
“Ha..ha..hasyuuu”(bersin)
Pagi ini aku terbangun dengan bersin-bersin, pasti gara semalam Rein memaksaku ikutan renang. Semalem dia beneran memelukku loh, dia tidak sungkan memelukku meskipun dia hanya memakai bikini dan aku tidak memakai atasan,, *********** menempel di dadaku,, uhh kenyal-kenyal dingin.hehehe.. Lagi ngapain tu cewek, aku sedikit merindukannya,,, hihihi. aku cari di sekeliling rumah tidak kutemukan dirinya. Masa’ masih tidur..?
“Rein masih belum bangun Bun..?” tanyaku pada Bunda yang sedang menyiapkan makanan di dapur,,
“Kok gitu manggilnya?,, panggil dia kakak” ucap Bunda
“orang dianya suka dipanggil Rein kok Bun..”
“Amanda lebih tua dari kamu,,, Kak Rein, atau Kak Manda…” tegas Bunda
“iya-iya Bun,, kakak Rein..”
Bunda : “nahhh gitu,,, Dia tadi bangun-bangun pagi sekali, langsung pergi…” ucap Bunda
Aku : “Oh Yah,? Kemana? Mau olahraga Pagi..?
“Bukaan… Pagi ini Dia mau ketemu mamanya…” ucap Bunda
“haaah..? kan mamanya..”
“hihihi,, dia mengunjungi makam mamanya, katanya rindu. sudah aku tawarin untuk menemaninya atau mengajakmu, tapi dia gak mau,,” ucap Bunda
“Ohhhh,,,”
Aku jadi tersenyum sendiri mendengar keterangan bunda,,
.
.
Sampai malam hari Rein juga belum datang, kata Pak Sopir dia tadi minta dianter ke suatu mall dan minta ditinggalkan,, katanya mau keluar sama Tony.
Aku menunggu kedatangannya di ruang tamu,, Setengah jam kemudian ada mobil datang, Rein keluar dari mobil tersebut dengan seorang pria yang kutaksir umurnya lebih tua dari Rein, cowok itu keren dan ganteng, kayaknya sih itu yang namanya Tony. Dari dalam rumah , aku bisa melihat mereka cipika cipiki lalu cowok itu pergi bersama dengan mobilnya.
Melihatku sedang duduk di sofa, dia mendekatiku dan tidur dipangkuanku,,,
“Hoaaahh,, capeknya,,, belum tidur Ga..? kamu nungguin aku yah..? hihihi” ucap Rein
“enggakk,, dari mana baru pulang?”
“hmmm,, uda kayak emak² aja tanyanya, Habis enak enak,,” ucap Rein pelan
“haah? Makan enak maksudnya?”
“hihhii, kamu masih di bawah umur belum tau begituan. Malem ini tidurlah dikamarku,, nanti aku kasih tau apa itu” kemudian Rein bangkit dan menuju lantai 2 ke kamar tidurnya,,
Begituan ? apaan sih maksudnya ? gak paham,,,, masa’ iya aku harus tidur di kamarnya?
ketika aku naik ke lantai 2,, langkahku terhenti di anak tangga paling atas dan kulihat ke arah kanan, disana ada pintu kamar tidur kakakku yang paling menggoda iman itu dan dia mengundangku tidur disana. “kagak deh…” aku melangkahkan kakiku ke sebelah kiri menuju kamar tidurku sendiri,,, aku paling susah tidur sekamar dengan orang lain,,, ada perasaan tidak nyaman jika harus berbagi tempat tidur dengan orang lain,,, waktu menginap di Rumah Dika aja aku susah banget tidur,, aku benar benar butuh ketenangan, butuh ruanganku sendiri… aku yang sekarang ini tidak menyadari bahwa faktanya aku seorang introvert.
.
.
Keeseokan paginya, aku terbangun mendengar suara piano yang begitu merdu dari lantai bawah,, ternyata piano itu sedang dimainkan Rein, dia masih memakai baju tidurnya ketika memainkannya,, meskipun dia bangun tidur, tetep aja keliatan cantik, bener bener natural kecantikannya,,
Rein begitu menikmati lagu yang dia mainkan, jari jarinya menari diatas tuts sambil matanya terpejam,, aku tidak tau lagu atau musik apa yang dia mainkan,, tapi bisa kurasakan feelnya yang begitu indah.
