Kisah Cinta

Kisah Cinta
ADA APA DENGAN REGA ??


__ADS_3

...—POV REGA—...


“astaga Bee,, pria itu yang aku ceritakan tadi,, orang yang telah menyelamatkanku dari kecelakaan malam itu, namanya Galih.. kalau tidak ada pria itu aku pasti sudah mati,,, kenapa kamu seperti itu kepadanya..?” teriak Meta


Ohh Fuckk… Aku begitu kaget mendengar ucapan Meta, tubuhku seperti dihantam sebuah palu godam yang sangat besar, Kenyataan yang diucapkan Meta sukses membuat tubuhku yang sudah lemas karena mengetahui ternyata Dias mengenal Galih kini menjadi semakin lemas. Aku begitu terpukul dengan fakta fakta yang kuterima tentang Galih


Kenapa ? Dari sekian banyaknya orang di Dunia, kenapa harus Galih yang menyelamatkan Meta ?


Galih masih kesakitan memegangi tangannya yang berdarah akibat menahan pukulanku tadi, Dias yang melihat lukanya tanpa pikir panjang langsung merobek sedikit bagian bawah rok panjang yang dia pakai lalu mengikatkannya ke tangan Galih yang berlumuran darah itu.


“Dia gpp kan Dee,,?” tanya Meta ikut bersimpati dan memeriksa keadaan Galih di sebelahnya Dias.


Tidak hanya Dias, Meta dan Linda, Semua orang yang ada yang berkerumun di dekat kami dengan mudahnya bersimpati kepada Galih, karena dalam posisi ini Galih adalah korban,, lain halnya mereka memandangku, orang orang itu memandangku dengan pandangan seperti sedang melihat seorang bajingan dan pembuat onar,, tapi wajar jika dilihat dari sudut pandang orang orang itu yang tidak tau permasalahan sebenarnya. Mereka tidak tau seperti apa Galih sebenarnya, apa yang telah dia lakukan di masa lalu terhadap Ressa dan juga Alexa..


“Kalian datang bersama pria itu,,,?” tanya Meta kepada Linda yang berdiri didekat Meta,,


“iya,, Galih itu yang akan menikah dengan Dias… Tapi,,,”


“Lin, bantu aku…” potong Dias sebelum Linda menyelesaikan kalimatnya, Linda reflek ikut membantu Dias yang sedang berusaha membuat Galih berdiri,,,


Deg Deg


Jadi benar, yang dijodohkan dengan Dias adalah Galih,,? dan mereka akan segera menikah. Amarahku kembali terpancing setelah mendengar ucapan Linda. Tidak, jangan Galih.. kenapa Dias mau dijodohkan dengan seorang seperti Galih ? atau Dias tidak tau yang sebenarnya ? Dias harus tau kebenarannya, tentang apa yang telah Galih lakukan di masa lalu,,, . Mereka tidak boleh bersatu, Iblis seperti Galih tidak boleh menikah dengan wanita seperti Dias..


Galih melihatku..


Kugerakkan kakiku melangkah untuk berusaha menyerang Galih lagi,, Tapi aku urungkan langkahku saat Dias menatapku. Dias memandangku begitu dalam, aku langsung terpaku karena tatapannya kepadaku… Apa yang ada dipikirannya? Apakah rasa kekecewaannya kepadaku bertambah besar saat aku berbuat kasar pada calon suaminya setelah sebelumnya dia kecewa karena mengetahui perbuatanku dengan Linda di kamar kostnya,,, Amarah yang ingin kukeluarkan tertahan oleh tatapan Dias kepadaku itu,,


Ada apa denganku? kenapa aku masih ragu ? Kenapa aku masih tidak bisa membalas kematian Alexa disaat aku sudah bertemu dengan siapa yang harus bertanggung jawab atas kematiannya.. karena Dias? Atau karena Galih telah menyelamatkan Meta? Fucckkkk,,,Kenapa hatiku begitu lemah?


Tiba² ada seseorang yang entah dari mana datangnya memegang tanganku yang masih memegang pecahan botol dan langsung memelintir tanganku kebelakang,seketika kurasakan sakit di lenganku dan pecahan botol yang kupegang jatuh begitu saja ke lantai. Orang yang memegangku yang ternyata adalah petugas security di tempat itu langsung membawaku menjauhi kerumunan orang orang, aku tidak bisa melawan karena tubuh orang ini yang sangat besar dan begitu kekar khas bodyguard pada umumnya, dan memang aku tidak ada niat untuk melawan, aku pasrah dibawa orang ini entah kemana dan hanya bisa pasrah melihat Galih berjalan keluar dari tempat ini dibantu Dias dan Linda,,


.


.


