Kisah Cinta

Kisah Cinta
ON THE WAY DATE


__ADS_3

DISAAT META KEBINGUNGAN MENCARI PAKAIAN YANG COCOK, SEMENTARA ITU DITEMPAT LAIN


...—POV DIAS—...


TOK TOK


Kuketuk pelan pintu kamar kost yang seharusnya aku bisa membukanya langsung tanpa menunggu dibuka dari dalam karena aku masih menyimpan kunci kamar kost ini. Walaupun aku bisa membuka pintu kamar ini, tidak seharusnya aku masuk begitu saja setelah sekian lama tidak mendatangi tempat ini. Aku sedikit nervous dan gelisah saat memutuskan untuk mendatangi tempat ini, tentu aku masih ingat apa yang terjadi saat terakhir kali aku mendatangi tempat ini.


Tak perlu menunggu lama kudengar ada yang sedang berusaha membuka pintu ini dari dalam kamar, itu artinya Linda ada didalam, aku sempat berpikir hari libur seperti ini bisa saja Linda pulang ke kekota sebelah. Dan saat pintu terbuka, Linda sangat kaget melihat aku yang mengetuk pintu dan berdiri dibalik pintu kamar kostnya…


“Dee…?” sapa Linda


Aku tersenyum padanya lalu kupeluk tubuhnya…


“Maafin aku…” ucapku padanya masih memeluknya,,, Linda langsung menyambut pelukanku.


“kenapa kamu minta maaf Dee..? aku yang bersalah sama kamu…” lirih Linda


“aku kangen kamu Lin,,,,”


“aku lebih kangen kamu Dee..” ucap Linda sambil terisak..


Kupeluk semakin erat tubuh sahabat baikku sejak kecil ini, Setelah itu kami berdua ngobrol di dalam kamar, kamar ini sama sekali tidak berubah,,, tempat tidurku, barang-barangku yang masih di ada didalam kamar ini masih ada ditempatnya,, semuanya masih sama seperti dulu.


“aku seneng banget kamu dateng Dee,, kukira kamu tidak akan pernah mau lagi bertemu denganku. kamu sudah tidak membenciku..?” tanya Linda disebelahku,, kami berdua duduk bersebelahan di atas tempat tidurku.


Kugelengkan kepalaku…


“tidak seharusnya aku membencimu Lin,,, kamu masih berhubungan dengannya..?”


“Ega..?sejak hari itu, aku tidak pernah bertemu lagi dengannya…aku juga tidak tau bagaimana kabarnya sekarang..” ucap Linda


“Aku penasaran, apakah saat itu kalian melakukannya dengan perasaan..?”


Tentu aku masih ingat apa yang terjadi dihari itu, masih teringat jelas bagaimana tubuh polos Linda menari nari diatas tubuhnya Ega beralas tempat tidur ini.. kejadian yang tidak mungkin terlupa, pertama kalinya aku melihat langsung aktivitas seksual antara pria dan wanita,, apalagi aku mengenal keduanya,, bagaimana aku bisa lupa hal semacam itu,, yang ingin aku tau adalah apakah mereka melakukannya atas dasar saling menyukai ? apakah mereka berdua menjalin hubungan ketika aku berpisah dengan Ega.. Linda tampak kebingungan dengan pertanyaanku,,


“aku hanya ingin tau, gpp kok kalau kamu tidak bisa menjawabnya,,,”


Sebenarnya aku sangat membutuhkan jawabannya, walaupun sejujurnya aku takut dengan kenyataan yang terungkap saat Linda menjawabnya,, yang aku takutkan memang benar Ega dan Linda menjalin suatu hubungan,, itu artinya begitu cepat Ega melupakanku atau bisa saja Ega sengaja menjalin hubungan dengan Linda untuk membalas sakit hatinya kepadaku.


