Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Tidak bisa menahan tangisan


__ADS_3

Di kamar yang hening, terdengar suara tangisan Sella Xia, dari waktu ke waktu air matanya seperti nya tidak habis mengalir, bagaimana pun tidak bisa berhenti.


Asal memikirkan Bryan yang pergi dengan marah, hatinya sangat sakit, jelas-jelas tubuhnya tidak terluka, tapi kenapa hatinya, malah lebih sakit dari pada luka apa pun di tubuhnya, membuat air mata nya terus mengalir.


Saat ini, dia baru menyadari, seberapa penting pria ini dalam hatinya, sangat penting sampai dia menjadi orang yang paling penting di dunia nya.


Kepentingannya berbeda dengan ibu nya, juga berbeda denga teman-teman nya, kepentingannya telah menjadi satu posisi yang tak terganti kan.


Dia selalu memanggilnya Tuan Muda Gong, tetapi pada saat ini, di dalam hatinya, sepertinya ada suara yang terus memanggil namanya.


Bryan Gong.


Dua kata ini, seolah-olah membuatnya sangat terluka, jelas-jelas tidak pacaran! Tapi kenapa, dia seperti patah hati?


Sella menutup mulutnya, tidak bisa menahan tangisan, dalam keheningan, dia tidak tahu alasan mengapa dia bersedih.


Sella duduk di atas tempat tidur, memeluk ke dua lengannya, membiarkan air matanya mengalir, menutup matanya, di benaknya semua adalah bayangan Bryan , dia tidak menyangka, dia akan sejelas ini mengingatnya, mengingat senyumannya, setiap dia menatapnya, dan juga kehangatan saat dia pernah menggandeng tangannya.


Hari itu di atas gunung, dia memotret Bryan , dia mengingat dengan jelas setiap inci rupanya.


Di dunia ini, ada orang yang sekali menempel, seperti racun, susah di lupakan, dan tidak bisa di lepaskan lagi.


Bryan Gong telah menjadi racun untuk Sella Xia.


Sella menangis di lantai atas, dan di lantai bawah, Bryan dudui di dalam mobil sport nya, hening seperti sebuah patung. Saat ini dia memikirkan lebih rinci lagi perkataannya kepada Sella , sepertinya nadanya memang keras, dan lagi, dia ternyata menghilangkan kesempatan untuk bertemu kembali.


Sebenarnya, dia bisa baik-baik bertanya pada nya, kenapa mematikan ponsel? Kenapa tidak mengangkat teleponnya? Atau, walaupun dia membencinya! Kenapa? Alasannya apa?


Saat ini, Bryan benar-benar ingin bertanya lagi padanya, bahkan dia ingin mengatakan kepadanya sebenarnya dia tidak marah sampai tidak mau bertemu dengannya di masa depan.

__ADS_1


Namun, dia adalah seorang pria, dan lagi pria dengan harga diri yang kuat, dan perkataannya barusan, dia pasti tidak akan meminta maaf pada nya, Bryan menghembuskan nafas dengan sedikit kesal.


Saat ini dia melihat seorang wanita yang mengendarai seperda listrik kembali, wanita itu berusia awal empat puluhan, dengan rambut kriting, tidak terlihat jelas wajahnya, tapi, Bryan Gong merasa, itu adalah ibu nya Sella yang suka berjudi .


Bryan menatapnya yang meletakkan sepeda listriknya di koridor dan naik ke atas. Bryan Gong mendongak, beberapa saat kemudia dia melihat bahwa salah satu kamar di rumah Sella menyala.


Ternyata ibu nya telah kembali, mungkin telah masuk ke kamarnya.


Hati Bryan sedikit lega, dia menyalakan mobil sportnya, mobil sport itu dengan cepat melaju di kegelapan malam.


Ketika Dolores membuka pintu, dia melihat lampu menyala. Dia terkejut, ketika dia melihat kamar Sella Xia, ada cahaya yang keluar. Dia tidak menyangka putrinya kembali.


Dia masuk ke kamarnya untuk meletakkan tas, karena dia memenangkan sejumlah uang hari ini, jadi dia menyimpan uang di tempat simpanan pribadinya.