“uda cantik, pintar, jago main piano,,” ucap Bunda yang tiba² ada disebelahku ikutan melihat Rein.
“iya Bun,, cantik” aku masih terhipnotis dengan musik yang dimainkan Rein,,
“Hmm,, anak Bunda uda ngerti perempuan cantik..” ucap Bunda
“eh, bukan,,bukan,, maksudku musiknya cantikk”
__ADS_1
.
.
Ya seperti itulah kegiatan pagi kami di rumah,, setelah Rein bermain piano dia naik ke kamarnya lagi untuk mandi dan segera berangkat ke sekolah. Aku belum sekolah? Belum,,, Bunda masih mengurus surat² pendaftaran disekolah yang sama dengan Rein karena aku telat masuk dalam penerimaan siswa baru,, selama seminggu ini kalau sudah siang di rumah terasa sepi tanpa kehadiran Rein. Rein kalo pulang hampir selalu menjelang isya’,, kadang dia mengajak teman² wanitanya ke rumah,, kadang dia dijemput pacarnya, kadang dia hanya sibuk di kamarnya mengerjakan tugas sekolahnya,,, hampir seminggu ini kami tidak punya waktu ngobrol yang cukup lama. Aku hanya sembunyi di kamar ketika teman ceweknya disini… aku takut dia Malu kalau tau adik tirinya seperti aku, dia juga tidak ada usaha mengenalkanku pada temannya.
Malam minggu ini pun begitu, aku menunggu kedatangannya di sofa,, jam sudah hampir menunjukkan pukul 12 malam,, tadi dia dijemput Tony dan sampai larut gini dia belum pulang,, Beneran nih Gpp dia seperti ini? Apa mungkin memang pergaulannya seperti ini..? Mungkin bunda juga tidak berani menegurnya,, Bunda masih belum sebulan jadi ibu tirinya, jadi tidak ingin terlalu mengekangnya,, coba saja aku, jam 7 malam pasti sudah disuruh pulang sama Bunda.
Tak terasa sudah jam 1 malam, aku menyerah menunggunya,, sudah mengantuk banget,, saat aku akan beranjak pergi dari ruang tamu,, kudengar suara mobil mendekati teras rumah kemudian berhenti,,, “nah itu pasti dia…” kemudian aku duduk lagi di sofa,, “ehm, tiduran aja deh,,,biar tidak dikira menunggunya..”
CKLEK, pintu dibuka.
“Loh, nungguin aku lagi Ga?” ucap Rein saat melihatku tiduran di sofa..
“Engg,,,, aduhh” kalimatku tertahan karena tiba² Rein merobohkan tubuhnya diatasku, dia menindih tubuhku diatas sofa.. aku terkejut dengan serangannya yang tiba tiba ini,, dia tidak sungkan memelukku, bisa kuhirup aroma parfumnya yang segar dan menggoda.
“Kok gini sih,, berat tau’” aku berusaha mengangkat tubuhnya,, tapi dia malah semakin menekan tubuhnya ke bawah.
“jangan ngomongin berat badan denganku,, mau aku tabok..?” sanggah Rein
Busett,, sadis nih cewek,, emang cewek selalu sensitif ngomongin berat badan.
‘Nanti dilihat Bunda Rein..” rengekku padanya,,
“udah ahh bawel,, Bunda pasti uda tidur,, kamu ini, bilangnya gak mau tapi punyamu berdiri” ucap Rein
Tuh kan dia bisa merasakannya,,, dia malah menggesek-gesekkan pinggulnya.. gila,, rasanya gimana gitu, geli geli nikmat.
“tuh kan,, pasti langsung gak rewel kalo digituin,, dasar cowok” ucap Rein
Heehh ? apa’an ? aku gak paham…
“capek banget badanku,,,” ucap Rein
“habis enak² ?” tanyaku
Aku hanya mengangkat pundakku, mengisyaratkan kalau aku belum paham maksudnya.
“tapi tadi enak²nya gak maksimal,, aku belum nyampek” Rein mengucapkannya dengan semakin menggesekkan pinggulnya di wilayah kemaluanku,,, aku tidak pernah merasakan perasaan seperti ini.
“Belum nyampek kemana?”
“hihihi, belum nyampek puncak Ga” ucap Rein
“hahh? Kalian enak² di puncak?”
“hahaha, anggep aja gitu…” ucap Rein
“emangnya kenapa harus enak² sampai ke puncak?”