“sama sekali tidak,, kami melakukannya tanpa perasaan apapun,,, hari itu pertama kalinya kami bertemu setelah dia tahu rencana perjodohanmu,, aku yang menghubunginya lebih dulu Dee,,, aku meminta bantuannya untuk mencarimu karena saat itu kamu tidak mengabariku sama sekali,,, ehmm,, aku juga yang memaksanya untuk melakukannya denganku,, aku sangat menyesal Dee,, kamu tau kan nafsuku gede, hari itu aku tidak bisa menahan nafsuku,,apalagi saat itu aku sedang stress karena tidak ada kabar darimu,,, tapi tidak seharusnya itu menjadi alasan. Jangan menyalahkan Ega,, aku yang seharusnya kamu salahkan,, aku yang jahat sama kamu, aku sama sekali tidak memikirkanmu saat merayu Ega,,, sekali lagi aku minta maaf..” Linda menjelaskan alasannya dengan air mata yang kembali menetes di pipinya,,, langsung kupeluk dia lagi,,,


“aku sudah memafkanmu Lin, memaafkan Ega juga,,,,, makasih sudah mau jujur,,, itu sangat berarti bagiku… karena aku merasa masih punya kesempatan untuk bisa bersama dengan Ega,,,”


“hmm..? lalu perjodohanmu..?” tanya Linda


“Bulan depan aku akan tetap menikah dengan Galih,,, tapi aku dan Galih sudah bersepakat untuk bercerai setelah tiga bulan menikah, karena Galih juga tidak setuju dengan pernikahan ini… dia juga berjanji untuk tidak menyentuhku selama kami menikah nanti..” Sebenarnya aku masih ragu dengan alasannya Galih,, apalagi semakin hari dia semakin menunjukkan perasaanya kepadaku,,


“aku menyesal tidak berusaha mengenal Galih sejak dulu,, jika aku mengenal Galih dari dulu,, mungkin sekarang ini aku dan Ega tidak perlu berpisah.. menurutmu aku masih punya kesempatan bisa bersama degan Ega ?”


“Pasti,,, kalian itu cocok,.. yang aku tau, Ega sangat mencintaimu,,dia menyukaimu sejak kita sama sama masih sekolah dulu,,, dia pantas menikah denganmu Dee… ternyata Ega bukan hanya pria yang polos,, dia juga jago di ranjang, kamu akan sangat beruntung menikah dengannya,,,” ucap Linda


“Liiiinnnnn…” rengekku


“Upsss,,, hihii,,,,,salah salah,, Ega yang akan sangat beruntung jika menikah denganmu Dee,, kamu adalah wanita sempurna, cantik, murah senyum, baik, mandiri,,kamu masih menjaga kesucianmu hanya untuk pria yang menikahimu.. ehmm,, tapi jika kamu ingin tau,, Saat itu Ega bilang sudah pernah melakukannya sebelum melakukannya denganku… dan menurut penilaianku, Ega sangat berpengalaman melakukannya” ucap Linda


Masih perjaka atau masih perawan merupakan tanda yang mengindikasikan apa yang ada didalam hati dan bagaimana bergaul diluar. Apa yang dikatakan Linda tentang pengalamannya Ega menunjukkan bagaimana Ega menjalani kehidupan seksualnya,,, bukan rahasia lagi jika kebanyakan pria selalu kesusahan menahan dorongan seksualnya, pria akan dengan mudah terangsang kapan saja, dimana saja atau dengan siapa saja,, contoh nyatanya Ega yang tidak bisa menahan godaan dari Linda,,, tapi,,,,


“Entahlah Lin,, meskipun Ega sudah melakukannya sebelum menikah, tapi aku tetap masih akan menerimanya jika dia memang masih mencintaiku, karena aku masih mencintainya sampai sekarang.. mencintai Ega merupakan takdirku, dan juga sudah menjadi takdirku untuk mempunyai mimpi hidup bahagia bersama dengan pria yang kucintai,, tapi aku belum tau apakah sudah menjadi takdirku juga bisa menikah dengan Ega, apalagi saat ini aku tidak tau bagaimana kabarnya sekarang ini, dimana dia berada atau apakah dia sudah menjalin hubungan dengan wanita lain,, semuanya kuprasahkan kepada Tuhan.”


