
HARI SENIN PAGI
♫Summer has come and passed
The innocent can never last
Wake me up when September ends♫
Suara musik terdengar dari earphone yang sedang menancap di telingaku. Walkman ? bukan,, aku tidak hidup di jaman itu,, suara musik itu bersumber dari ipod mp3 Player yang sedang hit di jaman ini. Device tersebut milik Rein dan aku meminjam darinya, eh tapi dia malah memberikannya padaku, Lucky. Selera musik Rein boleh juga, meskipun dia cewek tapi isi Ipodnya berisi lagu-lagu dari Greenday, Linkin Park, My Chemical Romance, Evanescance, Simple Plan dan ada banyak lagunya Avril Lavigne juga sihh. Hehehe..
Aku sedang mendengarkan lagu sambil mengayuh sepeda menuju Sekolah,, yap, hari ini hari pertama aku masuk sekolah. Hihihihi, aku teringat tadi Rein sangat kecewa dan cemberut karena aku tidak mau berangkat bareng semobil dengannya,, meskipun aku sudah menjadi bagian keluarganya, tapi aku bukan tipe anak yang tidak tau diri. Aku sadar kalau segala sesuatu yang ada di rumah itu dan segala fasilitasnya bukan murni punya keluargaku,, aku hanya beruntung bisa mendapatkan keluarga seperti itu. tapi aku tidak akan memanfaatkan keberuntunganku secepat ini,, walaupun Rein pasti tidak peduli dengan itu semua,,, lagipula sekolah kami tidak terlalu jauh dari rumah,,
Buktinya, gedung sekolah baruku sudah terlihat didepan,, tidak sampai menghabiskan 4 lagu yang sedang kumainkan. Btw, Ada yang pernah merasakan paranoid ketika akan masuk sekolah pertama kalinya? Kalau ada berarti kita sama, bagi orang yang penyendiri, kuper dan culun seperti aku,, sekolah adalah tempat paling menyeramkan, masih teringat jelas bagaimana aku diasingkan oleh teman-temanku waktu SMP. Semoga di SMA tidak lagi terjadi seperti itu,, atau mungkin malah lebih parah ?
Selamat datang di Masa SMA ku.
“Tolong Diam sebentar… “ suara guru yang sedang mengajar dengan sangat keras,,,
DOK DOK DOK
suara papan tulis yang di pukul pakai penghapus, seketika suasana yang tadi begitu berisik menjadi hening. Semua siswa di ruangan ini menghadap ke depan, menghadapku,,, tatapan mereka begitu tajam, aku tidak sanggup melihat tatapan mereka,, aku pun hanya bisa tertunduk sambil menyilangkan kedua tanganku di depan perutku.
“Hari ini kita kedatangan murid baru,,,,Perkenalkan dirimu..” perintah Guru
Waduuh,, kakiku gemeteran….
“ehmm,, namaku Rega,,,, salam kenal”
Suasana masih hening,, seolah mereka tidak peduli dengan kehadiranku…
“baik ,, carilah tempat duduk yang kosong..” ucap Guru
Saat saat seperti ini juga menjadi masalah bagiku, aku sih tidak keberatan duduk dengan siapa,, tapi mereka ? mau gak duduk sama aku.? aku hanya berharap ada meja yang tidak ada siswanya sama sekali,, tapi ternyata tidak ada,, aku harus memilih duduk di tempat yang sudah ada satu siswanya,, di bagian depan ada tempat satu kosong yang disebelahnya ada siswa cewek,,, waktu aku mau duduk disana, cewek itu menggelengkan kepalanya pelan,, artinya dia tidak membolehkan aku duduk disebelahnya,,, beberapa kursi kosong kemudian juga seperti itu,, “atau aku duduk di bawah saja yah,,” ucapku sedih di dalam hati.
“hai ,, duduklah disini..”
Akhirnya ada penyelamatku, aku menoleh ke asal suara dan menuju kesana.
“Benar Rega Namamu tadi?” ucapnya padaku, saat aku sudah duduk disebelahnya,,
“ehmm ,, iya,, Kamu”
“namaku Adit, salam kenal,,,,” ada yang mengira dia cewek ? xixixi
Dan Adit adalah teman pertamaku di sekolah ini,, anaknya cool, baik, bahkan dia tidak cupu sepertiku,,, aku juga bingung kenapa dia mau aku duduk disebelahnya. Atau jangan-jangan dia hanya akan memanfaatkanku?
