Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Menjadi kekasihnya


__ADS_3

Tidak lama, Bryan Gong akhirnya bisa keluar dari kerumunan orang, lalu berjalan menghampiri mereka berdua.


Yvonne Wu segera mendorong Sella Xia, “Masih disini? Cepat kesana! Aku beli minum dulu.”


“Tidak usah, kami sudah mau pergi.”jawab sella Xia sambil menoleh.


“Masih tidak mau bilang dia pacarmu, bohong!”kata Yvonne Wu sambil tertawa, dia juga menyadari, Sella bahkan tidak berani menatap Bryan Gong.


Karena lelaki ini sangat tampan hingga orang pun tidak berani untuk melihatnya!


Sella Xia tersenyum, kali ini dia benar-benar tidak bisa melawan, dan saat ini, Bryan Gong sudah ada didepan mereka. Dia berkata pada Sella Xia, “Ayo kita pergi!”


Sella Xia menoleh dan berkata pada Yvonne Wu, “Yvonne, sampai jumpa ya!”


“Sampai jumpa!”Yvonne Wu melambaikan tangan pada mereka, dia juga harus pergi.


Sella Xia dan Bryan Gong berjalan, tiba-tiba ada tiga wanita yang sangat modis nekat mengejar, “Kakak tampan, tunggu dulu!”


Sella Xia dan Bryan Gong menoleh, melihat tiga gadis uda itu berjalan ke depan Bryan Gong sambil terengah-engah, yang tercantik diantaranya memegang selembar kertas diberikan kepada Bryan Gong, “Kakak, ini nomor teleponku, kalau ada waktu kita pergi minum kopi bersama ya!”


Gadis itu mengira Sella Xia adalah teman kerjanya, maka mereka yakin bahwa Bryan masih sendiri.


Bryan Gong bisa membaca pikiran gadis ini, tangannya terulur menarik Sella Xia ke sisinya lalu memeluk pinggangnya berkata, “Maaf, aku sudah punya pacar.”


Ketiga gadis itu terkejut, Sella Xia juga ikut kaget, dia mengerjap-ngerjap matanya, tidak percaya dengan kata-kata yang dikatakannya.


Pacar?


Maksudnya dia?


Sella Xia merasakan pandangan iri dan benci ketiga gadis itu, dia tercengang, ketiga gadiis itu seakan sedang mengamatinya, ingin melihat apa yang bagus darinya, sampai-sampai bisa membuat lelaki tampan sepertinya bisa menyukainya.


Bryan Gong segera menarik Sella Xia pergi, tidak ingin mempedulikan tiga gadis itu lagi.


Ketika tiga gadis itu melihat dia tidak hanya tampan tapi juga mempunyai mobil mahal, mereka lagi-lagi tercengang.


Laki-laki tampan yang menyebarkan selebaran, ternyata punya mobil mewah? Tidak bisa dipercaya!


Bryan Gong membawa Sella Xia pergi, dia telah memesan tempat di restoran, membawanya pergi makan malam.

__ADS_1


Saat didalam mobil, Sella Xia menggigit jarinya, didalam pikirannya masih saja terngiang kata-kata Bryan Gong.


“Kalau lain kali ingin menolak gadis lain, aku rela jadi tamengmu!”kata Sella Xia sambil tertawa menyenangkan diri sendiri.


Bryan Gong meliriknya sebentar, “Kamu merasa aku menjadikanmu tameng?”


Sella Xia terkejut mendengarnya, “Bukannya iya?”


“Sella Xia, responmu itu sedikit lamban ya!”


Sella Xia mengedip-ngedipkan mata, lamban dimananya?


Bryan Gong meliriknya lagi, lalu melihat jalan didepannya, dengan ringan berkata, “Sella Xia, kau tidak perlu berpura-pura jadi pacarku lagi, kalau kau mau jadi pacarkupun, aku juga tidak keberatan.”


Kepala Sella Xia seketika pecah, benar-benar jadi pacarnya?


Bryan Gong melihat wanita disebelahnya tidak bereaksi sama sekali, alisnya terangkat, “Tidak mau jadi pacarku?”


Sella Xia sama sekali bukan karena respon lamban, tapi dia kaget, bisa dibilang kaget hingga tidak bisa berkata apa-apa.


“Sudahlah, anggap aku tidak bilang apa-apa!” Bryan Gong menggigit bibirnya dan berkata demikian.