Petugas security membawa dan mengamankanku ke sebuah ruangan kecil Karena alasan telah membuat keributan dan telah membuat panik pengunjung. Aku diamankan disana sendirian selama sekitar satu jam lamanya. Kemudian datang seorang yang dia sebut dirinya sebagai kepala security,,, setelah sedikiit mengintoregasiku dan memastikan kalau aku tidak mabuk, aku diperbolehkannya keluar dari ruangan itu..


seperti seorang kekasih yang setia, Meta sudah menantiku diluar ruangan, dia bersandar pada dinding menatapku kemudian berjalan kerahku lalu memelukku.


“pulang..?” tanya Meta padaku,, dan Aku hanya mengangguk menjawab pertanyannya..


“kamu terlihat sangat kacau.. biar aku yang menyetir,, “ ucap Meta sambil mengambil kunci mobilku yang kupegang,,


Aku hanya terdiam dan melamun diSepanjang perjalanan kembali ke apartemennya Meta. Sambil fokus menyetir, sesekali Meta melihatku…


“Bee,, ada yang ingin kamu katakan.?” Tanya Meta padaku sambil menoleh kearahku.


Akhirnya Meta bertanya, dan sudah pasti Meta penasaran dan akan bertanya alasanku setelah melihatku berbuat kasar kepada Galih.. apakah aku harus mengatakannya Kepada Meta? Bahwa orang yang menyelamatkannya adalah orang yang sama dengan yang telah membunuh Alexa.


“kamu kenal dengan Galih..?” imbuh Meta,,,


“ya,,aku sangat mengenalnya,,,” jawabku singkat,,


“lalu mengapa kamu seperti itu kepadanya,,,?” tanya Meta


aku hanya terdiam atas pertanyaannya Meta,,, Maaf Bee.. aku belum bisa mengatakan apapun.. aku masih butuh waktu untuk berpikir tentang apa yang harus aku lakukan setelah bertemu dengan Galih.


“baiklah kalau kamu masih belum mau mengatakannya,, tidak kusangka kamu kenal dengan orang yang telah menyelamatkanku dan ternyata dia adalah calon suaminya Dias,, Dunia ini begitu sempit,,” imbuh Meta, tanpa melihatku,,

__ADS_1


Shitt,, kenapa aku jadi panas mendengar ucapan Meta tentang Galih dan Dias,,..


Sesampainya di apartemennya Meta,, Meta mengajakku mandi bareng, tapi kutolak.. aku langsung merebahkan tubuhku diatas tempat tidur.. setelah itu tidak banyak yang kami obrolkan .. bahkan sampai malam tidak ada perbincangan diantara kami berdua padahal sekarang ini kami berdua bersebelahan diatas tempat tidurnya.


Dan kini Meta sudah tidur, dia tidur sambil memelukku tanpa memakai atasan,, aku berhutang penjelasan kepadanya, karena dia pasti kebingungan denganku.. tapi dia tidak memaksaku untuk berbicara, dia masih bersabar denganku dan memberiku waktu untuk menjelaskan semuanya..


Kugenggam tangannya Meta yang ada di dadaku.. kulihat wajahnya yang damai pas disebelah wajahku,..


Malam ini tidak berjalan dengan baik ya Bee..?


suasana malam romantis bersama dengan Meta berakhir berantakan. Rasanya seperti DEJA VU, tempat itu bagaikan tempat keramat bagiku dan Meta,, kedua kalinya saat kami berdua disana berakhir dengan kejadian yang tidak terduga., dulu saat pertama kali Meta mengajakku kencan di tempat itu berakhir berantakan karena kedatangan Resty. Sedangkan malam ini, ditempat itu aku bertemu dengan Hantu dari masa laluku, Galih yang selama ini kucari muncul tepat dihadapan mataku, belum lagi reuni yang tidak disengaja antara aku, Meta , Dias serta Linda,, pertama kalinya aku bertemu Dias setelah dia melihatku berhubungan badan dengan Linda,,tapi kulihat tadi Linda lengket lagi dengan Dias, itu artinya mereka berdua sudah baikan dan Dias sudah memaafkan Linda,,


bagaimana denganku Dee? Apakah kamu masih kecewa dan membenciku? Atau karena kejadian tadi, kamu semakin membeciku? Aku bisa melihat kekecawaanmu dari pandanganmu kepadaku tadi…


Dan ternyata yang dulu memaksaku harus berpisah dengan Dias disaat aku mencintainya adalah Galih, lagi lagi Galih memisahkanku dengan wanita yang kucintai,, seandainya aku tau dari awal kalau Galih yang dijodohkan dengan Dias, pasti aku akan mempertahankan Dias dan berusaha sekuat tenaga membatalkan perjodohan mereka.


