Kisah Cinta

Kisah Cinta
KEBETULAN


__ADS_3

...—POV REGA—...


Sudah sekitar satu jam perjalanan yang aku lalui bersama dengan Resty menuju suatu tempat dimana adiknya berada. Mobilku menuju ke arah Barat kota ini menuju kota tetangga, sebuah kota yang sedang bersiap untuk berkembang menjadi kota besar. Di kota ini masih bisa ditemui Hutan dan daerah dengan sawah dan semak semak.


“Aku tidak pernah punya cita² hidup seperti ini Ga,, Menjadi simpanan pria yang sudah beristri, awalnya aku takut… selalu khawatir jika suatu saat hubungan terlarang ini akhirnya diketahui istrinya dan dianggap menjadi perempuan perebut laki orang…..” Tapi perasaan seperti itu semakin lama semakin memudar,, karena aku tau itu memang sudah resiko menjadi istri simpanan,,, selama dia pintar² menyembunyikanku dari istri dan anak anaknya aku rasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan,, apalagi sejak aku merasakan ‘keuntungan’ menjadi seorang wanita simpanan,, aku tidak perlu melayaninya setiap hari,, dia hanya datang ke apartemen paling banyak 2 hari dalam seminggu.., dia selalu menuruti apapun yang kuminta kepadanya, apartemen, mobil, membelikanku barang barang mahal, mengajakku ke tempat tempat yang saat kecil tidak pernah kuimpikan untuk bisa pergi ke tempat tempat itu.. dompetku juga semakin tebal karena uang yang rutin tiap minggu dia berikan kepadaku..,apa aku terlihat seperti pelacur saat mengatakan itu semua sebagai keuntungan? Ya,,, aku memang terlihat seperti seorang pelacur…. Dibalik semua keuntungan yang kudapat, mau tidak mau aku harus menuruti segala permintannya tanpa dia harus meminta dua kali, harus ‘sedia’ kapanpun dia membutuhkan tubuhku,, tidak peduli meskipun saat itu aku sedang tidak mood ataupun saat sedang sakit, aku tetap harus melayaninya… sebenarnya dia tidak terlalu mengekangku, aku masih diperbolehkan kuliah dan dia memberikan pekerjaan untukku saat kuminta kepadanya,, Cuman kadang dia memang sedikit pencemburu,,, dia memintaku untuk berhijab padahal aku belum siap memakainya... Tapi sebulan belakangan ini dia selalu kasar kepadaku, aku juga tidak bisa bebas kemana mana, dia mengambil mobilku dan menyuruh orangnya untuk mengawasiku,, tapi aku yakin dia melakukan itu bukan karena cemburu kepadamu, tapi agar aku tidak kabur karena saat ini aku digunakan untuk pemulus bisnisnya…. Tidak pernah sedikitpun aku mengira akan jadi seperti ini pada akhirnya,, aku ingin mengakhiri ini semua… apalagi sejak seminggu yang lalu dia tanya tanya tentang adikku,, aku takut adikku kenapa²,,, aku tidak akan membiarkan orang itu ketemu dengan adikku, cukup aku saja yang hidup seperti ini,, itu sebabnya aku menyembunyikan adikku di tempat yang agak jauh,,,, ” ucap Resty disebelahku


Adiknya Resty cewek..? dan orang itu mulai mengincar adiknya…. Benar benar tidak bisa dibiarkan.


“Seandainya dulu ada pilihan lain,,, aku tidak akan memilih jalan hidup menjadi wanita simpanan…” ucap Resty sedih..


“ya,, aku juga pernah merasakannya…” ucapku singkat kepadanya dengan masih fokus menghadap jalan raya yang malam ini masih macet.


“Hahh? Kamu pernah punya istri simpanan,,? Kamu uda pernah nikah Ga…?” tanya Resty penasaran.


