
Dias,
Aku tidak terlalu dekat dengannya, aku lebih dekat dengan Linda sahabatnya daripada dengan Dias. Dulu saat masih sekolah dia adalah sosok wanita yang pintar, baik kepada semua teman, termasuk baik kepadaku, berbeda denganku yang masih pilih pilih dalam berteman. Mungkin itu sebabnya dia sudah dekat dengan Rega sejak sekolah dulu,,sedangkan aku sama sekali tidak ingat Rega pernah sekolah di sekolah yang sama denganku,, hufttt..
Jika harus bersaing dengan Dias, aku tidak ada apa apanya dengan dia. Aku tidak sebanding dengan Dias yang cantik dan anggun, baik dan begitu sempurna menutupi auratnya. Aku jauh dari itu semua, bahkan Rega masih sering mengatakan kalau aku ini wanita yang sadis.. Linda pernah mengatakan kepadaku, kalau Dias sama sekali tidak pernah berpacaran, dan dia akan menjaga kehormatannya sampai menikah nanti. Sungguh wanita yang sempurna,, semua pria pasti suka dengan wanita sesempurna itu, termasuk Rega,, apalagi mereka sudah berteman sejak kecil. Sungguh kisah yang sempurna jika akhirnya mereka bersatu dalam ikatan pernikahan. Astaga,, apakah ini artinya aku harus merelakan Rega untuk Dias?
Memikirkan itu air mataku menetes tak terkendali, karena dalam kebencianku, sejujurnya aku masih mencintainya.
Aku harus bagaimana Bee..? apa aku harus berjuang sekali lagi mempertahankan hubungan ini?
Untuk menjawab pertanyaan itu, aku harus bertemu dengan Linda,, masih banyak yang tidak kumengerti, bagaimana bisa Dias bisa mengatakan cintanya kepada Rega didepan Galih yang seharusnya adalah calon suaminya.. dan juga aku ingin tau sejauh apa hubungan Rega dengan Dias.. setelah aku mendapatkan semua jawaban itu, semua akan menjadi jelas apakah hubungan ini bisa diperjuangkan atau harus diakhiri.
.
.
HARI BERIKUTNYA
...—POV TS—...
Didalam sebuah kamar mandi kecil disebuah flat yang juga kecil di sebuah rumah susun kumuh di pertengahan ibu kota agak kepinggir dikit,,, seorang pria sedang asyik mengabadikan tubuhnya yang kekar memalui pantulan cermin kedalam beberapa kali jeperetan foto untuk diposting di Instagram pribadi miliknya @james69
Dari hasil latihan keras siang dan malam bertahun tahun menjadi kuli bangunan akhirnya dia berhasil mendapatkan tubuh sekekar itu,, dengan wajah yang sangar, dia cukup ditakuti di lingkungan rusun.. bahkan dia sendiri bilang kalau dia adalah penguasa daerah sekitar komplek itu.. semua orang takut kepadanya, dengan percaya diri dia bilang kalau tidak ada satupun orang di dunia ini yang membuatnya takut…
Dok Dok Dok,, suara pintu kamar mandi digedor sangat keras…
“JAMAAAALLLLL.,. NGAPAIN SIH LU DARITADI DIDALEM,,, BELIIIN MAK CABE DUA REBU DIWARUNGG..”
“Iya Mak,,,,” Jawab Jamal dengan cepat mendengar suara emaknya,,,
Jamal membeli cabe di warung, dia kembali lagi masuk kedalam kamar mandi,, melepas kembali kaos kusamnya karena sekarang dia akan membuat instastory unyu sambil mengedipkan mata beberapa kali,,,
DOK DOK DOK DOK
“JAMAAAALLLLL,, ADA BANG BILLY….”
Mendengar siapa yang datang, Jamal langsung bergegas keluar kamar mandi dan menemui tamunya tersebut.. tamunya mengajak keluar Jamal dari Rusun ke sebuah rumah kosong tidak jauh dari rusun,, cukup jauh dari keramaian, tamunya sengaja mengajak Jamal kesitu karena mereka akan membicarakan tentang kejahatan.
