
MALAM HARINYA
...—POV REIN—...
Baru saja aku melepas pakaianku bermaksud untuk mandi, tiba tiba aku mendengar suara mobil memasuki halaman rumah, itu pasti Rega. Aku langsung memastikannya dari jendela kamarku,, dan benar, Rega baru saja keluar dari Taxi dan masuk kedalam rumah. Tadi setelah kepergian Meta,, Rega bersama dengan Dias membawa Galih ke rumah sakit memakai mobilnya Galih.,. sedangkan aku pulang dengan menggunakan mobilnya Rega.
Baru saja kudengar Rega masuk kedalam kamarnya, setelah memakai baju terusanku lagi,, aku langsung keluar dari kamarku dan menuju kamarnya Rega,,, kuketuk pintu kamarnya yang tertutup..
“Deekk,,,,?” tetapi tidak ada tanggapan dari dalam..
Aku langsung masuk ke dalam kamarnya, tapi tidak kutemukan dia didalam kamar,,, samar samar aku mendengar gemercik air dari dalam kamar mandi didalam kamarnya ini.. tanpa pikir panjang kulepas lagi baju terusanku dan kubiarkan tergeletak begitu saja didepan pintu kamar mandinya Rega,, aku sudah telanjang lagi,, kubuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci dan aku masuk kedalamnya,, aku bisa melihat Rega sedang menundukkan kepalanya dibawah guyuran air shower.
Hari ini banyak sekali yang terjadi, bahkan menurutku terlalu banyak yang terjadi.. terutama bagi Rega. Seakan dia adalah pemeran utama dari setiap kejadian yang terjadi hari ini. Aku takut dia belum siap dengan itu semua.
Kudekati tubuh adikku, dan langsung kupeluk tubuh kekarnya dari belakang. Bagian depan tubuhku menempel erat dibagian belakang tubuh Rega yang sudah tidak memakai apa apa dengan kedua lenganku melingkar di badannya. Seketika air shower turut membasahi tubuhku… Rega menyadari kedatanganku,, dia memegang dan mengusap usap lenganku.. kubalas dengan mengecup punggungnya,,,
“maaf aku tidak bisa membalaskan perbuatan Galih..” ucap Rega pelan…
“gpp dekk,,aku senang kamu tidak berbuat lebih jauh kepadanya,, dia yang menyelamatkan Meta,, walaupun sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa memaafkannya..,”
“aku harus segera menyusul Meta…” ucap Rega singkat…
“Aku tidak akan membiarkanmu pergi selarut ini,,apalagi tadi Meta bilang kalau semalaman kamu tidak bisa tidur..”
Meta.. aku kasihan padanya.. aku bisa merasakan betapa hancur perasaannya melihat Rega dan Dias berpelukan mesra, bahkan Meta terpaksa harus mendengar apa yang diucapkan Dias tentang kedekatan mereka selama ini, tentang cintanya kepada Rega dan tentang keinginannya agar Rega menikahinya. Dari reaksi Meta aku yakin Rega tidak pernah cerita apapun ke Meta tentang hubungannya dengan Dias.
“aku harus segera bertemu dengannya Rein,, aku takut terjadi apa apa dengannya.. daritadi aku mencoba menghubungi handphonenya tapi tidak diangkat…” lirih Rega
“setelah kamu bertemu dengan Meta lalu apa..? apa yang akan kamu katakan kepadanya?” tanyaku tegas,,
“aku,, aku tidak tau apa yang harus kukatakan kepadanya,,,”ucap Rega lemas,
Lagian kenapa juga sih dia bisa bisanya seperti itu ke Dias, padahal jelas jelas Meta ada disana,, terkadang aku memang tidak mengerti apa yang ada dipikirannya adikku ini.