TRINGGGGGGGGGGG,,
Jam istirahat pun tiba,, Adit mengajakku ke lapangan depan tempat biasanya para siswa bercengkrama saat jam istirahat, atau saat jam pulang,.. aku diajaknya duduk di bawah pohon yang sangat rindang.. begitu sejuk di siang yang sangat terik. Di sudut lapangan ada sebuah panggung yang di atasnya tertulis Music Festival,,
“dari sini kita bisa bebas melihat indahnya karunia Tuhan..” ucap Adit
“ehhmm apa?”
“Kamu belum bisa melihatnya ? kamu lihat itu…” Adit menunjuk ke arah kerumunan siswi,,
“lihat segala bentuk bongkahan payudara yang ranum itu,,, ada yang gede bulet, ada yang kecil tapi tetap menggiurkan, lihat pantat mereka ketika berjalan dari belakang,, uhhh,, indah bukan?”
Buseett, ternyata yang dia maksud adalah karunia tubuh indah perempuan. Mata keranjang juga ni si Adit.
“disana gedung SMP,, aku dan kebanyakan siswa dulu sekolah disana,, begitu lulus SMP kita langsung melanjutkan kesini” Adit menunjuk satu gedung tidak jauh dari gedung SMA.
Memang komplek sekolah swasta ini terdiri dari SMP dan SMA, banyak siswa yang setelah lulus SMP disini melanjutkan SMA disini juga.
“lihat cewek cantik itu,,” Adit menunjuk ke salah satu cewek yang sedang berjalan dengan teman temannya
“eh, itu kan,,,”
“Kakak kelas, dia itu primadona disini, namanya Amanda,,, dan dia pacarku” ucap Adit
"Woi… dia kakak tiriku,, dan pacarnya bukan kamu,,,," batinku
“ kamu lihat cewek yang sedang ada disana… “ tunjuk Adit
“yang sedang dikerumuni cowok?” tanyaku
“yap,,,namanya Ressa, dan dia *****,’
“hah?”
“kalau uang jajanmu lebih-lebih,, kamu bisa memintanya menunjukkan payudara nya yang gede itu,, kalau uangmu masih lebih, kamu bisa memegang ***********,, dan kalau uangmu sangat banyak,, kamu bisa memintanya menghisap juniormu”
GLEK,, seriuss? Aku tidak menyangka ada cewek seperti itu di sini,,,,
__ADS_1
“kamu lihat cowok cowok yang mengerumuni dia itu,, mereka itu geng yang populer disini,, dengan ketuanya Galih,, yang tajirnya gak ketulungan,, dan mereka itu pelanggan tetapnya si Ressa.. lihat saja sebentar lagi mereka akan menuju kebelakang sekolah untuk bertransaksi..” benar,, beberapa saat kemudian cowok cowok itu dengan cewek yang namanya Ressa itu pergi kebelakang..
“seriuss..? kamu tau dari mana?” tanyaku
“sudah bukan rahasia lagi, aku dulu juga sekelas dengan Ressa waktu SMP” ucap Adit
“kamu pernah ikutan memberikan uang jajanmu ke dia?” tanyaku penasaran
“tidak,, bukannya aku tidak punya uang,, tapi aku kasihan padanya..” ucap Adit
“Kenapa..?”
“dia tidak membolehkanku cerita ke siapa²..” ucap Adit
“dulu kakanya Ressa juga sekolah di SMP itu,, tapi setelah lulus SMP kakanya pindah ke kota sebelah ikut orang tuanya sedangkan Ressa tetap tinggal disini dengan om dan tantenya..asal kamu tau, kakaknya tidak kalah semok dengan Ressa,, malah payudara kakanya lebih gede daripada punya Ressa,, kakaknya namanya Res……..”
Aku tidak begitu jelas mendengarkan kalimat yang diucapkan Adit tentang kakanya Ressa,, karena aku teralihkan ke arah panggung tadi,, disana sedang ada sebuah band yang dari tadi sedang beraksi membawakan sebuah lagu..
♫I’ve got a tight grip on reality,
But I can’t let go of what’s in front of me here.
I know you’re leaving in the morning when you wake up.
Leave me with some kind of proof it’s not a dream.
