
HAMPIR 2 BULAN KEMUDIAN
...—POV META—...
Suara deburan ombak yang bergulung gulung mendekati bibir pantai terdengar seperti sedang menyapaku, mencoba menarik perhatianku untuk terus memandang deru ombak yang semakin mengecil ketika tiba di bibir pantai. Hembusan angin dengan lembut menyentuh kulit tubuhku, kelembutanya mengingatkanku dengan sentuhan mesra jari jemari Rega pada tubuhku. Di pagi hari menjelang siang ini suasana pantai terlihat sepi dari pengunjung, deretan kursi santai diatas pasir putih pun masih belum banyak yang mengakuisisi.
Mataku masih memandang lurus kedepan, masih memandang debur ombak yang suaranya semakin menggetarkan perasaan dan jiwaku. Meskipun keberadaanku cukup jauh dari bibir pantai, tapi ombak itu serasa sedang menyeretku, menarikku ke tengah tengah lautan kenangan dikepalaku hingga akhirnya ombak itu berhasil menenggelamkanku dalam lamunan.
Lamunan tentangmu.,,
Bee..
Mereka bilang kalau waktu bisa menyembuhkan luka,
Tapi aku masih tetap merasakannya.
Dan mereka bilang aku akan menemukan penggantimu,
Itu tidak mungkin bisa.
Hanya kamu yang mengisi hatiku,
Dan kini kamu pergi meninggalkanku
Kamu satu satunya yang bisa menyentuh hatiku,
Oh sayang, kini kamu menghilang, segalanya hilang.
Aku harap aku bisa mengulanginya lagi
Memutar waktu,
Kembali disaat kamu adalah milikku, hanya milikku
Jadi inikah rasanya sakit hati?
Semua luka di dada ini, penyesalanku
Dan hal hal yang tidak sempat kita ucapkan,, oh sayang..
Kenapa aku membiarkanmu pergi,
I Miss You..
“I Miss you…” ucapku lirih sambil memejamkan mata,…
Aku tidak akan pernah lupa peristiwa mengerikan yang terjadi di depan kedua mataku sendiri, serangkaian peristiwa yang sempat menghebohkan publik dan menjadi headline di media nasional maupun perbincangan di media sosial selama beberapa hari karena melibatkan seorang pengusaha ternama bernama Danu Wicaksono, yang tidak lain merupakan mantan suaminya Resty. Di hari itu tragedi terjadi, Pertumpahan darah, air mata dan kepedihan semuanya menyatu menjadi sebuah kenangan pahit yang tak terlupakan.
Seperti kemarin ditempat yang sama, dan seperti hari hari sebelumnya ketika aku sedang memikirkan Rega, Perlahan air mataku menetes lagi.
Bee.. Disetiap air yang keluar dari mataku ini selalu ada namamu, Sudah hampir dua bulan berlalu setelah kejadian mengerikan itu terjadi, tetapi aku masih tidak bisa berhenti untuk terus menangisimu, sesak di dada ini masih ada dan tidak mau pergi Bee,,, aku masih tidak kuat meratapi kenyataan bahwa sekarang kamu tidak lagi bersamaku.
Bee.., Melupakanmu bukanlah hal yang mudah bagiku. Meskipun sudah hampir dua bulan mengasingkan diri di pulau dewata ini nyatanya aku masih tidak sanggup melupakanmu. Aku tidak bisa begitu saja melupakan semua kenangan tentang kita berdua, masih belum bisa move on dengan janjimu menemaniku mengunjungi setiap sudut dunia, bukankah seharusnya sekarang ini kita berjalan bergandengan tangan berdua di Paris? Alih-alih berada di paris atau di negara manapun, yang ada aku malah terdampar disini, sendirian tanpamu.
__ADS_1
Bee.. aku takut.. Menjalani hari hari tanpa kehadiranmu rasanya seperti sedang berada di dalam mimpi buruk yang tak kunjung usai. Setiap saat dihantui oleh bayanganmu. Segalanya mengingatkanku tentang dirimu karena Disetiap mataku melihat, aku selalu merasa melihat sosokmu. Aku semakin takut, aku takut tidak akan pernah bisa melupakanmu disepanjang sisa umur hidupku. Aku takut tidak bisa jatuh cinta lagi dan aku takut tidak bisa membuka hatiku untuk cinta yang lain. Karena aku terlalu mencintaimu Bee, padamu, telah kuberikan segalanya, hingga tidak ada tempat yang tersisa di hati ini untuk cinta yang baru.