“Deek,, Meta sedang kecewa denganmu, kehadiranmu hanya akan membuatnya marah.. berikan dia sedikit ruang dan waktu menenangkan diri,,,,”
“aku hanya ingin memastikan keadaanya Rein,, aku khawatir dengannya..” balas Rega
“Meta wanita yang tangguh, aku yakin dia baik baik saja dan kembali ke kota sebelah dengan selamat,, istirahatlah malam ini,, besok pagi kamu bisa mencoba menghubunginya lagi atau kamu bisa menyusulnya…”
Tidak ada tanggapan dari Rega, sepertinya dia mau menuruti perkataanku.
“bagaimana dengan Dias? Setelah yang dia katakan tadi kepadamu,, kamu katakan kepadanya kalau kamu sedang menjalin hubungan dengan Meta..?” tanyaku padanya,,
Cukup lama Rega untuk bereaksi akan pertanyaanku, sampai akhirnya dia hanya menggelengkan kepalanya. Seperti dugaanku, dia tidak akan begitu saja mengungkap hubungannya dengan Meta kepada Dias. Karena itu adalah kelemahannya, Rega masih kesulitan dalam mengakui perasaanya sendiri. Dia hanya akan menyembunyikan perasaannya dalam dalam untuk dirinya sendiri,, sangat dalam. Dia pasti kebingungan saat ini.
“lalu apa rencanamu? Atau lebih tepatnya siapa pilihanmu..?” tanyaku kepadanya tanpa berbasa basi.. kalau dia memang serius dengan Meta, seharusnya dia katakan yang sebenarnya kepada Dias tentang hubungannya dengan Meta.
“aku tidak tau Rein,,, aku belum benar benar memikirkannya,,Begitu banyak yg terjadi dengan waktu yg begitu cepat, Galih, Dias dan Meta,,, terlalu banyak yang harus diproses dalam pikiranku,,, aku sedang berusaha memahaminya dengan apa yg kurasa..” ucap Rega
Dengan berkata seperti itu saja jelas terlihat dia sudah ragu dengan hatinya sendiri, padahal sebelumnya dia mengatakan kepadaku kalau dia benar benar mencintai Meta dan menjadikan Meta tujuan akhir cintanya. Seperti itulah Rega, sejak dulu dia selalu seperti itu,, dia tidak bisa langsung tegas dengan hatinya sendiri,, itu semua karena hatinya adikku ini terlalu lemah jika berkaitan dengan wanita yang dekat dengannya. itu makanya dia terus terusan dihadapkan dengan keadaan seperti ini,, Aku dan Alexa, Winry dan Angel, Meta dan Resty, setelah dia bisa tegas dengan Resty,,, dan sekarang terjadi lagi,, hatinya harus memilih lagi antara Meta dan Dias..
“kenapa aku selalu berada dalam situasi seperti ini..?” tanya Rega padaku..
“maaf aku harus mengatakan ini, semua ini adalah hasil atau akibat dari kamu berlari-lari dihati setiap wanita yang dekat denganmu, mencoba menjaga hati setiap wanita yang peduli denganmu, tanpa kamu sadari, kamu memberi harapan kepada mereka semua…”
“tidak hanya kepada Meta, Dias dan Resty, tapi jauh sebelum itu,, terhadap aku dan Alexa, Winry dan Angel,,, tapi aku tau kenapa kamu seperti itu kepada mereka semua, kamu hanya tidak ingin mengecewakan mereka semua kan Deek..? itu sebabnya kamu rangkul setiap hati yang dekat denganmu, apa aku salah..?”
“tetapi pada akhirnya kamu sadar kalau kamu tidak bisa memiliki semuanya, tidak bisa terus terusan menjaga hati setiap wanita, kamu harus memilih, memilih salah satu yang patut untuk diperjuangkan.. dan selalu akan ada hati yang terluka dari pilihan yang telah kamu buat, akan ada seseorang yang menderita,, entah itu salah satu dari mereka yang menderita, atau kamu yang menderita karena tidak memilih semuanya,,”
“apa aku harus mengingatkanmu dengan apa yang terjadi kepada Winry,,?”
