangannya untuk mencari benda lain untuk bertopang.



Bryan Gong yang berdiri hampir bersamaan dengan gadis itu langsung menjulurkan tangannya untuk menangkap gadis itu masuk ke dalam pelukkannya, lalu ketika menunduk dan melihat pandangan terhuyung-huyung serta wajah merah gadis itu, dia hanya bisa menghela napasnya dan berkata, “Kamu sudah mabuk.”




“Kamu duduk saja, biarkan aku membereskan kuenya.” Bryan Gong lalu menekan pundak gadis itu, memerintahkannya untuk duduk, lalu tangannya mulai bergerak untuk bersih-bersih, setelah memasukkan kue itu kedalam lemari es, dia kembali untuk membereskan piring-piring kecil di atas meja itu, Sella Xia menyadari kepalanya mulai berdenyut, pusing berputar-putar, dan semuanya seperti berjalan lebih lambat.



Apa jangan-jangan dirinya benar-benar sudah mabuk?



Benar saja, dia tadi terlalu serakah dan langsung meminum dua gelas anggur merah.



Selesai bersih-bersih, Bryan Gong melihat pipi gadis yang duduk bersandar di sofa itu sudah sangat merah, dia lalu menyipitkan matanya dan berkata, “Ayo naik untuk istirahat.”



“Ok!” Jawab Sella Xia, tetapi dirinya langsung terduduk kembali ketika mencoba bangkit berdiri, dia merasa kakinya seperti sedang menginjak awan ketika berdiri dan tidak bisa berdiri dengan tegap.



“Aku ternyata memang mabuk…” Ucap Sella Xia sambil menertawakan dirinya sendiri karena malu.

__ADS_1



Bryan Gong lalu menjulurkan tangannya kepada gadis itu, “Aku akan memapahmu naik.”



Sella Xia akhirnya hanya bisa bertopang pada bantuan pria itu, tanpa ada penolakkan, dia langsung meletakkan tangannya ke atas tangan pria itu, Bryan Gong lalu menggenggam tangannya dengan kuat dan menariknya berdiri, Sella Xia yang merasa terhuyung karena hentakkan itu langsung jatuh kedepan dan menghantam dada Bryan Gong.



Dia kemudian cepat-cepat menjulurkan tangannya dan memeluk pinggang pria itu, tetapi ketika sadar dirinya sedang memeluk Bryan Gong, dia merasa dirinya sudah melakukan suatu yang tidak pantas, dan langsung mundur satu langkah kebelakang, tetapi kepalanya terasa semakin pusing ketika melangkah mundur.



Melihat gadis itu ingin melepaskan dirinya, Bryan Gong menjadi panik dan tangan kekarnya itu langsung mendekap gadis itu kembali ke dalam pelukkannya, dia lalu berkata, “Kamu sepertinya tidak sanggup lagi untuk berjalan, aku akan menggendongmu naik.”



“Ah?... tidak, tidak perlu… aku bisa berjalan…” Selesai berbicara, Sella Xia berencana untuk menunjukkan bahwa dirinya bisa, tetapi ketika berbalik, dia hampir terjatuh ke atas lantai, melihat hal itu Bryan Gong menggeleng-gelengkan kepalanya dan langsung menangkap lengan gadis itu, menarik gadis itu kembali ke dalam pelukkannya, lalu membungkuk dan menggendong gadis itu.



Dia tidak ingin gadis itu menambahkan benjolan baru di atas lutut yang belum lama terluka itu.



Kepala Sella Xia menjadi semakin pusing ketika melihat dirinya digendong, sangat pusing sampai tangannya refleks terjulur dan merangkul leher pria itu, demi mengurangi perasaan pusing itu.



Bryan Gong membiarkan gadis itu memeluknya dengan erat, dia lalu melangkah dengan pelan dan pasti, naik ke atas.



Sella Xia digendong sampai ke atas tempat tidurnya, dan sekarang dirinya benar-benar sudah tidak bisa melakukan apapun lagi, lalu dengan kepalanya yang terhuyung-huyung, dia duduk menghadap Bryan Gong dan berkata, “Aku ingin tidur, selamat malam Tuan muda Gong.”



“Apa kamu ada perasaan ingin muntah?” Tanya Bryan Gong sambil melihat gadis itu.



Sella Xia mengedip-ngedipkan matanya, kemudian menggelengkan kepalanya, “Tidak!”



“Benar?” Tanya Bryan Gong sekali lagi karena khawatir, karena akan sangat berbahaya untuk gadis itu tidur sendirian kalau dia ingin muntah.



Sella Xia terus menggelengkan kepalanya, “Aku benar-benar baik-baik saja, malam.” Selesai berbicara, Sella Xia langsung berbaring meringkuk di atas tempat tidur itu dan tidur membelakangi pria itu.



Melihat gadis itu benar-benar ingin tidur, Bryan Gong juga tidak mengganggunya lagi, dia langsung berputar dan berjalan keluar dari kamar itu.



Karena rasa kantuk itu sangat kuat, tanpa berpikir panjang, Sella Xia langsung tertidur pulas.

__ADS_1



Bryan Gong masih merasa khawatir dengan Sella Xia setelah keluar dari sana, setelah menggigit bibirnya dan menahan pemikirannya untuk kembali masuk kesana untuk melihat gadis itu, dia kembali ke kamarnya dan mandi. Orang yang mabuk pasti akan merasakan panas, dan Sella Xia juga sama, dalam tidurnya itu, dia merasa panas, baik itu keningnya maupun punggungnya, semuanya basah karena keringat, dan setiap orang memiliki semacam reaksi alami ketika tidur.


__ADS_2