Kisah Cinta

Kisah Cinta
PENYESALAN


__ADS_3

DOK DOK DOK DOK


Suara ketukan di pintu kamar membangunkan lamunan Resty,, dia beranjak dari tempat tidur menuju ke arah pintu. Siapa yang datang ? Meta? Resty melihat siapa yang datang dari lubang kecil pintu kamar. Sedetik kemudian dia berlari ke arahku dengan raut wajah yang sangat panik.. siapa yang datang?


Resty menarikku menuju lemari pakaiannya,, dia mendorongku masuk untuk sembunyi di dalam lemari pakaiannya,,


“Tunggu Res,, ada apa? Siapa yang datang?”


DOK DOK DOK


“Apapaun yang terjadi, jangan sampai orang itu melihatmu di kamar ini. Tetaplah disini sampai orang itu pergi,,” wajah Resty terlihat begitu panik, wajah yang tadi sudah mulai tenang kini tampak kebingungan…


“tapi Res,, kenapa?”


“Please Ga,, turuti permintaanku,, kalau sampai orang itu melihatmu disini, hidupku akan hancur..” ucap Resty, air mata menetes lagi di pipinya… kemudian pintu lemari ditutupnya. Tidak pernah kulihat Resty setakut ini…


Beberapa saat kemudian kudengar suara Pintu dibuka,, kucoba membuka sedikit pintu lemari ini,, tapi tetap tidak bisa melihat siapa yang datang,,


“silahkan masuk Pak Wi..” ucap salah satu orang pria,,


“terima kasih..” ucap satu orang pria lagi


Siapa orang itu? Berapa orang yang datang..? kemudian pintu ditutup…


“kenalkan,, ini Resty…”


“ya ya ya.. cantik”


“cuman cantik?”


“hahaha, luar biasa, super seksi..Peliharaan Pak Danu memang hebat..”


Whatt? Obrolan macam apa itu,, siapa mereka ? kenapa Resty dipanggil peliharaan?


“ehm,,, kok sudah pulang Om? Katanya sebulan di Aus..”


Om? Om nya Resty? Haduh siapa sih mereka…


“Keluargaku masih disana,, saya kembali kesini karena ada kesepakatan bisnis dengan Pak Wijoyo ini,, tolong buatkan minum untuk kami”


“baik..silahkan duduk…” ucap Resty


Dari celah sempit ini aku bisa melihat Resty menuju dapur,, dia sedang membuatkan minum,,,,, kedua orang tadi mengobrol sesuatu tentang ,, aku tidak terlalu paham dengan apa yang mereka obrolkan.. kulihat Resty sudah selesai membuatkan minuman. Lalu Resty duduk di tepian tempat tidur, dari celah sempit ini bisa kulihat dengan tempat tidur Resty. Resty kelihatan begitu gelisah..,,


TAP TAP TAP. Suara orang berjalan,, kemudian terlihat seorang pria tua sekitaran umur 50 tahun mendekati Resty dan duduk di sebelahnya.orang yang namanya Pak Wi itu membelai rambut Resty…..


Aku emosi melihat kelakuan Pak Tua itu pada Resty,,


Kemudian seseorang yang namanya Om Danu berbicara,,


“Layani Pak Wi..!” bentak Om danu


“Tapi Om..”


“Cepat lakukan,,” suara orang itu dengan membentak


“Gak Mau,,” Resty tertunduk,,, aku mendengar isak tangisnya


Betul Res,, jangan mau !!

__ADS_1


“kamu mau semua ini aku tarik? Hah?” orang itu membentak lagi,,


Resty tidak menjawabnya,,, dia hanya terdiam dalam tangisnya…


Apa yang ditarik? Jangan²?


( “Dia itu simpenan bos² disini?”) ingatan obrolanku dengan Rendy muncul sekilas,,,,


Astaga, ternyata benar yang diucapkan Rendy,, gosip itu benar. Seketika badanku merinding,,, Resty seorang simpenan ? kenapa Resty tidak memberitahuku?


(“aku sudah punya suami”) ya,, Resty sudah mengatakannya seusai aku memijatnya di kantor, waktu aku menanyakan tentang pasangan padanya. Inikah yang membuatnya menahan untuk tidak mengatakan perasaan sesungguhnya padaku?


“jangan lakukan Res…” aku tidak sanggup melihatnya,, aku harus menyelamatkan Resty..


Saat Resty melihat ke arah lemari,, ke arahku.. dia menggeleng gelengkan kepalanya. Bisa kulihat air mata Resty membasahi pipinya… Resty menahanku untuk tetap di lemari,, meskipun Resty tidak bisa melihatku,, dia pasti sudah tau kalau aku akan berontak kalau melihatnya melakukannya,, dia memberikan kode padaku untuk tidak keluar dari lemari ini…


Aku tidak sanggup melihat pemandangan ini…


“Woo,,wooo,,, tunggu dulu Pak Wi,, kita harus sepakat dulu” orang itu berjalan mendekati Resty dan Pak Wi.