“cukup Rein,,” balas Rega
“Winry harus menderita karena mencintaimu,,.”
“Rein, jangan diteruskan,,,,” lirih Rega
“tapi kamu gagal menyelamatkan hatinya,, dan lihat kan sekarang Winry ada dimana..?”
“REEINNN…” Rega membentakku karena aku menekannya soal Winry,, tapi aku harus melakukan itu,, aku tidak ingin dia mengulangi kesalahan yang sama…
Beberapa saat hening, hanya suara gemercik air dari shower yang terdengar.. kemudian samar samar aku mendengar Rega terisak.. semakin kupeluk erat tubuhnya dari belakang..
__ADS_1
“maafkan aku, karena mengungkit lagi soal Winry…”
“aku tidak bermaksud membuat Winry menderita Rein,aku tidak ingin dia menderita.…” ucap Rein sambil terisak,,,
“aku tau,,, aku tau,, Maafkan aku,,,” ucapku menenangkannya,,,
“aku harus bagaimana Rein…?” tanya Rega pelan..
“semua yang terjadi kepada Alexa, Winry, Resty atau siapapun wanita yang pernah mencintaiku dan mereka yang menderita karena mencintaiku adalah bukti bahwa semua keputusan yang aku buat selama ini adalah keputusan yang salah, seakan aku tidak pernah membaurkan apa yang ada dipikiranku dengan apa yang kurasakan didalam hatiku..” jelas Rega
“kamu bisa memperbaikinya Dek, kamu masih punya waktu untuk memperbaikinya.. untuk itu kamu harus merangkul kelemahanmu sendiri..“
“pada akhirnya akan selalu ada keputusan sulit yang harus dihadapi. dan kali ini, aku harap kamu bisa jujur dengan dirimu sendiri, dengan hatimu,, siapa yang benar benar ingin kamu selamatkan dari penderitaan, dan siapa yang benar benar layak untuk diperjuangkan,,”
“karena jika tidak, kamu akan menyesal seumur hidup karena kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidupmu,, sekali lagi.. seperti kamu kehilangan Alexa dan juga Winry”
“dan yang perlu kamu ingat,siapapun pilihanmu,, aku selalu mendukungmu,!!”
.
.
Beberapa menit kemudian kami berdua berada diatas tenpat tidur, merasakan lelah setelah hampir 2 jam melakukan pencarian kenikmatan bersama,,, berbeda dengan Rega yang tadi siang seperti kesetanan menghajar Galih, atau saat dia bercinta denganku dengan sangat agresif, saat ini dia manja banget dengan memelukku sambil menempatkan kepalanya diatas dadaku,,
kuusap usap lengannya…
kalau kayak gini dia terlihat seperti seorang adik yang sedang manja kepada kakaknya,…dulu Mama selalu bilang, kalau suatu saat nanti aku mempunyai seorang adik, mama menyuruhku berjanji untuk selalu menyayangi dan menjaga adikku. Dan mama juga bilang kalau aku akan menjadi seorang kakak yang baik.
Maa,, lihat ini, aku menyayangi Rega dengan sepenuh hatiku seperti perintah mama, dan aku akan selalu menjaganya,, takkan kubiarkan hal buruk terjadi padanya… meskipun dia bukan adik kandungku,,, dan meskipun mungkin aku menyayanginya dengan cara yang sedikit berbeda seperti seorang kakak pada umumnya,, hihii..
Aku tidak menyangka bakalan benar benar mempunyai seorang adik seperti Rega, satu satunya hal yang tidak akan kulupakan dari adikku ini adalah saat dia melamarku untuk menjadi istrinya,, menurutku itu adalah hal yang paling manis yang pernah dia ucapkan kepadaku…
“Rein….” Tiba tiba Rega Memanggilku,,
“hmm..?”
“Kamu mencintaiku…?” tanya Rega
Astaga kenapa tiba tiba dia bertanya seperti itu,,?