“hehe bukan,,, aku pernah jadi selingkuhan wanita yang sudah bersuami”


“hmm,,, Seriuss…?” tanya Resty


“yupp,,, wanita itu adalah dosenku, seorang dosen muda yang cantik,, kami pernah jalan keluar berdua dan menghabiskan malam berdua meskipun aku tau dia sudah punya suami dan seorang anak anak yang lucu..”


“Anak-anak..?” tanya Resty sedikit kebingungan


“haha iya,, anaknya dua tapi kembar… tapi sebenarnya alasan dia dekat denganku karena suaminya terlebih dulu menyelingkuhinya,,…”


“saat itu kamu hadir sebagai pahlawan ,,, iya..” balas Resty


“hahaha, intinya setiap orang yang mau mencari selingkuhan ataupun mau jadi pasangan selingkuhan pasti punya alasan mereka sendiri sendiri terlepas itu alasan yang tidak benar atau alasan yang hanya jadi pembenaran dari perbuatannya,,,, aku ingin tau apa alasanmu… kamu tadi bilang karena adikmu,, apa yang terjadi..?” tanyaku padanya..


“Aku mengenal orang itu sejak aku masih sekolah, dia membantu ekonomi keluargaku dengan membantu membiayai sekolahku dan adikku di kota sebelah.. saat aku akan masuk SMA,,seorang diri aku mendatangi rumahnya,, aku mohon kepadanya untuk membantuku mencari pekerjaan , aku ingin sekolah sambil bekerja biar bisa lebih membantu keluargaku mencari uang untuk makan dan untuk pengobatan adikku.” ucap Resty


Pengobatan adiknya..?


“sejak kecil kami hidup serba kekurangan.. keluargaku tinggal disebuah kamar kecil dibelakang sebuah rumah besar, tempat tinggal kami lebih kecil dibandingkan dengan pos security rumah besar itu,,… orang tuaku hanya seorang pekerja serabutan dan tukang cuci rumahan,,, untuk makan saja kami harus berbagi sepiring berempat,, di hari hari tertentu kadang kami terpaksa tidak makan seharian.. pernah beberapa hari aku rela tidak makan agar adikku bisa makan supaya dia bisa meminum obatnya,, aku rela kelaparan dan tidak bisa tidur karena lapar sambil kedinginan ditengah malam,, adikku divonis sakit kronis diusianya yang masih kecil,, ayahku hanya bisa pasrah , ibuku cuman bisa menangis dengan keadaan adikku… aku selalu berusaha tegar dihadapan adikku padahal sebenarnya dalam hatiku aku hancur,, aku sedih kenapa adikku yang selalu ceria harus menderita seperti itu,, aku selalu memohon pada Tuhan agar penyakit adikku dipindahkan ke tubuhku,,,,” Resty menceritakan masa lalunya sambil meneteskan air mata,,


Aku pernah dengar cerita yang hampir sama, mungkinkah adiknya Resty adalah seseorang yang saat ini sedang kupikirkan,,,


“saat aku sedang kuliah, penyakit adikku semakin parah,, dia koma… aku panik, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan, aku tau tabunganku yang selama ini aku kumpulkan untuk membeli obat adikku tidak akan cukup untuk membiayai perawatan adikku, aku hampir putus asa tapi aku tidak mau menyerah,, aku harus mendapatkan uang untuk perawatan adikku, aku tidak ingin adikku pergi untuk selamanya,,,… saat itulah aku mendatangi orang itu lagi… kukatakan padanya kalau aku butuh uang banyak dan aku akan melakukan apa saja untuk mendapatkan uang itu,,,dan dia mau membantuku asal aku mau menjadi istri simpanannya,, tidak perlu berpikir lama aku langsung bersedia dengan tawarannya. Aku rela menjual harga diriku asal aku bisa melihat senyum adikku lagi,,,,, “ Resty semakin bersedih,,, sambil menyetir, kupegang tangannya