“kenapa sih Mak lu selalu memanggil gua Bang Billy, dikira gw Artis..?” tanya KillBill
Mendengar pernyataan KillBill, Jamal langsung beranjak pergi begitu saja,,
“eh,,eh,,, mau kemana..?” tanya KillBill
“Mau tanya emak, kenapa emak selalu memanggil abang kayak gitu,, emang Abang Artis…?” balas jamal
KillBill langsung geleng geleng melihat kelakuan Jamal,,
“Nanti aja tanya nya,,, gw ada pekerjaan buat lu..” ucap KillBill nada serius
“Pekerjaan apa bang,,? Udah lama abang gak ngasih kerjaan ke gw,, siapa lagi ini yang harus gw gebukin,,?” tanya Jamal penasaran
“gua terpaksa ngajak elu,, populasi preman sudah menipis,, banyak preman yang pensiun jadi artis,,, ..kali ini bukan gebukin orang,,tapi memenggal kepala orang,,” ucap KillBill
“hah? Ogah ah bang,, seremm,, dikira sapi apa… kenapa gak ditembak langsung aja,,” tolak Jamal
“hadehh,, itu Cuma perumpamaan tolol…” imbuh KillBill
“Ohhh…oke,,oke,,, jadi bagaimana rencananya,,?” tanya Jamal
“Lu tau Danu Wicaksono kan..? dia memberikan pekerjaan ke gw, membunuh seorang wanita didepan kekasihnya,, lalu mengintimadasi pacarnya itu agar memberikan semua yang jadi milik Danu… gw juga gak tau apa yang dimiliki pria itu sampai membuat Danu ketakutan..
Ketakutan Danu membuat gw berpikir,, kenapa tidak kita gunain apa yang dimiliki pria itu untuk memeras kekayaan Danu…? Ya nggak..? kita bisa mendapatkan uang berlipat lipat dari orang kaya tolol itu,,,,” ucap KillBill
“woww… Abang memang pintar,,,” puji Jamal
__ADS_1
“hahaha, dalam dunia bisnis seperti ini, kita harus pintar pintar memutar otak,, kalo kata orang orang jaman sekarang,, thinking out of the box..” ucap KillBill
“Apa itu artinya Bang..?” tanya Jamal
“Gw juga kagak tau… hahahaha…” balas KillBill
“hahahaha,,,,”
“jadi begini rencananya,, gw akan mengumpulkan yang lain,,, lalu kita culik wanita itu, kita ancam pacarnya agar memberikan apa yang menjadi milik Danu kepada Kita,, setelah kita mendapatkannya,, kita bunuh mereka semua,, lalu kita gunakan apapun itu untuk memeras Danu…” ucap KillBill
“Cantik gak bang ceweknya,,?” tanya Jamal
“Gak tau, katanya sih cantik,,, kenapa..?” tanya KillBill balik
“gw jadiin istri aja deh bang yah,, kesel gw sama ibu ibu tetangga apartemen, nanyain kapan nikah mulu…” balas Jamal
“,ya gak bisa lah,, mereka itu saksi,, mau lu dipenjara..?” sanggah KillBill
“ohh gitu yah,, kagak jadi deh,,, “ balas Jamal
“tapi lu boleh mencicipi tubuhnya kalo lu mau,,,” ucap KillBill
“serius bang..? akhirnya setelah sekian lama bisa bercinta juga,,, jadi deg degan gini,,,” balas Jamal
“Hadeehh, terserah lu dah,,, nih gw pinjemi pistol ,, lu bisa ngegunainnya gakk..?” tanya KillBill
“bisa bang,, tenang aja, gw paling jago kalo disuruh menembak, gw kan lagi main FF,,, “ balas Jamal
“apaan itu..? aahh terserah lu deh,, sementara segini dulu uang yg gua kasih,, ntar setelah semua lancar,, lu bakalan gw kasih uang yang sangat banyak… hahahaha..” ucap KillBill
“alhamdulillah,, makasih bang,, cukup buat emak naik haji gak bang,,,? Emak ngomel mulu tuh pengen naik haji,,,” tanya Jamal
“Bisa,, tenang aja,, emak lu bisa naik haji 10 kali… hahaha..” ucap KillBill
.
.
HARI BERIKUTNYA
Aku sedikit ragu untuk menekan tombol bel yang menempel di pintu kamar yang ada dihadapanku sekarang ini. Aku takut kalau Rega ada didalam kamar ini. Saat aku masih ragu untuk menekan tombol bel pintu, tiba tiba saja pintu kamar terbuka sendiri dari dalam, lebih tepatnya ada seseorang yang membukanya dari dalam,,
Dia sedikit terkejut melihatku berdiam diri didepan pintu,, tak lama kemudian,,
“kaaakk….” Teriaknya memanggil seseorang didalam kamar.. tak lama orang yang dia panggil menuju pintu dan dia melihat kedatanganku,..
