
Astaga Dee..? Aku syok melihat Dias,,, kulihat Dias berhenti meronta,, dia hanya diam dengan wajah yang pucat dengan air mata yang semakin deras mengalir di wajahnya,, tubuhnya terlihat kaku dengan tatapan yang kosong.. dia terlihat pasrah karena usahanya menghentikan orang itu sia sia… Seorang pria brengsek sudah siap menyatukan diri dengannya, akan menodai kesuciannya, sesuatu yang mungkin tidak pernah terbayangkan dalam hidupnya kalau kesuciannya akan direnggut oleh orang asing dengan cara kotor dan hina seperti itu,, aku bisa merasakan betapa hancurnya jiwa Dias sekarang ini,,
Aku tidak sanggup melihatnya,, kupejamkan mataku namun tidak bisa menahan air mata yang mengalir membasahi pipiku..
maafkan aku Dee,,
maafkan aku,,,,,
.
.
BBBBBBBRRRRRAAAAAAAAAKKKKKKKK….
Terdengar suara benturan yang sangat keras dari arah… entah dari mana asal suara itu, tapi terdengar begitu keras.. Orang yang akan memperkosa Dias juga terlihat kebingungan setelah mendengar suara itu, beberapa detik kemudian terdengar seperti suara kaca besar yang pecah berkeping keping diiringi suara deru mesin mobil. Orang yang masih mencengkram Dias terlihat panik mendengar semua keributan itu, dia membatalkan apa yang akan dia lakukan kepada Dias kemudian dia bergegas berdiri memakai celana nya lalu keluar dari ruangan dengan tergesa gesa….
“Kamu gpp Dee,,,?” tanyaku pada Dias
Dias menangis menggelengkan kepalanya kearahku,,,,,Untuk sementara ini, Dias selamat dari pemerkosaan,,, beberapa detik kemudian terdengar suara gaduh dari luar ruangan, seperti teriakan beberapa orang.
Apa yang terjadi diluar sana ?
.
.
2 JAM SEBELUMNYA
22 Jam Setelah Meta dan Dias Diculik
...—POV REGA—...
“Rega,,kamu harus tau,, tempat itu berbahaya, kamu tidak akan kesana kan,,?” ucap Angel sambil memohon
“Apa maksudmu,,? Aku harus menyelamatkan mereka,,” ucapku pada Angel melalui sambungan telepon,, dia memberikan kabar kalau sudah mengetahui dimana lokasi Meta dan Dias disekap.
“kumohon Rega,,, Berjanjilah kepadaku kalau kamu tidak akan kesana,,,plisss..” Angel masih terasa berat memberitahuku lokasinya karena tadi dia bilang tempat itu terlalu berbahaya untukku..
“Ohh Shit…. Angel cepat beritahu lokasinya,, sudah tidak ada waktu lagi,,,” bentakku kepadanya, lalu sambungan telepon terputus…
Semua yang berada didalam kamar hotel mendengar percakapanku dengan Angel. Rein, Resty dan Ressa menatapku…
“bagaimana…?” tanya Rein.. Tak beberapa lama ada pesan masuk dari Angel, dia mengirimkan lokasinya.
“aku mendapatkan lokasinya…” ucapku.. semua orang tampak sedkit lega.
Tak berselang lama tiba tiba gagang pintu kamar Hotel bergerak dengan kuat, seperti ada yang ingin membuka kamar dari luar secara paksa, kami semua sampai kaget dibuatnya. Untungnya pintu kamar terkunci, sehingga siapapun tidak bisa langsung masuk kedalam kamar,.. tapi siapa orang itu..?
Suasana menjadi tegang didalam kamar Hotel, Resty dengan cepat menarik adiknya menjauhi pintu kemudian mendekatiku yang sedang berdiri dekat tempat tidur,,, Rein memberi isyarat untuk tidak bersuara… kemudian dia berjalan perlahan mendekati pintu,,dia melihat siapa yang sangat ingin masuk kedalam kamar ini melalui lobang intip pintu yang biasa ada disetiap pintu kamar hotel atau apartemen..
“ohhh Shittt…” Rein mengumpat lalu dengan santai dia membuka pintu,, dan orang yang tadi ingin memaksa masuk ternyata adalah Adit.
“Adiiitt…?”
