
SEMENTARA ITU DITEMPAT LAIN DI WAKTU YANG SAMA,
Malam ini di ruangan yang sama seperti tadi sore dengan tiga orang yang sama juga seperti tadi, Amel duduk bersebelahan dengan ‘Partner’ dihadapan Mr. X., jarak mereka hanya dipisahkan oleh sebuah Meja besar yang terbuat dari kayu jati kualitas paling bagus . Sejak 10 menit yang lalu Mr. X hanya diam memandangi Amel yang sedang membuang mukanya ke samping dengan kedua tangannya disilangkan di bawah kedua dadanya. Suara detik jarum jam mini di atas meja Mr. X yang sedang bergerak terdengar begitu nyaring ditengah kesunyian.
TIK TOK TIK TOK TIK TOK TIK TOK
“Katakan Apa yang terjadi…!!” Ucap Mr. X lirih.
Akhirnya ada yang bersuara di tengah tengah keheningan diantara mereka bertiga. Tapi tidak ada diantara Amel dan partner yang menjawab Mr. X, mereka berdua masih bungkam dengan apa yang terjadi dimana seharusnya malam ini mereka berdua sedang melakukan pengintaian terhadap seseorang.
BBBRRAAAAAAKKKKKK
Tiba² saja Mr. X menggebrak mejanya dengan sangat keras, Amel dan partner sempat kaget dengan reaksi Mr. X yang tiba tiba..
“Shitt,,,” ucap Amel lirih…
“ehmm….tadi…..” Partner mencoba mengatakan sesuatu tetapi dipotong oleh Amel cepat,
“Kami kehilangan target….” Ucap Amel tegas.
“Lagi….. ‘Kami kehilangan target lagi’.. itu yang harus kamu ucapkan…!!!” sindir Mr. X kepada Amel…
“ Awasi dari jarak jauh, ikuti kemanapun dia pergi,,,simple bukan ? se-simple itu dan kalian tidak bisa melakukannya,,?? ” ucap Mr. X dengan berapi api
“Saat kami sampai disana, dia sudah tidak ada,,,” ucap Partner membela diri
“Oh Yah..? Atau memang dia tidak pernah ada disana… ehmm,, apa yang tadi kamu bilang Mel,, info yang akurat..? hmm? BULLSHITT… dia lebih pintar dari kalian, bisa saja dia membuat sinyal sinyal palsu agar kalian melacaknya disana tapi sebenarnya dia ada ditempat yang lain,, kalian sudah mempertimbangkan kemungkinan itu? Atau kalian memang bodoh..?” ucap Mr. X
Amel terlihat emosi dengan apa yang dikatakan Mr. X, tapi kali ini dia tidak bisa membantahnya atau melawannya, dia menyadari kalau memang operasi pengintaian yang dia lakukan tadi tidak membuahkan hasil seperti yang dia harapkan dan Amel tau kalau dia bakal kena semprot Mr. X.
Mr. X membuka laci mejanya, tempat dimana dia menyimpan asbak kecil. Dia taruh asbak itu diatas meja lalu dia mengambil bungkus rokok di celananya kemudian diambilnya sebatang rokok dari bungkus itu dan ditaruh di mulutnya, lalu menyulut ujungnyanya dengan zippo yang diambil dari saku celana yang lain. Ujung rokok itu terlihat lebih membara ketika Mr. X menghisapnya dengan kuat dengan bibirnya, dan seketika asap keluar dari mulut Mr. X. dia kelihatan begitu menikmati tarikan pertamanya, merasakan nikotin sudah mencapai otaknya yang membuatnya begitu rileks.
“aku sudah melaporkan kegagalanmu ini ke Boss, aku bilang kepadanya kalau kamu bukan orang yang tepat untuk pekerjaan ini dan menyarankan agar kamu tidak diberikan tugas dilapangan lagi.. Tapi……..” Mr. X diam sesaat sebelum melanjutkan perkataannya.
“aku heran,,, Boss masih percaya padamu bahkan saat aku sudah memberberkan semua fakta² kegagalanmu kepadanya,,,,,, ini hanya antara kita bertiga saja… apa yang sudah kamu lakukan dengan boss sampai dia begitu percaya kepadamu..?” tanya Mr. X
Amel tau arah kemana perkataan Mr. X, dia semakin terlihat emosi mendengarnya…
“FUCKKK YOU…..” Ucap Amel dengan sangat emosi….
“oke..oke… baiklah kalau kamu tidak mau mengatakannya,,,” ucap Mr. X dengan tenang..
