
BYUUUUURRRRRRRR….
Seketika aku tersadar setelah se-ember air diguyurkan ke tubuhku,,
Apa yang terjadi ? Aku pingsan..?
Aku mencoba memahami apa yang terjadi,, Aku ingat, seseorang memukulku dengan pistol,,, saat ini Aku sedang duduk di sofa ruang tamu rumah ini, seluruh tubuhku basah karena siraman air tadi begitu juga dengan sebagian sofa yang sedang kududuki ikutan basah.
Hmmmm..?
Sial, tanganku diborgol….
Tepat duduk dihadapanku seorang pria sedang santai merokok dengan satu kaki disilangkan diatas kaki yang lain. Pria itu tidak lain tidak bukan adalah suaminya Resty.. lalu Resty dan Ressa..? Reflek aku mencoba mencari keberadaan mereka berdua di ruangan ini,, ternyata Resty dan Ressa ada di sebelah kiri tempatku duduk,, mereka sedang berdiri dengan tangan terikat kebelakang dan mulut yang tertutupi lakban, masing-masing dibelakang mereka ada seorang pria yang memegangi mereka dengan pistol di tangan mereka.. Resty melihatku sambil meneteskan air mata..,, sedangkan disebelahku, berdiri seorang pria yang sedang membawa ember,,, sepertinya dia yang menyiram tubuhku,, tau aja orang ini kalau aku belum mandi,, hehe.. jadi suaminya Resty datang bersama dengan 3 orang pengawal, ataukah diluar masih ada orang..?
Sial,, mereka langsung menargetkan untuk melumpuhkan terlebih dahulu sebelum membungkam Resty dan Ressa.. padahal mereka tidak perlu melakukan itu,, dikira aku kuat? Dikira aku bisa jago bertengkar dengan mereka seperti Rein,,? Dikira aku gak takut? Takutlah,,,,,,Hadeeehh,, pria macam apa aku ini,, membela diri sendiri aja gak bisa, bagaimana bisa menjaga Resty dan Ressa…. Coba Rein ada disini, pasti mereka semua sudah KO..
“Akhirnya kita bisa bertemu,, ehm, maafkan kelakuan orangku yang membuatmu basah seperti itu… padahal aku menyuruhnya untuk tidak kasar kepadamu.. memang terkadang mereka tidak mematuhiku dan sering lepas kendali, sekali lagi aku minta maaf….” Ucap Danu kepadaku..
Orang yang bernama Danu ini kelihatan sangat tenang sekali,, sama sekali tidak kelihatan kalau dia adalah orang yang jahat dan arogan dengan penampilannya yang mewah, kelihatan ramah, bisa mengendalikan emosinya, dan begitu percaya diri,,, tapi aku tau siapa dia sebenarnya, aku pernah sekali bertemu dengannya di apartemennya Resty,, segala yang diceritakan Resty kepadaku tentang orang itu dan juga informasi dari temanku, bisa dikatakan orang ini memang bukan orang sembarangan,, dengan ketenangannya saat ini, membuktikan dia adalah seorang psikopat sejati.
“bangsat,, apa maumu…?” aku mencoba kelihatan cool dihadapannya…
BRRUGGGGGG,,,, orang yang berdiri disebelahku tiba² memukul wajahku, sampai bibirku lecet dan berdarah…
“emphhhhh…emphhhh,,,,,” Resty mencoba mengatakan sesuatu,,,,,
“Heii,,ayolah,, tidak perlu kau lakukan itu,,,,” ucap Danu kepada orang yang memukulku.
“sekali lagi aku minta maaf,,, mereka semua memang bodoh,, sama sepertimu dan wanita sialan itu,, hahahaha…“ ucap Danu kepadaku,,,
“bawa dia kesini….!” Perintah Danu kepada orang yang sedang memegangi Resty,, orang itu langsung membawa Resty dan mendudukkan Resty disebelah Danu… dan lakban yang menutupi mulut Resty dibuka olehnya..
“Kaupikir bisa membawa kabur adikmu..? hmm..? .. akan kuberi satu rahasia kecil,, saat kubilang padamu kalau aku tau dimana kamu menyembunyikan adikmu,, sebenarnya aku berbohong,, aku sama sekali tidak tau kau menyembunyikannya disini.. hahaha,,, tapi aku tidak perlu susah² mencari adikmu karena aku yakin kamu akan segera bereaksi untuk mengamankan adikmu,, yang perlu kulakukan hanya menunggu dan mengikutimu, dan akhirnya kita semua dipertemukan disini..sekarang aku sudah mendapatkan adikmu,, hahaha hahaha… kalian pikir kalian ini pintar ? hahaha” ucap Danu
Sial..ternyata dia benar benar mengikuti mobilku,,
“fiuhh,, bodynya adikmu memang tidak kalah denganmu,” ucap Danu sambil melihat Ressa…
“sayangnya dia masih perawan,, kalau tidak, aku akan mencicipinya malam ini… atau aku harus meralat ucapakanku pada Pak Wi tentang adikmu yang masih perawan,,? Biar aku saja yang menjebol perawannya,,, hmm, tidak,, tidak,, yang penting paling terpenting adalah aku mendapatkan megaproyek itu,, aku bisa mencicipi adikmu kapanpun aku mau,, Pak Wi akan dengan senang hati membiarkanku mencoba adikmu,,,,” ucap Danu
Resty yang kelihatan sangat emosi mendengar ucapan orang itu tiba² meludahi muka orang itu..