Bee… Tidak kusangka merindukanmu rasanya bisa sesakit ini, salahkah jika aku memohon diberikan amnesia atau dimatikan sekalian biar aku terbebas dari siksa Tuhan yang begitu menyakitkan ini. Karena memang satu satunya cara untuk tidak merasakan sakitnya kesedihan adalah tidak merasakan apapun lagi untuk selamanya.
Meskipun begitu, aku masih suka menyiksa diriku sendiri dengan membuka foto foto kita berdua yang masih tersimpan di galeri handphoneku, tangisku semakin menjadi saat menatap wajahmu di foto foto itu, karena sekarang aku tidak akan pernah bisa lagi menatap langsung wajahmu, tidak bisa lagi melihat manisnya senyummu yang selalu menenangkanku, tidak bisa lagi menyentuh setiap detail lekukan wajahmu dengan jari jariku dan tidak akan pernah bisa lagi merasakan basahnya bibirmu.
Bee.. maafkan jika wanitamu ini terlalu cengeng,, seumur hidupku aku tidak pernah merasa selemah ini, hatiku tidak sekuat batu batu karang itu yang tetap tegar meskipun setiap hari diterjang ombak dan badai, wanitamu ini sangatlah lemah Bee.. aku lemah saat didekatmu, aku lemah ketika dipelukanmu, aku lemah saat kamu ucapkan kata kata cinta kepadaku,, dan kini setelah kamu pergi,
aku semakin terkulai lemah…
aku merindukanmu Bee,,
aku sungguh sungguh merindukanmu…
“Hei…”
Tiba tiba Kak Neta mendatangiku, dia begitu saja memaksakan duduk disebelahku di kursi santai ini dengan membawa sebuah minuman air kelapa beserta buahnya yang kemudian ditaruh di meja dekat kursi… langsung dengan cepat kuusap air mataku untuk menyembunyikan kesedihanku.… dia memandangku.
“kamu tau kan kedatangaku kesini untuk memastikan keadaanmu baik-baik saja, tapi dari apa yang kulihat,, kamu sama sekali tidak baik baik saja.. kapan terakhir kali kamu makan?” ucap Kak Neta kepadaku..
Semalam kak Neta dan keluarga kecilnya datang mengunjungiku, sudah pasti kedatangan mereka kesini untuk mengetahui keadaanku karena sudah hampir dua bulan lamanya aku tidak pulang.
“ Tidak… aku sangat jauh dari baik baik saja, dua bulan ini rasanya sangat sulit sekali bagiku,, tapi Jangan terlalu khawatir kepadaku okay?” ucapku meyakinkannya, meskipun aku tidak yakin dengan diriku sendiri.
“Metaa,, Aku tau ini tidak mudah bagimu, meskipun setelah sekian lama,,,” ucap Kak Neta sambil mengusap usap lenganku… perlahan air mataku mentes lagi..
“aku tidak bisa melupakannya kak,,” aku mengadu kepada kakakku tentang apa yang kurasakan, air mataku semakin menetes deras..
“aku sudah berusaha,, setiap malam, di satu bulan pertama keberadaanku disini aku mencoba bersenang senang, mengunjungi klub malam, bertemu teman teman lama, berpura pura bahagia, mabuk, semua kulakukan agar aku bisa melupakannya, berusaha melupakan kalau aku sedang merindukannya.. sesaat berhasil membuatku untuk tidak memikirkannya,, tapi dipagi harinya saat aku terbangun, aku kembali terjatuh, aku mengingatnya lagi, aku merindukannya lagi…”
“hari hari berikutnya aku berhenti mengunjungi klub malam, aku pikir Rega akan sedih jika melihatku terus terusan seperti itu,, jadi aku berhenti melakukan hal hal yang bisa membuatnya kecewa,,, lihat kan? meskipun dia sudah tidak ada disini, aku masih merasa dia memperhatikanku,, itulah kenapa aku tidak akan pernah bisa melupakannya seumur hidupku,, aku harus bagaimana kak? “
“Hey,, aku tau apa yang kamu rasakan,, aku pernah merasakannya,,,, kamu ingat saat pertama kali aku merasakan patah hati karena seorang pria yang memutuskan hubungannya denganku..? kamu tau kan saat itu cukup lama aku larut dalam kesedihan karena aku terlalu mencintai pria itu, saat itu aku berpikir bahwa duniaku hancur berantakan, menangis setiap malam sampai membuat papa mama khawatir, meskipun begitu aku masih tetap berharap pria itu kembali ke pelukanku.… saat itu dengan sok dewasa kamu datang kekamarku dan berkata ‘kak.. “ ucap Kak Neta
“Tuhan sengaja mematahkan hatimu untuk menyelamatkanmu dari cowok yang salah…” ucapku melanjutkan kalimatnya,, ya aku masih ingat saat itu,,,
“exactly,, itu yang dulu kamu katakan kepadaku,, meskipun konteksnya berbeda, tapi yang ingin kukatakan adalah aku tau Rega sangat berarti bagimu, dan semua ini tidak bisa kamu hindari.. tapi aku tau kamu akan pulih,,, because you strong.. lebih kuat daripada aku,, dan lebih kuat dari yang kamu pikirkan,, itu kebenarannya… tidak lupa aku mengingatkan kalau masih banyak orang yang mencintaimu dan peduli denganmu, termasuk Rega, walapun sekarang dia tidak bersama denganmu… jadi jangan pernah merasa kesepian, karena aku akan selalu ada untuk adikku yang paling cantik ini… Rega pasti senang melihatmu bahagia… berbahagialah untuknya,,, ” ucap Kak Neta sambil membelai wajahku…
Kak Neta mempunyai keyakinan besar kepadaku, benarkah yang diucapkannya tentang aku bisa melalui ini semua dan bisa melupakannya..