Mr. X : “sekarang,, aku akan memberikanmu target yang lain yang lebih mudah untuk orang² bodoh seperti kalian…” ucap Mr. X sambil menaruh sebuah Map dimeja.
Amel kemudian berdiri dari tempat duduknya,,,
“aku akan mencarinya sampai ketemu….” ucap Amel lalu pergi begitu saja meninggalkan ruangan Mr. X,,.
.
.
“Mel.. Amel….. mau kemana…?” tanya partner kepada Amel saat Amel akan membuka pintu mobilnya,,
“Pulang…… “ ucap Amel datar saat sudah masuk kedalam mobilnya,, tapi partner tetap menahan Amel dengan berdiri didekat pintu mobil, terpaksa Amel menurunkan kaca pintu mobilnya….
“Apa yang kamu butuhkan..? istirahat? Minum? Atau sebuah pelukan..?” ucap Partner
“ohh **** You,,,jangan harap aku akan mau tidur dengamu lagi,,,” ucap Amel kesal
“hehe tidak ada salahnya dicoba,,, kenapa tidak kamu ambil tawaran tadi…? Kita cari target lain,, lupakan dia.. !! masih banyak target² lain yang lebih mudah untuk ditemukan….!” ucap Partner
“dengarkan ya,,, ini tugas pertamaku,, dan aku tidak ingin gagal di tugas pertamaku…. Aku akan mencarinya sampai ketemu… karena aku sendiri yang memilih dia sebagai targetku,,,,,, shitt, padahal aku yakin tadi dia ada disana,, kenapa tiba² saja dia menghilang…” ucap Amel
“Kamu percaya hantu Mel..? rumor mengatakan dia pernah meninggal karena sebuah kecelakaan… entah bagaimana dia bisa bangkit dari kematian,, itulah kenapa dia dijuluki ‘The Spectre’ …. ” ucap Partner
“Ya aku tau itu,, Selain memiliki pengetahuan yang luar biasa dan memiliki kecerdasan diatas rata², dia juga ahli dalam menyelinap dan bersembunyi, tidak pernah meninggalkan jejak seolah dia tidak pernah menapakkan kakinya di bumi,, seperti hantu…hfff.. satu hal yang benar dari perkataan orang brengsek tadi, dia lebih pintar dari kita…. Ada juga rumor yang mengatakan dia itu tidak nyata, hanya sebuah simbol yang dibuat oleh sebuah organisasi… itu makanya kita tidak pernah mendapatkan wajah pastinya seperti apa.. bahkan kita tidak tau jenis kelaminnya, usianya,,, kita mengejarnya hanya dengan berbekal info dari komunitas dan kicauan burung²… kita benar benar seperti mengejar hantu,,, tapi aku yakin dia itu nyata,,, ” ucap Amel menjelaskan
“kita butuh bantuan orang lain Mel untuk menghadapinya..…” ucap Partner
“siapa..?” tanya Amel
“ustad… hantu kan takut sama ustad….. hahahaha…” ledek Partner
Amel hanya diam memandangi partner yang sedang tertawa karena candaannya sendiri..
“gak lucu yah..? ayolah Mel,, tersenyumlah sedikit,,” ucap Partner
“bukan waktunya untuk bercanda,,, menurutmu apa yang dia lakukan di tempat itu…?“ tanya Amel
“makan lah,, tempat itu kan restoran…” balas Partner
“Bodoh,, kenapa dia jauh² datang ke kota ini hanya untuk makan direstoran… menurutku dia sedang bertemu dengan seseorang…” sanggah Amel
“hmm? Siapa….?” tanya Parner
“pertanyaan yang bagus,,, siapa yang ditemuinya di kota ini, yang membuatnya harus terpaksa muncul ke permukaan,,, mungkin kita bisa menemukan hantu itu jika tau siapa yang ditemuinya…” ucap Amel
DDDRTTTTTTT… DRRRTTTTTTTTTT
Handphonenya Amel berdering dan bergetar…. Dia langsung mengangkat panggilan masuk di hapenya,,,
__ADS_1
Amel : “halo,, Rega..”
.
.
...—POV REGA—...
Aku : “Oke Mel,, Bye… see you soon..,,,,”
Baru saja aku selesai menelepon Amel setelah sebelumnya aku menelpon Adit,, aku katakan kepada mereka berdua kalau aku sudah bertemu dengan Ressa,, aku mengirimi mereka fotoku tadi berdua dengan Ressa supaya mereka lebih yakin dan percaya… Sudah pasti Adit dan Amel sangat senang mendengar berita ini,mereka bilang tidak sabar untuk betemu dengan Ressa lagi.. dan kami janjian untuk bertemu dan berkumpul bersama sama lagi tapi tidak untuk waktu yang dekat ini,,, mereka berdua sedang sibuk,, yang penting mereka sudah lega mendapat kabar tentang Ressa.
