Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Sella Xia Masih Mengkhawatirkan Dia


__ADS_3

Mobil sport Christy Lan melaju ke vila Bryan Gong, di tempat duduk samping pengemudi ia meletakkan sebuah gelang meteorit yang jarang ditemukan yang dibawa pulang oleh Kakak nya untuk Bryan kali ini, kemarin kakak sudah mengatakannya, namun karena dia terus sibuk bekerja, juga sudah lupa.



Christy tentu saja dengan senang hati membantu kakaknya untuk mengantarkannya, ditambah dengan untuk kakaknya, ditambah Christoper Lan juga mengetahui bahwa adiknya sangat berharap bisa memiliki kesempatan seperti ini, dia pun memberikan gelang itu padanya.



Teringat Sella sudah mengatakan putus dengan Bryan, saat ini, tentu saja Christy berharap, akan lebih baik jika cinta Bryan pada Sella lebih dalam sedikit, dengan begini terluka dengan hebat, barulah bisa muncul rasa benci yang hebat.



Christy baru saja tiba di depan pintu vila Bryan, pun melihat seorang pengawal sedang menutup pintu besi vila Bryan, sepertinya di dalam nya sudah tidak ada orang.



“Halo, aku adalah teman tuan muda mu, apakah dia berada di rumah?” Christy langsung melaju ke hadapan pengawal.



Pengawal melihatnya dengan seksama, “Dia tidak berada di rumah!”



“Aku bernama Christy Lan, kakakku Christoper Lan, saudara baik Bryan Gong, hari ini aku mengantar barang untuknya.” Christy melekukkan alis dan tersenyum.



Begitu mendengar Christoper Lan, pengawal pun sudah tahu, karena orang disisi Bryan, mereka sudah mengenalnya semua, dia pun tidak menghadang lagi.



“Tuan muda Gong baru saja diantar ke rumah sakit, dia demam tinggi.”



“Apa? Apakah dia sakit?” Mata Christy tersirat rasa khawatir, “Dia pergi ke rumah sakit mana?”



“Rumah sakit pribadi Keluarga Gong.”



Christy tentu saja tahu di mana tempatnya, karena rumah sakit pribadi juga boleh digunakan secara umum, seperti ketika ayah dan ibu sakit, maka diperbolehkan pergi ke rumah sakit pribadi level tinggi Keluarga Gong.



“Terima kasih.” Christy memutar kepala mobil, langsung bergegas melaju ke rumah sakit pribadi Keluarga Gong.



Bryan sakit, saat ini, disisi nya memerlukan seseorang untuk menjaganya, ayah ibu dan saudaranya tidak ada di sisinya, bukan kah ini adalah kesempatan baiknya? Dia harus menggugah Bryan untuk saat ini.



Untuk waktu yang sama, di sisi lain, pengawal Bryan mengendarai mobil melaju ke depan pintu rumah Sella, bersiap-siap untuk menjemputnya.


__ADS_1


Sella di rumah sedang merapikan bajunya, dan hal itu dilakukan dengan tidak cepat, hampir pukul 3 sore, di atas mejanya terlipat beberapa baju, mungkin dalam hatinya, dia benar-benar tidak ingin meninggalkan tempat ini.



Dolores juga dengan lesu duduk di atas sofa menonton televisi, namun dalam hatinya semakin cemas akan kehidupannya kelak, karena dia sudah berumur seperti ini, juga bukanlah usia untuk bekerja lagi, namun ialah usia untuk menikmati kebahagiaan.



Hari ini kebahagiaan usia tua yang ada di depan matanya, pun sudah menghilang, bisakah dia tidak bersedih hati?



Sella duduk di sisi kasur, tangan nya mengambil handphone dan membuka foto dia dan Bryan di gunung itu dulu, dalam foto itu, mereka tertawa dengan begitu ria, dan juga ada bayang tubuh Hero, Sella melihat dan melihat, matanya pun menjadi sembab.



Pun pada saat ini, hanphonenya tiba-tiba muncul sebuah panggilan dari nomor tak dikenal, Sella tertegun sesaat, tanpa berpikir panjang ia pun dengan sopan mengangkatnya, “Halo!”



“Halo! Dengan Nona Sella? Aku adalah pengawal tuan muda Bryan Gong, apakah anda berada di rumah?”



“Ada, kenapa?” Hati Sella pun tegang, pengawal Bryan kenapa menelepon mencarinya?



“Tuan muda kami pagi hari ini tiba-tiba demam tinggi, kondisinya sedikit kritis, perasaanya sedang tidak stabil, memerlukanmu untuk menjaga di sisinya.”



“Apa? Dia sakit? Parah tidak?” Nada bicara Sella, mengatakannya tanpa sadar,ialah rasa khawatirnya yang begitu besar.




“Baik! Aku segera turun.” Selesai Sella mengatakannya, ia dengan cepat mengambil handphone, mengambil tas dan bersiap-siap keluar rumah.



