
...POV REGA...
“Hai… akhirnya kamu datang juga….. Kami sudah menunggumu…..”
Eh…?
Bukan Kak Neta yang membukakan pintu.. tapi salah satu guru PPL lain…. . namanya Fanny., memang disekolah kak Fanny sering terlihat bersama Kak Neta… … Adit selalu membanding bandingkan kemolekan tubuh Kak Fanny yang tidak kalah dengan Kak Neta…
Kenapa kak Fanny ada didalam kamarnya Kak Neta…?
Dan.. ..
Kenapa dia bugil….?
Takut dikira gak sopan, Aku langsung reflek membalikkan badanku.
“hahahahahahahahaha…….. hahahaha”
Buset,, kenapa dia malah bahagia setelah kulihat tubuh telanjangnya,
“Bener yang Kamu bilang Net,,,, dia langsung gak berani melihatku,,, hahahahahaha” ucap Fanny
Hmm..? Jadi Kak Neta di dalem..?
“Namanya juga pengecut.,,,,,” teriak Kak Neta dari dalam kamar, sialan dia memanggilku seperti itu lagi,
“Rega,,,,? Gak Mau masuk aja…?” ucap Fanny
Waduh gimana ini,,,, ?
“atau aku yang harus keluar dari kamar ini untuk menarikmu ke dalam..?” sambung Fanny
Hmm? Kulihat dari arah lorong ada beberapa penghuni kos lain sedang berjalan,,,
“Jangan…jangan,,,,, “ aku langsung masuk kedalam kamar, melewati tubuh Kak Fanny dan dia langsung menutup pintu kamar ini.
Saat aku masuk ke dalam kamar, kulihat Kak Neta berada di dalam kamar, dan lagi-lagi aku dikagetkan dengan kak Neta yang juga Telanjang. Dia sedang asyik memakan cream dari sebuah kue tart yang dia pegang,, dan tubuhnya penuh dengan cream kue tersebut. Apa yang telah mereka lakukan ? atau apa yang akan mereka lakukan ?
“Hai……” Kak Neta tersenyum padaku.
Tiba-tiba tanganku ditarik kak Fanny untuk duduk diatas tempat tidur, kemudian dia menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidur.
Bener-bener tubuh kak Fanny gak kalah sama tubuhnya kak Neta, sama sama sexy dan mulus banget tubuh mereka berdua. Sungguh sempurna tubuh mereka berdua di usia mereka yang masih 20-an.
“jadi dia yang pernah bikin kamu puas..? jadi penasaran…. !” ucap Fanny pada Kak Neta
Ehh..? apa maksudnya ?
“Biasanya nih yah, Neta itu harus dengan 2 cowok atau lebih… baru dia puas… ” ucap Fanny
Whattt..?
“Aku boleh coba…?” tanya Fanny
“Kok tanya aku,, tanya langsung ke anaknya,,, btw, dia habis diputusin ceweknya.,, mungkin dia juga membutuhkannya…” ucap Kak Neta
Hadeehh,, ternyata kak Neta juga tau kejadian tadi pagi,,, lalu kak Fanny memindahkan posisinya yang kini menghadapku
“uhmm kasian,,, pacaran sama aku aja yuk,,,? Aku juga jomblo nih…” ledek Fanny
“Aku kesini bukan untuk ngomongin statusku…”
“Woouww…tegas juga ya…. hihihii” ucap Fanny
Mendengar ucapanku, Kemudian Kak Neta turun dari meja dan menghampiriku, dia letakkan kuenya diatas meja. Dia tidak ragu memperlihatkan tubuhnya yang telanjang tepat dihadapanku
“oke… apa yang ingin kamu bicarakan ? ” tanya Kak Neta
“ehmm,, bisa kita ngomongnya empat mata ?”
“sudah tenang aja, meskipun Fanny tidak pernah mengajar di kelasmu,, dia bisa dipercaya kok, dia istriku……” ucap Kak Neta
Hah Istri ? Kulihat kak Fanny,
“percaya padaku….” ucap Fanny tersenyum setelah mengatakannya
Alamakkk,,, Imut banget ya wajah guru satu ini…. Tidak ada pilihan lain,,, langsung kuutarakan niatku selama ini ingin bertemu dengan kak Neta untuk meminjam uang padanya, tapi tidak kuceritakan tentang Ressa,
.
.