Kupandangi wajah Ressa yang sedang tidur,, wajahnya begitu damai,,,
setelah ngobrol panjang lebar akhirnya dia tertidur mungkin juga karena pengaruh obat yang dia minum.. kuusap rambut panjangnya.,.,. akhirnya keinginan dan mimpinya untuk sembuh dari penyakitnya bisa tercapai,,, Terima kasih Tuhan kau telah memberikan kesembuhan kepada wanita ini,, semoga dengan ini berakhir semua penderitaannya dan penderitaan kakakknya,, mereka pantas mendapatkan kebahagiaan setelah bertahun tahun menjalani masa masa sulit.
Sudah hampir tengah malam, aku harus segera ke,,,,, eh? kemana ya? Aku belum punya tujuan di kota ini,,, satu satunya tempat yang aku pikirkan untuk tidur ya kembali ke kost lamaku,, aku sudah membayar sewa untuk satu tahun penuh,,, harusnya aku masih bisa tinggal disana.. saat keluar dari pintu utama rumah ini.. aku melihat Resty sedang berdiri berpegangan pagar beranda depan rumah, pandangannya lurus kedepan… dia sudah tidak memakai jilbabnya,, kira² apa yang sedang dia pikirkan, apakah dia sedang mimikirkan orang itu yang harusnya Resty tidak boleh lepas dari pengawalan orang² suruhannya,, atau dia sedang memikirkan cintanya kepadaku yang hanya sepihak… Hfftt…
“Ress…? Kok diluar? Dingin banget loh…” ucapku kepadanya,,, dia langsung ,melihat ke arahku…
“eh,, Ressa sudah tidur,,,? Hmm..Kamu mau kemana,,?” tanya Resty padaku,, dia melihatku sedang membawa jaket …
“iya Ressa sudah tidur,, mau kembali ke kost atau biar aku cari hotel aja di kota…”
“Sudah malem Ga,, tidurah disini,,,kamu bisa tidur di kamar satunya,, biar aku tidur dengan Ressa..” ucap Resty
Hmm,, haruskah kuterima tawarannya Resty untuk bermalam disini? Resty mendekatiku kemudian tiba tiba dia memelukku…
“makasih ya Ga telah menjaga adikku saat sekolah dulu,, Ressa selalu bercerita kalau dia punya kakak lain yang selalu menjaganya dan selalu baik kepadanya,,, aku sangat berterima kasih kepadamu” ucap Resty
“Terima kasih juga sudah menjadi kakak yang sangat hebat untuk Ressa, pengorbananmu sungguh luar biasa Ress,,sampai akhirnya Ressa bisa sembuh… ternyata selama ini yang menjadi alasan Ressa untuk tidak menyerah dengan penyakitnya adalah kamu,,,, kalian berdua adalah wanita wanita hebat yang pernah kukenal… aku kagum dengan perjuangan kalian untuk survive, kalian sudah hampir sampai diujung jalan yang gelap,,, cahaya yang sangat terang akan kalian dapati didepan sana…”
“Jalanku masih terasa gelap Ga,,,selama aku masih terikat dengan orang itu,, kami berdua masih belum bisa tenang,,, malahan akhir akhir ini perasaanku tidak enak… aku merasa hal yang buruk akan terjadi… aku takut Ga…” ucap Resty
Itukah alasan dia murung akhir akhir ini? Seperti kata Ressa.. seperti kata Meta tadi,, itu sebabnya Meta menyuruhku untuk menemani dan menghiburnya malam ini…
“Jangan berpikir seperti itu,, tidak ada hal buruk yang akan terjadi…” ucapku sambil tetap memeluknya…
“EGa,,, apa kamu mau sekarang juga bawa aku dan Ressa pergi sejauh mungkin dari sini., meninggalkan semua ini, dan tidak perlu lagi kembali kesini,,, aku janji akan selalu menuruti permintaanmu,, aku bisa memperlakukanmu lebih baik dari Meta Ga.. Pliss !” ucap Resty
Pelukan kami terlepas dan kami saling berpandangan… Resty benar benar sudah putus asa, aku tidak tau apa yang menyebabkan dia menjadi seperti ini,, mungkinkah semua ini akibat perlakuan orang itu kepadanya yang akhirnya membuat mentalnya Resty down seperti ini.
“Resty,, tak akan kubiarakan hal yang buruk terjadi kepada kalian,, aku janji…!”
