Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Ganti Dia yang Mengejarnya


__ADS_3

Sella Ji digoda olehnya sampai tertawa, “Serius? Perkataanmu serius? Berarti hanya berhutang dua hal ini?”



Bryan Gong mengedipkan mata, menatap wajah sumringah Sella Ji beberapa saat, “Kali ini gantian kamu.”



“Hmm, gantian apa?” Sella Ji dibuat kaget dengan perkataan Bryan Gong.



Bryan Gong menyilangkan jemari kedua tangannya, dagu seksinya diletakkan di atas punggung tangan, lalu menatap Sella Ji, “Gantian kamu mengejar aku.”



Senyum Sella Ji perlahan mencuat, apa yang dipikirkan dirinya, lalu bibirnya kembali merengut, ia mengangkat matanya lalu berkata, “Kamu pasti sulit dikejar!”



“Tergantung siapa yang mengejar, kalau cewek lain, seumur hidup bakal tak punya kesempatan, tapi kalau kamu, tingkat kesuksesannya sangat tinggi.” Bryan Gong memandang penuh harap.



Sella Ji tertawa melihatnya, matanya berkaca-kaca, dua orang yang saling mencintai, meski terpisah begitu lama, terluka begitu dalam, kebencian begitu kuat, selama salah satu pihak berbalik, selama masih ada kesempatan, mereka akan mati-matian menangkap kesempatan itu, takkan lagi membiarkan cinta itu pergi.



Sella Ji menatap lelaki di hadapannya, memandang tatapan matanya yang begitu akrab namun serius, Sella Ji tahu, dia dan Bryan Gong akan memulai lagi, dan menyelesaikan cinta yang dulu pernah diabaikannya.



Sella Ji mengangkat alis mata, tertawa, “Oke! Kalau begitu aku kejar kamu.”



Bryan Gong menghela nafas lega, dia baru saja gugup, takut Sella Ji sekali lagi berkata tidak, tetapi, untunglah Sella Ji tak membuatnya kecewa.



“Ayo jalan, cari angin.” Bryan Gong bangkit berdiri.



Sella Ji juga bangkit, dia mengambil tas, baru saja berdiri dari tempatnya, Bryan Gong mengulurkan tangan dan mengambil tasnya lalu membawanya, Sella Ji masih agak linglung, ketika telapak tangan Bryan Gong menggenggam tangannya, dan menggandengnya berjalan menuju pintu.



Kehangatan merasuk ke dalam hati Sella Ji, dari belakang pilar melangkah, ia merasakan tatapan mata Christy Lan kepadanya, tapi ia tak peduli, ia tak akan melepas tangan lelaki ini.



Christy Lan mengepalkan tangannya dengan geram, matanya memerah, dia marah, iri, dan semakin membenci Sella Ji, genggaman tangan Bryan Gong tadi cukup untuk membuatnya ingin membunuh Sella Ji.

__ADS_1



Dan sekarang, Sella Ji masih bergandengan tangan dengan Bryan Gong berjalan keluar, ini pasti untuk ditunjukkan padanya! Sella Ji pasti ingin pamer di hadapannya.



Padahal sebenarnya, Sella Ji sedikitpun tak ingin pamer, dia hanya tenggelam dalam cinta lelaki itu.



Mereka berjalan masuk ke lift, Sella Ji menunduk sedikit, lalu tersenyum.



“Nanti ayo jalan-jalan!”



“Mau jalan ke pantai? Hanya perlu setengah jam untuk kesana.”



“Apa tidak terlalu jauh?”



“Kenapa? Apa kamu sekarang masih diatur kakakmu?




Sedikit kecemburuan terpancar dari tatapan Bryan Gong, bagaimanapun Jayce Ji masih lajang, juga tak punya hubungan darah dengan Sella Ji, bila mereka berdua tinggal bersama, tentu saja membuatnya khawatir akan beberapa hal.



  Tidak bisa, dia harus memikirkan cara lain untuk membuat Jayce Ji meninggalkan status lajangnya.



Sesampainya di depan mobil, Bryan Gong dan Sella Ji akhirnya sepakat meninggalkan kota, pergi jalan-jalan ke pantai, kebetulan Bryan Gong ada tempat yang enak, Sella Ji dengan senang hati duduk di sampingnya, bersedia untuk dibawa pergi kemana saja. Tuhan tahu betapa senang dirinya, Tuhan tahu betapa bergairahnya dia, tidak, ini semua tak cukup untuk menggambarkan kondisi hatinya, malam-malam berlinang air mata, momen-momen dimana dirinya begitu merindukan Bryan Gong, mimpi tengah malam yang selalu mencari bayang-bayang Bryan Gong, setiap kali telepon berdering, selalu mengira itu dari Bryan Gong,



  bila tidak mengalami semua ini, siapapun tak dapat mengerti bagaimana dia melalui hari-hari tersebut?