“Brengsek,,,” bentak Resty
PPPLLAAAAAKKKKK…
Sebuah tamparan keras mendarat di wajahnya Resty sampai dia jatuh dari sofa,, aku sempat bangkit tapi ditahan orang yang daritadi disebelahku,,,
“Begini kelakuanmu kepada orang yang memberimu segalanya,,? Ini balasanmu atas segala budi yang kulakukan untukmu..? hah,,? Wanita sialan,,,” ucap Danu
PPPLLAAAAKKKKKKK,,,
Resty terpekik kesakitan, dia tidak bisa melawan atau sekedar menahan tamparan orang itu karena tangannya terikat dengan tali,,… Ressa mencoba berontak setelah melihat kakaknya dipukul tapi orang yang menjaganya tidak membiarkan Ressa bergerak..
“hentikannn,,, cukup…” teriakku pada orang itu……
“oiya lupa kalau kamu ada disini,, maaf kamu harus melihat itu semua,, biasalah masalah rumah tangga, suatu saat nanti kamu akan mengerti…” ucap Danu kepadaku..
“dan karena ini masalah rumah tangga,, sebaiknya orang asing sepertimu tidak perlu ikut campur,, aku akan memberimu kesempatan untuk pergi dari sini dengan damai, dan jangan pernah ikut campur masalah rumah tangga kami lagi.. “ ucap Danu
“ayolah,, masih banyak wanita lain yang lebih cantik dari dia,, kamu masih sangat muda dan tampan,,, kamu bisa mencari wanita wanita yang lebih sexy diluar sana… buat apa kamu masih membela pelacur bodoh seperti dia,,, dia sama sekali tidak berharga dan tidak ada artinya bagimu..” ucap Danu
“ Jaga ucapanmu,, Resty adalah wanita yang hebat dan kuat, kamu seharusnya menghormati wanita seperti dia,, tidak seharusnya kamu memperlakukan wanita terhormat seperti Resty secara kasar,,, hanya karena dia datang kepadamu membutuhkan bantuan, kamu anggap dia lemah sehingga kau jadikan sasaran empuk untuk memuaskan nafsumu dan kau berhak atas hidupnya…? Hah,,,? Dasar Binatang, bahkan kamu orang yang lebih buruk dari binatang,,.dan aku tidak akan meninggalkan tempat ini tanpa Resty dan adiknya…” teriakku
“Ega,,,” Resty menatapku,,,,
“hm,, jadi itu keputusanmu..? kamu menolak kesempatan pergi dengan damai,,? Oke,, tidak masalah kalau kamu ingin tetap disini.. biar aku yang pergi dari sini membawa Resty dan adiknya,,, kamu akan tetap disini dengan orang-orangku yang kamu tau sendiri mereka kadang lepas kendali… berdoalah mereka masih membiarkanmu melihat matahari besok…” ucap Danu sambil berdiri..
