Kisah Cinta

Kisah Cinta
REFRESING


__ADS_3

...–POV EGA–...


Hari hari bersama Resty membuatku sedikit demi sedikit bisa melupakan rasa sakit karena gagal menjalin cinta dengan Dias. Resty benar benar mempunyai obat untuk rasa sakit yang aku alami. Dekat dengan Resty benar-benar membuatku lupa tentang Dias. Dan perlahan lahan timbul rasa dari hatiku untuknya, meskipun masih berupa percikan kecil.


sejak hari minggu kemarin, sampai saat ini beberapa hari kemudian, Meskipun aku beberapa kali menginap di apartemennya, tapi tidak ada permainan panas diantara kami. kami hanya makan bersama, tidur bersama, berangkat ke kantor bersama, pulang juga bersama sama. Resty tidak pernah memaksaku untuk bercinta dengannya, walaupun dia selalu menggodaku. Sebenarnya aku juga pengen sih melakukan denganya lagi,


Atau dia menungguku untuk memintanya?


Entahlah,, aku masih belum begitu berani,, karena minggu kemarin aku kalah telak 0-3,, haduuh aku benar² malu.. aku malu tidak bisa membuatnya mencapai puncak kenikmatan. seorang wanita di kota sebelah pernah berkata padaku saat kami sedang berhubungan intim.


“jangan egois di ranjang!”,,


kata²nya membuatku masih ragu untuk melakukannya lagi dengan Resty,,


“heii.. ngelamun mulu” Resty mengagetkanku dengan cubitannya di perutku.


” auwwwwwww..” aku berteriak kaget karena cubitannya yang tiba².. Aku yakin orang² di pesawat mendengar teriakanku, dua orang ibu² yang duduk diseberang bangku kami juga melihatku. Aku langsung menutup mulutku.


“apaan sih? Kaget tau.. ”


“lah kamu sih.. Dipanggil panggil, tapi cuman diem,, mikirin apa? Masih mikirin cewek itu? ” tanya Resty


“enggak…” jawabku cuek


“terus? ” ucap resty yang masih penasaran


“mikirin kamu… ”


” hmmmm Ega.. Luluh hati adekk bang” dia merangkul lenganku. Lalu menggesek²kan dahinya di ujung lenganku.


Woi.. Woi.. Dilihat orang sebelah woii… . nyesel aku tadi ngomong gitu.. Sifat childish Resty muncul lagi….


Kalian masih ingat tempo hari Resty menyuruhku mengurus Paspor & Visa dan mengajakku ke Singapore? Saat ini kami sedang menuju ke negara tetangga itu untuk mengurus beberapa hal mengenai jaringan disana. Memang visaku belum jadi, tapi ke Singapore tidak perlu memakai Visa,, paspor saja sudah cukup. cuman berdua? Iya,, Resty hanya mengajakku, meninggalkan Rendy & Shinta di kantor selama 3 hari. pesawat kami baru saja take off dari salah satu bandara dengan nama pasangan pahlawan proklamator .Kami terbang diantar dengan salah satu maskapai kebanggaan negeri ini. berhubung jarak tempuh antar kedua negara yang tidak membutuhkan waktu terlalu lama, Resty hanya memilih kelas ekonomi dalam penerbangan ini.


Hari ini Resty terlihat sangat cantik dengan kemeja kotak² warna pink yang dia pakai, Rambutnya terurai panjang kebelakang tubuhnya


Wait .. Rambut??


“Tumben gak pakai jilbab?”


Setauku Resty hanya membuka jilbab di dalam kamar apartemen dan sekitaran komplek apartemennya. Apakah dia sering bepergian tidak pakai jilbab. Dasar labil…


“Knp? Kamu lebih suka aku pakai jilbab? Kalo aku pakai jilbab, entar kamu keingetan Desy mulu” ucap Resty


“Dias..”aku membenarkan ucapannya,


“Oiya.. maap² Dias maksudnya, xixixi , tuh kan,, kamu keingetan dia lagi..” bentak Resty


Iya sih,, sampai saat ini aku seringkali terbayang Dias tiap melihat cewek yang menggunakan Jilbab. Resty tau banget yang aku rasakan,, tapi dia tak harus sampai segitunya mempedulikanku.


“btw, Kamu lebih suka liat aku pakai jilbab atau nggak? tanya Resty


“jadilah dirimu apa adanya..” ucapku pelan,,


“HAH ? KAMU SUKA AKU TIDAK PAKAI APA²? Dia berbicara cukup keras.. lagi lagi orang di kursi seberang melihat kami. Mereka melotot padaku, seakan men-judgeku sebagai cowok mesum.


