
Di dalam kamar Dolores juga diliputi oleh amarah yang membuat dadanya menjadi sesak, pikirannya membayangkan kejadian tasnya yang dijambret, dia berharap polisi dengan segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalahnya ini.
Sella terlihat menenang sejenak, meskipun dia tidak menyukai tindakan yang dilakukan ibunya pada malam ini tetapi ketika melihat dia menutup pintunya dan pada saat dia kembali, wajah itu terlihat lesu juga kebingungan pada akhirnya dia merasa tidak tenang kemudian membuka kamar ibunya.
Dolores terbaring di kasur sambil melihat dia, dengan segera dia bangkit untuk duduk dengan rasa bersalah melihat ke arahnya, “Sella, mama minta maaf.”
“Ma, apa yang dikatakan polisi?” Dengan mata yang merah Sella Xia melihat ke arahnya.
Mereka mengatakan bahwa akan segera menyelidiki kasus itu, tetapi aku sangat khawatir! Bukankah kedua pencuri itu tahu di dalam tas aku memiliki barang yang berharga, kalau tidak mengapa mereka mau mencuri tasku?” Dolores Xia terus berpikir, menganggap bahwa kedua orang pencuri itu memilki tujuan untuk mencuri tasnya.
Sella Xia tahu sifat ibunya itu sangat suka pamer, lalu dengan tidak bisa berkata apa-apa melihat kearah ibunya, “Ma, bukankah kamu keluar dengan membawa cincin berlian?”
Seketika Dolores mengingat, dengan ketakutan dia menepuk dadanya, “Aku mengeluarkannya pada saat berada di kafe.”
Setelah Sella Xia mendengarkan ini dia merasakan pasti pada saat itu adalah kondisi dimana orang lain memperhatikan hal ini.
“Sella, mama sungguh minta maaf.” Setelah Dolores selesai berkata dia menutupi wajahnya dan mulai menangis.
Hati Sella terasa tidak nyaman bagaimana pun merasa dongkol tetapi ketika melihat ibunya harus menanggung beban itu membuat dirinya juga tidak tega.
Dolores terus menangis hingga dia memegang dahinya, “Pusing...”
“Ma, kamu kenapa?” Sella Xa dengan segera memegangnya.
Akhir-akhir ini Dolores Xia merasa sangat tertekan, banyak tekanan yang menghampirinya, otaknya seperti tidak mampu menahannya kemudian dia merasakan sarafnya tegang dan merasa linglung.
“Ma, bagaimana kondisimu? Dimana rasa sakitnya?”
“Kepala…kepalaku sepertinya sakit…” Dolores tidak berpura-pura, dia sangat kesakitan.
“Ma, aku akan membawamu ke rumah sakit!” Sella Xia juga tahu dia tidak berpura-pura, seperti ada 2 jutaan tekanan yang menekan tubuhnya, bebannya terasa sangat besar.
Sakit itu membuat Dolores menjambak rambutnya, wajahnya seketika berubah menjadi kejam seakan terlihat seperti orang gila, Sella Xia dengan erat merangkul tangannya, “Ma, kamu jangan menjambaknya lagi, aku akan membawamu ke rumah sakit.”
Pada saat ini, Sella mendengar ponselnya berdering, dengan segera dia berpikir bahwa Bryan Gong akan datang, dengan segera keluar dari kamarnya itu dan pergi ke kamarnya sendiri untuk mengambil ponselnya, memang benar Bryan Gong meneleponnya.
__ADS_1
Dia dengan segera mengangkatnya, “Halo!”
“Aku di bawah, turunlah!” Suara Bryan Gong terdengar sangat jelas.
“Bryan, bisakah kamu ke sini, ibuku..ibuku sakit kepala, aku berencana membawanya ke rumah sakit.” Suara Sella Xia terlihat sangat cemas.
“Baiklah, sekarang aku naik.” Bryan menjawabnya dengan segera dan menutup ponselnya.
Sella sambil membuka pintu sambil memasuki kamar ibunya, melihat Dolores Xia yang sedang memegang kepalanya, terlihat sangat sakit.
Sella Xia memegangi dia, “Ma, kita pergi ke rumah sakit!”
“Sudah begitu malam, pergi dengan apa?” Dolores juga berpikir untuk pergi karena dia sangat merasa sangat sakit.
“Dia sudah datang.” Sella Xia berkata.
Dolores tidak bisa menahan sakit kepala, dengan herannya menatap putrinya, “Apakah pacarmu sudah datang?”
Sella Xia menganggukkan kepalanya, “Benar, dia sudah datang.”
Bahkan di kamar tuanya itu juga sulit untuk menyembunyikan nafas berwibawa serta penampilan pria tersebut, dan pria ini adalah pria tertampan yang pernah Dolores temui.