“aku mencintaimu Deek, aku selalu mencintaimu,,,”
Tidak bisa dipungkiri lagi,, apa yang terjadi diantara aku dan dia, dibentuk oleh suatu ikatan cinta, sebuah cinta yang melampaui batasan batasan, dan kami tidak bisa menghindarinya…
“terima kasih,, Kak,,,” lirih Rega
Astaga, dia barusan memanggilku ‘kak’ ? ada apa ini,,? Dan kenapa tiba² perasaanku menjadi tidak tenang,,,
.
.
2 HARI KEMUDIAN
...–POV META—...
DRRRRRRRRRRRTT DRTTTTTTTTTTTTTTTT
Untuk kesekian kalinya hari ini hapeku berbunyi, sebuah panggilan masuk dari Rega. Semenjak dua hari yang lalu Rega tidak henti hentinya mencoba menghubungiku namun selalu kutolak atau hanya kubiarkan saja hapeku berhenti berbunyi. Puluhan pesan masuk ke hapeku dari dia yang menanyakan kabarku, keberadaanku, dan memintaku untuk menghubunginya. Tapi tidak ada satupun kata maaf darinya dari semua pesan pesan itu.
Didalam pesannya Dia juga bertanya kenapa aku menghilang dan menghindarinya. Dia pikir aku harus bereaksi seperti apa setelah melihat dia dengan mudahnya memeluk wanita lain yang menyatakan cinta kepadanya dan meminta untuk menikah dengannya. Apa aku harus bereaksi biasa biasa saja setelah menyaksikan itu semua dan Berpura pura tidak terjadi apa apa…?
Pagi itu setelah tangisan khawatirku pecah saat tiba tiba kamu hilang dari apartemenku, setelah perjuanganku mencarimu sampai ke kota sebelah, dan berjuang mati matian berdebat dengan kakakmu untuk mencegahmu berbuat hal buruk, itu balasan yang kudapatkan?
Aku benci kamu Bee,,, berkali kali kamu ucapkan kata kata cinta kepadaku, disaat yang sama kamu juga terus terusan membuatku untuk membencimu.
Saat kamu memeluk Dias, ingin rasanya saat itu juga kulemparkan granat kewajahmu supaya kamu sadar akan keberadaanku. Entah kamu yang memang tidak sadar akan keberadaanku, atau Dias yang memang lebih mempesona dengan kecantikan, kelembutan hati dan kata katanya yang indah yang mampu meredam emosimu atau memang kamu yang tak punya hati sebagai seorang pria tega berbuat seperti itu didepanku. Tidak ingatkah kamu kalau aku ini juga wanita yang punya hati dan akan terluka diperlakukan seperti itu.
Shitt,, ingin rasanya aku mengatakan semua itu kepadanya..
Padahal aku selalu percaya semuanya akan baik saja, setelah dia meyakinkanku tentang hubungannya dengan Resty telah usai, aku sempat yakin segalanya akan semakin membaik antara aku dan dia. Dan aku percaya akan datang hari dimana kami akan bahagia. Tapi kini dia telah menghancurkan kepercayaanku… menghancurkan harapan yang seharusnya menjadi indah.
Sejak kemarin aku tidak tinggal di apartemenku ataupun dirumah. Sekarang aku sedang berada di rumah barunya kak Neta di kota tetangga. Tidak hanya aku, papa dan mama sejak kemarin juga berada disini. Keberadaanku disini Selain karena alasan menghindari Rega, juga karena dua hari yang lalu kak Neta melahirkan bayi laki laki yang lucu, kevin. Semuanya terlihat senang atas kehadiran anggota keluarga baru kami, kecuali aku. bukannya aku tidak senang dengan kelahiran anak kak Neta, tapi aku masih belum bisa melupakan kejadian di kota sebelah. Tapi setidaknya aku berusaha berpura pura bahagia demi kakakku dan Mas Dirga.
