Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
"---""


__ADS_3

 “Aku tekankan lagi, aku sekarang lajang, Sella Ji, kamu masih ada kesempatan untuk mengejar aku.” Badan Bryan Gong menyandar ke arahnya, dengan tatapan yang cerah sambil menatapnya.



  



  Jantung Sella Ji pun berdetak dengan kencang, hampir melompat dari dadanya, Ia sambil membawa kontrak tersebut, menekan dadanya tanpa sadar, saking panik sampai tidak tahu harus menjawab apa.



  



  Mengejarnya lagi? Dia mengejar Bryan Gong lagikah?



  



  “Itu…..aku traktir kamu makan di lain hari, kontrak ini aku ambil dulu, sampai berjumpa lagi Tuan Muda Gong.” Habis ngomong, Sella Ji benar-benar mengambil kontrak tersebut, Dia teringat Kakak Besarnya begitu kecewa, lagipula Bryan Gong juga tidak menginginkan proyek ini, lebih baik berikan kepada Kakak Besar.



  



  “Oke! Aku tunggu.” Terdengar suara Bryan Gong yang rendah.



  



  Sella Ji menutup pintu mobil, Dia berdiri di samping, ingin melihat Bryan Gong lewat jendela mobil, namun pria ini malah menutup jendela dengan begitu rapat, Dia pun tidak dapat melihat apa-apa, hanya melihat mobil sportnya, dengan lancar, di bawah sinar matahari Ia meninggalkan tempat seperti cahaya.



  



  Sella Ji sambil memeluk kontrak tersebut, tertegun selama beberapa saat, benaknya dipenuhi oleh ucapan Bryan Gong tadi, Dia lajang, wanita itu adalah adik perempuannya, belum ada wanita yang berada disisinya, Dia masih lajang…..



  



  Sella Ji seperti habis perang, berdiri di depan air mancur sambil terengah-rengah, kemudian Ia baru jalan menuju lobi kantor, ada beberapa karyawan yang menyapa dengan hormat, “Nona Besar….”



  



  Sella Ji tersenyum kepada mereka, lalu berjalan ke lift, langsung menuju ruangan Jayce Ji.



  



  Di dalam ruangan Jayce Ji, ada beberapa petinggi penting perusahaan sedang duduk di dalam, Sella Ji mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan, berkata kepada Jayce Ji, “Kakak Besar, ada sesuatu yang ingin aku beritahu kepadamu.”



  



  Kebetulan Jayce Ji juga baru menyelesaikan sebuah rapat kecil, dan petinggi penting tersebut pun pergi.



  



  Menutup pintu, Jayce Ji melihat Dia memeluk sebuah kantong yang seperti kontrak, lalu Ia bertanya, “Kamu sedang memeluk apa?”



  



  Sella Ji memberikan kontrak tersebut kepadanya, “Kak, ini adalah kontrak yang diantar Bryan Gong tadi, proyek yang Dia dapatkan ini Dia sudah tidak mau, dan Dia berikan kontrak ini kepada perusahaan kita.”



  



  Jayce Ji terkejut, lalu mengambil kontrak tersebut dan membukanya, benar-benar adalah kontrak dari tanah yang Ia inginkan itu, Dia melihat Sella Ji yang berdiri di depan, tiba-tiba seperti memahami sesuatu, lalu Ia tersenyum, “Dia benar-benar sudah berusaha keras!”



  



  “Kak, apa yang kamu bicarakan!” Sella Ji tidak paham. “Ternyata Dia tahu aku tertarik terhadap proyek ini namun tidak memiliki keyakinan yang cukup, jadi, Dia mengikuti perlelangan ini, ternyata, Dia berencana setelah Ia mendapatkan proyek ini, lalu memberikan proyek ini kepada kita, Sella, Dia sepertinya karena kamu baru melakukan hal seperti ini.” habis ngomong, Jayce Ji sambil melihatnya dengan tersenyum, “Sepertinya Dia masih memiliki perasaan terhadap kamu.”


__ADS_1


  



  Wajah Sella Ji langsung menjadi merah, ucapan di mobil tadi, suasana hati Dia dari tadi sampai sekarang belum bisa menjadi tenang kembali, sekarang Kakak Besarnya mengucapkan ucapan seperti demikian, Dia benar-benar tidak tahu harus bagaimana menenangkan diri.



  



  “Dia benar-benar sudah berniat sekali, carilah kesempatan, kita harus berterima kasih kepadanya dengan baik.” Habis ngomong, Jayce Ji menepuk-nepuk bahunya, “Sella, Kakak berharap kamu dapat menemukan kebahagiaan kamu sendiri.” Lalu, Ia keluar sambil membawa dokumen.



  



  Benak Sella Ji terlintas wajah Christy Lan, Ia juga tidak tahu 3 tahun yang lalu, apakah Dia sudah menghapus video Ibunya, paling bagus kalau Ia sudah menghapusnya, kalau tidak, Dia pasti akan menggunakan video tersebut untuk mengancamnya lagi!



  



  Terpikir hal ini, Dia pun merasa sakit kepala, juga merasa tidak berdaya.



  



  Namun, di lubuk hati Sella Ji muncul sebuah harapan, Dia memejamkan mata, muncul wajah Bryan Gong.



  



Semua hal yang dilakukan Christy Lan 3 tahun yang lalu, membuat Dia dan pria yang Ia cintai berpisah selama 3 tahun, juga membuatnya melewati semua kesusahan, masa setelah 3 tahun, Ia masih mau dikontrol oleh Christy Lan?



