Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Mengantar Dia Ke Rumah Sakit


__ADS_3

Mengantar Dia Ke Rumah Sakit


 Apakah dua kotak mie instan tersebut bermasalah juga? Apa Dia juga mengalami hal yang sama?



  



  Bryan Gong mengambil hpnya, lalu mengirim pesan kepada nomor Sella Ji, “Kamu sakit perut tidak?”



  



  Sella Ji sedang tidur dengan nyenyak, Dia mendengar suara pesan, dengan terhuyung-huyung Ia mengulurkan tangan dan mengambil hp dan membukanya, Dia mengira seperti biasa, hanyalah pesan spam, lihat sekilas lalu kembali tertidur.



  



  Tapi, tatapannya yang buram itu, jelas-jelas melihat orang yang mengirim pesan tersebut, adalah Bryan Gong.



  



  Dia pun langsung terbangun dengan semangat, selama 3 tahun ini, Ia selalu memiliki harapan yang tidak jelas terhadap pesan, dan, akhirnya Ia pun berhasil menunggu sebuah pesan darinya hari ini.



  



  Melihat pesan yang hanya ada satu kata pendek itu, dan menanyakan apakah Dia sakit perut atau tidak, Sella Ji langsung melototi matanya dengan besar, Dia bertanya seperti demikian, jangan-jangan Dia sakit perut?



  



  Sella Ji pun tidak menahan untuk jalan ke depan jendela, membuka gorden, melihat lampu di kamar utama lantai 3 pada vila Bryan Gong, hatinya pun tiba-tiba muncul rasa khawatir.



  



  Dia pun langsung meneleponnya.



  



  Bryan Gong sekarang juga sedang berdiri di depan jendela kamar utama, saat Ia selesai mengirim pesan, Dia sambil menyipit dan melihat ke arah lantai 3 di vila seberang, dan benar, tidak lama kemudian, lampu di kamar tersebut pun menyala.



  



  Dan di saat yang sama, hpnya yang ada ditangannya pun berbunyi.



  



  Sella Ji meneleponnya.



  



  Dia menganggkat, “Halo!”



   “Kamu sakit perut ya? Parah tidak?” Suara Sella Ji bertanya dengan khawatir.



  



  Bryan Gong tidak mengira responnya akan begitu cepat, langsung berhasil menebak kondisi badannya, Dia pun tidak menutupinya, dan menjawab iya.



  



  “Astaga! Aku sudah duga kalau kamu tidak boleh memakan mie instan itu, begitu pedas, bisa membuat perutmu jadi sakit.” Sella Ji yang di sebelah telepon sambil bergumam dengan merasa bersalah.



  



  Wajah Bryan Gong pun terlihat hangat, ujung bibirnya pun terangkat dengan tidak terdeteksi, lalu berkata dengan suara rendah, “Aku tidak menyalahkan kamu.”



  



  “Kalau begitu harus bagaimana? kamu cepat meminta orang kamu untuk mengantar kamu ke rumah sakit!” Sella Ji pun menjadi panik.



  

__ADS_1



  “Tidak.” Bryan Gong berencana besok pagi saja baru lihat bagaimana.



  



  “Mana boleh? Kamu sakit perut harus pergi ke dokter, kalau tidak, nanti semakin parah harus bagaimana?” Sella Ji tidak berani bersikap ceroboh.



  



  Bryan Gong sambil mendengar suaranya yang terdengar khawatir itu, dan dengan penglihatannya Ia bisa melihat sosok tersamar-samar yang ada di depan jendela itu, terdapat sebuah tatapan yang sedang melihat sosok tersamar-samar di sebelah sini, senyuman di ujung bibirnya pun semakin mandalam.



  



  “Apakah kamu ada waktu?” Bryan Gong malah bertanya balik kepadanya.



  



  Sella Ji tiba-tiba paham dengan maksud ucapannya, dengan sedikit terkejut Ia bertanya: “Kamu ingin aku yang mengantar kamu ke rumah sakit kah?”



  



  Terutama di malam yang gelap seperti ini, membuat orang menjadi sangat rapuh, membuat orang melepaskan semua pertahanan di dalam hati, Bryan Gong bertanya dengan tenang, “Apakah kamu akan melakukan demikian?”



  



  Di sebelah sana, Sella Ji pun tertegun engan permintaan Ia seperti itu, apakah Dia boleh?



   Namun teringat badannya Bryan Gong, Sella Ji pun tidak banyak berpikir, langsung menjawabnya, “Baik, aku antar kamu ke rumah sakit, aku mengemudi ke tempatmu, kamu cepat mengenakan baju turun ya!”



  



  Bryan Gong tidak mengira kalau Ia akan setuju dengan begitu saja, lalu dirinya pun menjawab iya terhadap telepon tersebut, dan menutup telepon, kemudian, Dia melihat lampu Sella Ji menyala sebentar, lalu sudah dimatikan.



  




  



  Sella Ji dengan cepat mengenakan baju dan datang ke halaman, Dia juga tidak merasa takut, membawa mobilnya langsung keluar, dan dengan cepat hpnya pun langsung menerima telepon dari Jayce Ji.



  



  “Sella, kamu kemana?” Jayce Ji terbangun karena suara mobilnya.