“Buat apa uang sebanyak itu ? jujur sama kakak… mau dipake nge-drugs ya ?” ucap Fanny dengan serius,,,Kak Fanny langsung heboh, dia duduk bersila menghadapku diatas tempat tidur,,,
“Hahh..? bukan..bukaann…… aku gak bisa mengatakan alasannya…!”
Sementara kak neta masih terlihat tenang melihatku,,,,
“jangan dikasih Net,,, pasti dipake untuk yang tidak²….” ucap Fanny
“Kak Please,,,, percaya padaku,, tidak akan kugunakan untuk hal seperti itu,,,, aku cuman tidak bisa mengatakan untuk apa uang itu,,, janji akan aku kembalikan .. tapi nyicil yah..?” ucapku pada kak Neta
Kak Neta menatapku tajam, seperti memikirkan sesuatu,,,
“Uang segitu gak masalah buatku,, aku juga tidak peduli mau kamu apakan uang sebanyak itu,,, kamu bisa mendapatkan uang itu tapi ada syaratnya,,” jelas Kak Neta
Eh…? Seharusnya aku sudah menebak, pasti kak Neta tidak akan begitu mudahnya meminjamkan uang kepadaku.
“Pertama,,, malam ini kamu jadi milik kami berdua,,,,,” ucap Kak Neta
“asyiiikk…” Kak Fanny langsung terlihat senang mendengar rencana Kak Neta.
“Deal,,,, gak masalah buatku…” terserah mereka mau melakukan apapun padaku, tidak ada lagi hati yang harus kujaga,,, aku tidak akan berberat hati menahannya..
“ hahahaha, mentang² uda diputusin,, oke yang kedua…. Akhir pekan ini,, ,ikut aku ke kota sebelah…” jawab Kak Neta
__ADS_1
“hmm,,,,?”
“Tunggu,,,tunggu,,,,, jangan bilang kamu mau ajak anak ini ke acara itu…? Uda gila ya ??” tanya Fanny ke Kak Neta
“Acara apa di kota sebelah ?”
“Kamu gak bisa mengajaknya ke acara itu… pikirin masa depan anak ini, dia bahkan belum 17 tahun Net.…” ucap Fanny
Kali ini kak Fanny berlagak seperti seorang guru beneran, dia gak rela aku dibawa kak Neta ke acara itu karena berhubungan dengan masa depanku,,, jadi penasaran acara apa yang mereka maksud.
“ aku mau,, aku akan ikut denganmu…..” ucapku pada kak Neta…
“ Oke kalau begitu kita sepakat…..” jawab Kak Neta
“tapi aku mau uangnya sekarang….”
“kalian memang Gila…..” Kak Fanny malah kelihatan sebel melihat aku mau aja menerima tantangan kak Neta,, emang ada acara apaan sih di kota sebelah ?
Kak Neta menghampiri kak Fanny yang sedang cemberut, dia duduk di sebelah kak Fanny,,,
“Uda tenang aja,, aku akan menjaganya,, ada kamu juga kan Fann…kita jagain dia bersama sama” kak Neta mengusap usap punggung kak Fanny.
Kejadian berikutnya sungguh diluar akal sehatku, tiba² dari samping kak Neta mencium bibirnya kak Fanny,, Gilaak,, dan kak Fanny kelihatan menikmati ciuman itu,, apakah mereka ini termasuk golongan lesbian ? baru pertama kali aku melihat sesama cewek saling berciuman bibir secara langsung.
Tiba tiba kak Fanny mendekat ke tubuhku,, dia memelukku dari samping,,,,
“Rega,, taukah kamu …. kamu bisa mendapatkan ketenangan dari tubuh seorang wanita, apalagi buat kamu yang sedang patah hati,,,” ucap Fanny
“ohh..please,,,,” ucap kak Neta sinis setelah mendengar ucapan Kak Fanny..
“hmm,, ?”
“peluk aku,,,,,” pinta Fanny
Kuiikuti perintahnya, aku tidur miring menghadapnya.. dia semakin erat memeluk tubuhku.. aku reflek memegang pinggulnya..
