Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Kejutan


__ADS_3

Sella Xia berpura-pura lelah, “Ma, sudah ya, aku masuk kamar dulu.”



Selesai bicara, dia segera menutup pintu, tapi wajahnya masih saja panik. Tentang ini, dia sama sekali belum pernah terpikirkan, bagaimana kalau suatu hari Bryan Gong tidak menyukainya?



Sella Xia hanya memikirkan hal ini, tapi di hatinya sesak dan sakit. Dia duduk, memejamkan mata, tidak membiarkan dirinya berpikir yang tidak-tidak.



Menuju rumah.



Mobil Bryan Gong baru saja masuk, ia mendengar Hero bersemangat menyambutnya. Bryan Gong turun dari mobil, mendapati Rico He juga ada disana muncul dari lobby rumah.



“Paman He!”



“Aku bawa Hero, dia kangen.”kata Rico He sambil tertawa.



Malam ini suasana hati Bryan Gong sangat bagus, dia tertawa dan berkata pada Rico He, “Paman, aku sudah menyatakan cinta, dia mau jadi pacarku!”



Rico He mendengarnya, dia tahu siapa yang dimaksud, dengan sedikit terkejut bertanya, “Tuan, anda benar-benar menyukai nona Sella Xia?”



Sebenarnya Rico He benar-benar terkejut, bagaimanapun juga Bryan Gong memiliki latar belakang keluarga Gong, memiliki edukasi yang bergengsi, melebihi Sella Xia. Apa mereka berdua pantas bersanding?



Senyum simpul muncul di bibir Bryan Gong, dengan serius menjawab,“Iya, aku menyukainya.”



“Baru kali ini aku melihat tuan muda begitu serius menyukai seorang wanita, ini bagus, tapi tentang perasaan masih harus dikenal lebih lagi.”Rico He tentu tidak mau Tuan Muda Gong tersakiti.



Tapi perasaan, bisa dengan mudah menyakitinya, Bryan Gong masih sangat polos tentang perasaan. Walaupun dia memiliki kualitas yang baik, tapi dia sama sekali tidak punya pengalaman tentang ini.



Maka dia khawatir Bryan bisa terluka.



“Hari ini aku menyatakannya di dalam mobil, dia mengiyakan. Aku rasa pernyataan ini terasa sembarangan, besok aku ingin mencari tempat yang bagus, menghiasnya lalu menyatakan perasaanku sekali lagi.”kata Bryan Gon dengan senangnya sambil menyapa Hero, “Hero, ayo masuk.”



Pandangan Rico He tertuju padanya, dengan ringan menghela nafas, tidak tahu kenapa, dia hanya ingin tuan muda bahagia, tapi juga khawatir hatinya terluka.



Tapi, bagi pertumbuhan seorang laki-laki, pasti ada sosok wanita didalamnya. Tidak tahu apakah ada hasil yang baik antara sella Xia dengan tuan muda, tuan muda juga harus bertumbuh lebih dewasa lagi.


__ADS_1


Maka, Rico He membiarkan hal ini berjalan sealami mungkin, bersamaan dengan itu ia juga mengamati jalannya hubungan tuan muda dengan Sella Xia.



Pagi hari.



Bryan Gong dayang ke perusahaan, setelah rapat dengan satu departemen, dia memanggil asistennya Jeremi Wang.



Jeremi Wang melihat CEOnya yang masih muda, dalam hatinya masih ada keraguan, bagaimana pun juga dengan sifat yang bagaimana dia juga masih belum bisa menebaknya, sekarang ini dia sedikit gugup.



“Tuan muda Gong, anda mencari saya?”



“Jeremi Wang, bantu aku memesan sebuah restoran, didekorasi dengan romantis, aku ingin pakai malam ini.”perintah Bryan Gong.



Jeremi Wang sebagai lelaki, begitu mendengarnya dia tahu apa yang terjadi, dia tersenyum dan berkata, “Tuan muda Gong, apa anda ingin melamar nona?”



Bryan Gong sedikit tercengang, melamar? Dia menggeleng kepala, “Aku hanya ingin menyatakan perasaan.”



Jeremi Wang kaget, tidak berani bertanya lebih banyak, dia mengangguk, “Baiklah! Apa anda suka dengan taman di tengah restoran yang kemarin? Mau memesan restoran itu?”




“Baik, saya segera mengurusnya.”Jeremi Wang melaksanakan perintah.



