Kisah Cinta

Kisah Cinta
MELINDUNGIMU


__ADS_3

KEESOKAN HARINYA DISEKOLAH


Bel pulang sudah berbunyi… aku langsung buru buru kekuar kelas. Aku langsung berdiri di halaman depan menunggu Alexa… Aku sudah memikirkan semua ucapan kak Neta.. jika memang benar apa yang dikatakan kak Neta tentang Alexa yang mencintaiku,, aku ingin bertanya langsung padanya.. aku harap kali ini dia jujur dengan perasaannya… karena sebagian hatiku berharap yang dikatakan kak Neta itu benar… aku ingin kembali dengan dia…


Deg deg


Itu dia. aku melihat Alexa.. dia sedang berjalan sendirian… tiba² Adit mendatangiku dengan ngos²an.. ” Brow… ikut aku… ”


” jangan sekarang Dit…. ”


” Brow, ikut aku sekarang… mereka akan membawa Ressa… ” ucap Adit


”hah..? Ressa akan dibawa kemana? Sama siapa….? ”


” Galih dan gengnya…. ” ucap Adit


” mau apa mereka dengan Ressa…? ”


” gak tau… kita harus cepat…. ” ucap Adit


Sial… aku melihat Alexa lagi… besok.. iya besok aku akan bicara dengannya.. sekarang yang paling penting adalah Ressa.


Aku dan Adit langsung berlari menuju samping luar sekolah yang sepi… disana aku melihat Ressa sedang berhadapan dengan Galih… sedangkan dibelakang Galih ada 6 anggota gengnya…


” APAKAH KAMU INGIN MAIN2 DENGANKU? HAHH. ? KENAPA KAMU TIDAK DATANG.. ? ” bentak Galih pada Ressa… apa maksudnya?


”sudah kubilang jangan macam macam dengan orang itu, kemarin dia mendatangiku dan mengancamku, dan menyuruhku membawamu dihadapannya…. ” ucap Galih yg masih membentak


” gak mau… akan aku kembalikan semua uangnya… ” ucap Ressa


” kamu kira dia akan diam saja denganmu… denganku? Dia tidak akan tinggal diam sampai ia merobek perawanmu… ” bentak Galih


Deg deg


Jadi Ressa diam² menawarkan perawannya…?


.


.


” sebaiknya kamu ikut aku sekarang menemuinya, kita selesaikan masalah ini…. ” Galih menarik tangan Ressa…


” GAK MAUUU… LEPASKANNN… ” Rengek ressa


melihat Ressa yang dipaksa seperti itu aku langsung berlari menuju mereka, Adit sempat menahanku,, tapi aku tidak akan tinggal diam Ressa diperlakukan seperti itu… aku langsung menarik Ressa dari tangannya Galih… Dan berhasil…


” dia tidak akan ke mana²…. ” ucapku pada Galih…


“Culuuunn…..” ucap Ressa kaget


” ohh… Fuckk… lagi² kamu… mau cari mati…? ” ucap Galih


Anggota gengnya Galih mendekatiku, Kupegang erat tangannya Ressa, tidak seperti sebelumnya… kali ini tidak akan kulepaskan lagi.. aku akan sekuat tenaga mencegah mereka membawa Ressa…


” culuuun… ” teriak Ressa


” habisi dia…. ” Ucapan Galih seperti perintah seorang jendral kepada anak Buahnya,, anggota gengnya Galih langsung mendekatiku.. ada yang membawa papan kayu ditangannya…


Deg deg


Aku merasakan sensasinya, pilihannya hanya ada dua,, melawan atau menghindar…aku harus memilih salah satu, mereka semakin dekat… aku memilih untuk melawannya…


Deg deg


Aku khawatir, panik, takut saat mereka sudah mendekat.. salah seorang gengnya Galih langsung menyerangku dengan genggaman tangannya yang diarahkan ke wajahku… kulepas tanganku dari tangannya Ressa dan sekuat tenaga kutahan pukulan itu dengan tanganku.. aku berhasil.. aku menahannya… melihat temannya gagal menyerangku, anggota geng yang lain menyerangku dengan kakinya yang mengarah ke perutku,, tapi aku berhasil menghindar dengan memindahkan posisi berdirikuu dan Ressa dengan cepat…


aku tersenyum kepada dia yang gagal menyerangku.. aku juga heran kenapa aku bisa menghindari serangan mereka… oiya.. padahal aku tadi berniat menyerang bukan menghindar… langsung kuarahkan pukulanku ke salah seorang gengnya Galih yang tadi berusaha menendangku… tapi akibat terlalu percaya diri. . aku malah tersandung seuatu dan jatuh begitu saja di atas tanah… sial… mereka semua menertawakanku….


Saat aku akan bangkit, salah satu anak buahnya Galih yang membawa kayu langsung mengarahkan kayu itu sekuat tenaga ketubuhku.. ohh tidak.. aku tidak akan bisa menghindar….