  



  “Kak, aku keluar sebentar, kamu jangan khawatir, aku antar temanku ke rumah sakit.”



  



  Jayce Ji berkata dengan khawatir, “Teman dari mana? Butuh aku yang temani kamu tidak?”



  



  “Tidak perlu, Bryan Gong, Dia sakit perut, aku antar Dia ke rumah sakit pribadinya, Kakak jangan khawatir.” Habis ngomong, Sella Ji pun menutup telepon tersebut.



  



  Dan di sebelah sini, Jayce Ji tidak terlalu khawatir, hanya merasa terkejut saja, memangnya di sisi Bryan Gong tidak ada orang lain kah? Tengah malam seperti ini membiarkan Sella Ji mengantar Dia ke rumah sakit. Mobil Sella Ji sudah sampai di depan vila Bryan Gong, Dia belum masuk ke dalam halaman, sudah melihat Bryan Gong yang tinggi berdiri di bawah lampu lanskap biru, Dia dengan santai mengenakan sebuah kaos hitam, dengan celana pendek kasual selutut, dan hanya mengenakan sepasang sandal.



  



  Sella Ji hampir ingin tertawa, tapi Ia menghentikan mobilnya dan berkata kepadanya, “Naiklah!”



  


__ADS_1


  Bryan Gong membuka pintu mobilnya lalu langsung terduduk, Dia perlahan Ia menutupi tangannya di perut, terlihat jelas perutnya masih terasa sakit.



“Masih sangat sakit kah?” Sella Ji bertanya dengan penasaran.



  



   Bryan Gong menganggukkan kepala, benar-benar menyakitkan, mungkin Dia benar-benar salah makan.



  



  “Ke rumah sakit kamu.” Sella Ji tahu rumah sakit miliknya dimana, sekarang juga sudah malam, sepanjang jalan tidak banyak mobil yang berlalu lalang, jalan raya yang lebar ini, hanya ada lampu mobilnya saja yang terus menyinar ke depan, dan Dia juga mengemudi dengan lebih laju.



  



  Bryan Gong dengan perlahan menoleh, melihat wanita dengan rambut panjang yang terurai, hanya mengenakan sebuah kaos besar dan celana jeans, dalam cahaya yang redup ini, wajah sampingnya yang terlihat cantik ini, ada sebuah kekuatan dan keberanian yang bisa dirasakan oleh orang lain dengan mudah.



  



  Seolah-olah seperti di dalam badannya yang kecil itu, sedang terpancar sebuah kekuatan.



  



  Tatapan Sella Ji terus melihat ke depan, tidak berani bersantai-santainya, Ia juga menginjak gas dengan penuh, benar-benar seperti seorang pembalap.



  



  Bryan Gong duduk di dalam mobilnya, tidak merasa takut, malah muncul sebuah ilusi dimana keberanian Sella Ji sekarang ini, semua demi dirinya.



  



  Sella Ji menghabiskan 15 menit, mengantar Bryan Gong ke depan pintu utama rumah sakit pribadi Keluarga Gong, Dokter yang bertugas melihat ke pasien yang kemari ini ternyata adalah Tuan muda besar Gong, Dia pun tidak berani mengabaikannya, setelah melakukan pemeriksaan, Ia memastikan bahwa Bryan Gong ini terkena radang usus.



  



  Harus di infus, Bryan Gong pun tidak bermasalah.



  



  Sella Ji malah tidak kenapa-napa, mungkin karena ususnya tidak begitu manja!



  



  Bryan Gong terduduk di sebuah ruang istirahat yang mewah, Perawat memberikan suntikan pada lengannya untuk melakukan infus, dan dua perawat muda yang bekerja shift mala mini sambil melihatnya, wajah cantik mereka pun terlihat memerah.



  



  Walaupun Bryan Gong mengenakan pakaian yang santai, namun susah menutup wajahnya yang membuat wanita terpesona, hanya bersandar malas di sofa saja, pesona maskulin dirinya yang unik terpancar dengan sepenuhnya.



  



  Sella Ji sambil melipat tangan dan berdiri di samping, kadang-kadang melihat ke Bryan Gong, wajahnya pun terlihat sebuah ekspresi wajah yang tidak alami.



  



  Setelah 3 tahun, Dia sudah bukan pacarnya lagi, bahkan teman pun tidak termasuk, dengan status yang begitu kaku menemani di sisi Bryan Gong.



  



  Setelah selesai perawat pun keluar, lalu membantu mereka menutup pintu, hati Sella Ji pun menjadi canggung, Dia lebih ingin pintu tersebut terbuka, jadi, Dia pun tidak perlu menghadapi Bryan Gong dengan sendirian.



  



  Tatapan Bryan Gong sambil menyipit, dan melihat ke Sella Ji yang berdiri di samping, berkata: “Istirahatlah sebentar!”



  


__ADS_1


“Aku tidak kenapa-napa!” Sella Ji menggelengkan kepala, terlihat sangat bersemangat, Dia berpikir-pikir lalu bertanya, “Kamu yakin tidak mau menghubungi orang kamu kemari kah?” “Kenapa? Kamu ingin pergi?” Bryan Gong bertanya balik dengan wajah yang kurang senang.


__ADS_2