“Janji…? maafkan aku bicara seperti itu,harusnya aku tau,, kamu tidak bakalan bisa meninggalkan Meta demi aku” ucap Resty
“Bukannya aku gak mau pergi denganmu karena Meta,,, tapi lari bukanlah sebuah kebebasan,, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian,, ada aku, Meta,,, kita hadapi ini bersama sama,,”
“Aku cuman takut Ga…” ucap Resty masih kelihatan gelisah,,
“Kamu bisa memegang janjiku,, aku akan menjagamu dan Ressa,,,”
Kami masih berpadangan,,, lalu Resty mendekatkan wajahnya ke wajahku dengan sedikit memaksakan berdiri dengan ujung kakinya karena postur tubuhnya yang tidak setinggi badanku dan dia mencium bibirku. Beberapa detik dia menempelkan bibirnya di bibirku tapi aku tidak bereaksi.. mengetahui tidak ada reaksi dariku,,, dia melepaskan ciumannya…
“maaf,, tidak seharusnya aku melakukan itu lagi,,,,” ucap Resty kepadaku…
“Ress,,,,?”
“Tunggulah sebentar,, akan aku siapkan kamarnya biar kamu bisa istirahat…..” ucap Resty sambil berjalan masuk ke dalam rumah..
Sial,,, kenapa aku tadi diam saja,,, hadeeeh,, jadi serba,,,
.
.
Kulihat Resty memasuki kamar yang lain di rumah ini,, mungkin ini kamar yang biasa dipakai Resty tidur jika dia mengunjungi adiknya…. pintunya sedikit terbuka dan aku masuk kedalam kamar itu… sebuah kamar yang tidak begitu besar dengan tempat tidur dari kayu biasa,, yang hanya cukup untuk satu orang,, disebelah tempat tidur ada sebuah lemari kayu tua….. di dalam kamar ini, Resty sedang menghadap ke lemari pakaian yang terbuka dan dia membuka satu persatu kancing kemeja warna putih yang dipakainya sampai akhirnya terlepas,,masih membelakangiku dia melepas bra nya juga… Resty kini sudah topless lalu dia menarik ke bawah celana jeans ketat yang tadi dia pakai sampai terlepas juga dari kakinya… sekarang Resty hanya memakai panties ketat yang tidak bisa menutupi besarnya bongkahan bokongnya,,, kedua tangannya masuk ke dalam kolong kolong lemari mungkin sedang mencari baju ganti,,,,
Aku melihat dari belakang betapa indahnya tubuh Resty yang tanpa memakai baju,,, warna kulit yang putih,, bokong yang besar, pinggang yang ramping sedikit berisi,, meskipun tidak begitu tinggi,,, seandainya Resty agak tinggian,, dia pasti akan terlihat lebih sempurna seperti Rein,,, tapi,, menurutku tubuhnya Resty yang begini saja sudah sangat indah,, ibarat motor ni,, tubuhnya Resty itu kayak motor sport Ducati,, yang membuat setiap lelaki ingin menaiki dan mengendarainya…
Kulihat Resty sudah menemukan yang dia cari di lemari itu,, dsebuah tanktop warna hitam yang langsung saja dia kenakan,, tapi sebelum tanktop itu sepenuhnya menutupi tubuh Resty,, kudekati dia,, dan kupeluk Resty dari belakang dan langsung kukecup pundaknya, sedangkan tanganku mengusap usap perutnya disekitaran pusarnya… Resty merasakan kegelian saat bibirku mencumbu tiap jengkal pundak dan lehernya,, kedua tangannya memegang tanganku yang sedang mengusap usap perutnya,,,
.
.
“luar biasa,,,, kamu bikin aku ******* berkali kali..” ucap Resty kepadaku,, kami berdua lemas tidak berdaya diatas tempat tidur,, Resty tidur miring disebelahku sambil membelai dadaku..
“Kamu juga luar biasa Ress,,, hah..hahh… puas banget”
“Apa Meta juga bisa memuaskanmu,, ? hihihi…”
Mendengar pertanyan Resty aku langsung menoleh kearahnya,, dibandingkan dengan Meta,, Resty memang lebih baik dalam urusan Ranjang…
“Tiap wanita mempunyai cara yang berbeda memuaskan pasangannya…”
“emang sudah berapa banyak cara yang kamu ketahui..? banyak banget pasti,,, hahaha” ucap Resty
Eh,,,?
“Ya beda lah,, aku memuaskanmu seperti seorang pelacur,,sedangkan Meta memuaskanmu sebagai seorang kekasih…” ucap Resty
__ADS_1
“hmm.. Ress..”