__ADS_1
Aku sedang duduk di sofa, memandang kak Neta yang sedang menggendong kevin didampingi Mas Dirga disebelahnya yang sesekali mengusap pipi anaknya. Mereka kelihatan sangat bahagia dengan senyum di wajah mereka. Aku membayangkan kalau yang menggendong bayi itu adalah aku, dan Rega yang berdiri disebelahku sedang mengusap usap pipi anak kita, lalu aku memarahinya karena dia membuat anak kami terbangun dari tidurnya.. membayangkan itu aku jadi tersenyum sendiri,,,
Karena Aku pernah bermimpi bisa hidup bahagia seperti itu bersama dengan Rega, dan Rega pernah mengatakan mempunyai impian yang sama denganku. Tapi setelah kejadian kemarin,
Ternyata Mimpiku hanyalah sebatas mimpi yang tidak akan pernah menjadi nyata..
Impianku untuk bisa hidup bersama dengan Rega yang kubingkai indah dalam sebuah frame kaca sempat retak karena Resty, dan setelah Rega merekatkan kembali retakan itu kini dengan mudahnya dia malah membuatnya jatuh ke lantai sampai impian itu pecah menjadi berkeping keping, lalu Dengan seenaknya dia lari setelah menjatuhkan impian itu bersama wanita lain, sedangkan aku hanya bisa meratapi kepingan pecahan kaca itu berserakan di lantai. Nyatanya Selama ini aku dan dia membuang waktu untuk mengejar mimpi yang bukan milikku dan maupun miliknya.
Tidak sanggup melihat kebahagiaan kak Neta yang mengingatkanku dengan impianku, Aku berdiri dari sofa, pindah ke sebuah ruangan di rumah ini yang menghadap ke kolam renang. Disana aku duduk disebuah meja billiard memandang air kolam yang tenang.
“Meta…? Kamu baik baik saja ?”
Tiba tiba kak Neta mendatangiku,, aku hanya sedikit tersenyum kepadanya.
“kamu terlihat murung sejak tiba disini,, apakah ada hubungannya dengan kedatanganmu tanpa ditemani Rega? Kalian lagi ribut,,?” tanya Kak Neta
“Rega… AKU MEMBENCINYA.. ” ucapku pada Kak Neta.. dia sedikit terkejut dengan ucapanku..
“Woo, okee,, ayo ceritakan kepadaku apa yang terjadi?” ucap Kak Neta
“Bisakah kita membicarakan yang lain? aku sedang tidak ingin membicarakannya..”
“Ayolah, jangan memendamnya sendiri,, mungkin aku bisa memberi pendapatku,, secara dulu dia adalah gebetanku,,,” ucap Kak Neta
Aku langsung menatap tajam kakakku setelah dia berkata seperti itu,,,
“hahaha,, just kidding,, tapi memang itu kenyatannya,,,” ucap Kak Neta
Ya,, aku tau dia dan Rega sempat bersama di masa lalu..
“Kamu mengenal Alexa…?” Raut muka kak Neta langsung berubah setelah aku menanyakan tentang Alexa,, lalu dia ikut duduk disebelahku,,
“Alexa adalah wanita yang hebat dan kuat, seperti kamu,,, aku tidak terlalu kenal dengannya, tapi aku tau dia dulu menjalin kasih dengan Rega,,, Rega bercerita tentang Alexa..?” tanya Kak Neta
“Tunggu dulu,,jadi kamu dekat dengan Rega saat dia berpacaran dengan Alexa..?”
“upss,, hehe,, aku menyesali itu Dek,,, lagipula aku dan Rega cuma sedikit bersenang senang…” imbuh Kak Neta
“aku sama sekali tidak menyangka ada seorang guru yang menggoda muridnya,,..but, ya Rega sedikit bercerita tentang Alexa bahkan kemarin aku sempat mengunjungi makamnya,, meskipun hanya di luar area pemakaman,,,!”