Fakta itu harusnya semakin menguatkan tekadku untuk membalas perbuatan Galih dan agar Dias tidak jadi menikah dengan pria brengsek itu,,


tapi,, kalau tidak karena pria brengsek itu,, Meta tidak akan berada disebelahku sekarang ini,, kalau tidak karena Galih, maka aku akan kehilangan lagi seorang wanita yang saat ini aku cintai…. ****,,,


Semua itu membuatku dilema,, antara aku harus membalaskan dendam kematian Alexa atau aku harus berterima kasih kepadanya karena telah menyelamatkan Meta.. Shitt,, kenapa aku selalu dihadapkan dengan situasi seperti ini..?


Sampai dengan 3 jam kemudian aku masih tidak bisa memejamkan mataku. Pikiranku semakin kacau karena daritadi bayangan mobil yang dikendarai Galih menabrak Alexa terus terbayang di kepalaku bercampur dengan bayangan Dias yang menikah dengan Galih,,,,


Apakah Alexa akan kecewa denganku karena tidak bisa membalas perbuatan Galih? Perasaan seperti ini pernah kualami saat awal awal kuliah… sampai membuatku depresi, dan menjadi awal persahabatanku dengan alkohol dan juga berkawan dengan obat obatan.


Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus merelakan Galih lolos begitu saja dan menikah dengan Dias sebagai terimakasihku karena telah menyelamatkan Meta? Tidak,, tidak,,, Aku akan malu kepada Alexa jika melepaskan Galih begitu saja,,


kulihat jam tangan sudah jam 3 pagi dan aku belum bisa tidur sama sekali… aku turun dari tempat tidur,, lalu mengambil kunci mobilku bersiap meninggalkan apartemennya Meta,, sebelum itu kulihat Meta yang masih tidur,,


Kudekati tempat tidur dan kukecup punggungnya,, dia sedikit bergerak merasakan kecupanku… lalu kututupi tubuhnya dengan selimut sampai ke punggunggnya biar dia tidak kedinginan… Maaf Bee,, aku harus menemuinya,, semoga semua baik baik saja,,


.


.


...—POV META—...


Pagi ini aku terbangun tidak menemukan lingkar tubuh Rega disebelahku,, aku juga tidak menemukan raganya di kamar mandi, di balkon, atau dimanapun di setiap sudut apartemen ini aku tidak bisa menemukan keberadaannya. Hingga akhirnya aku yakin dia pergi dari sini setelah tidak kutemukan kunci mobilnya yang semalam kutaruh di Meja.. Astaga,,, mungkin akan terdengar berlebihan tapi saat ini jantungku benar benar berdebar kencang dan keringatku bercucuran karena serangan panik yang tiba tiba.


Panikku semakin menjadi saat aku tidak bisa menghubunginya, karena handphonenya Rega masih berada diatas tempat tidur..


Dimana kamu Bee..?


Kenapa kamu terus²an meninggalkanku seperti ini? Padahal kemarin kamu sudah berjanji tidak akan pernah meninggalkanku sendirian lagi? Aku juga sudah bilang padamu betapa besarnya keinginanku melihatmu saat pertama kali aku membuka mata di pagi hari..


sampai kapan kamu akan seperti ini?


Pergi meninggalkanku, menghilang begitu saja tanpa memberitahu tujuanmu. Tidak bisakah kamu membangunkanku sebelum kamu pergi, memintaku untuk tidak khawatir dan mengatakan kepadaku kalau kamu akan segera kembali. Kenapa kamu tidak bisa seperti itu?


Tak terasa air mataku mentes di pipiku,,,


Sejak bertemu dengan Galih semalam, Tatapan Rega tak lagi sama,, tatapan matanya yang sebelumnya kulihat menyiratkan harapan dan kebahagiaan berubah menjadi tatapan kosong,, ekpressi wajahnya yang sebelumnya ceria berubah drastis menjadi datar.. ada apa sebenarnya antara Rega dan Galih? Aku sudah mencoba bertanya kepadanya, tapi dia masih bungkam seribu bahasa..


Sebenarnya aku takut,


bukan takut karena melihat Rega bertindak liar semalam, Meskipun aku belum terlalu mengenal Rega, tapi aku tau dia pasti punya alasan berbuat seperti itu.. aku punya sebuah pemikiran yang dari semalam terus terusan menggangguku, Rega berbuat seperti itu kepada Galih karena dia adalah calon suaminya Dias.. entah kenapa pemikiran itu tiba tiba saja merasuk di pikiranku.


dan itu membuatku takut.

