
Sella Ji mendorong trolinya ke sebuah meja di sebelahnya, lalu membalikkan badan dan berkata pada pria itu, “Aku akan memisahkan barang kita dulu.” Setelahnya, ia mengambil barang-barangnya satu demi satu dan meletakkannya di dalam troli. Ia tahu mata Bryan Gong selalu memandangnya. Saat ia mengeluarkan beberapa bungkus pembalut itu, wajahnya memerah, dan ia meminta sebuah kantong plastik pada seorang pegawai untuk membungkus barang-barangnya. Barangnya hanya 1 kantong kecil, sedangkan barang Bryan Gong 2 kantong besar.
“Ini, trolinya untukmu saja.” Sella Ji mengambil barangnya dari troli dan menyerahkan trolinya pada Bryan Gong.
Tanpa mengatakan apapun, Bryan Gong mendorong trolinya pergi. Di belakangnya, Sella Ji menghela nafas lega, kenapa ia ingin mereka membayar bersama-sama?
Meskipun ia tak masalah membayarkan barangnya, tapi ia mengira ia akan membencinya dan mengacuhkannya.
Sebenarnya saat ia meninggalkannya 3 tahun lalu, ia juga merasa sangat sedih, dan ia juga punya alasan tersendiri, tapi kini, karena ia telah memiliki kekasih, rasanya tak ada gunanya ia menjelaskannya padanya.
Dan jika ia mengatakan ini, bukankah ia tampak mempunyai maksud buruk, seperti ingin menyingkirkan kekasihnya? Dan masalah itu juga menyangkut reputasi ibunya, jika ia hendak mengatakannya, ia juga harus menjelaskan tentang hal ini.
Ia semakin tak ingin mengatakannya, ia tak akan mengatakan hal ini pada siapapun.
Ia telah menghitung hari baik, dan beberapa hari lagi ia akan pergi mengunjungi abu ibunya dengan ditemani Jayce Ji.
Sella Ji mengikuti Bryan Gong keluar dari pintu mall, ia menenteng dua kantong belanjaan itu dan berjalan ke mobilnya. Saat Sella Ji melewati mobilnya, Bryan Gong menatapnya, Sella Ji segera berbalik dan berjalan menuju mobil putihnya yang ada di seberangnya.
Setelah melihatnya melaju pergi, barulah Bryan Gong masuk ke dalam mobil sportnya dan pergi.
Sella Ji mengemudi dengan perlahan, tapi saat tiba di sebuah jalan raya, ia melihat mobil sport Bryan Gong di depannya, rupanya ia juga tak mengemudi terlalu cepat.
Sella Ji dalam hati merasa pedih, semakin sering ia tak sengaja bertemu dengannya, semakin muram perasaannya.
Tiba-tiba mobil sport di depannya mendecit dan menambah kecepatan, melesat jauh hingga hilang dari pandangannya. Sella Ji bisa merasakan kejengkelan pengemudi mobil sport itu.
Ia tersenyum pahit, hubungan mereka sungguh canggung.
Malamnya, Jayce Ji pulang, para pelayan juga datang untuk menyiapkan makan malam. Jayce Ji membicarakan masalah perusahaan kepadanya, dan menyuruhnya datang ke kantor jika ada waktu senggang, agar lebih mengenal kondisi perusahaan. Dan ia juga memberinya beberapa kartu, agar ia bisa membeli apa yang ia inginkan.
__ADS_1
Sebagai seorang wanita, Sella Ji tak menyukai barang bermerek, tas, perhiasan, ataupun kosmetik. Jayce Ji berharap ia akan menjadi seseorang yang suka berbelanja, agar ia tidak semurung ini.
Sella Ji berjanji untuk mengunjungi perusahaan besok siang. Meskipun ia tak begitu pandai di sekolah, tapi ia akan bekerja keras di perusahaan dan banyak belajar dari kakak.
Pagi hari.
Saat Rico He membuka pintu mansion, Hero segera berlari keluar, di belakangnya, Rico He memanggilnya, biasanya saat ia memanggilnya, Hero pasti kembali.
Tapi kali ini Hero mengacuhkannya dan dalam sekejap ia menghilang.
Dengan panik ia segera mengejarnya, ia mengira Hero akan berlari ke arah rumah Bryan Gong, tapi terakhir kali ia melihatnya, Hero berbelok ke suatu sudut.
Rico He benar-benar tak tahu harus berbuat apa, ia memanggil-manggil nama Hero tapi Hero tak menghiraukannya.