“masih belumm sadar,,? Apakah kamu ingat Dulu waktu kamu kecil sering memeluk pinggul ibumu saat kamu sedang bersedih…?” ucap Fanny
Eh…? Kemudian kak Fanny mengarahkan tanganku menyentuh pahanya…
“Paha wanita juga akan bisa membuatmu terlena dari kesedihan,,,bayangkan kamu dulu sering tidur dipangkuan ibumu,,,? Nyaman kan…?” ucap Fanny
ii..iya…”
“satu lagi,,, “ sambung Fanny
Kali ini kak Fanny menggerakkan salah satu ***********..
“Kamu pasti tau apa yang dilakukan ibumu ketika melihatmu yang masih bayi sedang menangis..” ucap Fanny
“aku tau,,,,”
Tangan kak Fanny mengusap usap kepalaku,,, aku seperti seorang bayi yang sedang ditenangkan ibunya. Kak Fanny memang hebat, dalam sekejap saja dia bisa membuatku nyaman… pacar idaman banget ini guys..
“jangan percaya kata-katanya,, dia berkata seperti itu kepada semua pria,, aku jadi curiga dia mengajarkan itu kepada murid-muridnya,,,,” sindir Kak Neta
“kamu percaya padaku kan Ga…?” tanya Fanny kepadaku
Aku tersenyum kepada kak Fanny, dan mengangguk,,,, entah yang dikatakannya tadi hanyalah sebuah modus atau bisa disebut SSI, tapi tidak ada yang salah dari kata-katanya,,, kak Fanny benar benar bisa membuatku nyaman. Dia bisa memperlakukan pasangannya dengan sangat baik, wanita dewasa memang hebat,,,,, seandainya kak Fanny lebih muda 5 tahun,, aku mau pacaran dengannya,, hihihi,, hadehhh,, mulai deh penyakitku kumat, terlalu mudah jatuh cinta,,,
.
.
...—POV ALEXA—...
Aku mengira kalau aku akan siap menghadapi ini semua. Ternyata aku salah, aku belum sepenuhnya siap menghadapi perpisahan ini. Sepanjang perjalanan pulang dari kedai sampai sekarang ini air mataku tak henti hentinya menetes membasahi wajahku bercampur dengan air hujan yang mengguyur tubuhku. Tadi aku putuskan untuk berjalan kaki menuju rumah meskipun hujan sedang turun. Sengaja aku ingin berjalan di tengah rintik hujan agar orang-orang tidak ada yang tahu kalau aku sedang menangis.
Sambil berjalan aku mencarinya di setiap sudut ruang dikepalaku, mencari segala kenangan tentangnya. Dalam pencarianku kutemukan dia saat pertama kali kita saling bertemu dan bertatap muka, cinta tidak langsung menyapaku saat itu. Dan memang tidak semudah itu bagiku untuk jatuh cinta setelah kejadian pahit yang telah kualami. Aku masih belum sadar kalau cowok cupu yang sedang terbaring kesakitan itu nantinya adalah seseorang yang bisa membuatku tergila gila dan cinta mati kepadanya.
Pertemuan kedua kali denganya, saat itu aku membuat perasaannya terluka, dengan tega aku mempermalukannya di depan siswa lain.
Aku : “mau ngapain?”
Rega : “eh. mau daftar kak”
Aku : “kamu gak salah stand?kamu mau gabung eskul musik? Iya?”
Rega : “ii.iya..”
Aku : “ohh.. bisa main alat musik apa?”
Dia menggelengkan kepalanya..
Aku : “bisa nyanyi?”
Dia menggelengkan kepalanya lagi..
Aku : “LALU NGAPAIN DISINIII..?” aku membentaknya,,
Aku : “tidak ada tempat untuk anak culun disini,, coba ke stand yang lain,, ada cheer, tari, balet,..mungkin itu cocok buat kamu”
“hahaha. Hahah” siswa lain pada tertawa mendengar ucapanku..
Juno : “atau eskul ngumpulin kutu buku..”
Aku : “nahh bener itu paling cocok buat dia.. Eh tapi ada gak sih eskul itu?”
Juno : “tau’.. Kalau belum ada,, suruh dia bikin aja.. hahahaha”
“hahahha. Hahaha. Hahahahhhahah”
Sungguh aku menyesal telah berbuat seperti itu kepadanya …. saat itu aku masih labil aku masih terpengaruh dengan gengnya Galih, pacar bohonganku saat itu. Setahun kemudian aku bertemu lagi dengannya, penampilannya sudah berbeda dari terakhir kali aku melihatnya. Saat itu pun masih belum ada tanda tanda aku akan jatuh cinta kepadanya.