Masih teringat saat aku dan Ega melihat bintang bintang diatap tempatku bekerja, saat itu aku membayangkan mengambil satu bintang yang paling bersinar terang diantara ratusan bintang yang lain. Kuserahkan bintang itu ke Rega, dan kuminta dia untuk menjaganya… kuharap Ega masih menyimpan bintang itu , karena bersamaan dengan itu, kutitipkan hatiku padanya..,,apakah dia masih menjaganya sampai sekarang? Atau dia sudah melupakannya?


“kamu harus percaya kalau Ega adalah jodohmu Dee,, buktinya Tuhan memberikan jalan bagimu untuk tidak bersama dengan pria yang dijodohkan denganmu,,, ini bukan hanya sebuah kebetulan,, kamu harus yakin dengan itu…” balas Linda


“Iya Lin,, aku hanya bisa berharap dan memohon,, oiya Lin,, malam ini kamu ada acara..? Galih mengajakku Dinner,, aku ingin mengajakmu, sekaligus mengenalkanmu dengan Galih,, ternyata Galih itu pria yang baik ,, sangat baik, dewasa, bijaksana,, pokoknya kamu harus bertemu dengannya!!“


“ehmm sebenernya aku sudah ada janji malam ini, tapi akan aku batalkan.. aku akan ikut denganmu,,,” ucap Linda


“beneran gpp..?”


“Iya gpp, bisa ditunda lain hari,,,, aku masih kangen kamu Dee,, malam ini tidur disini ya? Plissss……!!” rengek Linda


“uhm, kayaknya gak bisa deh, Ayah gak bakal mengijinkan,, bagaimana kalau kamu yang menginap di rumahku..?”


“mau,, mau Dee,,, pokoknya aku ingin kamu menemaniku tidur lagi seperti dulu…” ucap Linda senang dan antusias…


.

__ADS_1


.


...—POV REGA—...


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam akhirnya aku sudah sampai di depan pintu apartemennya Meta,, dua kali kutekan bel pintu kamar.


DDdddddDRRTTTTTT DDDddddddRTTTTTTTTT , Hapeku Berdering.. Hmm Meta ?


Aku :“halo Bee..?”


Meta : “kamu udah sampai..?”


Aku : “iya,, ini didepan,, Kamu dimana,,?”


Meta : “langsung masuk aja, gak dikunci..”


TTTUUUUTTTTTTTTTT, Langsung dimatikan,,,


Aku pun langsung masuk begitu saja kedalam,, saat sudah memasuki apartemennya Meta aku dikejutkan dengan Meta yang tidak memakai pakaian alias telanjang duduk di sofa didalam apartemennya,,, langsung dengan cepat kutup pintu agar tidak ada orang yang melihat Meta seperti itu,,,,,


Berbeda dengan apa yang dikatakannya tadi lewat pesan bahwa dia akan menyambut kedatanganku dengan senyuman, malahan sekarang ini Meta terlihat sangat Bete,, ada apa dengannya,,,?


“Bee,,? Kamu kok belum Siap siap..?” tanyaku heran sambil berjalan mendekatinya


“Kita gak jadi kesana,,” Rengek Meta


Kuhampiri dia dan aku duduk disebelahnya, pandanganku sedikit gagal fokus ke kedua payudara Meta yang imut itu,,,


“hmm kenapa,,,?”


“aku gak punya baju,,,,” ucap Meta


“haaahh,,,,?”


Aku langsung menoleh ke ruangan tempat dia menyimpan semua koleksi pakaian dan aksesorisnya,, pintunya terbuka dengan baju baju yang yang berserakan dilantai…. Baju sebanyak itu dia masih bilang gak punya baju,,? ….