“bagaimana jika hanya Rega satu satunya yang aku butuhkan untuk membuatku utuh lagi..?” tanyaku padanya…
“Metaa,,, Kamu tau dia tidak akan pernah kembali,,kamu harus menerima kenyataan itu,,, tapi jika kamu benar benar menginginkannya,, berharap dan memohonlah kepada Tuhan untuk dipertemukan dengan pria seperti Rega sekali lagi atau bahkan lebih baik dari dia… oke..? lihat sekelilingmu,, banyak pria tampan dan turis asing di pantai ini,, sana jalan jalan di tepi pantai, bermain air pasti menyenangkan…tunjukan pesona tubuh indahmu ini kepada pria pria tampan itu…” ucap Kak Neta
Shitt,,,
“kamu meledekku,,,?”
“hahaha,,,, turis asing itu lebih suka wanita Asia yang mempunyai tubuh langsing seperti tubuhmu, apalagi dengan cantiknya wajahmu ini.… percaya padaku..“
Teori dari mana itu datangnya, ? aku heran,, meskipun Kak Neta sudah mempunyai anak satu, tapi tubuhnya tetap kelihatan indah… hufftt…
“nih diminum… aku kesana dulu ya… “ ucap Kak Neta sambil memberikan minuman kelapa itu kepadaku… aku hanya mengangguk dan dia pergi menuju Mas Dirga suaminya kak Neta yang sedang berjalan dekat bibir pantai menggendong anak mereka yang masih kecil, kevin.
__ADS_1
Tapi sebelum kak Neta pergi jauh,, dia memanggilku, dan aku menoleh kepadanya..,
“Deeek,, setelah ini kamu akan baik baik saja,,,” ucap Kak Neta sambil tersenyum kepadaku..
Kubalas senyumnya dan kuminum air kelapa yang dia bawakan untukku tadi,,
Kuakui aku merasa sedikit tenang setelah berbicara dengan kak Neta, aku senang bertemu dengannya disini… atau sebenarnya itu yang harus kulakukan? Bersosialisasi dengan keluarga dan teman teman, starting over,, sepertinya memang sudah saatnya aku untuk pulang kerumah,, daripada terlalu lama terpuruk disini duduk dalam keheningan,, trust me, keheningan ternyata sangat menyeramkan. Dan selama hampir dua bulan disini aku tersadar, bukan soal lamanya waktu yang akan menghilangkan duka atau kesedihan, karena tidak ada batasan waktu untuk orang bersedih. Tapi Kita akan selamanya bersedih jika kita belum bisa menerima kenyataan..
Itu yang seharusnya aku lakukan, menerima kenyataan kalau kamu tidak akan pernah kembali lagi,,, iya kan Bee,,,? Aku akan mencobanya… mencoba merelakanmu,, tapi jangan marah kepadaku kalau dalam usahaku merelakanmu aku masih berkeinginan untuk bertemu denganmu lagi, ingin berdansa denganmu lagi, ingin menciummu lagi,,, karena seperti yang kukatakan tadi, melupakanmu itu bukan hal yang mudah.