Bryan Gong menunduk melihat jam tangannya, waktu menunjukkan siang pukul 11.30, kebetulan dia ingin pergi sebenar memilih hadiah untuk menyatakan perasaannya nanti malam.



Kali ini dia serius, juga berharap bisa menyatakan perasaannya dengan manis untuk Sella Xia.



Saat ini ponselnya berdering, dia mengangkatnya lalu tersenyum, “Halo, sudah merindukanku?”



“Kak, aku tentu merindukanmu! Siapa suruh menjadikanmu kakakku! Aku dan papa mama masih di laut, mungkin sekitar setengah tahun, kapan kau mencari kami?” tanya Beatrix Gong dengan suara renyahnya.



Bryan Gong tertawa, “Kau pikir pekerjaanku sedikit? Suruh mereka berlibur dengan tenang! Urusan perusahaan bair aku yang atur!”



“Baiklah! Aku sampaikan pada mereka, tapi, aku juga susah, setiap hari mereka bermesraan didepanku, menyedihkan!”keluh Beatrix Gong.



Bryan Gong langsung tertawa, “Siapa suruh kau ikut dengan mereka?”

__ADS_1



“Kak, kapan kau memberikan aku kakak ipar?”



“Sudah ketemu.”



“Benarkah? Kalian sedang berpacaran?”



“Sssttt, jangan beritahu papa mama dulu.”Bryan Gong sedikit khawatir, jika orang tuanya tahu tentang identitas Sella Xia, bagaimanapun juga sebagai satu-satunya anak lelaki di keluarga, mereka pasti mau mencarikan yang terbaik untuknya!



“Oo! Baiklah! Kak, kapan kau kenalkan iparku itu?”



Setelah ngobrl dengan adiknya, Bryan Gong pergi. Sebelumnya, dia menelepon Sella Xia terlebih dulu, dia masih bekerja. Bryan Gong belum memberitahukan rencananya untuk nanti malam, dia berharap saat dia tiba langsung bisa enjadi sebuah kejutan untuknya.



Dalam telepon, nada bicara mereka sudah sama manisnya seperti pasangan pada umumnya.



Saat Sella Xia menerima teleponnya, dia menjadi sangat senang saat bekerja, di hatinya penuh dengan penantian. Ada orang yang saat ini, yang bertemu tanpa penyesalan.


Bab 886 Bahaya Mendekat


Dolores Xia hanya bisa bersembunyi di rumah setiap hari, bahkan ia tidak berani pergi ke aula mahjong yang dekat dengan rumahnya, setiap hari ia hanya makan sekadarnya, sore hari ia pergi untuk membeli sayur, ia bertanya kepada Sella Xia apakah ia akan membawa Tuan Muda Gong untuk menemuinya.



Dolores Xia baru saja tiba di sebuah gang kecil dekat pasar sayur, dan ia mendengar suara yang menghentikannya dari belakang, “Saudari Xia, beli sayur ya!” Dolores Xia menoleh dan terlihat pucat, dia adalah manajer kasino, ia membawa dua lelaki kekar di sampingnya, sambil tertawa ia pun kemari, “Saudari Xia, batas waktu satu minggu akan segera tiba, kamu harus membayar hutang kasino kami sebesar empat milyar.



Akhir-akhir ini bisnis kasino kami sangat sulit, selalu mengumpulkan uang dari orang luar!”



Dolores Xia memelototi mereka, “Kasino kalian adalah penipuan, kalian pasti curang!”



“Saudari Xia, hati-hati kalau bicara!Kamu rela bertaruh dan kalah, kamu yang dengan sukarela datang ke kasino kami untuk berjudi, kami tidak menarikmu ataupun memaksamu bukan?”



Wajah Dolores Xia memerah, ia menggertakkan giginya, “Sekarang aku tidak punya uang.”



“Kamu tidak punya uang, itu bukan urusan kami, jika tidak punya uang maka pikirkanlah cara! Jangan menyulitkan kami, kami juga tidak ingin memakai kekerasan.” Manajer ini menunjukkan wajah galak.



Dolores Xia terkejut dan raut wajahnya langsung berubah, “Apa yang ingin kalian lakukan?”



“Saudari Xia bukan pertama kali berjudi kan, apakah kamu masih belum jelas dengan peraturan di sini?”

__ADS_1


__ADS_2