Buset nih cewek,,, memang suaraku yang pelan atau dia yang budeg? Langsug kubekap mulutnya yang ngawur itu,,,,


“Nghmh,,mnghhfh..” dia mengatakan sesuatu tapi tertahan tanganku yang membekap mulutnya,maap².. xixixi” ucap Resty setelah kulepas tanganku di mulutnya.


“tapi kamu suka waktu aku tidak pakai apa²kan?..xixi”sambil berbisik kepadaku


“btw, Kamu bilang apa tadi..?”tanya Resty


Aku tidak menjawabnya, aku memejamkan mataku..

__ADS_1


“Ga…?” sambil mencolek colek perutku


“Hmm..” masih memejamkan mataku


“Issh, Egaaaa…liat sini..!” sekarang dia malah menarik narik lenganku..


Terpaksa aku melihatnya,,,,


Resty memajukan bibirnya,, matanya sayu. Kemudian dia menempelkan jarinya di bibirnya yang mengisyaratkan agar aku mencium bibirnya…


GLEK,, serius? Sekarang ? Di dalam pesawat..?


Resty tetap seperti itu sambil menarik narik lenganku..


Aku kayak orang bodoh melihat ke arah sebelah kanan tempat ibu² tadi, kedepan,, kebelakang. Haruskah kuturuti? Atau diabaiakan saja? Bibir Resty terlalu menggoda untuk dibiarkan seperti itu.


Nampaknya setan lebih banyak menguasai tubuhku,, tak peduli dilihat orang.. aku langsung mencium bibirnya, , Resty sempat kaget, mungkin dia tidak menyangka aku berani menciumnya di dalam pesawat.


Tidak lebih dari 10 detik bibir kami berpagutan..,, setelah itu Resty merangkul lenganku,, kepalanya bersandar dipundakku.


Luar biasa,, sungguh menegangkan melakukannya.. ini pertama kali buatku berciuman di dalam pesawat yang sedang ramai penumpang, bahkan pertama kali buatku berciuman selain di dalam rumah.


Apakah aksi kami dilihat orang? Aku tidak berani melihat ibu² yang duduk diseberang tempat duduk kami.


“kamu orang pertama yang mencium bibirku di atas langit” Resty berbicara pelan sambil memejamkan mata


“dasar mesum..”


“Kita pasangan mesum..xixi” ucap Resty


Aku tersenyum mendengar ucapan Resty, “Yap,, kita benar² pasangan mesum..” ucapku dalam hati. Aku merangkul tubuhnya yang masih mendekat ke tubuhku melalui belakang tubuhnya, lalu ku usap usap lengannya.


Kemudian Sisa perjalanan menuju Singapore Resty banyak berbicara tentang apa yang akan kami lakukan disana. Nanti disana kami akan menemui beberapa orang untuk membicarakan jaringan yang overload di beberapa titik di Singapore. Kalau sudah menjelaskan tentang pekerjaan, Resty terlihat dewasa dan pintar, dia sangat detail menjelaskan semuanya kepadaku.


Dan akhirnya kami disini,,masih jam 9 pagi kami sudah sampai di sebuah hotel megah yang merupakan salah satu landmark Negara ini. Dengan alasan penghematan, Resty hanya memesan 1 kamar..


“yukk.. ke kamar..!” ajak Resty


Kami sempatkan instirahat sebentar di dalam kamar, kami gunakan waktu untuk tidur sejenak karena tadi pagi kita bangun pagi pagi sekali. Aku bahkan semalam tidak bisa tidur karena Resty tidur memelukku hanya menggunakan kimono tipis andalannya.


Jam 12 siang kami bertemu beberapa orang di lobby hotel, tidak lama,, hanya setengah jam pertemuan kami berlangsung.


Dalam perjalanan menuju kamar,


“akhirnya pekerjaan kita selesai..!” ucap Resty


“hah? Gitu doang?”


“iya gitu doang..” tegas Resty sambil menganggukan kepala


“gitu doang pakai email kan bisa?,, lagipula kenapa harus 2 malam disini?”


“Ishh,, bawel kamu Ga, aku butuh refreshing,, apalagi kamu, kamu juga butuh liburan” jawab Resty


Brugg,, aku merebahkan lagi tubuhku di tempat tidur. sedangkan Resty hanya duduk di tepian tempat tidur..


Setelah beberapa saat istirahat


“yuk berangkat,,” ajak Resty


"Kemana??"