“bawa kedua wanita ini ke mobil,,, “ perintah Danu kepada anak buahnya
Kemudian Resty dipaksa berdiri oleh orang yang darti tadi menjaganya dan Resty ditarik menuju pintu, ,,, orang yang menjaga Ressa juga bersiap untuk membawa Ressa keluar,,,
“lepaskan,, lepasakannn…” Resty mencoba berontak, tapi tenaganya masih kalah dengan orang yang menjaganya,,,
Sial..sial…sial….. aku harus segera melakukan sesuatu…
“TUNGGU,,,,” Teriakku kepada mereka sebelum mereka keluar dari dalam pintu… mereka semua melihatku,,,
“ijinkan aku memeluk Resty untuk terakhir kalinya,,, pleasee, aku tidak akan bisa macam macam dengan tangan terborgol…” pintaku kepada Danu…
“mau mati aja banyak maunya,,, oke.. oke… biarkan dia,,,” perintah Dany kepada orang yang menjaga Resty…
“tolong buka ikatannya,,, bagaimana Resty bisa memelukku kalau tangannya terikat…”
Danu memberikan isyarat kepada anak buahnya untuk menuruti permintaanku dan segera melepaskan ikatan tali ditangan Resty,,, Resty langsung menghampiriku,, kumanfaatkan waktu ini untuk berpikir,, satu orang pengawal Danu sedang berdiri dekat denganku,sedangkan 2 pengawal yang lain berdiri tidak jauh dekat pintu, salah satunya sedang memegang Ressa,,, dan ketiga pengawal danu itu masing² membawa pistol di tangan mereka,,, sedangkan Danu berdiri sangat dekat dengan pintu, tangannya bahkan sudah memgang gagang pintu… saat Resty sudah mendekatiku…
“peluk aku,,” ucapku pelan pada Resty…
kuangkat tangaku yang terborgol keatas,,, dan saat Resty memelukku,, kuturunkan tanganku dan memeluk Resty,,, lalu kubisikkan sesuatu kepada Resty…
Beberapa detik kemudian borgol yang daritadi menahan tanganku terlepas dan jatuh begitu saja ke lantai..,, semua orang tampak kaget dengan borgol yang tiba² jatuh,, saat semua masih terkejut,, aku langsung melepas pelukanku pada Resty dan langsung merebut pistol yang dipegang salah satu anak buah Danu yang berdiri didekat kami,,, lalu dengan cepat aku berlari menuju Danu dan mengarahkan pistol itu kepadanya, tepat dikepalanya,, begitu juga dengan dua pengawal Danu yang masih memegang pistol, dengan cepat mereka mengarahkan pistol itu kearahku,,,
Suasana menjadi semakinn tegang,,,
“aku memang tidak akan bisa macam macam dengan tangan yang terborogol,, tapi aku bisa meletuskan pistol ini tepat dikepalamu jika kau tidak menyuruh orangmu menjatuhkan pistol mereka…” ancamku kepada Danu… buset,, apa aku sudah kelihatan keren,,? Bahkan aku tidak tau bagaimana cara menggunakan pistol ini…. Tapi aku akan mencoba untuk tetap tenang agar tidak ketahuan kalau aku hanya menggertak mereka,,,
“Bagaimana bisa borgol itu lepas…?” tanya Danu padaku,,,
“hmmm.. seorang pesulap tidak akan pernah membocorkan rahasia sulap mereka kepada penonton,,, CEPAT SURUH ORANGMU MENJATUHKAN PISTOL MEREKA ATAU KEPALAMU AKAN BERLUBANG….!!!”
Aku dan Danu masih saling berpandangan,,,
“jatuhkan pistol kalian,,,!!” perintah Danu kepada pengawalnya.,
Yess,, berhasil,,, dua pistol sudah tergeletak dilantai… tapi semua pengawal Danu masih terlihat siaga…seolah mencari celah untuk menyerangku…
“Res,, ambil pistol² itu,,,,” Resty menuruti ucapanku, dan mengambil pistol² itu,,,,
“sekarang juga bawa pistol itu dan Ressa ke mobilku,,, “ perintahku lagi kepada Resty,.,,,
“sebaiknya jangan lakukan itu,, kalian bertiga tidak akan pernah bisa kabur dariku…” walaupun hidupnya terancam, Danu masih saja bisa mengancam kami…
“siapa bilang aku akan kabur,,? Resty dan adiknya yang akan pergi dari sini,, aku tetap disini menjaga agar kalian tidak bisa mengejar Resty…”
Resty terlihat kaget dengan ucapanku,,,
“Ega,,, kita pergi bersama sama,, aku tidak akan meninggalkanmu disini bersama mereka….” Ucap Resty kepadaku,,,
“Ress,, cepat bawa Ressa pergi dari sini,, ingat yang kukatakan padamu tadi,,,? Aku tidak pernah menyesal,,,”
__ADS_1
Resty melihatku sambil menangis,,, lalu dia memasukkan pistol pistol itu kedalam tasnya lalu membawa keluar Ressa yang masih terikat …. Beberapa detik kemudian aku mendengar suara mesin mobil yang menyala,, itu mobilku, dan sesaat kemudian kudengar suara mesin mobil itu menjauhi tempat ini… itu artinya tidak ada pengawal lain diluar rumah ini…. syukurlah,, setidaknya Resty dan Ressa bisa pergi dari sini… tinggal aku , Danu dan tiga pengawalnya yang dari tadi bersiap siap untuk menyerangku… aku melihat ketiga pengawal Danu,, yang saling melihat satu sama lain seperti sedang berbicara dengan isyarat,,,
Suasana masih terasa tegang diantara kami,, tanganku mulai gemetaran memegang pistol yang berat ini… Tapi karena aku yang daritadi fokus melihat pengawal Danu, aku sama sekali tidak menyangka kalau Danu yang bakalan menyerangku,,,, dia memegang tanganku yang sedang memegang pistol lalu diarahkannya tanganku keatas,,, Oh Tidak,,,, sedetik kemudian satu pengawal Danu mendorong tubuhku sampai tubuhku terdorong ke tembok dekat pintu,, dan dia berhasill merebut pistol yang daritadi kupegang…
Shitt,,,
Kedua pengawal yang lain mendatangiku dan secara bergantian memukul perutku,,,
Brug Brug Brug Brug Brug Brug
“Arrggghhh…. “ aku langsung terjatuh begitu saja di lantai sambil kesakitan memegangi perutku,,,
“Cepat kita kejar kedua wanita itu,, pasti belum begitu jauh,,,, “ ucap Danu kepada para pengawalnya,,,
“Bagaimana dengan dia Boss.,..?” tanya salah satu pengawal kepada Danu mengenai nasibku,,,
“bawa dia…. Mungkin dia akan berguna untuk membujuk wanita itu…” perintah Danu
Aku langsung ditarik paksa keluar dari rumah ini,, kemudian aku dimasukkan kedalam mobil,, aku diapit diantara kedua pengawal Danu yang berbadan tegap di kursi belakang,, sedangkan Danu di kursi depan bersama satu pengawalnya yang berada dibalik kemudi.. dan dengan cepat mobil ini berjalan menuju jalan raya… aku berharap Resty sudah pergi jauh….