Dia terkejut dengan luar biasa, apakah ini pacar dari putriku?
Seorang yang kaya raya dan wajahnya yang tampan apakah berasal dari keluarga konglongmerat?
Bryan Gong memandangi wajah Sella Xia yang terlihat cemas dan dengan lembutnya berkata, “Bawalah mamamu ke mobilku, aku akan membawa kalian ke rumah sakit.”
“Baiklah! Sella Xia melirik ke arah ibunya, “Ma, bangun! Kita akan ke rumah sakit.”
Dolores Xia yang sambil merasakan kesakitan ini, dia menganggukan kepalanya,”Baiklah!”
Sella dan Dolores masuk ke mobil Bryan Gong, malam ini dia menggunakan mobil off-road, Sella memapah ibunya untuk duduk di kursi belakang.
Dengan aba-aba dari Sella , Dolores dengan cepatnya dibawa ke rumah sakit.
__ADS_1
Dolores diperiksa oleh dokter yang bekerja, Sella terus menemaninya di sampingnya, menjadi satu-satunya anak perempuannya, meskipun ibunya melakukan kesalahan apapun tetapi sebagai seorang anak tetaplah harus berbakti kepadanya.
Bryan Gong yang berada di samping, dia tidak merasa sedih melihat Dolores tetapi Sella Xia.
Setelah dokter memeriksa Dolores kemudian melihat kearahnya, “Akhir-akhir ini bukankah kamu memiliki tekanan batin yang terlalu besar.”
“Benar, tidak bisa tidur, tidak bisa makan.” Dolores Xia sambil berkata, sambil menepuk-nepuk kepalanya, “Sakit ini membuatku hampir gila.”
“Malam ini kamu tinggallah di rumah sakit terlebih dahulu, aku akan membukakan obat dan menyuntikkan obat penenang untukmu.”
Dolores dibawa ke kamar pasien dan baru saja disuntik, dia pun tertidur, Sella tetap menunggunya sampai terlelap barulah dia merasa sedikit tenang.
Bryan Gong tidak begitu berkata tetapi dia bisa merasakan tekanan Dolores sangat besar kemudian melirik ke alis Sella yang terlihat sangat tegang seolah-olah hatinya terasa sangat berat.
“Ikutlah denganku.” Bryan Gong berbisik ke arahnya.
Sella Xia terus mengkhawatirkan ibunya dan juga tidak terlalu peduli terhadap dia, pada saat ini hatinya merasa bersalah dan ikut keluar dari ruangan pasien.
Sella Xia baru saja keluar dari kamar pasien berada di depan pintu Bryan Gong menghalanginya ke dinding dengan dadanya, dengan tatapan yang menguncinya dengan erat, “Bukankah ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku.”
Sella mengedipkan matanya dengan paniknya memalingkan pandangan darinya, dengan tatapan yang berkaca-kaca sambil mengigit bibirnya dan menundukkan tatapannya, sungguh tidak tahu harus berkata apa.
Bryan Gong melihat dia tidak berkata apapun, dengan tatapan sedikit merasa marah, “Apakah kamu menganggap aku sebagai pacarmu? Apakah kamu berencana tidak mengatakan apapun kepadaku?”
Setelah mendengarkannya dengan paniknya Sella Xia menggelengkan kepalanya, “Tidak, aku tidak bermaksud menyembunyikan sesuatu dari dirimu.”
“Kalau begitu katakan padaku, apa yang terjadi pada ibumu?” Tatapan Bryan Gong menunjukkan keseriusan dan dirinya benar-benar tidak suka jika dia menyembunyikan sesuatu darinya.
“Dia... diluar sana dia berhutang judi sebanyak 2 miliyar...” Sella Xia memberanikan dirinya untuk berkata.
Bryan Gong sedikit terkejut, "2 miliyar? Sejak kapan dia berutang?”
“Baru... baru minggu yang lalu, dia dibawa seseorang ke sebuah kasino dan kemudian kalah sebanyak ² miliyar, beberapa orang mengancamnya jikalau dia tidak membayar utangnya, maka... maka dia akan dibunuh.” Setelah Sella selesai berkata, seketika matanya memerah.
Bryan Gong menatap ke arahnya yang sedang menangis, dia mengulurkan tangannya dan memegang bagian belakang kepalanya untuk menenangkannya, “Baiklah, uang ini, aku akan melunasinya.”
__ADS_1
Sella Xia membesarkan matanya, melihat ke arahnya dengan segera dia mengeleng-gelengkan kepalanya, “Tidak... tidak boleh, kamu tidak boleh melunasinya.” Bryan Xia menatap kearahnya dan menghela nafas ringan, “Walaupun aku tidak ingin membayar hutang mamamu, tetapi hatiku sakit ketika melihatmu, aku tidak ingin membiarkanmu merasa pusing karena ibu.”