“wkwkwkw,, ehmmm, susah jelasinnya,,, pokoknya kalau sudah di puncak itu rasanya seperti melayang sangaaaaaaatttt tinggi…” ucap Rein
Aku semakin gak paham dengan penjelasannya,,
“mau diajarin..?” tanya Rein
“diajarin enak²?”
“ehmm, jangan deh,, ntar aku dimarahin Bunda…” kemudian kulihat Rein memejamkan mata,, dan pinggulnya berhenti bergerak.
.
.
Sejam kemudian, Bisa kurasakan tubuhnya sudah tenang, nafasnya teratur.. sepertinya dia tertidur, tertidur di atas badanku,,,
belum tidur..?” tanya Rein
__ADS_1
eh ternyata dia belum tidur,,
“lah gimana bisa tidur,, tubuhmu ada diatas tubuhku, dipikir gak berrrrr,,,”
“apa..?” bentak Rein
“hehehe,, kagak,,kagak,,,”
“mau gantian aku yang di bawah?” Rein bangun dari atas tubuhku,, dan turun dari sofa..
“minggir…” perintah Rein kepadaku
“hehh? Gimana?” aku pun berdiri juga,,, kemudian Rein rebahan di sofa panjang itu…
“Sini…!” kedua tangan Rein diarahkan kepadaku,, dia mengajakku untuk menindih tubuhnya..
“gpp nih?”
“ayo cepetaan…” ucap Rein
yasudah, akupun menindih tubuhnya,,,
Dia tiduran sambil memeluk badanku,kini wajahku sangat dekat sekali dengan wajahnya, sedangkan dadaku terganjal *********** yang berisi itu,,,
“aku tetap tidak bisa tidur seperti ini… tidur di kamar saja bisa kali”
“hmm..? kamu mau kita pindah ke kamar? Hayuukk” tanya Rein
“Bukan ,,bukan,, maksudku tidur di kamar masing²”
“Xixi… gesekin pinggulmu Ga!” perintah Rein
“kenapa..?”
“ihhh ,, banyak tanya,, sudah cepetan!” bentak Rein
Aku turuti permintaanya, aku menggesekan pinggulku di bagian depan pinggulnya… karena gesekan itu siotong jadi menegang,,,
aku hentikan gerakan pinggulku,,,
“loh kok berhenti,,? cium leherku..” ucap Rein pelan,,
Beneran gpp nih,,? Dia kan kakakku… melihatku yang tidak ada reaksi,, dia menekan kepalaku ke bawah ke arah lehernya dengan kedua tangannya..
Posisi kepalaku ada di samping lehernya, aku bisa melihat bagian lehernya dengan rambut rambut tipis,, senungguh menggoda untuk menciumnya,, rambutnya sangat wangi… nekat kuturuti perintahnya,, kuciumi bagian samping lehernya sampai ke bagian bagian bawah telinganya,,,
TAP TAP TAP, tiba tiba suara langkah kaki terdengar,,, Gawat siapa itu?
“ASTAGAAA…. EGA MANDAAA APA YANG KALIAN LAKUKAN..?” hancur hidupku mendengar teriakan Bunda,,,
“Waaaaa Bunda…”
“Egaa,, Egaa,,,,, kok tidur disini?” tanya Bunda
Loh,,,? Mana Rein?
“Rein mana Bun?”
“ya tidur di kamarnya… kamu ngapain tidur disini? Sana pindah ke kamar..” ucap Bunda
Hah,,hah,,hah,,, mimpi,,,, sial kayak beneran mimpiku barusan,, kulihat jam kuno itu menunjukkan pukul 3 pagi. Aku ketiduran,, tapi tadi seingetku Rein beneran disini deh..
eh ini,, ternyata tubuhku tertutup selimut,,, “ini selimutnya Rein” dia sempat menyelimutiku,,, ya ,, tadi waktu dia tiduran di atas tubuhku itu bukan mimpi,,, aku tidak menyangka bisa tertidur dengan posisi Tubuh Rein diatas tubuhku, ternyata aku bisa tertidur meskipun ada orang lain,,,
aku pun beranjak menuju kamar tidurku, pasti gara-gara Rein bilang “enak²” aku jadi mimpi gitu dengannya,, apa yang dimaksud “enak²” masa’ iya dia sudah pernah melakukannya?
Aku berhenti di lantai 2 menatap pintu kamar tidur Rein,, aku tersenyum mengingat mimpiku tadi..
__ADS_1