“sebenarnya saat itu ada pilihan lain,,, teman baikku saat kuliah,, Meta kekasihmu,,,yang selalu membantu ekonomi keluargaku tau akan kegelisahanku …. Meta bertanya kepadaku apa yang terjadi,, tapi aku tidak mengatakan apa² kepadanya, karena aku tau dia pasti akan membantuku,,, tapi aku tidak bisa terus terusan dibantu olehnya, hingga akhirnya aku lebih memilih ke tempat orang itu…. dan kini saat adikku sudah sembuh dan bisa tersenyum, orang itu mau merampas senyum adikku… aku tidak akan membiarkannya, aku akan melindungi adikku meskipun dengan nyawaku…” lirih Resty


Ditengah perjalanan kuhentikan laju mobilku,,, Resty melihatku seolah bertanya kenapa berhenti,,,,, Mungkinkah adiknya Resty adalah,,,,


“Ressa…?” mendengar ucapanku Resty terkejut…


“bagaimana kamu bisa tau nama adikku? Dari Meta? Padahal kuminta padanya untuk tidak memberitahu siapapun kalau aku mempunyai adik,,,,” ucap Resty


Sekarang gantian aku yang terkejut mendengar ucapannya…


“jadi benar adikmu adalah Ressa…? Bagaimana keadaannya sekarang Ress,,? Apa benar dia sudah sudah sembuh dari penyakitnya..?” tanyaku panik kepadanya…


“ii..iya… aku kan tadi bilang kalau adikku sudah sembuh….” balas Resty


“Ya Tuhan terima kasih,, terima kasih,,,,” ucapku sambil menutup wajahku dengan kedua tanganku,,, tidak kusangka ternyata Resty adalah kakaknya Ressa…


“kita harus cepat cepat ke tempat adikmu,, aku ingin segera bertemu Ressa, karena sudah lama aku tidak bertemu dengannya…” ucapku sambil melajukan lagi mobilku…


“Ada apa sebenarnya..? Kamu kenal adikku…?” tanya Resty heran kepadaku….

__ADS_1


“Ressa temanku saat sekolah,,, teman sebangku,, kisah masa kecilmu dan tentang keluargamu pernah diceritakan Ressa kepadaku….”


“Teman sebangku..? jangan² kamu ini si culun yang selalu diceritakan Ressa …?” tanya Resty


“ya… dulu dia selalu memanggilku seperti itu,,,,,”


“astaga,,,,” Resty sangat terkejut dengan kenyataan ini,,,


.


.


Ada apa dengan hari ini ? Semua Pertemuan ini sungguh tidak pernah kuduga sebelumnya. Memang sih, tiap orang punya jalan dan tujuannya masing-masing dan suatu saat persimpangan hidup akan mempertemukan mereka, entah dengan orang yang baru dikenal atau yang sudah pernah bertemu sebelumnya,, Dihari pertama aku kembali ke kota ini aku bertemu dengan Resty, lalu dia membawaku untuk bertemu dengan Meta yang sedang terbaring di Rumah sakit. Disana aku begitu kaget dengan kenyataan bahwa Meta adalah adik dari Kak Neta, wanita yang dulu pernah dekat denganku, dan kami sempat mempunyai momen bersama…. Gokil Nggak..?


Dan sekarang ini Resty mengajakku untuk bertemu dengan adiknya yang ternyata adiknya Resty adalah Ressa, sahabatku saat SMA yang sudah kuanggap sebagai adikku sendiri yang dulu dibawa kakaknya saat dia sedang koma karena tumor otak yang dia derita. Bertahun tahun tidak ada kabar, Aku sangat merindukan Ressa dan berharap bisa bertemu lagi dengannya dan sempat mempunyai niat untuk mencari Ressa namun belum pernah terlaksana.