Sampai hal itu terjadi..
__ADS_1
Tidak kusangka akibat dari kenekatanku menciumnya akan menimbulkan efek begitu besar pada diriku. Jantungku berdebar debar untuk pertama kalinya merasakan bibirku bersentuhan dengan bibir cowok. Yang kurasakan adalah perasaan bangga dan takut secara bersamaan. Aku menyadari bahwa sesuatu sedang terjadi padaku, sesuatu yang baru telah bangkit di dalam diriku.
Dan pada saat itu juga kusadari bahwa hatiku bukan lagi milikku
Aku terkejut ketika dia mendatangi tempat kerjaku untuk pertama kali, dia datang dengan misi mencari tau apa yang sebenarnya terjadi antara aku dan kakak tirinya. Panjang lebar kujelaskan padanya apa yang membuatku dan kakak tirinya berselisih selama ini. Aku kira dia akan membela kakak tirinya, nyatanya dia bisa mengerti posisiku dan membelaku,,
Rega : “Kamu bukan orang jahat, kamu sudah melakukan hal yang benar, kamu rela dicaci dan dihujat untuk sebuah kebenaran… sebenarnya kamu dan Rein adalah korban.. kamu tidak pantas dibenci olehnya”
Dan pada saat itu juga sebuah pelukan hangat dia berikan untukku, nyaman sekali dipeluk olehnya… sejak kejadian kejadian itu aku selalu memikirkannya , selalu terbayang wajahnya, hangat peluknya. Dan hingga kusadari kalau aku sedang jatuh cinta kepadanya. Aku sangat yakin dia adalah cowok yang tepat untuk memulai suatu hubungan. Aku juga yakin aku pasti akan bahagia jika bisa bersama sama dengannya.Dia menerima cintaku saat kuberanikan diri menyatakan perasaanku padanya meskipun aku sedikit menangkap keraguan dari raut wajahnya. Hari itu adalah salah satu hari terbaik yang pernah terjadi di hidupku, dan aku sangat bahagia..,
“tidak.. Kita tidak akan bisa bersatu. amanda akan semakin marah kepadaku dan dia juga akan membencimu….”
Rega : ” untuk cinta pertamaku…aku Rela dibenci oleh Rein… ”
Aku : ” kamu yakin..?……”
Rega : “aku siap.. Aku akan menghadapi semua rintangan itu…”
Aku : “tidak… kita akan menghadapinya bersama sama..”
Nyatanya aku dan dia tidak siap menghadapinya, kami ketahuan kakak tirinya lebih cepat sebelum kami menemukan solusi untuk membuat kakak tirinya mau menerimaku lagi. Sebenarnya aku tidak peduli kakak tirinya mencaci maki harga diriku dihadapan orang banyak, aku hanya ingin membela hubunganku dengan dia.
Tapi….
“Amanda mencintaimu,,, apakah kamu tidak menyadarinya,,,?”
Aku tidak bisa lagi berkata apa² jika sudah seperti itu, aku harus membela seperti apa ? Perpisahan memang adalah jalan satu satunya, jika memang kamu dan kakakmu tidak bersatu, begitu juga dengan kita… Perpisahan memang selalu terasa menyakitkan, tapi itu adalah suatu kenyataan. Sebuah kenyataan yang telah menghancurkan segala harapan dan keinginan yang selama ini kami impikan untuk bersama sama selamanya. Mungkin Memang dari awal kami tidak akan pernah bisa bersatu..
Rega :” Aku masih mencintaimu AL… Kumohon jangan menyerah.. kita pasti bisa melalui semua ini, kita perjuangkan cinta kita bersama sama…aku janji tidak akan menyia nyiakanmu lagi…. . “
“Aku tau kamu mencintaiku,,,,, hikss,,,,”
“Aku tau…hiks”
“Aku juga mencintaimu Rega…. Hiks…”
“Aku ingin kamu tau kalau aku juga mencintaimu, tapi aku tidak bisa mengatakannya… Aku tidak bisa.. ”
Langkahku terhenti di pinggir jalan yang sepi, aku tidak kuat menahan rasa sedihku ,, aku menangis duduk tergeletak di trotoar jalan dengan air hujan yang masih mengguyur tubuhku. Ternyata tidak mudah merelekan untuk melepas orang yang sangat kucintai. Aku tidak bisa membayangkan jika besok harus berpapasan dengannya,, aku tidak yakin bisa rela berbahagia melihatnya jalan dengan cewek lain. Bagaimana bisa aku melepaskan cintanya saat cinta itu tidak mau lepas dari diriku. Cintanya terasa seperti tetesan air hujan ini, Aku tidak akan pernah bisa menghindari hujan turun dari langit, Hujan akan selalu datang menyentuh tubuhku, merasuk ke dalam hatiku dan aku tidak bisa menghindarinya.