“hmm Rega mengajakmu kesana..?” tanya Kak Neta
“Rein yang mengajakku kesana,,,”
“wow,, kamu sudah kenal dengan malaikat penjaganya Rega? Dulu aku sempat berselisih dengannya karena Rega, dia satu satunya siswa yang berani menentang seorang guru, tapi dia melakukan itu hanya untuk adik kesayangannya,,,,” ucap Kak Neta
Rein sudah bercerita tentang itu,,
“Jadi apa hubungannya dengan Alexa dengan kamu membenci Rega..?’ tanya Kak Neta kepadaku.,
“sama sekali tidak ada hubungannya,, aku Cuma tidak tau apa yang ada dipikirannya”
“uhm, jadi karena itu,,, kamu harus terbiasa dengan itu,, karena memang dari dulu Rega seperti itu,, aku tidak tau apa yang ada di dalam pikirannya, atau di dalam hatinya… tidak tau apa dan mengapa dia melakukan apapun yang dia lakukan.. kamu harus bertanya kepadanya ratusan kali baru dia akan mengatakan apa yang ada didalam hatinya,, Dari dulu memang dia tertutup, seakan dia menutup semua tentang dirinya hanya untuk dirinya sendiri, dia termasuk tipe pria dengan segudang rahasia..
lalu,, Terkadang Rega memang tersesat dengan pikirannya sendiri,, dan memang terkadang hatinya terlalu lemah,, tapi menurutku itu bukanlah hal yang buruk, hal itu membuatnya lebih mudah bersimpati kepada orang orang disekitarnya..
ada cerita menarik tentang itu,, dulu Rega rela melakukan apa saja demi sejumlah uang yang tidak sedikit, dia meminjam uang kepadaku,, tentu dia tidak langsung mengatakan alasannya, tapi akhirnya aku tau kalau uang itu untuk pengobatan teman sekelasnya yang sedang sakit keras..
terlepas dari segala kekurangannya,, Rega itu pria yang baik, apapun yang dia lakukan pasti dia punya alasannya sendiri,,, besar keinginanku melihat kalian bahagia bersama.. karena memang dari dulu aku menjodohkanmu dengan dia.. aku yakin semua akan baik baik saja diantara kalain.. “ ucap Kak Neta kemudian tersenyum…
Hufft,, aku harap aku punya memiliki keyakinan yang sama dengannya tentang aku dan Rega,,, beberapa saat kemudian dari dalam terdengar suara tangisan kevin,
“sepertinya Dirga membutuhkanku,, Aku akan memberimu waktu, jika kamu membutuhkanku,, aku ada didalam..” ucap Kak Neta sambil berdiri lalu berjalan,, tapi sebelum dia berjalan jauh,, kupanggil dia
“Kak, tunggu sebentar,,” ucapku lalu berjalan mendekatinya lalu memeluknya..
“Makasih kak,, Aku senang berada disini.. boleh aku stay disini selama beberapa hari kedepan..?” tanyaku kepadanya…
“tentu,, akan kuceritakan semua tentang Rega saat sekolah dulu,, lagipula aku butuh orang untuk membantuku mencuci popoknya kevin,, hahaha..” ledek Kak Neta
Sialan….. setelah itu kak Neta masuk kedalam,,, aku kembali duduk di meja biliard dan memikirkan Rega,,Kini pertanyaan yang tersisa didalam pikiranku,
masih pantaskah dia kuperjuangkan ?
__ADS_1
Setelah aku berjuang sekuat tenaga mempertahankannya Dari Resty, sampai aku melepas urat malu pada diriku sendiri karena awalnya aku sudah bilang merelakannya untuk Resty, itu yang membuatku sampai kini tidak berani untuk bertemu atau bertatapan muka dengan Resty. , lalu kini aku harus berjuang lagi ? dan harus bersaing dengan Dias? Atau aku harus menyerah dan merelakannya Rega untuk Dias, lalu membuka lembaran baru cintaku dengan pria lain? Tidak mungkin bisa semudah itu..