Tapi kenyatannya tidak,,
“mereka sudah kelihatan Bos,,,” ucap pengawal Danu yang sedang menyetir mboil..
“Baguslah,, terus ikuti mereka,, lalu hadang mereka,,,,” ucap Danu
Dan benar saja,,, aku bisa melihat mobilku yang sedang dikendarai Resty berjalan agak jauh didepan mobil ini, jalanan sangat sepi, karena ini sudah sangat larut malam..,,, sial,, sial,,sial,,, dan tidak perlu waktu lama untuk mobil ini bisa mendekati mobil yang dikendarai Resty,,, saat ini mobil ini sudah berjalan beriringan dengan mobilku,,, Danu membuka kaca mobil ini,,,
“BERHENTIII…!!!” ucap Danu kepada Resty yang sedang menyetir,,, kulihat Resty kaget melihat Danu,,, mungkin Resty tidak menyangka Danu bakalan mengejar mereka secepat ini,,, atau aku yang bodoh tidak bisa menahan mereka lebih lama di rumah tadi..
Tapi bukannya berhenti setelah melihat Danu,,, mobilku yang dikendarai Resty malah berjalan lebih kencang,,, dan mendahului mobil yang kutumpangi,,,
“yeah,, that’s my Girl…” teriakku didalam mobil ini,,, tapi aku langsung dipukul oleh pengawalnya Danu disebelahku,,,
“DIAAAMMM..” teriak Danu kepadaku,,,
Ya,, seperti itu Ress,, jangan menyerah,,,,
“Cepat kejar mereka….!” Perintah Danu kepada sopir mobil ini…
Kedua mobil masih saling mengejar di jalanan yang sepi di tengah malam ini, beberapa kali mobil ini berhasil mendekati mobil yang dikendarai Resty, dan sempat bersenggolan. Mobil ini juga beberapa kali menyalip mobilnya Resty, dan selalu mengahadang mobil Resty tiap berhasil menyalipnya. Namun Resty selalu bisa menghindari hadangan mobil ini dengan berjalan zig zag. Dan sekarang saat lolos lagi dari hadangan mobil ini, Mobinya Resty berjalan sangat cepat mendahului mobil ini.
Jalanan yang sepi membuat Resty tidak ragu memacu mobilku dengan sangat cepat,,, seharusnya kecepatan mobilku lebih tangguh dari mobil MPV mewah yang sedang aku tumpangi ini, tapi karena yang mengendarainya adalah seorang wanita yang mungkin Resty baru pertama kali menyetir mobil seperti mobilku, jadinya mobilku tidak bisa berjalan maksimal . tapi aku juga khawatir jika Resty memacu mobilku dengan cepat, aku takut dia tidak bisa mengendalikan kecepatan mobilku.
C’mon Ress,, kamu pasti bisa..
Dari kejauhan kulihat mobil yang dikendarai Resty ngedrift dan berputar arah dengan sangat cepat kemudian berhenti di tengah jalan. Aku sempat terkejut Resty bisa melakukan itu… lalu sedetik kemudian mobil itu berjalan lagi dengan cepat menuju arah mobil yang sedang aku tumpangi.
“apa yang akan dia lakukan,,? Apa dia sudah gila…?” ucap Danu
“Tidak,, Resty tidak pernah segila ini…”
“Dia tidak akan berani melakukannya,,,” ucap Danu
Mobilnya Resty masih berjalan lurus ke arah mobil kami dengan kecepatan tinggi,, apakah Resty akan menabrakkan mobilnya ke mobil ini? Ress.. apa yang kamu lakukan..?”