  



Tidak, ada teriakan di hatinya yang mengatakan tidak dengan keras, dan pada saat yang sama, Dia juga tidak ingin merusak reputasi Ibunya. Dia ingin mendapatkan kembali barang yang ada di tangan Christy Lan, dulu, Dia tidak mampu, namun sekarang, Dia akan berusaha untuk berjuang.



  Ada suatu hal lagi, yang muncul dari lubuk hatinya dengan perlahan-lahan, apakah selama 3 tahun ini, Bryan Gong tidak pernah punya pacar? Seperti dirinya, dalam 3 tahun ini, hatinya tidak pernah membiarkan pria manapun yang masuk ke dalam hatinya.



  




  



  Dia berutang kepada Bryan Gong, benaran, seumur hidup ini Ia tidak bisa membayarnya.



  



  Kembali ke dalam ruangan, Sella Ji terdiam selama beberapa detik, tiba-tiba Ia ingin mengajak Christy Lan untuk berbicara, memintanya untuk mengembalikan barang Ibunya.



  



  Ingin mendapatkan nomor Christy Lan, Ia tidak boleh langsung memintanya kepada Bryan Gong, kalau begitu, Dia mungkin hanya bisa dengan inisiatif langsung bertemu dengannya, atau, pergi ke perusahaannya untuk mencarinya.



  



Sekejap mata saja sudah tiba jam pulang kerja, karena kantor tiba-tiba mendapatkan proyek lagi, Jayce Ji pun menjadi sibuk lagi, Sella Ji ingin mentraktir Ia makan, Dia sudah memiliki janji dengan beberapa klien, di acara yang penuh dengan minuman keras ini, Jayce Ji tidak menginginkan Sella Ji hadir.



  



Jam makan malam Sella Ji pun menjadi kosong, Dia duduk di dalam ruangan, berpikir-pikir, Ia pun memberanikan diri, dan menelepon kepada Bryan Gong.



  



  “Halo!” Belum beberapa detik, di sebelah telepon tersebut langsung terdengar suara Bryan Gong yang rendah.



  

__ADS_1



  “Malam nanti kamu ada janji dengan klien kah? Aku ingin traktir kamu makan.” Sella Ji bertanya dengan malu-malu.



  



  “Tentu saja ada waktu.”



  



  “Baik, kalau begitu aku memesan tempat di restoran dulu, kamu jemput aku bisa tidak?”



  



  “Boleh.” Bryan Gong yang ada di sebelah telepon terdengar tidak keberatan.



  



  “Kalau begitu aku tunggu kamu ya.” Habis ngomong, Sella Ji buru-buru mematikan telepon, jantungnya berdetak dengan kencang lagi, perasaan ini, kenapa sama seperti dengan 3 tahun yang lalu, saat baru bersamanya? Jantung yang berdetak dengan kencang, wajah dan telinga yang merah, mengobrol satu kalimat lagi kepadanya saja seolah-olah seperti merenggut nyawanya.



  



  Mengapa ini? selama 3 tahun ini, Dia sudah terlatih untuk menjadi lebih berani, dan berbicara kepada orang asing, juga biasa-biasa saja, namun mengapa, jika di depan Bryan Gong, Dia tetap seperti anak gadis yang tidak tahu harus bersikap seperti apa?



  



  Di dalam ruangan petinggi Gong’s Corp, bibir Bryan Gong terlihat sekilas senyuman, Dia sudah lupa keberadaan Asistennya Robert Ye.



“CEO Gong, makan malam Anda bersama CEO Phil’s Corp, masih berlanjutkah?” Robert Ye bisa melihat, kalau Ia sudah berjanjian makan malam dengan orang lain.



  



  Bryan Gong berkata dengan senang, “Lain kali saja! Malam ini aku tidak ada waktu.”



  



  “Tapi, makan malam ini sangat penting, Anda yakin untuk menolaknya?” Robert Ye mengingatkannya.



  



  Bryan Gong termenung beberapa detik, lalu berkata kepada dirinya sendiri, “Tidak ada acara makan bersama yang lebih penting dibanding dengan makan malam aku di malam ini, aku sudah menunggunya selama 3 tahun, menunggu seorang wanita dengan inisiatif mengajak aku untuk makan bersama.”



  



  Robert Ye di samping tidak menahan diri untuk merasa tertegun dan kehabisan kata-kata, banyak wanita yang mengundang Anda, selain kamu setiap kali pasti menolaknya, Bryan Gong juga merasa sakit kepala terhadap wanita-wanita itu, memangnya kencannya masih kurang banyak?



  



  “Oh! Baik, kalau begitu aku akan menolaknya, tidak tahu Nona mana yang begitu bergengsi?” Robert Ye pun tidak bisa menahan rasa penasarannya dan bertanya.



  



  “Sella Ji dari Ji’s Corp.”



  



  “Oh! Nona Ji sore tadi ya! Dia sangat cantik.” Robert Ye harus mengakui kalau selera Tuan Muda Besar Gong memang bagus.



  

__ADS_1



Robert Ye adalah asisten yang direkrut kemudian, jadi tentu saja Dia tidak tahu bahwa Bryan Gong dan Sella Ji sebelumnya pernah berpacaran, kalau tidak, Dia juga tidak akan terkejut melihat Bryan Gong sekarang terlihat begitu semangat. Ujung bibir Bryan Gong terus terangkat, tiba-tiba terdiam lagi, Dia menghelakan nafas, lalu mengejek dirinya dengan berkata, “Aku segitu cepat sudah memaafkannya, benar-benar tidak adil.”


__ADS_2