“Meta….?”
Sekarang ini aku sedang berada disebuah hotel tempat Resty dan adiknya menginap untuk sementara, dan yang membuka pintu tadi adalah Ressa, adiknya Resty….,
Resty langsung memelukku lalu mengajakku duduk diatas tempat tidurnya,
“Dekk!!”
Resty memberi isyarat kepada Ressa yang masih melihat kedatanganku,,,
“Uhm, oke,, aku di kolam renang kalau kamu mencariku..” ucap Ressa, lalu dia meninggalkan kamar,,,
“Metaa,, kamu tidak kelihatan begitu baik,, Kamu habis menangis..?” tanya Resty padaku,
bagaimana dia bisa tau kalau selama perjalanan menuju kesini aku menangis,, apa kelihatan dari wajahku? Aku sama sekali tidak memperhatikan penampilanku sejak keluar dari kantornya Linda.. ya,, aku baru saja menemui Linda di kantornya dan langsung menuju kesini.
“aku berhutang maaf kepadamu Ress…” ucapku kepadanya..
“gpp Meta,, kamu tidak perlu merasa bersalah tentang apa yang terjadi diantara kita, dan sejujurnya,, dia lebih mencintaimu,, aku tidak masalah dengan itu,,,” ucap Resty
__ADS_1
Mendengar ucapannya, air mataku kembali menetes,,, setelah mendengar semua penjelasan Linda tentang hubungan Rega dengan Dias,, aku ragu jika selama ini Rega mencintaiku… aku bisa menahan air mataku saat mendengar cerita Linda,, tapi setelah keluar dari kantornya Linda,, aku tidak kuat lagi membendungnya,,, semuanya sudah jelas… Rega dan Dias dekat setelah acara Reuni itu, mereka sering bertemu dan menurut Linda mereka saling mencintai hingga akhirnya mereka terpaksa berpisah karena Rega tau kalau Dias dijodohkan dengan Galih. Linda juga keceplosan menceritakan tentang Dias yang marah kepadanya dan Rega saat Dias memergoki mereka sedang bercinta dikamar kosnya,,, kenapa Rega merahasiakan semua itu kepadaku..? aku jadi merasa seperti wanita bodoh.
“Meta kamu kenapa..? kamu tidak kesini hanya untuk meminta maaf kepadaku kan,,?” Resty khawatir melihatku menangis, dia langsung memelukku lagi, mencoba untuk menenangkanku.
“aku berpikir dia tidak benar benar mencintaiku Ress,” ucapku dipelukannya.. lalu dia melepaskan pelukannya,,
“Astaga apa maksudmu? Seberapa buruk yg telah dia lakukan?” tanya Resty
“aku merasa sejak awal bersamaku dia masih mengharapkan wanita lain,,”
“apa alasanmu mengatakan itu semua? Aku yakin Rega bukan pria seperti itu,, dia sangat mencintaimu Meta,, dan aku tau itu…” ucap Resty
“jika dia memang mencintaiku, kenapa dia selalu merahasiakan segala sesuatu kepadaku.. seolah selama ini aku mencintai sebuah tanda tanya besar,,,”
“Meta..semua orang mempunyai rahasia…mungkin dia menutupinya darimu karena memang dia tidak ingin kamu tau…” ucap Resty
“tidak untuk yang satu ini Ress,, “
“Apa yang dia sembunyikan darimu,,,?” tanya Resty
“ada seorang wanita,, namanya Dias,, dia temanku dan temannya Rega saat SMP… kami bertiga dan satu teman yang lain bertemu saat Reuni,, ternyata Rega dan Dias saling mencintai sejak bertemu di acara Reuni itu,,”
“Dias..? astaga aku baru ingat,, sebelum Rega dekat denganku dia bercerita kalau mencintai seorang wanita bernama Dias…” ucap Resty sedikit terkejut,,,
“lihat kan..? dia cerita kepadamu soal Dias,, kenapa dia merahasiakannya kepadaku,,? Jika sejak awal dia bercerita tentang Dias,, aku tidak akan memaksakan cintaku kepadanya, dan aku tidak perlu bertengkar denganmu,, dan kamu harus tau, beberapa hari yang lalu didepan kedua mataku, Dias meminta Rega untuk menikah dengannya…”
“ya ampun Meta,,, sorry, aku harus mendengar itu semua…” ucap Resty
“aku tidak mengerti sama sekali dengan dia,, seminggu yang lalu dia seakan membawaku terbang melayang tinggi dengan mengatakan kepadaku tentang bagaimana perasaannya kepadaku… tapi kemudian dia menjatuhkanku kedalam jurang yang sangat dalam dan gelap,,
Aku pikir segala sesuatunya akan membaik Ress, dia semakin dekat kepadaku, perhatiannya semakin bisa kurasakan, aku sempat merasakan cintanya semakin dalam kepadaku,, ketika dia memelukku, kupejamkan mataku,, terasa sangat nyaman,, dan aku tau dia mencintaiku,,, tapi kenapa dia membuatku jadi seperti ini? jika dia benar benar mencintaiku, kenapa dia terus terusan membuat air mataku jatuh..?