Dengan tak berkedip Sella Ji memandang Bryan Gong, ingin meyakinkan dirinya, kali ini bukan mimpi, bukan halusinasi, Bryan Gong sungguh ada di hadapannya, di sisinya.



Byran Gong merasakan Sella Ji sedang menatapnya, dia menatap ke depan, lalu menaikkan ujung bibir seperti tersenyum, dirinya suka jika ditatap seperti itu, karena di mata Sella Ji tidak ada orang lain, hanya dirinya.

__ADS_1



“Mengapa kamu tersenyum?” Sella Ji ikut tersenyum.



“Apakah aku tampan?” Bryan Gong bertanya nakal.



“Tidak ada lelaki yang lebih tampan dari kamu.” Sella Ji menjawab dengan jujur.



Mendengar itu, Bryan Gong tetap tersenyum, lalu ia bertanya lagi, “Kalau begitu, apa perasaanmu kepadaku pernah berubah?”



Sella Ji ingin menjawab tidak pernah, namun, kata-kata itu tidak sampai keluar dari mulut, dia ragu-ragu, bagaimanapun dia pernah meninggalkan Bryan Gong dulu, dengan alasan perasaannya berubah.



Bryan Gong menyipitkan mata, senyumnya hilang, dia sibuk mencari pengalihan, “Yang lalu biarlah berlalu. Mulai sekarang, asal dihatimu ada aku, itu sudah cukup.”



Hati Sella Ji sakitnya bukan main, apakah lelaki ini tak beranjak sedikitpun dari perasaannya? Apakah ia tak pernah memiliki perasaan kepada orang lain selama ini? Sella Ji mendengar nada hati-hati dalam perkataan Bryan Gong.



“Karena aku mengejarmu, tentu saja di hatiku ada kamu.” Sella Ji mengatakannya dengan serius sambil memandang Bryan Gong.



Senyum Bryan Gong kembali mencuat, ia tidak menuntut banyak, asal Sella Ji tidak menolaknya seperti tiga tahun lalu, dia sudah puas. Saat ini, pemandangan laut ada di depan mata, mengendarai mobil di atas jalan dengan pemandangan laut yang tak terbatas membuat hati terasa ringan dan bebas, rambut Sella Ji yang panjang berterbangan tertiup angin, ia menyelipkannya kembali ke belakang telinga, cahaya lampu jalan terpancar di wajahnya yang bersih dan elok, yang paling mempesona adalah pancaran matanya yang puas dan senyumannya yang bahagia.



Hati Bryan Gong mulai merasakan rasa nyaman yang belum pernah dirasakannya, terutama sejak tiga tahun lalu, dia melewati masa-masa itu dengan penuh sesak, kebahagiaannya seolah-olah dibawa pergi oleh Sella Ji tiga tahun lalu, tetapi sekarang, dia telah kembali, dan membawa kembali separuh jiwa Bryan Gong.



Bryan Gong memarkir mobilnya di samping tempat parkir pantai, meskipun hari sudah malam, tetapi masih ada pasangan yang datang ke pantai untuk berjalan-jalan, cahaya lampu sangat indah, dibawah pancaran sinar lampu, garis laut menjadi begitu terang.



Sementara di pinggir pantai, dibangun sebuah koridor pejalan kaki dari kayu yang tak kurang dari satu meter tingginya, meski tidak menginjak pasir pantai, namun tetap dapat menikmati pemandangan ombak dan mencium aroma pantai.



Di kejauhan tempat bulan bercahaya, bintang berkelap-kelip, laut tampak semakin misterius, berdiri di hadapan laut selalu membuat hati merasa lega dan lapang.


__ADS_1


Sella Ji juga mengacuhkan ancaman yang baru saja diberikan Christy Lan, sekarang, dia bahkan tak ingin membuang waktu dengan memikirkan perempuan itu, dia hanya ingin dengan tenang menemani lelaki yang ada di sisinya. Sella Ji sesaat terdiam, tiba-tiba sebuah lengan merangkul pinggangnya, Sella Ji terkaget, di belakangnya, tubuh tinggi Bryan Gong perlahan mendekat dan menyentuhnya dengan lembut, dan ia mendekap Sella Ji dari belakang.


__ADS_2