“Sebanyak itu kamu bilang gak punya baju..?” ucapku masih melihat ruang gantinya,,


“gak ada yang bagus Bee,, sudah lama banget aku gak shoping²,,,” ucap Meta dengan muka yang masih sangat bete dan cemberut,,


Hadeeeh,, penyakitnya cewek,,,


“pokoknya gak mau,, kita disini aja tidak kemana mana,, kalau kamu tetap memaksa mengajakku kesana, aku akan berangkat seperti ini.. mau…?” tantang Meta kepadaku…


“hah Naked? ehmm,,, oke aku gak masalah,, aku tidak sabar melihat orang² disana shock melihat tubuh telanjangmu berjalan denganku dan mereka akan bilang kalau aku adalah pria yang paling beruntung di dunia…”


Meta tersenyum mendengar ucapanku,, akhirnya kulihat dia tidak cemberut lagi..


.


.


Aku dan Meta rebahan diatas tempat tidur,, kupejamkan mataku,,, Sudah menjadi kebiasaan,selain kepuasan setelah dua kali orgasme tubuhku melepaskan serangkaian hormon yang menyebabkanku menjadi sangat mengantuk apalagi semalam tidurku hanya sebentar setelah semalaman dihantui oleh lunatic creature.. kemudian kurasakan Meta menyentuh wajahku dengan tangannya yang lembut,, aku langsung menghadapnya,,, Meta hanya diam sambil mengelus wajahku,dia menatap mataku,,, entah apa yang ada dipikirannya saat ini.


“Aku ingin wajah ini yang kulihat saat bangun di pagi hari,,, aku juga ingin wajah ini yang terakhir kulihat sebelum aku memejamkan mata dimalam hari… Aku mencintaimu Bee, begitu dalam rasa cintaku kepadamu, sangat dalam.. sedalam itu juga rasa sakit yang akan kurasakan jika aku harus kehilanganmu,, dulu sebelum mengenalmu aku terbiasa sendiri, tapi lihatlah aku yang sekarang, sekarang aku tidak bisa hidup tanpamu, tidak akan bisa bertahan sendiran lagi di malam hari,, jadi kumohon jangan pernah meninggalkanku..” ucap Meta kemudian tersenyum, dan kubalas senyumannya…


Aku shock mendengar ucapannya, apa yang dikatakan Meta hampir sama dengan apa yang pernah dikatakan Alexa dulu.


“jangan pernah mengatakan hal seperti itu lagi Bee,, wanita yang pernah berkata seperti itu padaku pada akhirnya dia yang meninggalkanku….”


Meninggalkanku Selamanya,,


“hanya wanita bodoh yang meninggalkan pria sepertimu…” ucap Meta kemudian bergerak keatas tubuhku, menindihku lalu mengecup bibirku…


Alexa memang sangat bodoh karena mencintaiku, karena kebodohannya mencintaiku itulah dia harus kehilangan nyawanya.. ya,, aku masih percaya Alexa harus pergi karena mencintaiku,,


“masih mau mengajakku turun ke lantai dansa..? atau masih ingin berdansa diatas tempat tidur ini sampai malam..?” tanya Meta kepadaku


“Kita bisa melanjutkan lagi yang barusan nanti malam,,” ucapku padanya, lalu bergantian aku yang mencium bibirnya,,,


Meta bergerak lagi, mendorong tubuhku kesamping,, Tubuh Meta ada diatas tubuhku lagi.. mencumbuku lagi, sambil menekan nekan bagian bawah tubuhnya ke tubuhku,,sepertinya dia masih kurang tadi,, hihii,,, saat dia sibuk mengibas rambut panjangnya,,, kupegang pangkal lengannya,, lalu kudorong sedikit kesamping tubuhnya,, tubuh kami bergulung gulung lagi diatas tempat tidur,,, kemudian aku bergantian menindihnya lagi,, dia tersenyum pasrah,,, kami tidak sadar kalau sudah berada di sisi paling samping tempat tidur, jadi saat Meta mendorongku kesamping baru aku menyadari kalau akan jatuh ke lantai,, saat itu aku masih memegang tangannya Meta,, tak ayal tubuh kami berdua langsung terjun jatuh dari tempat tidur dengan posisiku ada dibawah,,, kemudian kami tertawa bersama karena aksi kami..