“hmm? Kenapa kalian terlihat begitu tegang…?” ucap Adit serasa tanpa dosa,,,
“Kamu tidak lihat ada tombol bel didepan pintu,, hahh?,…” Rein langsung ngomel² memarahi Adit…
“Sorrry,,sorry,,, sudah terbiasa kesini langsung masuk…lagipula, tumben banget dikunci,, , apa yang terjadi? maaf aku terlambat ,, tadi pagi Rega bilang keadaannya darurat dan menyuruhku segera kesini, , tapi aku tidak bisa datang pagi tadi karena masih di Singapore,,,, ” jelas Adit
“Enggak Dit,, kamu tepat waktu,,,, btw,ngapain kamu sering kesini,,?” tanyaku heran,,
“aaa,,anu….itu,,ehmm..” Adit gelagapan menjawab pertanyaanku,,
__ADS_1
“ngapain lagi kalo gak ngapelin seseorang,, Kalau Adit kesini, pasti aku disuruh keluar, ke restoran lah, kolam renang lah,,, balik² pintu kamar terkunci dari dalam,,, dan aku sering dengar,,,… emphhh,,emphhhh,,” Resty membungkam mulut Adiknya dengan tangannya,,,,
Heahhh..?
“jangan didengerin,,!! kita harus menyelamatkan Meta kan Ga,,,?” ucap Resty,, mukanya memerah,,, begitu juga dengan Adit… aku berjalan mendekati Adit…
“Dit,,tidak ada waktu untuk menjelaskannya,,, tolong sekarang juga kamu bawa Ressa dan kakaknya pergi dari sini sejauh mungkin yang kamu bisa,,, dan tolong kamu jaga mereka sekuat tenaga… kamu bisa melakukannya..?” ucapku pada Aditt.. dia tampak kebingungan,,,
“ii,,ii,,yaa bisaa…” balas Adit
“Loh,,loh,, tunggu dulu,, apa ini maksudnya,,,? Aku ingin membantu, aku tidak akan lari,,” ucap Resty setelah mendengar perintahku kepada Adit,, Dia mendekatiku,,
“Ress,,,,, benar yang dikatakan Rega,,, “ ucap Rein menyetujui maksudku,,
“Terlalu beresiko,,, Takutnya kamu dan Ressa juga diincar sama mereka,, atau malah mereka sudah berada didekat sini sedang menunggu kita lengah untuk bisa menangkapmu,,, dan jika kamu ikut tertangkap,, semua yang kita lakukan selama ini untuk menjauhkanmu dari orang itu akan sia sia…” lanjut Rein meyakinkan Resty..
“Tapi Rein,,,,” Resty masih terlihat tidak setuju dengan rencanaku,, dia masih ingin membantu, karena dia masih merasa bersalah atas apa yang terjadi pada Meta.
“sudahlah kak,, tidak ada yang akan bisa kita lakukan,, jika kita ikut mereka, kita hanya akan merepotkan Rega dan kak Manda,, aku yakin kak Manda akan menghajar orang-orang itu.. ” ucap Ressa ikut meyakinkan kakaknya, disambut senyum oleh Rein…
“Aku tidak ingin membahayakan orang lain lagi Ress,,,” ucapku pada Resty,, dia langsung memelukku sambil terisak,,,
“berjanjilah kamu akan menyelamatkan Meta…” ucap Resty dipelukanku…
“jangan khawatir, aku akan menyelamatkan dan membawa Meta kembali bersama kita…” ucapku kepadanya sambil mengusap punggungnya.
.
.
Semua sudah siap, Resty dan Ressa dikawal Adit akan pergi dari sini,, entah kemana Adit akan membawa mereka. Dia berjanji akan selalu memberikan kabar kepadaku,,, Resty dan Ressa memakai topi dan kacamata sebagai penyamaran untuk meninggalkan hotel ini, seperti tadi yang dibilang Rein… siapa tau ada orang orang jahat disekitar Hotel yang sedang mengincar Resty dan Ressa.
“kalau cuman disuruh kabur,, gausah pake dikawal Adit juga kami bisa sendiri… malah kesenengan tuh dia deket Resty teruss..” celoteh Ressa sebelum meninggalkan kamar hotel.
“ahh,,, berisik lu,,,, ayo berangkat,,,,” ucap Adit
“tinggal kita berdua,,, “ Ucap Rein mendekatiku…
“ya… berdua melawan segerombolan orang jahat..”
“kamu takut…?” tanya Rein sambil kedua tangannya memegang pundakku…
Aku mengangguk,,
”bagaimana tidak takut,,kita akan mendatangi sarang orang² jahat, apalagi tadi Angel bilang kalau tempat itu berbahaya untuk kita.. meskipun sudah mendapatkan lokasinya, bagiku semuanya masih terasa gelap, aku tidak tau apa yang akan menanti kita disana, apa yang akan terjadi,, apakah Meta dan Dias masih baik baik saja..? pikiran pikiran jelek terus terusan berputar putar dikepalaku. Membuatku semakin gelisah..”