“Okeeee.. oke,, deal,, proyek di pulau tetangga milik perusahaan anda” ucap Pak Wi


“Terima Kasih,, silahkan dilanjutkan,,,” ucap Om danu


“Dia ini sudah mulai nakal,, dia tidur dengan pria lain di Singapore, bahkan mungkin pernah melakukannya di kamar ini,,, ya kan? Dasar tidak mau diuntung” bentak Om danu


DEG, orang itu tau kelakuanku dan Resty di Singapore,,,pasti ada hubungannya dengan Pria misterius yang mengikuti kami disana.


“anggap saja ini pelajaran untuknya,, agar dia tidak macam² lagi,, heh dengarkan!!! jika kamu macam² lagi denganku,, aku tidak hanya akan mengajak satu orang kesini,, tapi 10 orang akan aku bawa kesini ? Atau aku harus memberi pelajaran cowok itu ? Hah?”


Kulihat Resty tidak berdaya mendengar ancaman orang itu, mendengar ancamannya, sepertinya orang itu bukan orang sembarangan…, Aku tertunduk lemas di dalam lemari,, ini semua salahku,,,


Resty lemas tidak berdaya,,, sedangkan orang satunya yang namanya Danu itu mengambil kursi dan duduk tidak jauh dari tempat tidur membelakangiku,,,,


DRTTTT DRTTTT,,, kurasakan hapeku bergetar dua kali,, tandanya ada pesan masuk,,, ternyata ada pesan masuk dari Linda,,,


“Dias tau perbuatan kita tadi, dan dia sangat kecewa…. Maaf”


Aku sangat shock, Seketika duniaku terasa jatuh menekanku,, apa lagi ini ? tubuhku semakin tidak berdaya mendapatkan informasi buruk yang bertubi tubi,, sangking lemasnya aku tidak kuat memegang handphone yang kupegang,, hingga jatuh ke bawah.


DOK


Aku langsung tersadar, gawaat suara jatuhnya hapeku pasti terdengar mereka,,,, aku langsung lihat melalui celah sempit ini mereka bertiga melihat ke arah lemari,,, bahkan yang namanya Danu itu berdiri dari kursinya,, dan sepertinya akan bergerak menuju kesini..


“Sial,,, sial…” apa yang harus aku lakukan?


Melihat Danu yang mulai bergerak,, Kulihat Resty mendorong tubuh Pak Wi,, dan dia turun berlari dari tempat tidur menuju Om Danu untuk mengalihkan perhatiannya dari lemari…


Aku tidak sanggup lagi melihat ini….kuputuskan untuk tidak melihat kelakuan keji mereka lagi,,, kututup celah sempit pintu lemari ini,,, hingga hampir 2 jam berikutnya Resty masih disiksa oleh mereka berdua,,,


Resty tak henti hentinya berteriak kesakitan dan menangis,, hampir selama 2 jam itu aku tutup telingaku , aku tidak sanggup mendengar derita Resty,,,, tapi tetap saja masih samar samar terdengar…


Setelah itu tidak terdengar lagi suara Resty,,,,, apa yang terjadi? apa mereka sudah selesai? Kubuka sedikit lagi pintu lemari,, kulihat Tubuh Resty tidak bergerak,, matanya terpejam. Tidak ada tanda tanda pergerakan dari Resty,aku khawatir dengannya,,,


Beberapa saat kemudian mereka meninggalkan kamar apartemen Resty…Resty masih saja tidak bergerak di atas tempat tidur,,, kuberi jeda 10 menit, setelah itu aku akan keluar dari lemari ini, jaga jaga jika mereka kembali,,.. masih 2 menit,, lama sekali waktu ini berjalan. Ahh,, aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi,, nekat aku keluar dari lemari dan langsung menuju pintu lalu menguncinya dari dalam. Kemudian aku berlari menuju tempat tidur,,,


Kulihat tubuh Resty,, aku meneteskan air mata melihat keadaan Resty,, tubuhnya tidak bergerak… “biadab…” Resty pingsan tidak kuasa menahan derita yang baru saja dia alami,,, segera kubersihkan seluruh tubuhnya,,, kubersihkan setiap bagian tubuhnya dengan air hangat… setelah itu kugelar selimut menutupi tubuhnya,, dan aku membersihkan kamar Resty yang berantakan dan kotor. Setelah cukup bersih kuambil kursi kuposisikan duduk di sebelah tempat tidur Resty,,, sambil kuusap keningnya…


“maafkan aku Res….”

__ADS_1


“inii semua salahku,,,”


Setengah jam kemudian Resty siuman, dia sempat kaget melihatku dan bangkit dari tidurnya,,….