Mulai saat ini hujan akan selalu membawaku pergi ke dimensi lain di kepalaku, membawaku kembali ke kenangan kenangan indah yang sebisa mungkin tidak akan pernah kulupakan, jika aku mulai lupa, aku akan berlari dibawah guyuran hujan, karena hujan akan selalu menampilkan cuplikan cuplikan kenangan indah saat bersamamu.
Dan aku ingin kau tau, kenyataan yang sebenarnya
Namun terkadang, Hal itu membuatku muak
Tidak, Aku tidak bisa mengatakannya kepadamu
Aku takkan mengatakannya
Karena kita bisa melihat
Hubungan ini telah berakhir
Tapi, aku terlanjur jatuh cinta kepadamu
Seandainya saja dengan begini aku bisa melupakanmu
Namun semakin aku memikirkan dirimu,
Aku semakin menjadi tau
Bahwa melupakanmu itu mustahil bagiku,
...—POV REGA—...
Setelah permainan panas yang kami bertiga lakukan, saat ini aku berdiri di dekat jendela kost kak Neta,, memandangi air hujan yang masih tetap jatuh dari langit meskipun hari sudah hampir larut. Entah kenapa tiba tiba pikiranku jadi tidak tenang, tiba tiba saja dia datang dipikiranku saat aku memandangi air hujan. Kenangan –kenangan saat bersamanya terlintas di bayanganku, kenapa aku masih belum bisa melupakannya…?
“Rega,,, ayo tidur,, besok kamu masih sekolah…” Ucap Kak Fanny kepadaku…
Aku melihat kak Fanny, dia sudah bersiap untuk tidur,,, kulihat Kak Neta sudah menutupi tubuhnya dengan selimut diatas tempat tidur,,,
“iya kak Bentar lagi….”
“Kamu masih memikirkannya…?” tanya Fanny
“hmm…?”
“Hujan akan semakin membuatmu mengingatnya, karena hujan 10 persennya terdiri dari air dan sisanya adalah kenangan…” ucap Fanny
Dia benar,,, sepertinya sudah cukup bagiku melihat hujan,,, hujan hanya akan semakin membuat perasaanku terluka… Segera aku beranjak ke tempat tidur dan tidur disebelahnya kak Fanny,,, dia ada ditengah antara aku dan kak Neta… langsung kuberanikan diri tidur sambil memeluk kak Fanny dan dia tidak keberatan.
KEESOKAN PAGINYA
...—POV ALEXA—...
Kudengar seseorang masuk ke dalam kamarku, entah jam berapa sekarang ini . mataku terasa berat sekali untuk terbuka.
“Tumben Anak Mama kok masih tidur..?… hm, badanmu panas sekali Nak…” kurasakan tangan mama menyentuh keningku.
“Gpp kok Ma.. aku mau kesekolah……” kucoba membangkitkan tubuhku, tapi tidak bisa. Badanku sangat lemas.
“Kamu sedang sakit sayang, gak usah dipaksakan…. Istirahat saja yah,,, nanti mama panggilkan dokter…” ucap Mama
Jadi aku beneran sakit…? Kulihat mama tiriku akan pergi dari kamarku.
“Ma….?”
“iya sayang..?” jawab Mama
“Makasih……”
Mama hanya tersenyum kepadaku dan meninggalkan kamarku, meskipun mama selalu jarang kelihatan di rumah karena kesibukannya,tapi mama sangat peduli denganku,, Saat Mama sedang dirumah pasti selalu menyempatkan waktu untuk bertemu denganku menanyakan hari-hariku saat Mama tidak dirumah.
Akhirnya aku sakit, pasti gara-gara semalam. Terpaksa hari ini aku tidak bisa berangkat kesekolah padahal aku ingin melihatnya, aku sudah sangat merindunya,,,,,, meskipun hujan hanya akan membuatku sakit., tapi aku akan selalu menyukainya.
__ADS_1