Sama sekali tidak ada tanda² Resty akan berhenti atau mengurangi kecepatan mobilnya..
“Boss..?” tanya sopir mobil ini.. saat mobilnya Resty sudah semakin dekat…
Jantungku atau mungkin jantung semua orang yang ada di mobil ini sedang berdetak cepat mengetahui kedua mobil ini akan saling bertabrakan,,, ketika sudah sangat dekat aku langsung berteriak,,,
“Menghindar..meghindar…”
Semua orang ini di mobil ini kelihatan sangat shock, hampir saja terjadi tabrakan…
“Dia memang sudah Gila.. apa yang sedang dipikirkannya..?” ucap Danu
“Ohh Man,, kita tidak akan pernah tau apa yang ada dipikiran seorang wanita,, percaya padaku…” balasku kepadanya,,,
“Cepat,,kejar dia,, cepat,,,” perintah Danu..
Dengan cepat mobil ini berputar arah dan langsung mengejar mobilnya Resty lagi,, dari kejauhan aku bisa melihat mobilnya Resty berbelok ke sebuah tikungan yang tadi kami lewati,,, dan tikungan itu mengarah ke,,, hmm,,? Kota..? kenapa Resty malah memutuskan menuju kota dengan jalanan yang berbelok belok dan mungkin ramai..? sial…
Kejar kejaran kedua mobil masih terus berlanjut di tengah kota Selama beberapa menit,, Mobil Resty berjalan dengan sangat cepat di tengah jalanan kota,, kulihat beberapa kali mobilnya Resty hampir menabrak mobil pengendara lain,, tapi Resty masih tetap aja nekat berputar putar di jalanan kota dengan kecepatan tinggi,, sedangkan mobil ini sama sekali tidak bisa berjalan dengan cepat dengan kondisi jalanan yang bisa dibilang sepi tapi masih ada beberapa mobil pengendara lain. Tak ayal, mobil ini tidak bisa mendekatkan jarak dengan mobilnya Resty,, malah sekarang mobilnya Resty berjalan dengan sangat cepat lagi…
“jangan sampai kehilangan dia,,!!!” teriak Danu
Kulihat mobilnya Resty sudah berbelok di sebuah tikungan,, beberapa saat kemudian mobil ini juga sudah berbelok di tikungan yang sama di jalanan yang menurun,, bisa kulihat mobilnya Resty menuruni jalanan ini dengan sangat cepat,, OH Tidak,,,,
Mobilnya Resty masih berjalan lurus di jalanan yang harusnya berbelok,, apa dia tidak bisa mengendalikan kecepatan mobilku,,? Aku sangat panik,, semua orang di mobil ini juga kelihatan gelisah melihat mobilku yang berjalan lurus mengarah ke sebuah tiang monorel yang terbengkalai dengan kecepatan sangat tinggi..
“NO,,no,,Nooooooo..”
Dan baru saja mobil yang dikendarai Resty menabrak tiang itu.. tidaakk,,tidakk,,tidakk,,,, suara mobil yang menabrak tiang terdengar sangat keras.. mobil ini langsung berhenti setelah melihat mobil itu menabrakk,, ,, aku sangat panik dan aku langsung berusaha keluar dari mobil ini dengan paksa mendorong pengawal disebelahku,, pengawal itu tidak siap dengan seranganku karena semua orang di mobil ini masih tidak percaya mobilku yang ditumpangi Resty akan menabrak.. dan aku berhasil membuka pintu mobil dan keluar dari mobil ini…
Dari kejauhan aku bisa melihat mobilku yang menabrak tiang itu kini mengeluarkan api dan asap yang tebal dan tidak ada tanda tanda Resty ataupun Ressa keluar dari dalam mobil.. dan sedetik kemudian.
BBBLLLAAMMMMMMM, Mobilku meledak,,, ledakannya sangat kencang dengan api yang sangat besar membara di seluruh bagian mobil,, Resty dan Ressa tidak sempat menyelamatkan diri…
“Tidaaaaakkkk,,,,Resty,,,Ressa…” aku langsung tertunduk di tengah jalan disebelah mobilnya Danu.. semua orang di dalam mobil keluar untuk melihat ledakan itu…
“apa yang sudah kulakukan,,?”
Danu : “fuck… Lihat apa yang sudah kau lakukan,, mereka akan baik baik saja jika kau membiarkanku membawa mereka…” ucap Danu
“Noooo,,, Resty,, Ressa…. Fuckckk…” aku menangis menyesali keputusanku sambil memukul mukul aspal,,
“Cepat kita pergi dari sini,,,” perintah Danu kepada pengawalnya
“bagaimana dengan dia Boss..?” tanya pengawal Danu,,,
“tinggalkan dia… “ balas Danu
Dan kemudian mereka semua pergi ,, meninggalkanku di tengah jalan yang masih meratapi mobilku yang terbakar dengan Resty dan Ressa di dalamnya,,,
.
