
"Halo bibi, apakah bibi Siti Zhang tinggal di sini?"
“Ada urusan apa kamu mencari nyonya?"
"Ada hal yang sangat penting untuk dibicarakan dengannya, bisakah aku bertemu dengannya?"
“Urusan apa, katakan!”
“Tidak bisa, aku harus bertemu dengannya langsung baru bisa kukatakan.” Sella Xia pura-pura terburu-buru.
Pada saat ini, di belakang pelayan, seorang wanita modis keluar sambil menggendong kucing Garfield, sambil membelai kucing, sambil menatap Sella Xia dengan kritis, "Siapa kamu! Ada urusan apa mencariku?"
"Bibi! Halo! Apa kamu masih ingat Dolores Xia? Aku putrinya, aku mencarimu karena ada suatu urusan."
Siti Zhang menyipitkan matanya segera, tentu saja dia mengingatnya, tapi, dia tidak terlalu mengingat orang-orang di masa lalunya.
“Ingat, ada apa?” Siti Zhang tidak terlalu ingin merespons.
“Apakah dia membelikanmu liontin batu giok?” Sella Xia bertanya lagi.
Raut wajah Siti Zhang sedikit berubah, dia menatapnya dengan waspada, "Kenapa? Setelah sekian lama? Dia masih ingin kembali?"
Sella Xia menggelengkan kepalanya segera, "Tidak, masalahnya agak rumit, bisakah aku masuk ke rumahmu untuk membicarakannya?"
Siti Zhang sekarang sangat menghargai liontin batu giok itu, awalnya ketika dibeli, dia hanya menganggapnya sebagai potongan batu giok yang lebih baik daripada potongan batu giok biasa, siapa sangka kemudian ia mengetahui bahwa batu itu bernilai dua puluh milyar, jadi ketika mendengar Sella Xia menyebut batu giok itu, ia sangat berhati-hati.
“Sebenarnya ada apa, katakan saja!” Siti Zhang tidak ingin dia masuk.
Sella Xia berkata dengan lembut, "Batu giok itu dicuri oleh ibuku, sekarang ada seorang polisi yang datang mencari ibuku, ibuku menyebutkan namamu, jadi dia ingin aku datang dan memberitahumu."
"Apa? Ibumu berani melakukan ini?"
__ADS_1
“Tapi, batu giok yang ibuku curi waktu itu, aku ingin tahu, apakah itu yang sedang dicari polisi, apakah yang ada padamu, bolehkah aku melihatnya? Sebentar saja." Sella Xia berkata dengan panik.
"Dicuri? Di mana dia mencurinya?" Siti Zhang sangat takut, karena dia juga tidak ingin dicap sebagai pencuri.
"Masalah ini sangat rumit. Singkatnya, ibuku akan pergi ke kantor polisi untuk mengaku, bibi, apakah kamu mengizinkan aku memeriksanya? Mungkin saja bukan yang ada padamu."
“Ini...." Siti Zhang ragu-ragu, dia dengan mudah mempercayainya, karena ketika Dolores Xia menjualnya, dia tidak menjelaskannya, pada saat itu dia curiga karena dia hanya seorang pelayan dari dunia malam, mana mungkin bisa mendapatkan batu giok sebagus itu? Pasti dicuri dari seorang tamu!
Tanpa diduga, kecurigaannya saat itu menjadi kenyataan, karena kecurigaannya dulu itu, sekarang Sella Xia dengan mudah percaya begitu saja.
“Kamu masuk dan lihatlah!” Siti Zhang hanya bisa membiarkan pelayan itu membuka pintu.
Sella Xia bergegas masuk, Siti Zhang segera bertanya padanya, "Siapa pemiliknya? Bagaimana bisa dia tiba-tiba mencarinya setelah sekian lama?”
"Aku juga tidak tahu, aku hanya disuruh ibuku untuk memberitahumu, agar kamu tidak sampai masuk ke tuntutan hukum atau masalah, ingatan ibuku tidak bagus, ibuku tidak tahu apakah batu giok yang polisi cari itu sama dengan yang ada padamu."
Dia membawa Sella Xia ke ruang tamu, lalu mengambil liontin batu giok yang telah disimpan dalam kamarnya, dalam kotak bewarna putih, batu giok dengan gambar dua burung phoenix emas dikeluarkan, cantik sekali.