Bagaimana pertemuan-pertemuan ini bisa terjadi? Apakah ini sebuah kebetulan atau memang ini adalah kehendak Tuhan? Sebelum aku dekat dengan Resty dan Meta,, aku terlebih dahulu dekat dengan dengan Saudara mereka, Kak Neta dan Ressa, ternyata di suatu persimpangan hidup, aku bertemu dengan seseorang yang masih berhubungan dengan orang yang pernah kutemui dipersimpangan yang lain yang pernah kulewati.


Mobilku baru saja berhenti didepan sebuah rumah kecil dekat dengan Hutan. Rumah ini adalah rumah paling ujung di dalam sebuah komplek perumahan yang tadi kami lewati..


“Sudah seminggu ini aku terpaksa menyembunyikan Ressa disini agar Orang itu tidak bisa menemukannya, sebelumnya Ressa tinggal didekat Rumah Sakit,, karena meskipun dia sudah dinyatakan sembuh tapi dia masih harus tetap kontrol…” ucap Resty saat keluar dari mobilku…


Kami berdua langsung masuk ke dalam rumah kecil ini.


”Ressa..…” ucap resty memanggil adiknya saat sudah memasuki rumah ini.


“Iya kak..” kudengar suara seorang wanita yang menjawab panggilan Resty dari dalam rumah,, aku masih belum bisa memastikan suara itu adalah suara Ressa, karena aku sudah lupa bagaimana suaranya.


“kemarilah,,!!…” perintah Resty kepada Ressa


Dan seseorang keluar dari dalam rumah,


ternyata memang benar dia adalah Ressa temanku, sahabatku, adikku yang dulu pernah dekat denganku.. . Sepertinya dia sedang makan, karena saat ini dia sedang menggenggam paha ayam goreng di tangannya. ,, dia masih doyan makan seperti dulu…


Ressa kaget Melihatku berdiri di sebelah kakaknya, beberapa detik aku dan Ressa hanya diam saling memandang,, aku atau mungkin juga dia saat ini sedang mengingat kembali kenangan kenangan masa lalu saat kami bersama. Aku mengingat kembali pertemuan pertamaku dengannya saat dia terbaring lemah di ruangan UKS, sebuah awal pertemuan yang membuatku peduli dengannya karena rasa simpati dengan kondisi dan keadaannya saat Adit bilang dia adalah perekk di sekolah…. dari perasaan peduli kemudian berlanjut dengan rasa ingin menjaganya saat kuingat dia dipaksa Galih dan gengnya padahal dia masih lemas,,, aku ingat saat itu aku dihajar habis² oleh gengnya Galih karena mencoba menahan Ressa. Rasa simpatiku kepadanya semakin dalam menjadi sebuah rasa empati saat akhirnya dia bercerita kalau dia sedang sakit dan terpaksa mencari uang dengan cara² kotor untuk membeli obatnya sendiri,, aku tidak jijik dengannya, malahan aku merasa kagum dengannya, meskipun cewek ternyata dia lebih kuat dariku mungkin lebih kuat daripada kalian semua,,, seorang diri dia berjuang menjalani hidup ditengah keterbatasan dan penderitaan yang dia alami sejak kecil tanpa mengharapkan belas kasihan dan bantuan dari orang lain,, sejak saat itu aku berjanji kepada diriku sendiri kalau aku akan selalu menjaga Ressa dan membantunya berjuang melawan penyakitnya.


“Culunnn…” ucap Ressa


Langsung kuhampiri Ressa dan kupeluk dia sangat kuat, tak terasa air mataku menetes saat akhirnya bisa bertemu dan memeluknya lagi.


“iya ini aku Ress,, “


“Kok kamu jadi gak culun sihh ..?” tanya Ressa padaku dengan polosnya..


“,,, dari dulu memang aku gak culun tau’,,,,, aku khawatir denganmu Ress,, kami semua khawatir denganmu… kami semua merindukanmu…” ya,, tidak saja hanya aku yang merasa sangat kehilangan Ressa,, Adit, Amel, Winry, Mira dan Rein juga merasakan hal yang sama.


