
Mereka menyantap makan siang mereka di sebuah restoran mewah yang terletak di lantai atas sebuah gedung pencakar langit, Sella sudah beberapa hari ini merasa murung, makannya juga menjadi sedikit karena dirinya benar-benar tidak ada nafsu makan, dan sekarang, ketika berhadapan dengan sajian-sajian menggugah selera itu, dirinya sudah seperti mobil yang tidak bisa direm, sama sekali tidak bisa dikendalikan.
Meskipun sudah menyantap habis hidangan utama dan empat porsi hidangan pencuci mulut di atas meja itu, Sella masih tidak bisa menahan diri untuk mengambil jus dan meneguk habis dua gelas jus buah, dirinya sudah sama seperti seorang pengungsi yang baru ditolong.
Alih-alih menghina gadis itu, Bryan yang duduk di seberang Sella Xia itu justru menatap gadis itu dengan tatapan yang dipenuhi perasaan tertarik dan sedih, dia memandang gadis itu dengan lembut sambil tersenyum dan berkata, apa kamu masih ingin memesan hidangan pencuci mulut lagi?”
“Bolehkah?” Sella Xia mengedip-ngedipkan matanya, gadis itu ternyata sangat menantikannya. “Tentu saja boleh.” Selesai berbicara, Bryan memanggil seorang pelayan dan menyuruh pelayan itu untuk memberikan menu hidangan pencuci mulut kepada Sella , dia lalu memesan dua jenis hidangan pencuci mulut setelah melihat-lihat menu itu untuk beberapa saat, setelah pelayan itu pergi, Sella Xia baru sadar bahwa hanya ada sebuah piring hidangan utama di hadapan Bryan Gong, dan sebagian besar piring cantik itu berada di depannya, dalam sekejap, dirinya langsung merasa canggung.
Wajah cantik Sella Xia sedikit merah, dia lalu berkata dengan sedikit malu, “Apa kamu merasa kalau makanku berlebihan?”
Bryan Gong menggelengkan kepalanya sambil tertawa, “Bukannya ada pepatah yang mengatakan kalau, memiliki nafsu makan yang baik itu merupakan suatu kebahagiaan?”
“Aku… makanku tidak begitu teratur beberapa hari terakhir ini, jadi aku sedikit lapar.” Ucap Sella menjelaskan sambil menggigit bibirnya.
“Kenapa bisa tidak teratur?” Tanya Bryan Gong penasaran sambil mengerutkan alisnya.
Sella melirik pria itu, dia benar-benar merasa tidak enak kalau ingin memberitahu pria itu alasannya, apa dia harus berkata bahwa dirinya hampir mengidap anoreksia karena kata-kata pria itu sudah menyakiti dirinya?
Bryan Gong adalah seorang yang peka, jadi ketika melihat gadis itu tidak berbicara dan terlihat bingung, dirinya semakin yakin bahwa alasan dibalik hal itu pasti ada sangkut pautnya dengan dirinya.
“Apapun itu yang ingin kamu makan, makan saja, aku tidak akan menertawakanmu, kamu juga jangan menghemat karena memikirkanku, aku sudah menyakitimu dulu, dan untuk kedepannya, aku akan berusaha keras untuk menebusnya.”
Sella Xia tertegun, menebus? Dirinya lalu langsung menggelengkan kepalanya dan berkata, “Tidak perlu, kamu tidak perlu menebus apa-apa, diantara kita, akulah yang berhutang lebih banyak kepadamu, baik itu budi maupun uang, aku yang berhutang.”
Bryan Gong menatap gadis itu dan berkata dengan wajah yang serius, “Jangan mengungkit hutang diantara kita, baik aku maupun kamu, tidak ada yang berhutang kepada siapapun, kamu tidak boleh berbicara seperti itu lagi untuk kedepannya.”
__ADS_1
Melihat sosok pria yang terlihat sedikit marah itu, Sella Xia langsung menganggukkan kepalanya dengan patuh, “Baiklah!”
Setelah menyantap habis dua hidangan pencuci mulut yang dipesannya tadi, mereka berdua keluar dari restoran itu, dan pergi ke sebuah toko hewan peliharaan untuk membelikan Hero makanannya, setelah itu mereka memberikan Hero makan sampai dia kenyang, lalu, ketika sedang mengendarai mobil, hp Bryan Gong berbunyi, dia melihat nama yang tertera di layar itu dan telepon itu datang dari pengurus rumahnya.
Dia kemudian meraih headset bluetooth dan mengenakannya untuk menjawab telepon itu, “Halo, Paman He!”
“Tuan muda, kami sudah mengurus selesai perintah tuan, pria bernama Bolton Li itu sudah masuk penjara, dia difonis dengan hukuman penjara selama sepuluh tahun.” Ucap Rico He dengan tenang dari balik telepon itu.
“Baiklah.” Balas Bryan Gong dengan datar.
Rico He yang berada dibalik telepon itu kemudian melanjutkan perkataannya, “Pihak kepolisian sudah menyelidiki dengan mengikuti petunjuk yang kami berikan, pria bernama Bolton Li itu benar-benar tidak layak untuk diampuni, dirinya terlibat dalam semua aspek, baik itu perdagangan \*\*\*\*, judi, maupun narkotika, pihak kepolisian sudah memiliki bukti nyata, kita hanya memberikan sedikit bantuan dari belakang.”
Bryan Gong menyipitkan matanya sambil melanjutkan, “Baiklah, aku hanya perlu kalian menyelesaikan masalah ini.”