“wajar kalau kamu merasa seperti itu,,,tapi jangan khawatir, selama yang kita hadapi itu bukan setan,, aku akan menjagamu dan menghajar mereka semua…” ucap Rein penuh semangat,,,
Rein, mendekatkan wajahnya kewajahku,, lalu dia mencium bibirku,, aku tidak mengira kalau dia akan menciumku,,, kusambut dan kubalas ciuman bibirnya yang basah.. kami berpagutan bibir beberapa detik,, tak lama, ciuman kami terlepas,,,kemudian dia tersenyum menatapku,,,
“siapa tau itu tadi ciuman terakhir kita…” ucap Rein sambil membelai wajahku …
Astaga,,,
“Jangan bicara seperti itu,,,” ucapku kesal,
“kita juga harus memikirkan skenario terburuk kan Dek? Dan kita harus siap dengan segala resiko yang akan terjadi…” ucap Rein,,, kali ini kulihat mata Rein sangat sayu,,,, entah kenapa aku merasa sore ini dia terlihat begitu cantik.
“Tidak ada yang akan terjadi, kita semua akan kembali dengan selamat,,,”
aku gak mau terjadi apa apa pada Rein,, meskipun aku tidak yakin dengan diriku sendiri, aku akan berusaha menjaga kakakku ini,,, aku gak mau kehilangan dia, atau Dias, atau Meta…. Pokoknya setelah malam ini,, semuanya akan kembali normal,, ya,,, harus,,,
Kudekap tubuh Rein, kali ini sangat erat… lalu kukecup keningnya..
__ADS_1
“untuk keberuntungan,,,” ucapku… dia tersenyum mendengar ucapanku,,,
“yap, semoga ciumanmu membawa keberuntungan untuk kita.. atau kamu mau memberiku keberuntungan yang lain..? ” ucap Rein nakal sambil melihat ranjang,,, gilak, sempet sempetnya…
“Reinnnn…..”
“haha bercanda,,, ayo berangkat,,bersama sama kita pasti akan membawa Meta dan Dias pulang…” ucap Rein
Aku mengangguk,,
Sebentar lagi,, bertahanlah Bee,,, Dee…. sebentar lagi kami akan datang,,
Beberapa saat kemudian kami pun berangkat menuju lokasi yang telah ditunjukkan Angel. Dan karena mobilku dirusak mereka,, kami berangkat kesana naik motorku yang semalam dibawa Rein kesini..
“Dek,, aku berharap ini tidak terjadi, TAPI, jika nanti disana terjadi suatu keadaan yang mengharuskan kamu memlih antara Dias atau Meta… aku harap kamu bisa jujur dengan hatimu,,,jangan sampai menyesal,,” ucap Rein dari belakang, Aku terkejut dengan apa yang dikatakan Rein barusan, apa maksudnya?
Siapa yang harus kupilih? ,,, kenapa Rein malah membebaniku dengan pikiran seperti itu.,, sial,, jika memang terjadi, aku memilih keduanya untuk bisa selamat,,, Sudah cukup aku melihat orang orang yang kusayangi dibawa pergi, kali ini aku tidak akan diam saja,, , atau kalau memang diperlukan, aku yang akan mengorbankan diriku sendiri demi mereka berdua, atau demi Rein.
Dengan kecepatan tinggi motorku melaju dijalanan kota, meliuk liuk ditengah kemacetan dan overtaking beberapa pembalap lain, ehhm maksudku pengendara lain. Hehe.. Rein memeluk tubuhku sangat erat dari belakang. Kalau di film-film sih seharusnya inilah saatnya terdengar musik up beat di background sebagai pemanis adegan agar penonton bisa merasakan atmosfer-nya,, hiihihi.
.
.
Baru beberapa menit berjalan, disebuah jalanan yang sepi motor kami dihadang sebuah mobil sedan ditengah jalan dengan lampunya yang begitu menyilaukan mata, menyorot kearah kami., kuhentikann motorku,,, lalu ada seseorang yang keluar dari mobil itu.