Aku akhirnya menyadari, kalau selama ini dia tidak pernah menganggapku sebagai rumah tempat dia kembali,, dia hanya menganggapku sebagai halte tempat persinggahan sementara hatinya, hingga dia bisa datang dan pergi sesuka hatinya,, aku yakin dia mencintaiku sambil berharap bisa kembali bersama dengan Dias.. aku juga yakin dia melakukan hal yang sama denganmu,,, atau lebih parahnya lagi selama ini dia dekat dengan kita seperti dia sedang menonton film yang hanya dia nikmati sebaik mungkin isinya lalu dia tinggalkan saat muncul tulisan ‘the end’, kemudian berganti menikmati film yang lain… “
“astaga Meta,, aku tau kamu sedang marah kepadanya,, tapi aku tidak yakin Rega sejahat itu,,,” sanggah Resty
“ya, mungkin aku sedikit berlebihan tentang itu,,,”
“Apa yang akan kamu lakukan sekarang?” Tanya Resty padaku..
“sepanjang perjalan kesini aku sudah merenungkan semua, aku tidak punya pilihan lain,, aku harus mengakhiri hubungan ini,,, aku sudah lelah dengan dia..”
“sudahkah kamu mencoba membicarakannya dengan Rega? Kamu harus memberikan kesempatan kepadanya untuk menjelaskan semuanya, Belum tentu semua yang kamu katakan tadi benar,,, Aku tau kamu masih mencintainya,,,” ucap Resty
“itulah kenapa aku harus mengakhir ini semua Ress, karena seberapa besarnya dia menyakitiku dan betapa besar aku membencinya,, aku tetap tidak bisa berhenti mencintainya..
aku mengalah, aku akan merelakan Rega untuk Dias,,, mereka saling mencintai,, aku sadar diri kalau aku tidak akan pernah menjadi wanita sempurna untuknya,, tidak seperti Dias.”
“Astaga Meta,, aku tidak merelakan Rega untukmu hanya untuk kau serahkan kepada wanita lain,, dan yang paling penting, kamu harus tau kalau tidak ada yang namanya wanita sempurna,, kamu wanita yang baik, cantik, dan Rega mencintaimu,,,, please bertahanlah, setidaknya biarkan Rega menjelaskan semuanya terlebih dahulu,,” ucap Resty
Aku rasa Rega sudah menjelaskan semuanya saat dia memeluk Dias dihadapanku…
.
.
Hari masih sore saat aku masih berada diparkiran hotel tempat Resty menginap, meskipun Resty berusaha menyuruhku untuk bertahan tapi keputusanku sudah bulat.. tinggal satu lagi yang harus kulakukan, setelah itu aku akan terbebas dari situasi ini.
Kuambil handphoneku kucari nama Dias disana,,
Aku “halo,, Hei Dee,,,” panggilan teleponku langsung tersambung ke handphonenya Dias. Aku berusaha menyembunyikan perasaanku,,,
Aku : “nanti malam kamu ada waktu,,,,?”
Aku : “ahh,, tidak,,cuman ada yang ingin aku bicarakan denganmu,, “
__ADS_1
Aku : “ohyah,,? Oke aku tunggu di taman yah,,, bye…”
Aku sudah mengatur pertemuan dengan Dias, dan dia bisa menemuiku malam ini di taman,, aku harus bisa melakukannya.