Sambil mencari Hero, ia meraih ponselnya dan menelepon Bryan Gong.
“Tuan, Hero hilang, begitu aku membuka pintu tadi pagi, ia segera berlari keluar. Sekarang aku tak bisa menemukannya.” Kata Rico He dengan panik. Hero adalah peliharaan kesayangan tuannya, jika terjadi sesuatu padanya, tuan akan merasa sangat sedih.
Di ujung telepon, Bryan Gong terdiam sejenak, lalu berkata pada Rico He, “Paman He, pulanglah saja, aku tahu di mana ia berada. Aku saja yang mencarinya.”
Mendengar rasa yakin dalam nada bicaranya, Rico He menjadi lega, “Baiklah! Apakah tuan akan sarapan di rumah?”
“Tidak, aku sarapan di luar saja.” Setelah berkata, Bryan Gong segera menutup telepon.
Setelah Sella Ji bangun, saat pelayannya sedang menyiapkan sarapan di bawah dan ia sedang berlari di ruang fitness, tiba-tiba ia mendengar seekor anjing menggonggong di luar pagar. Gonggongannya sangat bersemangat, ia terkejut saat mendengarnya.
Ini pasti suara Hero, Sella Ji bergegas turun ke bawah, saat pelayannya mendengarnya, ia dengan cemas berkata, “Nona Ji, anjing siapakah itu di luar, jangan buka pagarnya, takutnya ia menggigitmu.”
__ADS_1
“Jangan khawatir, Bibi Liu, ia temanku.” Setelah mengatakannya, ia berseru ke luar pagar, “Hero, kaukah itu?”
“Auuu...” di luar pagar, Hero segera menjawab.
Sella Ji merasa agak cemas, jika Hero di sini, apakah Bryan Gong juga?
Dengan agak ragu ia membuka pagar, dan terkejut saat mendapati hanya ada Hero sendirian di luar pagar, ia melongokkan kepala dan menoleh ke kiri dan kanan, tapi tak tampak sosok Bryan Gong.
“Kenapa kau datang sendirian? Di mana pemilikmu?” Sella Ji berlutut dan menatapnya.
Hero segera menjilat kakinya, lalu berjalan ke arah pagar, seolah mengajaknya bermain.
Sella Ji sudah bisa menduga, Hero pasti diam-diam pergi ke rumahnya, maka setelah menutup pagar, ia bertanya pada Hero, “Apakah kau sudah makan? Aku tidak punya makanan anjing di sini, akan kulihat dulu apakah ada daging.”
Sella Ji memerintahkan Bibi Liu untuk memasakkan steak untuk sarapan Hero, dan saat ia makan, Hero yang sudah selesai makan duduk di lantai di sisinya dengan patuh.
Lalu Sella Ji membawanya ke taman untuk berjemur, ia duduk di ayunan sambil menatap Hero, memikirkan apakah Bryan Gong tahu ia diam-diam kabur? Akankah ia merasa khawatir? Apakah sebaiknya ia menelepon untuk memberitahunya bahwa Hero ada di rumahnya?
Saat ia sedang memikirkannya, terdengar suara bel dipencet dari luar, ia agak terkejut. Ia membawa Hero berjalan ke arah pagar, dan menyalakan video kamera pemantau di samping pagar. Ia melihat sesosok wajah tampan muncul di layar video, jika bukan Bryan Gong, siapa lagi?
Sella Ji merasa agak gugup, apakah ia datang mencari Hero? Sella Ji menatap Hero, lalu membukakan pagar.
Di luar, tampak Bryan Gong yang sedang mengenakan baju formal, rambutnya ditata rapi, dan di bawah cahaya matahari, wajahnya tampak sangat tampan, membuat orang lain terpesona.
“Kembalikan anjingku padaku.” Katanya dengan ketus, seolah ia sudah tahu bahwa Hero berada di rumahnya.
Sella Ji menoleh menatap Hero yang bersembunyi di belakangnya, “Hero, kau harus pulang.”
__ADS_1
Hero akhirnya berjalan ke sisi Bryan Gong lalu duduk, menatap Sella Ji dengan sedih. “Siapa yang menyuruhmu pergi sembarangan?” dengus Bryan Gong, lalu membuka pintu penumpang mobil sportnya, Hero segera melompat masuk, ia juga memasuki mobil, lalu tanpa menoleh menatap Sella Ji yang berdiri di depan pagar, ia segera pergi.