“hihihi,, gpp Kok Ga,, aku senang jadi pelacurmu….” Resty membelai wajahku
“aku ingat,, Dulu tiap aku pulang kerumah, Ressa ingin mengenalkanku dengan si culun yang selalu dia ceritakan kepadaku,, dia ingin menjodohkanku dengan si culun itu… seandainya aku mengenal si culun itu sejak dulu,,, keadaannya pasti berbeda…” ucap Resty kepadaku..
Aku hanya bisa tersenyum menanggapi perkataannya.. lalu aku mencium bibirnya,,,,
“oiya,,, aku baru ingat,,, jadi kamu kenal juga dengan ‘DJ Alor Runner’ dong..?…”
“hmm..? siapa,,,?” tanya Resty
“Produser musik yang sedang naik daun,,, DJ Alor..?”
“Siapa sih.,,,?” tanya Resty penasaran
“DJ Alor,,, nama aslinya Adit,,, dia kan juga sekelas denganku dan Ressa,,,, ”
“Hahh,,? Adit,,?? Dia jadi DJ,,,?” Resty tampak kaget mendengar ucapanku
“iya,,, katanya Ressa ,, dulu kalian pernah dekat,,”
“hmmmm,,, ya kami dulu memang sempat dekat…. Dia cinta pertamaku Ga,,,” ucap Resty sambil tersenyumm
“Dia aku ajak kesini Ress untuk menemui Ressa,, sama denganku,, dia sangat senang mendengar kabar Ressa sudah sembuh,,,”
“hahhh,,? Adit mau kesini,,,?” Resty kaget,,
“kenapa dia harus kesini sih,,,,?” tanya Resty
“kenapa emangnya,,, ?”
“aku gak mau dia tau keadaanku yang sekarang,,, jangan beritau dia yah…!!” balas Restt
“eh,,? Oke,, oke,,,”
“dulu aja nih,, Meta tidak menyapaku selama 3 bulan lebih saat tau aku jadi istri simpanan,, dia sangat marah dengan keputusanku.. setelah kukatakan alasan yang sebenarnya akhirnya dia mau mengerti dan kami dekat lagi,, hihi,, Meta sudah bilang kepadamu tentang hubungan kami,,?” ucap Resty
“hubungan apa..?”
“,, biar dia aja deh yang cerita,,,, Ga,,!! aku horny lagi….!” Ucap Resty
“mau lagi…?”
Dia tersenyum dan mangangguk,,, langsung kutindih tubuhnya..
“achhhhhhhhh…………”
Kami melakukannya sekali lagi dan akhirnya kami berdua capek dan tidur…
“Nih diminumm biar gak ngantuk,,,,,” Resty membuatkanku kopi hitam,, aku sedang duduk di ruang tamu rumah ini, menunggu Resty…. Dia baru selesai mandi,, rambutnya masih basah terikat handuk,,,
“hmm,,, kayak pengantin baru aja nih,, hihihi…” Ressa tiba² keluar dari dalam rumah dan duduk di sebelahku,,,
“Deeeekk,,,!!! Bentar ya Ga,,! Aku ganti dulu,,,” ucap Resty lalu masuk kedalam..
Ressa melihatku sambil senyum senyum…
“kenapa..?”
“gpp kok.. gapapah…!” balas Ressa
Aneh,, pasti dia menyadari semalam aku dan Ressa habis enak enak…
DDRRTTTTT DRRTTTTTT
Handphoneku yang kutaruh diatas meja bergetar,, panggilan masuk dari nomor baru,,, siapa..?
Aku : “halo…?”
…… : “Haiii,, kamu gak ke rumah Sakit lagi,,,?”
Aku : “hmm,, Kak Neta…?”
Neta : “iya ini aku,, gimana..?”
Aku : “Iya,, aku nanti kesana Kak,,, kenapa,,?”
Neta : “Kamu bisa jemput aku dulu,,? Aku nebeng,,, Dirga tadi gak bisa mengantarku, dia berangkat pagi pagi banget ke sekolah,,,”
Aku : “ehmm, oke gak masalah,, tapi … agak lamaan ya kak,,,”
karena perjalanan dari sini ke ibu Kota tidak singkat dan pasti macet,, aku juga harus mengantar Resty dulu ke kantor,,
Neta : “iya gpp aku tunggu,, aku di apartemennya Meta,, tau kan?”
Aku : “tau kok,,, “
Neta : “Oke,, aku tunggu yah.. Byee!”
Aku : “oke,, bye,,”
__ADS_1
“ Kak Neta..? Bu Neta? Kamu masih berhubungan dengan dia?” tanya Ressa..
“hmm,, ceritanya panjang Ress,, lain waktu aku ceritain….”