Selesai bicara, wajahnya memerah, ya Tuhan! Dia bari sekali ini menjawab pernyataan cinta dengan berani!


Bryan Gong melihat wajahnya yang malu-malu, suasana hatinya membaik, “Benarkah, kau mau jadi pacarku?”


Sella Xia mengangguk sambil wajahnya memerah, “Aku... aku mau.”


Bryan Gong yang mendengarnya langsung tersenyum, baginya, ini juga pertama kalinya menyatakan perasaan, bahkan langsung diiyakan olehnya, ini awal yang baik!


Mobil Bryan Gong berhenti di pintu restoran, ada satpam yang membantunya memarkir mobilnya, Sella Xia turun dari mobil. Saat masuk ke lobby, tangan Bryan Gong otomatis menggandengnya.


Membawanya berjalan menuju lift, hati Sella Xia berdebar keras, wajahnya pun memerah, seakan dia seperti gadis kecil yang sedang jatuh cinta.


Setelah masuk lift, pandangan mata Bryan Gong tetap ke samping, melihat wajah gadisnya yang memerah, makin dilihat makin menarik hatinya.


Ada orang yang bilang, jatuh cinta tidak perlu alasan!


Yang bisa menyatakan alasannya, pasti ada syaratnya, jadi, itu bukan cinta.

__ADS_1


Bryan Gong saat ini tidak terpikirkan alasan apapun, tapi, itu cukup nyata di hatinya.


Sesampainya di restoran, Bryan Gong demi bisa membuatnya nyaman, dia memilih meja didekat jendela.


“Yang tadi, terima kasih membantu temanku membagi selebaran.”kata Sella Xia berterima kasih.


Bryan Gong melihatnya dengan ragu lalu tertawa datar, “Tidak apa-apa, aku belum pernah melakukan yang seperti itu, bukan hal yang buruk.”


“Tapi, kau membagikan lebih cepat dari kami.”kata Sella Xia sambil tertawa.


“Apa sebabnya?”Bryan Gong meliriknya sambil bertanya.


Sella Xia tertawa, “Memangnya kau tidak sadar?


“Aku tidak tahu.”Bryan Gong geleng kepala.


“Itu karena kau tampan.”Sella Xia menjawabnya.


Bryan Gong tertawa, “Iyakah? Aku tampan?”


Sella Xia mengangguk, “Tampan, kau adalah lelaki tertampan yang pernah aku temui.”


Kata-kata ini jujur, sangat jujur.


Bryan Gong tidak peduli akan penampilannya, sejak kecil hingga besar dia sudah terbiasa. Memiliki badan dan wajah yang seperti, itu juga karena DNA dari ayah ibunya yang kuat.


“Asalkan kau suka ya sudah.”Bryan Gong tidak memiliki permintaan apa-apa, asal dia suka saja.


Sella Xia mengangguk malu-malu, “Iya, aku suka.” dalam hatinya dia menambahkan, dia hanya takut tidak cocok dengannya, karena dia terlalu sempurna, terlalu tampan. Dia merasa tertekan dihadapan laki-laki ini.


Setelah makan malam, Bryan Gong tidak memaksanya pulang ke rumahnya. Dia tahu Sella Xia adalah anak baik-baik, dia akhirnya mengantarnya sampai di pintu rumahnya.


Setelah turun dari mobil, Sella Xia melambaikan tangan ke arahnya dan berteriak, “Hati-hati di jalan ya!”


“Iya!”jawab Bryan Gong, “Aku melihatmu masuk rumah dulu.”


Sella Xia merasa hangat, mengangguk lalu berbalik berjalan selangkah demi selangkah menuju tangga rumah, hari ini, hatinya merasa senang seakan dia melayang. Ternyata dia juga menyukainya, bahkan memintanya jadi kekasihnya.


Setelah melihat Sella Xia masuk ke rumah, Bryan Gong baru dengan tenang menginjak gas, menyetir menuju rumahnya.

__ADS_1


Sella Xia sudah kembali ke rumah, dia mengira saat ini ibunya tidak mungkin berasa di rumah. Tapi setelah dia membuka pintu malah mendapati ibunya sedang meringkuk di sofa sambil menonton televisi, tapi matanya sama sekali tidak melihat ke arah televisi.


__ADS_2