__ADS_1


PRAAAAAAKKKKK


Kayu itu sampai terpotong menjadi dua, tapi Kayu itu tidak mengenai tubuhku, dengan jelas kulihat kayu itu mengenai kepala Ressa saat dia mencoba melindungiku… Ressa langsung terkapar tidak sadarkan diri….


” REEEESSAAAA…. ”


Aku langsung bangkit dan berusaha menyadarkannya, tapi dia sama sekali tidak bergerak… kulihat gengnya Galih kebingungan… melihat keadaan Ressa…


” tetap bawa dia…. ” perintah Galih


” tapi bos….. ” ucap Gengnya


” CEPAT BAWA DIAAA…. ” bentak Galih kepada gengnya


” Biadabb….”


Anak buahnya Galih mendekatiku dan berusaha membawa Ressa yang tidak sadarkan diri ini, tapi aku sekuat tenaga menahannya…, melindungi tubuh Ressa dengan tubuhku… akibat aku yang masih menahan Ressa.. semua anak buah Galih menyerangku.. berbagai macam pukulan mereka daratkan ke tubuhku… aku tidak akan membiarkan mereka membawa Ressa…


“pleaseee… siapa pun bantu aku…. ”


” Sebaiknya kalian hentikan, atau kalian akan merasakan akibatnya….. ” teriak Rein


Rein ?


Mendengar Rein anak buah Galih langsung berhenti memukuliku…


” jadi seperti ini kelakuan kalian…? Beraninya sama cewek dan cowok yang lemah kayak cewek..?” bentak Rein


Sial… Rein mengejekku…


” gak usah ikut campur.. pergilah bawa adikmu.. kami hanya ingin membawa cewek itu…. ” pinta Galih


” cewek itu juga sudah kuanggap sebagai adikku.. aku tidak akan membiarkan kalian membawanya…. ” ucap Rein


” kami tidak akan segan melawanmu, meskipun kamu cewek.. …. ” ucap Galih tegas


” cobalah….. ” hawab Rein


Mereka semua langsung mengelilingin Rein… Tiba² Adit mendatangiku,…


” kita harus segera membawa Ressa pergi dari sini….. ” perintah Adit kepadaku


” kamu yang membawa Rein kesini…? ”


” iya.. uda ayo cepetan…. ” jawab Adit


Ressa langsung kugendong pergi dari sini… sejauh mungkin sampai halaman depan sekolah… aku khawatir dengan Rein.. dia sendirian disana… Aku memasukkan Ressa ke dalam mobilnya Adit… Aku ragu meninggalkan Rein…


” pergilah… aku akan membawa Ressa ke rumah sakit…. ” ucap Adit


” baiklah… tolong ya Dit.. nanti aku akan menyusul….. ”


” Ga…. kalau ada apa² jangan ragu minta bantuan… kalau perlu panggil polisi… ” ucap Adit


Mobil Adit sudah pergi dari komplek sekolah menuju rumah sakit.. Aku langsung berlari menuju tempat tadi..


Kulihat 2 orang anggota gengnya Galih sudah tergelatak di tanah.. mereka kesakitan…sebut saja mereka yang sudah terkapar adalah geng1 dan geng2..


Kemudian geng3 mendekati Rein, kedua tangannya yang besar memegang lengannya Rein., mungkin mencoba menahan tangannya Rein.. tapi, meskipun tangannya Rein kecil, rein bisa menangkis kedua tangan besar itu.. setelah tangannya Rein lolos, dia memukul wajah geng3 dengan kepalan tangannya, tapi geng3 tidak roboh karena badannya yang kekar… Melihatnya lawannya masih kuat berdiri, Rein memukul dada geng3 dengan sikutnya beberapa kali sampai geng3 hampir tidak bisa menahannya, lalu geng3 akhirnya terpental setelah mendapat tendangan dari kakinya Rein…


Tidak ingin tinggal diam geng4 langsung menyerang Rein.. tapi Rein sudah siap.. Dan melakukan kuda² yang kokoh… Geng4 langsung mencoba menendang kaki Rein.. Rein menangkis tendangan itu dengan kakinya, dia menginjak kaki geng4,, geng4 langsung berteriak kesakitan… Rein dengan licahnya saat kaki kirinya menaiki paha kaki geng4 sebagai tumpuan dan melakukan tendangan ke arah wajah geng4 dengan kaki kanannya… Geng4 langsung terkapar…


Gilaaa… Rein memang hebat….


Tak lama geng5 datang menyerang Rein dari belakang… seolah punya mata dibelakang kepalanya, Rein berhasil menghindari pukulan geng5, dan memegang tangan geng5… Geng5 langsung terlihat ketakutan… dengan tangan yang masih dipegang Rein, Geng5 harus pasrah menerima tendangan kaki kanan Rein di perutnya… dan diakhiri tendangan super keras yang membuat tubuh geng5 terpental….