.
3 HARI KEMUDIAN
...—POV REGA—...
Jika aku sedang duduk di meja riasnya Resty,, Rein sedang duduk di tepi tempat tidurnya Resty sambil menonton berita di TV. Samar samar aku bisa mendengar berita di TV itu..
Suara Berita di TV : “polisi masih menyelidiki kecelakaan yang terjadi 3 hari yang lalu di tengah kota, sebuah mobil yang menabrak dan meledak……”
Tiba²saja pintu apartemen ini dibuka oleh seseorang,, orang itu langsung masuk ke dalam kamar ini.,, dan orang itu adalah suaminya Resty yang bernama Danu.. aku dan Rein langsung berdiri berdekatan.. Danu tidak sendirian dia bersama 3 pengawalnya masuk ke dalam ruangan ini.. tiba² suasana menjadi sangat tegang,,,, Danu mendekatiku dan menatapku dengan tatapan mata yang sangat tajam.
__ADS_1
“aku sudah menunggu kedatanganmu…” ucapku padanya.
Suara Berita di TV : “ menurut saksi mata,, Mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi kemudian menabrak tiang monorel lalu mobil itu meledak,,, namun anehnya tidak ditemukan satupun jasad di dalam mobil itu,, polisi masih menggali informasi mengenai kejadian aneh tersebut…”
“Dimana Resty dan adiknya? Apa yang sebenarnya terjadi…? Aku melihatnya sendiri mobil itu menabrak dan meledak,, kenapa mayat Resty dan adiknya tidak ada di dalam mobil itu,,? Apa yang sudah kau lakukan,,? Bagaimana mereka tiba² saja hilang seperti….” tanya Danu
“Magic…..” ucapku memotong kalimatnya…
“ohh pleasee,,, “ Rein mencibirku setelah mendengar ucapanku..
“Kenapa Rein..? bukankah itu sesuatu yang keren untuk diucapkan…”
“whatever…” ucap Rein disebelahku..
“APA MAKSUDMU…?” ucap Danu dengan sangat emosi,, dia kelihatan sangat kebingungan..
“Kamu ingin tau..??.. tentu tidak ada yang namanya sihir di Dunia ini, yang ada hanyalah sebuah realita.. dan bagaimana cara orang bodoh sepertiku bisa membodohimu.. itu yang dinamakan Magic Trick.. ”
“Deeekk,,,” rengek Rein
“sssttt,, kamu diem dulu knp sih Rein..” ucapku pada Rein yang semakin membuatnya kesal.
“Aku mengutip ini dari salah satu film favoritku,, setiap pertunjukan sulap selalu memiliki tiga bagian didalamnya. Yang petama adalah “The Pledge”, pada bagian ini pesulap menunjukkan sesuatu yang biasa,, seperti permainan kartu atau melepaskan borgol yang menahan tangan si pesulap.. hmm,, kemudian bagian kedua dinamakan “The Turn”, pada bagian ini pesulap akan memperagakan keahliannya dengan sesuatu yang lebih istimewa seperti menghilangkan benda atau menghilangkan sepasang adik kakak dari sebuah mobil yang akan menabrak… hehehe, namun penonton tidak akan bertepuk tangan pada bagian kedua tersebut,,, karena menghilangkan sesuatu atau seseorang itu belum cukup,, si pesulap harus membawanya kembali seperti semula, bagian itulah yang disebut “The Prestige” yang mengundang jerit kagum dan tepuk tangan para penonton….” Ucapku pada Danu,, dia dan tiga pengawalnya tampak kebingungan,, sedangkan Rein malah geleng geleng disebelahku,,,
“ohh C’monn ,, bukankah ini seharusnya kalian bertepuk tangan..? hfff,,, okelah mungkin kalian tidak mau bertepuk tangan karena aku tidak bisa membawa Resty dan adiknya kesini,, tapi satu hal yang pasti Resty dan adiknya sudah pergi jauh dari sini bahkan aku tidak tau dimana mereka sekarang, aku melarang mereka memberitahuku dimana mereka,, jadi percuma saja kalian bertanya padaku,,”
“BANGSATT…BAGAIMANA KAMU MELAKUKAN ITU SEMUA…?” Teriak Danu diwajahku,,,
“Oke,, oke,, tenang,,,tenang,,, sebenarnya seorang pesulap tidak akan pernah mengungkap rahasia tricksulap mereka, tapi aku akan mengatakannya,,, bagaimana Resty dan adiknya tiba² menghilang dari dalam mobil yang sedang berjalan,,? Rahasia sebenarnya adalah dari awal Resty dan adiknya tidak pernah berada didalam mobil yang menabrak dan meledak itu… karena mobil yang ditumpangi Resty dan Adiknya berbeda dengan mobil yang meledak itu., ,,”
“Hahh..?” Danu tampak semakin bingung,,,
“yaa,,, Mobil yang berbeda tapi dengan jenis yang sama,, intinya mobil itu ada 2,,,”
Karena yang menabrak dan meledak itu adalah mobilnya Rein,, Papa sengaja membelikan kami mobil yang sama, merk yang sama, tipe yang sama, bahkan warna yang sama,,,
“di tikungan terakhir itu,, mobil yang ditumpangi Resty langsung berbelok tajam di salah satu tempat yang gelap,, kau pasti ingat bagaimana Resty nge-Drift sebelumnya, berbelok tajam dengan cepat tidak masalah baginya,, jadi saat aku dan kalian melihat mobil yang berjalan cepat kemudian menabrak dan meledak itu,, sebenarnya kita sedang melihat mobil kedua.. lalu bagaimana mobil itu bisa berjalan sendiri…?”