Bee,, aku hanya ingin kamu tau,, kalau aku akan tetap setia mencintaimu sampai kapanpun,,,
Terima kasih karena telah mencintaiku dengan sebesar besarnya ketulusanmu kepadaku
Disana Jangan khawatir denganku ya Bee, aku disini akan baik baik saja, setelah semua yang telah terjadi, setidaknya aku akan mencoba untuk bangkit,
Aku akan selalu mendoakan Semoga kamu bahagia disana.
Kalian pasti bertanya tentang apa yang terjadi, mari kita kembali ke garis waktu dua bulan yang lalu. Waktu dimana Sebelum peristiwa mengerikan itu terjadi, sebelum akhirnya aku dan Rega berpisah untuk selamanya. Semua itu berawal dari,,,, dansa terakhir antara aku dan Rega.
.
.
2 BULAN SEBELUMNYA
...—POV META—...
Ditengah derasnya hujan aku berdiri bersebelahan dengan Rein disebuah lahan kosong, berteduh dibawah payung kami masing masing. Tidak jauh Dihadapanku Dias sedang berusaha menenangkan Rega yang daritadi melampiaskan amarah, dendam dan emosinya kepada seorang pria bernama Galih, dia adalah pria yang telah membuat Alexa yang merupakan seorang wanita dari masa lalu Rega dan Rein pergi untuk selamanya dan kebetulan Galih adalah calon suaminya Dias… Rega seperti kesetanan menghajar Galih sampai lemas babak belur terkulai di tanah. Bahkan daritadi dia sama sekali tidak menghiraukanku.. tapi tidak dengan Dias,, Dias yang sedang membela calon suaminya berhasil meredam amarah Rega.
“Ega,, Apa yang sudah terlepas dari tanganmu ini tidak akan pernah bisa kembali lagi,, tapi meskipun dia sudah tidak ada disini,, bukan berarti Alexa berhenti mencintaimu,, dia akan selalu memperhatikanmu,, seperti air terjun yang tidak pernah berhenti mengalir, cinta dan perhatiannya kepadamu tidak akan pernah putus meskipun dia sudah tiada,, jadi buat dia bahagia dengan melihatmu bahagia..” Dias menggenggam kedua telapak tangan Rega,, dia semakin mendekatkan berdirinya dihadapan Rega,, kedua mata mereka bertemu..
“Dan aku,,, aku ingin menjadi alasan kebahagiaanmu itu,, aku ingin kita dekat lagi, seperti dulu.. maaf aku baru bisa mengatakannya sekarang, aku ingin mengatakan ini kepadamu sejak lama,, …aku mencintaimu,, dan,, Ega,,, aku ingin kamu yang menikahiku,,” imbuh Dias
Deg Deg
Aku terkejut dengan apa yang barusan dikatakan Dias kepada Rega. Aku tidak salah dengar kan?
Deg Deg
Dias mengatakan kepada Rega kalau,,kalau,,, bukankah Galih yang seharusnya.. ada apa ini sebenarnya? Aku masih tidak percaya dengan apa yang aku dengar, saat aku mencoba mendekati mereka.
Dadaku langsung sesak melihat Rega begitu saja memeluk Dias ditengah derasnya hujan,, saat Dias menyambut pelukan Rega, tubuhku langsung lemas,, Aku tak kuasa menahan air mata keluar dari kedua mataku,,aku menangis melihat pria yang kucintai memeluk wanita lain yang barusan menyatakan cinta kepadanya bahkan meminta Rega untuk menikahinya. tanganku gemetar, sampai tanganku tidak kuat lagi memegang payung yang daritadi kupegang.. aku langsung lari pergi meninggalkan mereka.
“Metaaa…?”
Aku mendengar Rein memanggilku, tapi aku tetap berlari,, aku tidak sanggup melihat Rega dan Dias seperti itu,.. aku masuk kedalam mobilku, kunyalakan dan kulajukan sekencang kencangnya. aku sempat melihat Rein yang berusaha menyusulku.. tapi aku tetap melajukan mobilku sejauh mungkin dari tempat itu.
Ditengah perjalanan setelah kurasa sudah cukup jauh, mobilku kuhentikan di pinggir jalan yang sepi… disana tangisanku pecah,, aku marah aku kecewa sama Rega…. Dia sama sekali tidak menghargai perasaanku..
Didalam mobil ditengah tengah derasnya hujan saat itu aku menangis dan berteriak sekencang mungkin, meluapkan semua kekecawaanku….
“AKU BENCI SAMA KAMU BEEE…”
__ADS_1
“AKU BENCII,,,”