Selesai berbicara, dia mematikan telepon itu dan menoleh ke arah Sella sambil berkata, “Untuk kedepannya, kamu tidak perlu khawatir bajingan itu tidak akan datang mencarimu lagi.”
“Karena dia sudah dijatuhi hukuman penjara, dia setidaknya tidak akan bisa keluar dalam waktu sepuluh tahun ini, beritahu ibumu, katakan kepadanya untuk tidak berhubungan dengan pria-pria seperti itu lagi kedepannya, kalau kamu berhadapan dengan masalah seperti itu lagi, kamu harus langsung meneleponku.” Penekanan dan keseriusan itu terdengar dari balik suara Bryan Gong.
Sella Xia melihat ekspresi serius pria itu sambil tertegun, perasaan tersentuh muncul di dalam hatinya, dirinya benar-benar tidak tahu mengapa pria itu bisa sebaik itu kepadanya.
“Terima kasih banyak, Tuan muda Gong.” Sella Xia berterima kasih kepada pria itu dengan sungguh-sungguh.
Bryan Gong menoleh dan melirik gadis itu, “Apa kamu perlu begitu sopan denganku? Ada lagi, kamu tidak perlu memanggilku dengan sebutan tuan lagi, panggil aku Kak Bryan!”
Wajah cantik Sella Xia langsung memerah, Kak Bryan? Sepertinya dekat sekali.
__ADS_1
“Sepertinya akan lebih baik kalau aku masih memanggilmu dengan sebutan tuan, aku sudah terbiasa memanggilmu seperti itu.” Ucap Sella Xia dengan malu sambil meremas kedua tangannya.
“Ketika aku menyuruhmu memanggilku kakak, kamu harus memanggilku kakak, ke depannya, aku akan menjagamu seperti adikku sendiri.” Ucap Bryan Gong dengan wajah yang serius, dirinya juga tidak berharap ada semacam identitas yang memisahkan mereka berdua.
Dia merasa bahwa kedudukan gadis itu seperti berada dibawahnya ketika dia dipanggil tuan, dan dia tidak ingin gadis itu menerima perlakuan seperti itu.
Sella juga hanya bisa mengalah ketika melihat pria itu begitu bersikeras, dia lalu mengangguk-anggukkan kepalanya sambil berkata, “Baiklah.”
“Coba panggil sekali.” Ucap Bryan Gong sambil menoleh ke arah Sella .
“Kak Bryan.” Suara manis Sella Xia itu penuh dengan nada nyaring yang hanya dimiliki oleh gadis remaja, tetapi dirinya justru menghadap ke luar jendela karena merasa malu.
Bryan Gong merasa sangat senang ketika mendengar panggilan itu, dibandingkan dengan adik perempuannya yang seharian berteriak memanggilnya dengan suara yang besar dan nyaring itu, Sella Xia seperti sudah membuat perbedaan dalam panggilan antara kakak dan adik dan menambahkan semacam kehangatan di dalamnya.
“Baiklah, kamu akan memanggilku seperti ini untuk seterusnya.” Perintah Bryan Gong sambil mengendarai mobil sport itu menuju vilanya.
Sella juga sudah menyetujui permintaan pria itu untuk kembali ke tempatnya malam itu dan menginap satu malam disana, dia percaya dengan pribadi Bryan Gong, bahwa pria itu bukanlah orang yang akan memanfaatkan maksud baik orang lain demi keiinginannya sendiri, dan dia juga tidak memiliki maksud lain selain menemani pria itu.
Sella Xia lalu menelepon ibunya menggunakan telepon rumah Bryan Gong, Dolores disaat itu sedang bertarung di atas meja mahyong, jadi ketika mendengar putrinya itu tidak pulang, dirinya tentu saja merasa senang, karena selain rumah mereka, putrinya itu tidak memiliki tempat lain selain rumah pria itu.
Ketika mendengar suara pria muda itu di telepon hari itu, suaranya terdengar sangat halus, sekali dengar saja sudah tahu bahwa dia berasal dari keluarga yang bermatabat, jadi Dolores merasa sangat tenang.
Tidak hanya itu, seorang wanita yang sering bermain mahyong dihadapannya itu bertanya kepadanya, “Dolores, apa kamu tidak khawatir putrimu seorang diri dirumah? Apa kamu tidak takut putri kesayangan Keluarga Huang yang cantik seperti itu dibawa orang pergi?”
“Jangan salah, putriku sudah punya pacar! Dia sekarang juga sedang di rumah pacarnya itu!”
__ADS_1
“Oh! Putrimu ternyata sudah memiliki pacar, sudah besar rupanya, seperti apa keluarga pria itu? Apa mereka kaya?” Dolores biasanya juga termasuk ke dalam golongan orang yang direndahkan disana, dan diwaktu itu, sekali mendengar teman permainannya itu bertanya seperti itu, dirinya langsung berkata dengan suara yang keras, “Pacar putriku itu bukan berasal dari keluarga biasa, dia sangat kaya, tidak hanya membelikan putriku banyak pakaian bermerek, Dia juga membelikan belasan pasang sepatu mahal dan perhiasan, benar-benar tidak bisa dibandingkan dengan keluarga biasa.” Karena kalimat itu diucapkan dengan suara yang sangat besar, seluruh orang yang sedang bermain mahyong di waktu itu juga mendengarnya, teman permainannya itu juga terkejut dan berkata, “Benarkah?! Pantas saja kamu belakangan ini berani bermain sebesar ini, ternyata ada calon suami putrimu yang mendukungmu! Lihat dirimu yang sekarang sudah sangat percaya diri!”