“kalau gitu kamu yang memilihkan baju untukku,, biar aku mandi dulu,,”ucap Meta lalu menciumku lagi,, Kemudian Meta berjalan masuk kedalam kamar mandi..


Sesuai permintaannya, Di dalam ruang baju miliknya yang luasnya hampir sama dengan luas kamar kostku aku memilih dan mengambil secara random dress warna putih yang tergantung di dalam lemari.. seperti yang kukatakan tadi padanya, pakai baju apa aja Meta pasti terlihat cantik dan anggun, jadi aku ngasal aja milih baju untuknya,, hihihi.. setelah itu aku gantung dress yang tadi kuambil disebelah meja riasnya,, kemudian aku kembali ke ketempat tidur menghempaskan begitu saja tubuhku diatas kasur yang empuk,, rasanya masih mengantuk banget,, aku sampai menguap beberapa kali,, atau seharusnya aku ikutan Meta mandi yah biar gak ngantuk,, tanpa sadar akhirnya aku ketiduran..


.

__ADS_1


.


Sampai akhirnya aku dibangunkan oleh Meta,, kudengar meta memangilku…


“Bee Bangun,,,, aku udah mau selesai, kamu gak mandi..?” tanya Meta


Aku hampir tidak percaya dengan yang kulihat? Dia beneran Meta ataukah bidadari yang jatuh dari langit..? atau aku sedang bermimpi ? Kecantikan Meta seperti menghipnotisku, aku jadi terpana, terpesona, takjub dengan kecantikannya,, kulitnya yang putih, tubuhnya yang langsing, wajahnya yang cantik,, amazing…


Wahai anak anakku di masa depan, telah kusiapkan untuk kalian seorang ibu yang sangat cantik..


Aku turun dari tempat tidur dan menghampiri Meta yang sedang berdiri dekat Meja Rias, sambil menyiapkan dompet kecilnya,,,, aku menghampirinya sambil melihat atap…


“Lihat apa Bee..?” tanya Meta kepadaku,,,


“Atapnya gak ada yang berlobang, lalu bagaimana bidadari ini bisa jatuh dari langit,,,?” ucapku padanya saat sudah didepannya..


Meta hanya senyum senyum mendengar gombalanku lalu dia menghadap cermin… kupegang pinggangnya dengan kedua tanganku, dia menatapku,,,


“kamu cantik banget Bee memakai dress ini,,dan baru kulihat kamu dandan secantik ini,, kamu tidak pernah berhenti mengesankanku,,” pujiku padanya,,


“apaan sih kamu Bee,, kan kamu yang memilih Dress ini,, sudah sana mandi,, keburu malem,, ntar macet,,” perintah Meta kepadaku


Eh iya ya? Padahal aku ngasal loh milihnya,,, hiihiii,,,


“berapa lama aku tertidur? Kenapa kamu tidak membangunkanku..?”


“uhm,, satu jam lebih… tidurmu pules banget sayang… aku jadi gak tega ngebangunin,,, capek banget ya? Emang semalam main berapa kali sama Resty..?” tanya Meta


Hahh..?