“jalanan yang menurun…..” ucap Danu,,,
“exactly… itu hanyalah trik sederhana dengan memanfaatkan gravitasi bumi.. dari awal kamu dan orang²mu tidak pernah lepas melihat mobil yang ditumpangi Resty… tapi kalian tidak melihatnya dengan seksama… tapi memang itu tujuan dari trick ini,, semakin kau pikir melihatnya, kalian semua semakin mudah untuk ditipu,,,, hahahaha..”
“ketepatan waktu dan perhitungan yang pas juga menjadi aspek terpenting trik ini bisa berhasil dilakukan,,, tentu aku tidak melakukannya sendirian, bahkan aku bersama kalian saat itu,,, ada seseorang yang membantu mengarahkan Resty menuju jalan itu dan menyiapkan mobil kedua,,,tidak lain tidak bukan adalah wanita yang ada disebelahku ini,, sebut saja asisten pesulap,, cantik kan,,? Dengan bantuan GPS yang terpasang di mobilku, asistenku ini tau kapan waktunya untuk bersiap siap dan mengarahkan Resty… ” ucapku sambil memeluk tubuh Rein dari belakang,,,
“Hadeeeh,, terserah kamu lah dekk,..” ucap Rein
“kurang ajar….. Habisi mereka berdua,,,,!” perintah Danu kepada pengawalnya…
Satu orang pengawalnya langsung mengarahkan tinjunya tepat diwajahku,, tapi sebelum tinjuannya mengenai wajahku,, tangan orang itu ditahan oleh Rein,, dan Rein langsung menendang badan orang itu dengan sangat kuat,, sampai orang itu terkapar kebelakang,,, badannya sampai terbentur lemari kaca,,,
Melihat temannya terkapar, dua orang pengawal yang lain langsung menyerang Rein dari kedua sisinya secara bersamaan,, satu pukulan mengarah ke kepalanya Rein,, tapi dengan cepat dia menunduk yang membuat pukulan orang itu malah mengenai temannya sendiri dan langsung terdorong kebelakang hingga ke jungkir balik di sofa,,,,, lalu masih dalam keadaan mununduk Rein melayangkan tinjunya kepada pengawal yang tadi gagal meninjunya tadi,, dan pengawal itu langsung ambruk kena tinju Rein di bagaian selangkangannya,,, uhhhh,, ngilu ngilu deh tuh orang,,,,
Ketiga pengawal Danu terkapar tidak berdaya… Danu sangat shock melihat betapa mudahnya Rein mengalahkan orang-orangnya.,,
“Upss lupa,, selain dia ini asisten pesulap,, dia juga adalah malaikat penjagaku,, ehm,, kadang dia memang sadis dan ,, lepas kendali…“
“Pak Tua,, kamu mau melawanku juga,,,?” tantang Rein pada Danu,,,
“Sialan,,, kamu pikir bisa menyembunyikan Resty dan adiknya,,? Diamanapun dia sembunyi,, aku akan menemukannya,, semua aksi gilamu kemarin tidak akan pernah ada artinya…” Ancam Danu padaku,,
“No,, No..sebaiknya jangan pernah melakukan itu,, jangan pernah mendekati Resty atau adiknya lagi… sebaiknya segera pergi dari sini dengan damai,,,”
“Atau apa,,? Hah..? kau pikir aku takut dengan kalian…?” ucap Danu
meskipun orang orangnya sudah tidak berdaya, tapi tetap saja dia masih berusaha mengancamku dan Rein,,,
“atau aku terpaksa melakukan cara kotor untuk membuatmu menjauhi Resty dan adiknya…”
“kau pikir bisa mengancamku,,?” bentak Danu
“Dengan tangan kosong,,? Tidak akan bisa,,,, tapi bisa dengan ini…..”