“dimana mereka..?” ucap Resty shock


“tidurlah,, mereka sudah pergi,,,,”


Sedetik kemudian Resty menangis … aku mencoba menenangkannya……


“besok kita laporkan mereka ke kantor polisi”


“tidak perlu,,,” tolak Resty


“Kenapa Res? Lihat yang telah mereka lakukan padamu, dia megancammu dan mengancamku juga,”


“aku masih membutuhkannya,, membutuhkan uangnya,,, hiksss” ucap Resty dengan teriak..


“aku masih membutuhkannya,,,” Resty mengucapkannya berkali kali sambil tertunduk dan menangis….


Sesaat Kemudian dia berhenti menangis


“kamu sudah mengetahui yang sebenarnya tentangku, jangan dekat denganku lagi Ga,, aku kotor.. aku tidak pantas berada didekatmu..” ucap Resty


“tidakk, aku tidak akan ke mana², aku akan menemanimu”


“pulanglah,,,” bentak Resty


“Ress..”


“PERGIIIIIII..” Resty berteriak mengusirku….


Baiklah aku akan pergi Res, mungkin kamu akan lebih tenang jika tidak ada aku,, atau bahkan hidupmu akan baik baik saja jika kamu tidak pernah mengenalku.. segera kutinggalkan apartemen Resty..


.


.


Kacau, semuanya jadi kacau.. saat ini jam 11 malam aku sudah berada di kamar kostku, meratapi nasibku, kebodohanku, menyesali perbuatanku,, aku berpikir andai saja tidak kembali ke kota ini, andai saja aku tidak datang ke acara reuni itu pasti mereka akan baik-baik saja. Ya,, Dias, Meta, Linda dan juga Resty, pasti baik-baik saja jika aku tidak pernah ketemu mereka..


Aku menghancurkan kehidupan mereka,, menghancurkan persahabatan Dias & Linda, bahkan persahabatan Meta & Resty rusak karena aku…


Aku merasa sangat bersalah, dan marah, sangat marah terhadap bagaimana berjalannya suatu dunia,, tapi aku paling marah dan benci terhadap diriku sendiri atas apa yang harusnya aku lakukan dan apa yang tak bisa kulakukan. Ada begitu banyak rasa sakit karena kesalahanku yang diderita Resty, Dias, Linda, bahkan mungkin Meta…


Meta tidak ada kabar, dia menghilang entah kemana,,, Resty mengusirku, Dias pasti sangat kecewa denganku, begitupun juga dengan Linda. aku tidak berani memutuskan harus mulai darimana aku membantu mereka, menebus kesalahanku,,, aku takut malah semakin memperparah keadaan.


Lalu apa yang harus aku lakukan esok hari? Aku tidak sanggup lagi menjalani Kisahku disini,


DRTTTT DRTTT, hapeku bergetar,, ada pesan masuk di tengah malam ini. Siapa? Mungkinkah berita buruk lagi?


“Pulang..!”


Ada pesan dari Rein, dia menyuruhku pulang,, kenapa bisa pas sekali? Seolah dia tau apa yang sedang terjadi padaku,, apa benar ucapannya tentang akan selalu mengawasiku… atau jangan² di kamar ini ada cctv tersembunyi?


Entahlah,,


Baiklah Rein kamu benar,,,, aku akan pulang .. tidak ada tempat untukku lagi di kota ini. Kehadiranku disini malah membuat kacau kehidupan wanita-wanita yang kusayangi,,, maafkan aku Dias, Linda, Meta, Resty, maafkan atas semua yang telah kuperbuat dalam hidup kalian,, aku pengecut,, aku hanya bisa lari dari semua ini. Semoga keputusanku ini tepat, semoga kehidupan kalian akan baik-baik saja tanpa aku…


Segera kuambil tas besar, dan kumasukkan beberapa pakaian dan barang yang penting ke dalam tas itu.. di tengah malam ini motorku sudah berjalan menuju kota sebelah… tidak kusangka secepat ini kisah cintaku disini berakhir,,, Bunda, ayah,, aku akan pulang… dan Rein, akhirnya aku ketemu lagi denganmu…

__ADS_1


Oiya,, Sebelum bertemu dengan Rein,, akan sedikit kukenalkan pada kalian terlebih dahulu siapa dia,, nama lengkapnya adalah “AMANDA REIN” orang orang lebih sering memanggilnya “Manda” tapi aku lebih suka memanggil nama belakangnya,,,, dia begitu berjasa membantuku melewati masa-masa sulit SMA dan membantu beradaptasi di kota sebelah, Rein juga yang berhasil merubahku dari pria cupu hingga akhirnya menjadi seperti ini… asal kalian tau, Rein adalah wanita yang merenggut perjaka ku,,, dan dia adalah Kakak Perempuanku.


AMANDA REIN


__ADS_2