“Bee,, Aku tidak,,,,,, ,,” Meta memotong kalimatku dengan mengecup bibirku,,,


“Pliss,, jangan merusak suasana hatiku yang sedang bahagia,,, aku tidak mau tau apa yang kamu lakukan semalam,, sana cepet mandi,,” ucap Meta


“Tapi Bee,,,,”


“udah sana mandi… mau dibuatin kopi..?” tanya Meta


Aku menganggukkan kepalaku,,, hfff,,, Meta tidak membiarkanku menjelaskan apa yang terjadi semalam… padahal semalam aku tidak melakukan dengan Resty,, eh tapi,, dengan Rein walaupun sebentar,,, ****,,,,,


Setelah aku mandi dan berpakaian rapi, Meta mendatangiku dengan membawa segelas kopi,, dia membuatkan kopi untukku… tapi saat aku meminumnya, kurasakan ini rasanya muaaaanniissss banget,,,, Gilaa,, berapa sendok gula yang dia taruh kedalam kopi ini,,? Ataukah kopi ini kelunturan wajahnya yang manis,,,?


“gimana Bee..? kemanisan,,?” tanya Meta


“Eh,,? Enggak Bee,, pas,,, hehe..”


Aku tidak berani bilang jujur takut melukai perasaannya yang sudah repot repot membuatkanku kopi, tapi memang rasanya jauh banget dengan kopi yang dibuatkan Rein, Resty ,, bahkan masih enak kopi yang dibuatkan Ressa meskipun dia tidak bisa membuat kopi,,,,


“Kirain kemanisan,,,” balas Meta


“Pas banget kok Bee,,,”


“hihi akhirnya kopi yang kubeli 2 tahun lalu saat pertama kali pindah ke apartemen ini bisa terpakai,,,” ucap Meta


Buseettt,, 2 tahun yang lalu,,,? Yang bener aja nih,,,, Seketika perutku jadi mules…


“oiya Bee,,, tolong pakaikan kalung ini,,,” pinta Meta kepadaku,, dia memberikanku sebuah kotak berisi kalung dengan butir butir mutiara yang sangat indah,,, perhiasan terindah yang pernah kulihat,, kuambil perhiasan itu dari kotaknya dan Meta langsung berbalik badan membelakangiku..


“seorang lelaki spesial memberikan kalung itu kepadaku…” ucap Meta


“ohh,,,, Siapa ? Mantan?” tanyaku singkat,,, sambil memasangkan kalung yang sangat indah ini di lehernya Meta yang putih mulus.


“Kamu jelous?,, papa yang menghadiahkan kalung ini untukku Bee,,,” ucap Meta sambil berbalik badan lagi setelah selesai kupasangkan kalung itu di lehernya,,dengan memakai kalung itu Meta terlihat semakin anggun dan sempurna,,


“ohh jadi papa yang ngasih,,, uhm,, aku tetep jelous dengan papamu,,,”


“hahaha.. dasar Gila,, yuk berangkat,,,,” ajak Meta


.


.


Saat keluar dari lift di lantai basement apartement, kami harus menuruni beberapa anak tangga untuk menuju parkiran mobil,, ketika aku mendahului Meta di anak tangga itu,, dia menahan punggungku, membuatku membalikkan badanku menghadapnya.. tiba tiba saja saat aku berbalik badan Meta mencium bibirku di anak tangga basement itu,,, kami berciuman beberapa saat kemudian ciuman kami terlepas… Aneh, apa coba maksudnya Meta menciumku di tempat seperti ini,,,


“Beee,,, untung gak ada yang lihat…” aku sedikit panik,, tapi Meta malah senyum²…


“Hihi,, disini aku tidak perlu menjinjit untuk menciummu,,,” ucap Meta padaku,,,

__ADS_1


Hah? Aku langsung melihat kebawah,,, astaga,, ternyata karena itu Meta menciumku di anak tangga ini?? Karena saat ini tinggi badan kami setara dikarenakan kami ada di tingkat anak tangga yang berbeda,, Meta berdiri satu anak tangga lebih tinggi daripada tempatku berdiri,,, hadeehh,, aneh aneh aja,, bikin gemes,, jadi makin cinta dengan tingkah tingkahnya yang kadang lucu, ngegemesin dan bikin geregetan seperti tadi dia bilang gak punya baju,,


__ADS_2