“maaf ya Ga sudah bikin kamu dan kalian semua khawatir,,,,, sekarang aku sudah sembuh loh…” ucap Ressa sambil tersenyum dan melepaskan pelukanku


“sebenernya aku ingin kembali ke kota sebelah dan aku tidak sabar ingin memberitahu kalian semua kalau aku sudah sembuh… tapi tuh kakakku gak ngebolehin aku kesana…” ucap Ressa sedikit sewot…


“kamu kan masih harus tetap kontrol disini,,,,,” ucao Resty kepada Ressa


“Huh,,,,oiya kakkk.. ini Culun yang selalu aku ceritakan padamu,,,,” ucap Ressa pada Resty..


“Dan Rega,,, ini kakak yang paling kusayangi yang dulu sering kuceritain,,,, dan kok kamu datang kesini bersama dengan kakakku..? kalian sudah saling kenal..?” tanya Ressa padaku..


“ehmm,,, aku dan kakakmu,,,,,”

__ADS_1


“Kami teman sekantor Dek,,” potong Resty cepat,,,


Ressa memelukku lagi,,,,,


“aku senang sekali bisa bertemu denganmu,,,,,,ayo kekamar,,, !! ceritakan semuanya tentangmu dan teman² yang lain,,,,” Ressa menarikku masuk kedalam rumah,, aku melihat Resty,,, dia menganggukkan kepalanya kearahku..


.


.


Didalam kamar berukuran kecil ini aku dan Ressa ngobrol banyak,, aku bercerita semua apa yang terjadi padaku sejak lulus SMA dan cerita tentang teman² yang lain, Ressa terlihat antusias dan kelihatan senang mendengarku bercerita sesekali dia menimpali ceritaku dengan tertawa dan rasa sedih karena menyesal tidak bisa menyaksikan hal hal yang kuceritakan padanya..


Setelah hampir 2 jam aku bercerita,, saat ini aku dan Ressa diatas tempat tidur,, saling berhadapan memiringkan tubuh kami,, kubiarkan dia membelai wajahku sambil senyum²…


“Kamu tidak memakai kacamata lagi..?” tanya Ressa padaku,,


“sudah lama aku tidak memakainya,, saat itu Winry mengajakku untuk operasi plasik seperti yang pernah dia lakukan sebelumnya, jadi aku tidak perlu memakai kacamata lagi..,, katanya winry,, aku akan lebih kelihatan tampan tanpa memakai kacamata…”


“iya sih kamu jadi ganteng bangettt,, tapi kamu jadi gak culun lagi… aku lebih suka kamu culun,,, culun tapi mesum,,, hahaha… btw,, dari semua yang kamu ceritakan tadi, kamu tidak sedikitpun bercerita tentang Winry,, kalian pernah dekat? Dan bagaimana kabarnya sekarang…?” tanya Ressa


Huffftt….. kutegakkan tubuhku diatas ranjang menghadap langit langit kamar ini.


“iya kami dulu sangat dekat,,, tapi sekarang Winry….ehmm,, Akan aku ceritakan di lain waktu,, atau mungkin nanti teman yang lain yang akan bercerita.. jujur aku tidak sanggup mengatakannya… kuharap kamu bisa mengerti..”


“isshh jadi penasaran kan,, Winry baik² saja kan Ga…?” tanya Ressa


Aku hanya bisa mengangguk kearahnya tanpa menjawab pertanyannya…. Maaafkan aku Ress,, aku tidak bisa bercerita yang sebenarnya tentang Winry,, Kemudian Ressa mendekatkan tubuhnya kepadaku… mendekatkan wajahnya ke wajahku dan dia bicara sangat pelan.


“kamu cerita apa saja kepada kakakku tentangku saat sekolah dulu..?” bisik Ressa sangat pelan kepadaku..