Kutunjukkan sebuah Flash Disk yang kuambil dari saku celanaku dan melemparkan kearahnya…
“kenapa kami susah susah melakukan aksi berbahaya kemarin itu hanya karena Flash Disk itu,, aku baru bisa mendapatkannya semalam,,, jadi aksi kemarin itu untuk mengulur waktu dan membuat Resty dan adiknya aman terlebih dahulu,,,,”
“Apa ini? Kalian sedang bercanda,,,? Kalian tidak akan bisa menggertakku” ucap Danu
“Didalam FlashDisk itu berisi semua informasi tentang kebusukanmu dalam proyek² besar di Negeri ini dalam 10 tahun terakhir ini,,,mulai dari email, rekaman telepon, aliran dana suap, rekening Bank dari 27 Bank berbeda di seluruh negeri dan di luar Negeri termasuk di Swiss,,, rekaman cctv saat kau dan petinggi negeri ini bertemu di salah satu Hotel di luar pulau minggu kemarin..? apa aku salah? belum lagi kepemilikan senjata ilegal serta bukti bukti lain yang bisa membuatmu membusuk di penjara,,,, bagaimana nasib Marcella dan Moreno anak²mu, jika kamu mmebusuk dipenjara,, hmmm? ”
“intinya adalah,, seluruh Duniamu ada di tanganku,,, jadi ,, berjanjilah kepadaku untuk tidak mengganggu hidup Resty dan adiknya lagi atau juga denganku dan semua orang yang berhubungan denganku,,, selamanya,,,, yang kuberikan kepadamu itu hanya sekedar copy-an,, jika kau berusaha sedikitpun mengganggu atau melukai kami,, semua bukti bukti itu akan langsung terkirim ke Kantor KPK… karena bukan hanya aku yang memiliki copy-an Flashdisk itu,, masih ada orang lain yang memegangnya”
Danu menghampiriku dengan wajah yang terlihat sangat sangat emosi,,,dan kami saling berhadapan,,, dia melihat wajahku dari sangat dekat,, kemudian dia berbalik arah menuju pintu keluar tanpa berkata apa-apa,, diikuti dengan tiga orang pengawalnya yang masih kesakitan…
.
.
MALAM HARINYA
saat tadi kubilang kepada Danu tentang ketidak tahuanku mengenai keberadaan Resty,, aku berbohong padanya,, sebenarnya dia dan Ressa masih ada dirumah ini,,, untuk sementara waktu, Danu tidak bakal mencari Resty,, kalaupun dia masih nekat mencari Resty,,aku yakin dia gak bakal mencari ditempat ini,,,
Aku dan Rein baru saja tiba ditempat ini, mungkin malam ini kami berdua akan menghinap di rumah ini..
“lalu bagaimana kamu bisa melepaskan borgol itu..?” tanya Rein padaku..
“itu semua berkat Aphrodite.. eh,, maksudku Melly,, dulu saat kuliah dia selalu memborgol ku tiap kali bercinta dengannya,, dia selalu suka menyiksaku,,, jadi aku belajar bagaimana caranya melepas borgol tanpa kunci,, saat diijinkan memeluk Resty, aku mengambil penjepit rambut yang ada di rambutnya Resty… sangat mudah sekali…“
“ohh,, tapi,, Kamu berhutang mobil padaku,,,” ucap Rein setelah keluar dari dalam mobil,,
“he he,, kamu tau sendiri aku tidak akan mampu membeli mobil seperti itu ,, mintalah kepada Papa,,, atau kamu bisa memakai mobilku ini,,, “
Kemudian aku dan Rein membuka pintu rumah ini, Resty dan Ressa sudah menyambut kami di ruang tamu dengan senyum mereka.
Ressa langsung berjalan memeluk Rein,, sedangkan Resty mendekatiku dengan senyum manisnya…
“Orang itu tidak akan mengganggumu dan Ressa lagi,,, maaf aku tidak bisa membuatnya membalas segala perbuatannya kepadamu…”
“meskipun dia orang jahat, tapi karena uangnya lah Ressa bisa sembuh,,, bisa lepas dari orang itu saja sudah sangat cukup bagiku,, terima kasih ya Ga… “ ucap Resty lalu memelukku…
Lalu seseorang memukul mukul pundakku pelan,,
“Hoi,, Culuun,,makasih yaa… kamu masih aja sama Culun yang dulu,,, cuman culun yang sekarang lebih kuat…apa yang membuatmu bisa jadi seperti ini..?” ucap Ressa kepadaku…
“hmm,, ?,,, Call it … Magic…”
SEMENTARA ITU DITEMPAT LAIN
“Bocah sialan….,, dia pikir akan menakutiku? … suruh KillBill menemuiku,,.. aku punya pekerjaan untuknya..” Perintah Danu pada pengawalnya,,,
__ADS_1
“siap Bos..”
“Bocah itu memang pintar bermain main,, tapi dia belum tau sedang bermain main dengan siapa..” ucap Danu