"Jangan bawel deh!!" bentak Resty


Lalu kami berdua hanya berjalan kaki menuju ke patung merlion, karena jaraknya yang tidak seberapa jauh. Hanya perlu memutar.. kami tidak sendiri,, banyak bule bule juga lalu lalang menuju ke merlion atau yang sudah dari sana. sepanjang perjalanan, Resty menggandeng tanganku sambil aku melihat lihat kota ini.., sangat berbeda dengan yang ada di negeriku. Semua disini tertata rapi dan sangat bersih,, mulai dari trotoar, sistem transportasi yang bagus, angkutan kota baik bus dan subway yang bersih, benar² suatu perbandingan yang kontras.

__ADS_1


“iiii.. lucu” teriak Resty melihat anak kecil berwajah bule sedang berjalan terbata bata. Mungkin baru bisa jalan


Sepertinya Resty sangat suka dengan anak²..


“Ayuk bikin kayak gitu Ga…” rengek Resty ke padaku.


“Kan aku bukan bule..”


“Hmm,, iyasih,, bokapnya tu anak mau gak ya bikin sama aku,, hahaha” ledek Resty


“tanya aja sendiri,,,” aku melanjutkan berjalanku,, kemudian dia sedikit berlari mengejarku, lalu menggandeng lenganku


“hmm,, jeleous yah? xixixi”ucap Resty sambil merayuku


Akhirnya kami tiba disini,, di tempat wisata Patung Merlion, salah satu landmark Negeri ini. Semua yang baru pertama kali ke singapore, pasti harus menyempatkan datang kesini, banyak bule² mancanegara. Yang mengunjungi tempat ini Tempatnya sejuk dengan air mancur yang keluar dari patung itu. Kami berdua menuju pagar tepian tanjung dekat patung.


Aku berdiri di belakang tubuh Resty yang sedang melihat patung. Di sepanjang pagar tepian tanjung yang menghadap ke patung, hampir semua pengunjung mengabadikan kebereradaan mereka disini dengan berfoto selfie, ada juga yang berfoto bergerombol. Tiba tiba Resty menjewer telingaku. Aku tidak menyadari kalau dia sudah membalik badannya.


“tuh kaan,., matanya ke mana²” ucap Resty kesal dengan menarik telingaku,,,


“aduh².. orang aku lagi liatin orang selfie“ ucapku sambil memegangi telingaku yang sedikit panas


“Bohong.. masih kurang ngeliatin punyaku? apa harus dibuka ni bajuku?” tantang Resty,,


“Buka aja kalo berani..” aku balik menantangnya..


Beberapa saat kemudian dia melepaskan dengan cepat kancing² kemejanya. Tapi masih menutupi bagian tubuhnya.


Woi… bener bener nekat nih cewek, di tempat seramai ini dia mau membuka bajunya. Jantungku berdetak kencang melihat dia melakukan itu, Saat Resty sudah berhasil melepas kancing paling bawah, aku melihat cepat ke kanan kiri,, memastikan tidak ada yang melihat Resty. Dia melihat tajam ke wajahku, sambil cemberut.


Ketika dia memegang setiap bagian bajunya, seperti sedang bersiap membuka kemeja itu,, langsung dengan cepat kupeluk tubuhnya.


“kamu tidak pengen tubuhku dillihat orang lain ya?” ucap Resty lirih


“pasang lagi kancingmu..!” ucapku pelan, sambil tetap memeluknya


“cium dulu,,,” rayu Resty


“pasang dulu..!” kemudian masih dalam pelukanku dia pasang lagi satu persatu kancing kemejanya,


Setelah itu kucium keningnya, dia tersenyum manis,,Lalu menempelkan jarinya di bibirnya…


Aku tau yang dia maksud, langsung kucium bibirnya di keramaian itu.. aku mencium bibirnya sambil kupegang pinggulnya.


“suitt..suitt..”


“Yeahhh”


Beberapa orang bersiul melihat kami,, ada yang tepuk tangan.. Ratusan turis pasti sedang melihat kelakuan kami berdua.


Aku tidak mempedulikan mereka,, aku lebih memilih mereka melihat kami berciuman daripada mereka melihat tubuh Resty.


Resty selalu sukses membuat jantungku berdebar, tapi harus aku akui ini menyenangkan.Resty memberikan pengalaman berbeda ,, Aku senang berada di dekatnya, aku nyaman dengannya. Entah kenakalan apa lagi yang akan kami lakukan disini, adrenalin seperti apa yang akan aku hadapi dengannya.


SEMENTARA ITU DITEMPAT LAIN ADA YANG SEDANG BICARA MELALUI TELEPON


OM Danu : “Halo..”


OM Danu : “ya..”


Om Danu : “Kamu yakin?”


Om Danu : “oke..”


Om Danu : “oke..”

__ADS_1


“tuuuuttt…”


__ADS_2