Mengetahui siapa yang keluar dari dalam mobil, Rein bergegas turun dari motor dan menghampiri orang itu. Rein menarik baju orang itu dan membantingnya ke kap mobil…
“masih berani kamu menunjukkan wajahmu didepan kami,,? Hahh?” ucap Rein
Shittt,, aku tau Rein akan bereaksi seperti itu saat bertemu dengan Galih,, aku langsung menghampirinya dan menarik tubuhnya, sebelum dia bertindak lebih jauh.
“Aku yang menyuruhnya membantu kita Rein,,, kita tidak akan bisa menghadapi mereka sendirian,,,” ucapku menenangkan kakakku. Rein terlihat heran dengan pernyataanku.
“Tadi siang saat menunggu kabar dari Angel, tanpa sepengetahuanmu dan yang lain diam diam aku menghubunginya,, sebenarnya cukup berat bagiku meminta bantuan padanya, bagaimanapun juga dia yang telah membuat Alexa pergi,, tapi untuk menyelamatkan Meta dan Dias, kutinggalkan semua dendamku, egoku,, apalalagi sejak tau kalau polisi tidak akan membantu, kurasa kita perlu mencari bantuan lain….” Jelasku pada Rein
Dan Galih pasti bisa dan mau membantu kami, terlepas dia memang beneran berubah atau tidak,, aku tau dia peduli dengan Dias.
“Aku tidak melakukan ini karena kalian… Tanpa kalian minta,, aku tetap akan pergi menolong Dias….” ucap Galih, masih dibawah cengkraman Rein.. kemudian Rein melepaskannya,,
Dengar Kan,,? Dia mempedulikan Dias… Meskipun Dias sudah bercerita kalau Galih tidak memaksa menikah dengannya, tapi aku yakin Siapapun orangnya, pasti akan baper jika terlalu lama dekat dengan Dias, termasuk Galih. Selain wajahnya yang cantik, Dias selalu murah senyum dan ceria, ramah kepada siapapun dan penuh perhatian. Terbukti malam itu di café saat aku berkelahi dengan Galih,, terlihat sekali perhatian Dias kepada Galih saat tangannya terluka. Dias adalah tipe wanita yang mudah untuk disukai, tidak menutup kemungkinan Galih suka sama Dias.
Tapi Rein masih kelihatan tidak terima dengan keputusanku mengajak Galih,, dia menatap Galih dengan serius..
“Bisa kita berangkat sekarang..? ada dua wanita yang harus segera kita selamatkan,,,,”
“kamu harusnya memberitahuku,,,” ucap Rein dengan wajah yang jutek banget saat dia berjalan melewatiku menuju motor. Siall,, dia masih marah…
“tunggu,, ada yang ingin kukatakan kepada kalian,,, “ cegah Galih… aku dan Rein reflek membalikkan badan lagi menghadap Galih.
“jika memang ini semua perbuatan Danu Wicaksono pengusaha itu,, aku ingin kalian tau kalau dulu aku menawarkan Ressa kepada orang itu,,” ucap Galih
Hahh?… Aku syok mendengar pengakuan Galih, jadi Dulu yang akan membeli perawannya Ressa itu Danu? Dan Galih sudah mengenal orang itu sejak dulu…? Pengakuan Galih seketika membuka kembali luka lama dalam diriku dan Rein,,
“ketika Ressa tidak jadi datang, Danu marah, merasa kupermainkan karena dia sudah mengeluarkan uang, itu sebabnya saat itu sepulang sekolah aku memaksa membawa Ressa ke orang itu, karena dia mengancam hidupku jika aku tidak membawa Ressa kepadanya…. hingga akhirnya terjadi perkelahian denganmu Amanda,, dan setelah itu…. ” kalimat Galih terhenti
Setelah itu dia dendam kepada Rein karena kalah berkelahi dan gagal membawa Ressa,, sampai akhirnya Alexa……
“Sorry…..” ucap Galih
“kamu pikir cukup hanya dengan meminta maaf..??” emosi Rein kembali terpancing mendengar pengakuan Galih.. dia berusaha mendekati Galih lagi,, tapi kupegang lengannya..
“udah Rein,, udah,, bukan saatnya menyesali masa lalu kan? lampiaskan emosimu ditempat lain,,,,”
__ADS_1
“FFFUUUCKKKKKK….” Teriak Rein,,,lalu berjalan menuju motor…
Setelah sedikit ketegangan yang terjadi antara Rein dan Galih yang menyebabkan perjalanan kami delay beberapa saat, akhirnya kami melanjutkan perjalanan kembali, mobilnya Galih mengikuti motorku dari belakang menuju tempat itu,, menurut alamat yang diberikan oleh Angel, lokasinya berada cukup dekat dengan pelabuhan.