Ketika Sella mendengar suara pintu, dia tahu ibunya sudah kembali. Dia merasa lega, dan dengan cepat mengambil tisu untuk menyeka air matanya. Dia mengambil napas dalam-dalam dan tidak ingin ibunya tahu bahwa dia menangis.


Dolores Xia ternyata mengetuk pintu, Sella bergegas menjawab,” Ma, aku sudah mau tidur.”


"Aku sudah makan."


"Baik! Tidurlah!" Dolores Xia tidak masuk karena dia juga lelah,dan ingin mandi lalu pergi tidur.


Di dalam kamar, Sella Xia sedang berbaring di tempat tidurnya sendiri. Dia mematikan lampu, dan air mata yang baru saja di sekanya, mengalir kelar kembali.


Dia tidak tahu kapan dia tertidur, baik itu kenyataan atau mimpi, yang dia pikirkan hanyalah sosok Bryan Gong, senyumnya, amarahnya, rupanya.


Seperti it uterus sampai pagi, ketika dia tidur seperti itu, teleponnya berbunyi, ternyata panggilan dari studio.


“Halo!”

__ADS_1


“Sella , ada lebih dari 20 set pakaian hari ini, kemari kesini untuk pengambilan gambar!"


"Baik! Aku akan segera ke sana." Stella Xia menjawabnya, saat ini, alasan apa yang membuatnya tidak bekerja?


Tidak peduli apa yang terjadi, dia harus dengan bekerja untuk menghasilkan uang.


Sella Xia pergi ke studio untuk pengambilan gambar, ini adalah pemotretan di luar, di sebuah taman di tepi laut, pemotretan kali ini adalah pakaian kekinian, dan lagi, itu adalah pakaian awal musim gugur, tubuhnya, auranya, sangat sesuai untuk seri pemotretan remaja.


Selain itu, Sella Xia dipilih oleh banyak perusahaan untuk pemotretan, karena kelakuan baik nya, dan lebih menarik netizen utuk mengklik nya.


Orang studio mengatakan kepadanya, jika dia masih ingin menghasilkan uang, mereka akan memberikan lebih banyak pesanan, Sella Xia segera berkata kepada manajer wanita, "Tidak masalah, aku tidak punya masalah, setiap hari aku punya waktu, aku bisa setiap saat melakukan pengambilan gambar.”


"Benar kah? Kalau begitu, beban kerjanya akan sangat besar! Apakah kamu yakin tidak ada masalah!"


“Tidak masalah, aku bisa pengambilan gambar sampai akhir liburan musim panas selesai.” Sella Xia mengangguk.


"Sella Xia, bagaimana dengan pacarmu? Apa pekerjaannya? Sungguh sangat tampan!” Asisten wanita muda di sebelahnya bertanya dengan penasaran.


Ketampanannya membuat mereka sulit melupakannya.


Raut wajah Sella Xia sedikit memucat, dia mengelengkan kepala dan tersenyum pahit, "Dia bukan pacarku, dia hanya teman, sekarang, kami sudah tidak berhubungan lagi ... "


"Apa? Tidak berhubungan lagi? Pria yang sangat tampan, kenapa tidak baik-baik menjaganya!”


Terlihat kesedihan di wajah Sella Xia, dia memalingka wajahnya, matanya basah, tersenyum berkata, “Tidak kenapa-napa! Dia punya kehidupannya sendiri, aku juga memiliki kehidupan ku.”


Seseorang mendorong asisten di sebelahnya, dan asisten itu segera mengganti topik. Tampaknya meskipun Sella Xia cantik, juga belum tentu mendapatkan pria setampan itu!”


Selanjutnya, Sella Xia terus mengambil gambar dari pagi sampai sore, dia tidak begitu istirahat, dia terlalu banyak bekerja, tapi bagi nya, dia suka kehidupan yang sibuk seperti ini.

__ADS_1


Dengan cara ini, dia tidak akan punya waktu untuk memikirkan Bryan Gong. Ketika dia kembali ke rumah, dia membeli ponsel biasa di lantai bawah, dia telah menyimpan nomor ibu dan teman temannya, dia ragu apa kah harus menyimpan nomor Bryan Gong, tapi, setelah menyimpannya, apakah dia masih bisa meneleponnya?


__ADS_2