Dan Akhirnya geng6 datang seolah gemes melihat rekan²nya kesakitan, dia mencoba melawan Rein.. Rein yang tau gerakan geng6, malah langsung menyerang geng6…kedua tangannya memegang pundak geng6,, dan lututnya beberapa kali diarahkan ke perut geng6… Geng6 langsung tak berdaya mendapat serangan seperti itu…


Saat Rein sedang fokus dengan geng6, dari arah belakangnya Rein, geng3 kembali bangkit dan menyerang Rein…

__ADS_1


” ciaatttttt…….. ”


Geng3 sudah bersiap dengan kayu ditangannya mendekati Rein dari belakang,, kaki Rein yang masih menerjang geng6 dengan lututunya langsung diarahkan ke belakang dan mengenai perut geng3,, otomatis geng3 langsung terpental lagi… setelah itu kakinya Rein langsung mengakhiri penderitaan geng6 dengan satu tendangan kuat di kaki geng6.. Geng6 langsung terkapar dibawah kakinya Rein dengan posisi tengkurap…


Seolah tidak mau menyerah, geng2 bangkit menerjang Rein… Rein malah melayangkan kedua kakinya ke arah dada geng2.. geng2 terpental lagi mendapat serangan mematikan itu.. tubuh Rein yang melayang, langsung jatuh ke bawah diatas tubuh geng6 yang menjadi alas.. geng6 semakin mengerang kesakitan…


Geng1, geng3, geng4 dan geng5 menyerang Rein secara bersamaan… Rein dengan lincah mengalahkan mereka dengan pukulan, sikutan dan tendangan… semua gengnya Galih terkapar kesakitan diatas tanah… tinggal Galih…


kulihat Rein sudah sedikit kelelahan… nafasnya sudah tidak teratur….dia terunduk diatas tanah… Galih langsung menyerang Rein yang sedang kelelahan… Lututnya galih langsung diarahkan ke kepalanya Rein.,, tapi Rein berhasil menahannya.dan mendorong tubuhnya Galih… Rein langsung menyerang Galih dengan tangannya,, Galih menangkis tangannya Rein dengan tangannya Juga… Rein mencoba menyerang dengan tangan satunya tapi Galih berhasil menghindar… dengan satu tendangan di pahanya Rein.. Rein langsung terkapar…


Ohh.. tidak… sepertinya Galih cukup tangguh..


Rein mencoba bangkit, mereka berdua terlibat dalam pertarungan yang sama² kuat.. saling menangkis dan menghindar yang mereka peragakan… saat Galih melayangkan pukulannya, Rein dengan cepat memukul terlebih dahulu lengannya Galih… Galih langsung kesakitan… Galih mencoba memukul dengan tangan yang lain.. tapi sia²… Rein kembali memukul lengan Galih dengan cepat… Kemudian dengan gerakan cepat kedua kepalan Rein menghantam dada Galih berkali kali dan diakhiri dengan tendangan telapak kaki Rein di perutnya Galih… Galih Langsung terpental….


” Bitch…… anjingggg… ” ucap Galih kesakitan


Galih dan Gengnya sudah tidak berdaya terkapar diatas tanah… . aku langsung mendekati Rein… dia langsung lemas memelukku…


” kamu gpp Rein…? ”


” ayo pergi dari sini…… ” pinta rein kepadaku


Aku bantu dia berjalan…. meninggalkan tempat ini…


” aku tidak akan tinggal diam Bitchh.. tunggu pembalasanku….arggg ” ucap Galih…


.


.


Aku dan Rein sudah ada didalam Mobil.. Melly yang menyetir mobilnya Rein… Rein mendesis kesakitan memegangi pahanya…


” Sshh…. ” lurih Rein


” Kompress lukanya Ga…. ” perinta Melly kepadaku


Hah…?


Kutarik keatas rok seragam sekolah Rein,, tepat dibawah CD nya Rein ada luka memar membiru.. aku tempelkan botol air minum dingin di luka memar itu…


” achhhhh….. Ssshhh…. Sakitt Deeekk.. Pelan²…” lirih Rein


” kamu tadi hebat Rein.. makasih sudah menolongku…. ”


” iya gpp… kamu gpp kan Dek…? ” ucap Rein


” gpp kok…. ”


” Ressa gimana…? ” tanya Rein


” dia dibawa kerumah sakit sama Adit… sebaiknya kita kesana… sekalian mengobati lukamu….. ”


Rein Mengangguk….


” cieee baikannn nihh.. ” ledek Melly


” Meme…….. ” teriak Rein


Aku senyum² sendiri.. sedangkan Rein malu2 melihatku…


.


.


Setelah mengantarkan Rein untuk mengobati lukanya, aku langsung meninggalkan Rein dan Melly untuk bergegas menemui Adit.. melihat keadaan Ressa….


Adit Terlihat murung didepan sebuah Ruangan…


” Ressa gimana Dit….? ”

__ADS_1


Dia melihatku dengan tatapan yang lemas….


__ADS_2