“aku belum bercerita apa² kepadanya….”


“kumohon jangan ceritakan semua yang kulakukan saat Sekolah dulu padanya,, aku tau dia tidak akan marah kepadaku meskipun tau yang sebenarnya,,,, tapi aku tidak ingin dia sedih… apalagi akhir² ini dia kelihatan murung,,,” ucap Ressa


“iya,, akuu tidak akan mengatakan apa²… akan kuceritakan apa yang perlu dia dengar jika dia bertanya kepadaku…” balas bisikku kepadanya,,


“makasih ya Ga,,,, suatu saat nanti aku akan cerita sendiri padanya ketika keadaan kami sudah baik,,, kamu tau kalau kakakku jadi istri simpanan orang..?” tanya Ressa


Aku sedikit kaget dengan pertanyaan Ressa,,


“kamu juga tau…?”


“sudah lama aku tau dan dia sendiri yang bercerita kepadaku saat kupaksa bercerita dapat dari mana uang untuk membiayai pengobatanku yang pasti sangat mahal… aku merasa bersalah Ga sama kakakku,. dan saat sekarang aku sudah sembuh, kakakku masih belum bisa lepas dari orang itu,, sampai kapan dia akan selalu berkorban untukku? Dia sudah mengorbankan masa mudanya untuk bekerja keras mencari uang demi keluargaku dan membeli obatku, dia juga mengorbankan masa depannya dengan menjalani hidup sebagai istri simpanan, menanggung sendiri semua beban dan resikonya, mengorbankan perasaannya,.,,meskipun uangnya banyak,kakakku tidak akan pernah bahagia,,, itu semua dia lakukan karena aku,,,… “


Ucap Ressa sambil meneteskan air mata merasa bersalah kepada Resty yang berkorban untuknya,,… kubelai wajahnya…


“jangan sedih,,,, itu semua dia lakukan karena kasih sayangnya kepadamu Ress,,, kalau Rein berada diposisi seperti kakakmu,, Rein pasti juga bakal melakukan hal yang sama,,, dia pasti juga akan rela melakukan apa saja untukku,,, kamu jangan pernah merasa bersalah, karena dia memang melakukan itu semua untukmu, tidak pernah sekalipun merasa terpaksa melakukan itu semua karena dia begitu mencintaimu,,, Cinta seorang kakak kepada adiknya memang bukan cinta yang luar biasa seperti cinta antara sepasang kakasih yang penuh dengan romantisme dan kisah asmara,,, tapi bagi yang bisa merasakannya,, Cinta seorang kakak kepada adiknya lebih berharga dari cinta sepasang kekasih, karena cinta mereka tulus tanpa dibuat dibuat,, dari rasa cintanya kepadamu itulah timbul rasa untuk selalu menjagamu, dan yang dilakukan Resty adalah bentuk naluri seorang kakak untuk berkorban demi menjaga adik yang sangat dicintainya… kakakmu adalah wanita yang hebat,,, kita sama sama mempunyai seorang kakak yang hebat dan kuat,,, yang harus kamu lakukan adalah untuk selalu tersenyum didepannya,, karena dengan melihat senyummu dia akan merasa perjuangan dan pengorbanan yang dia lakukan selama ini tidak sia sia… karena hanya untuk selalu melihat senyummu, dia mau melakukan itu semua”


Ressa tersenyum kepadaku…


“hmmm baiklah aku akan selalu tersenyum didepannya agar dia tidak sedih,,,,, kakakku kan ada dua,, kamu dan Resty,,,, hihihi… kamu bisa membantu kakakku…?” tanya Ressa


aku mengangguk mendengar pertanyaannya,,,


“aku sedang mengusahakan sesuatu,, semoga semuanya berjalan lancar,,,.. “


“dan setelah berhasil,,, kamu mau menikah dengan kakakku kan,,,?” tanya Ressa

__ADS_1


Eh,,,,?


__ADS_2