Sepotong batu giok ini, sekali lihat juga tahu bukan barang biasa, pastinya harta yang diwarisi dari keluarga kaya!
“Lihat dengan jelas, apakah ini?” Siti Zhang tidak ingin menimbulkan masalah, dia benar-benar berharap bukan ini, jika benar dicuri dari orang, ia tetap harus mengembalikannya.
Sella Xia bertanya kepadanya, "Bisakah aku memegang dan melihatnya?"
“Peganglah!” Siti Zhang menatapnya.
Sella Xia mengambil dan melihatnya, dia ingin melihat apakah ada tulisan tangan yang diukir di liontin giok itu, seperti yang dilakukan keluarga jaman dulu.
Sella Xia melihatnya dengan cermat, ini adalah barang ibunya, pada saat ini, hatinya menjadi sedih dan berat.
__ADS_1
Siti Zhang melipat tangannya dan menatapnya dengan erat, Sella Xia sedang memperhatikan dengan seksama, tiba-tiba ponsel Siti Zhang berbunyi, dia meliriknya, jengkel dan menutup telepon, tetapi telepon itu berdering lagi, dia hanya bisa meengisyaratkan ke pelayan, lalu pergi ke sebelah untuk mengangkat telepon.
Pelayan itu segera berdiri di samping Sella Xia dan menatapnya.
Sella Xia mengeluarkan ponselnya dan mengambil beberapa foto liontin batu giok itu, pelayan itu juga bukan pemiliknya, jadi, selama Sella Xia tidak membawa kabur liontin itu, ia tidak mengatakan apa-apa.
Ketika Siti Zhang kembali, Sella Xia telah selesai mengambil foto, ia sangat kecewa, ternyata batu giok ini tidak memiliki ukiran tulisan apapun yang bisa membuktikan identitasnya.
"Apakah benar ini? Apakah kamu sudah melihatnya dengan jelas?” Siti Zhang bertanya dengan cemas.
Sella Xia menggelengkan kepala dan meyakinkannya, "Bukan yang ini, jangan khawatir.”
Siti Zhang hanya bisa menghela nafas lega, “Baguslah jika bukan! Membuatku takut saja."
"Bibi, apakah kamu pernah mengubah liontin giok ini?" “Aku bahkan tidak sanggup menyentuhku, saat itu ibumu menjualnya seperti ini, tapi, waktu itu temanku pernah mengatakan bahwa ada liontin kembar, satunya bergambar phoenix, satunya bergambar naga, sayangmu ibumu tidak punya! Jika ada, maka akan menjadi lengkap.” Siti Zhang berkata dengan nada sangat disayangkan.
Sella Xia terkejut, ada rasa senang dalam lubuh hatinya, jika benar sepasang, bukankah liontin dengan gambar naga masih ada pada pemiliknya yang asli?
Ternyata tidak sia-sia aku datang kemari.
“Terima kasih bibi, jangan khawatir, aku akan pergi dulu.” Sella Xia bangkit dan pergi.
Liontin tidak bisa dibawa pergi, tapi dia mengambil foto, anggaplah tahu seperti apa peninggalan ibunya.
Sella Xia kembali ke rumah sewaannya, bus melewati jalan di samping gedung Gong’s Corp, dia mendongak dan menatap gedung itu, sinar matahari menembus matanya, membuatnya sakit, tapi ia tidak rela mengedipkan mata.
Dia mencari mobil sport hitam di jalan, dan mencari seseorang di kerumunan, pada akhirnya, dia hanya tersenyum pahit, dia tahu rute perjalanan Bryan Gong.
Dia tidak akan pernah muncul di jalan seperti ini, meskipun melihat mobilnya, jendela mobilnya pasti tertutup rapat, dia sudah mengatakan tidak akan pernah bertemu lagi, selamanya tidak akan bertemu.
__ADS_1
Sella Xia kembali ke kamar sewaannya, dia mulai mencari semua informasi mengenai batu giok di internet, dia berharap bisa menemukan sesuatu yang mirip dengan milik ibunya, dia mencari semua foto batu giok, tetapi dia tidak dapat menemukan yang serupa. Tetapi dia pernah melihat sepasang batu giok bergambar naga dan phoenix yang telah diturunkan dari zaman kuno, memang benar seperti milik ibunya, sepertinya memang sepasang, ia melihat makna dari batu giok itu, phoenix dan naga, maknanya sangat indah.