Namun ketika tangannya bersiap untuk memegang pembatas, dia pun membeku sesaat, barulah menyadari, sekarang dia tidak pantas untuk menjenguknya lagi bukan?



Dalam hati Sella saat ini sedang bergejolak hebat, seperti ada sebuah hambatan yang tak terlihat sedang menghentikannya untuk membuka pintu ini.



“Aku tidak peduli.” Tiba-tiba Sella berkata dengan suara rendah, lalu tetap saja ia membuk apintu utama dan berjalan keluar dengan langkah besar.



“Ibu, aku keluar sebentar, mugkin agak malam baru pulang.”



“Baik! Pergilah! Hati-hati di jalan.” Dolores dengan sedikit lelah menopang sisi wajahnya, matanya mengantar Sella keluar pintu.

__ADS_1



Kecepatan Sella turun kebawah, sangat lah cepat, hampir tidak menginjak dengan stabil, dan hampir terjatuh, dengan segera dia menopang pada pegangan tangga, barulah menyadari, setelah mendengar bahwa dia sakit, dirinya ternyata begitu cemas sampai seperti ini.



Dia sama sekali tidak mengelak, cinta nya terhadap Bryan dalam hati, semakin kuat, karean berbuat seperti ini padanya, di saat bersamaan jatuh cinta begitu dalam padanya, juga penuh dengan rasa bersalah dan gagal, dia tahu seuur hidup ini dia juga tidak mungkin mendapatkan maaf dari Bryan.



Sella berlari ke koridor, pun melihat sebuah mobil sedan berwarna merah berhenti disana, dia berjalan kesana membuka pintu mobil dan duduk di dalam, pengawal mengenali nya, setelah dia mengikat sabuk pengaman dengan baik, pun langsung melaju ke jalan kecil di samping.



“Bagaimana dengan nya? Parah tidak?”



“Temperaturnya sangat tinggi, segera diantar ke rumah sakit, Nona Xia pergi menjenguknya pun akan mengetahuinya.” Rico sudah memesan pada pengawal, hanya perlu mengantar Sella kesana, jangan membocorkannya terlalu banyak.



Karena Bryan hanya lah demam tinggi yang tiba-tiba datang, dengan kesehatan badannya, akan pulih dengan cepat, namun tujuan Bryan kali ini, ialah agar Sella khawatir padanya.



Dengan begitu, tentu saja harus mengatakannya penyakitnya sedikit lebih kritis, barulah bisa mendapatkan perhatian dan kasihan dari Sella.



Rico sungguh tidak tahu, tuan muda demi gadis ini, ternyata tidak ragu untuk menyakiti diri sendiir demi memenangkannya, benar-benar mempunyai perbedaan yang sangat besar, dengan tuan muda yang ia lihat dari kecil sampai dewasa.



Kelihatannya, cinta bisa membuat kepala seseorang terasa panas, pemikiran yang sederahana, logika menjadi kosong, sangat cocok.



Bryan sekarang ini, seperti seorang anak kecil, melakukan hal yang kekanak-kanakan. Di saat bersamaan Sella duduk di mobil pengawal melaju ke rumah sakit pribadi Keluarga Gong, mobil lain juga melaju ke rumah sakit, ialah Christy Lan, mobil nya tiba lebih cepat, ia membawa hadiah, selesai ia mendaftar di depan pintu rumah sakit ia pun langsung masuk ke dalam, dengan tuntunan suster, ia langsung bergegas ke kamar istirahat Bryan.



Hatinya sangat impulsif, dia juga membeli seikat bunga saat di perjalanan.



Selesai Bryan makan obat, dan setelah diinfus sebotol, ia pun berbaring istrirahat di atas kasur, namun, meskipun ia sedikit lelah dan ngantuk, ia juga tidak tertidur.



Namun terus meningkatkan semangat menunggu Sella, dia berpikir, dia didepan Sella, selalu kuat, jika dia sakit, akan kah Sella merasa sedih padanya?



Dan pada saat ini, dari luar terdengar suara ketukan pintu, Bryan saling bertatapan dengan Rico yang ada di atas sofa, Bryan tersenyum, “Paman He, dia sudah datang.”



Rico pun meletakkkan koran dan berdiri, ia membuka pintu, barulah menyadari yang berdiri di sana bukanlah Sella Xia, namun ialah Christy Lan .

__ADS_1



“Nona Lan, kenapa kamu?” Rico bertanya dengan terkejut. “Permisi apakah Kak Bryan beristirahat disiini? Aku kebetulan tahu dia sedang sakit, jadi datang untuk menjenguknya.” Christy sambil berbicara, sambil menggendong seikat bunga berjalan masuk, melihat diatas kasur putih, Bryan mengganti baju pasien berliris berwarna biru es, terlihat lebih tampan dibandingkan biasanya, dan terlebih ada aura lemas yang membuat seseorang bersedih hati.


__ADS_2