__ADS_1


Tidak,, Aku harus tenang,, jangan pikirkan hal lain, sekarang ini aku harus mencari tau keberadaan Rega terlebih dahulu dan bertanya kepadanya alasan sebenarnya,,, kuambil Handphoneya Rega yang ada diatas tempat tidur,, kucari sebuah nama di kontak handphone nya,,, dan kutekan tombol panggilan.. setelah sekian lama mencoba terhubung akhirnya tersambung,,,


“Deeeek? Ada apasih pagi pagi gini telepon,, aku masih ngantuk banget tau” Ucap Rein…


“Rein,, maaf membangunkanmu,,,”


“Eh? Meta…? Ada apa? Kenapa kamu menangis,,?” potong Rein,, dia bisa mendengar isak tangisku,,


“Rega ada disana..?” tanyaku kepadanya, aku tau Rein bersama dengan Resty dan adiknya sedang menginap di Hotel tak jauh dari sini.


“uhm,,, bukannya dia menginap di tempatmu..?” Tanya Rein balik,,


“iya semalam dia disni,, tapi sekarang dia pergi entah kemana,,, Rein,, mungkin kamu harus tau, Rega semalam bertengkar dengan seseorang,,”


“Hah? Pasti orangnya Danu yang menyerang kalian,, kalian gpp kan? mungkin Rega sedang kesini memastikan keadaanku, Resty dan adiknya…” ucap Rein


“Aku yakin bukan,,,, karena Rega yang terlebih dulu menyerang orang itu.. namanya Galih, kamu mengenalnya?”


“GALIH ? DIMANA DIA SEKARANG..? KATAKAN DIMANA KALIAN BERTEMU DENGAN GALIH? AKU HARUS BERTEMU DENGANNYA..” Seketika Rein terdengar Emosi dan marah setelah mendengar nama Galih.. Kenapa Rein juga ikutan marah dan emosi kepada Galih? ada apa ini sebenarnya?


“KITA HARUS MENCARI REGA DULU REIN…..” Bentakku kepadanya,,, hingga akhirnya aku tersadar kalau telah membentak kakaknya Rega,,, dan cepat cepat aku minta maaf kepadanya,,


“Rein,,maaf,,, aku tidak bermaksud,, aku hanya khawatir dengan Rega,,,”


“kamu ada mobil,,? Jemput aku sekarang,, aku tau kemana Rega pergi.” perintah Rein


Dengan memakai pakaian seadanya aku langsung berangkat menuju Hotel tempatnya Rein menginap..


.


.


Sesaimpainya di Hotel, Rein sudah menungguku di depan Loby…


“biar aku yang menyetir…” pinta Rein kepadaku, aku langsung menuruti permintaanya untuk berpindah tempat duduk..


“atau kamu mau bertemu dengan Resty terlebih dulu? Kulihat tadi dia sudah bangun…” imbuh Rein


“bukan saatnya untuk bertemu dengannya,, aku ingin segera menemukan Rega,,”


Sejatinya aku masih merasa bersalah kepada Resty, karena Rega lebih memilihku daripada dia… aku takut saat ini dia marah dan membenciku seperti dulu lagi.


“Kemana Rega pergi Rein..?” tanyaku kepada Rein saat mobil sudah melaju menjauhi Hotel..


“Kota sebelah,, lebih tepatnya ke makamnya Alexa…. Dia selalu kesana jika merindukan Alexa atau saat sedang memikirkan Alexa ataupun saat dia sedang bingung dengan pikirannya sendiri.. apalagi setelah bertemu dengan Galih,aku yakin Rega pasti berada disana,.” uca Rein


Alexa? Wanita di masa lalu Rega yag sangat dia cintai itu ?


“Semalam Rega menyerang Galih sampai Galih terluka di tangannya,, sebenarnya apa yang terjadi antara Rega dan Galih?”


“Percayalah,, Galih layak mendapatkan lebih dari sekedar luka di tangannya.” ucap Rein


“aku tidak pernah melihat Rega se-emosi itu sebelumnya,,, seperti awan gelap menyelimuti dirinya, pandangan matanya kepada Galih begitu tajam,, seolah bukan dirinya,,seperti ada yang menggerakkan tubuhnya untuk menganiaya Galih dengan bermaksud untuk tidak hanya sekedar melukai tangannya Galih,,, Rega hampir menusuk Galih dengan sebuah pecahan botol Rein…”


“Kenapa dia tidak jadi menusuknya..? pengecut..” ucap Rein


Astaga,,, kenapa Rein bicara seperti itu..? dia merestui perbuatan adiknya…? Rein melihatku yang terkejut dengan ucapannya,,,


“baiklah,, aku punya waktu yang panjang sebelum sampai ke kota sebelah untuk menceritakan semuanya kepadamu..” ucap Rein

__ADS_1


Dan Rein pun mulai bercerita sambil tetap menyetir mobil menuju kota sebelah….


__ADS_2