You are the only exception.♫
Suara vocalistnya begitu sempurna, dia menyanyikan lagu itu dengan penuh penghayatan,, aku sampai merinding mendengar suaranya..
“dia siapa..?” tanyaku
“mana,,,? Oh yang sedang nyanyi?” jelas Adit
“Cantik yah?,,, panggilannya AL , dia kakak kelas,, jangan macam-macam dengannya,, dia itu pacarnya Galih..” ucap Adit
“galih yang tadi dengan Ressa…?”
“Yap,, kasian sih, tapi mau gimana lagi,,, Alexa tidak tau kelakuan pacarnya,,Oiya,, Alexa itu musuh bebuyutannya Amanda ..” ucap Adit
Haaah? Kok bisa?
“sudah,, cari cewek yang lain saja,,, jujur, meskipun bakalan susah dengan penampilanmu yang ….. hahah sorry bro, jangan tersinggung” tegas Adit
“it’s Oke..”
“he heh ,, kagakk,,” buset si Adit berbakat jadi mucikari,,,
“hahaha,, yasudahh,, ayo ke kantin,, laper nih” dia berdiri,, dan kami berdua menuju kantin,, sebelum aku beranjak aku sempatkan melihat Alexa sekali lagi,,,
.
.
Setelah makan di kantin, aku dan Adit menuju ke kelas,, di tengah perjalanan, kami berpapasan dengan gerombolan gengnnya Galih,, dan Galih berjalan paling depan sambil merangkulkan lengannya di belakang leher Alexa,,
Salah satu anggota geng Galih mendahului Galih dan Alexa,, kemudian…
BRUGGG,,, tubuhku terpental ke belakang karena dorongan yang sangat keras yang dilakukan olehnya,, akibat dorongan tadi kepalaku terbentur pinggiran pintu kelas,, darah menetes dari dahiku…
“Ngapain lihat²,, hah?” ucapnya..
Kulihat Galih dan Alexa sedang melihatku,, mereka tersenyum geli,,, dan tetap melanjutkan langkahnya meninggalkanku, sedangkan anggotanya mengkerubuniku,, kulihat Adit tidak berbuat apa².. beberapa siswa lain yang melihatku juga tidak berbuat apa²,, tidak ada yang membantuku.
“Heh culuun,, kalau ditanya itu jawab…”
Brugg,, salah satu kaki anggota geng itu menendang perutku.. “aghhhh”
“kasih pelajaran lagi aja biar gak macem²..” salah satu anggotanya bersiap memukul tepat di wajahku” aku hanya pasrah memejamkan mata dan bersiap menghadang pukulannya dengan tanganku,,,
BRAKKK,,, AGGHHHHHJHH
Eh kenapa? suara apa itu? aku belum merasakan pukulan apapun,,, kubuka mataku,, kulihat orang yang tadi akan memukulku sudah tergeletak jauh…
TAP TAP TAP.. suara langkah kaki melewatiku,,,
Rein ?
Rein mendekati cowok yang tadi menendang perutku,, dengan gerakan yang sangat cepat kakinya terangkat dan menendang perut cowok itu sampai terpental jauh,,,
Buset,,, Rein bisa karate. Melihat serangan dari Rein,, anggota geng yang tersisa langsung kabur,,,
“kalau kalian macem² lagi dengan dia,, kalian berurusan denganku” ucap Rein kepada dua cowok yang tergelatak itu,, kemudian mereka bangkit dan kabur.. kemudian Rein mendekatiku yang sedang dibantu berdiri oleh Adit.
__ADS_1
“kamu gpp Ga..? sialan tu cowok cowok berengsek,, beraninya menghajar adikku” ucap Rein sedikit kesal
“WHATTTSS ? ADIK?” Adit terkejut mendengar ucapan Rein,,
“gpp kok Rein,,”
“REIN ?”
“apa’an sih Dit,,” ucapku agak kesal padanya,, karena dari tadi dia kaget dan mengeluarkan kata kata dengan suara yang keras,,,
“heh,, kamu bisa membawanya ke UKS ?” ucap Rein kepada Adit,,,
“bisa kak,, bisa kak,,,” ucap Adit
“sorry ya Ga,, aku ada Test sebentar lagi” ucap Rein
“Iya gpp kok Rein..”
“awas ya kalau terjadi apa-apa padanya,,” ancam Rein kepada Adit,,
Setelah itu Adit mengantarku ke UKS, kepalaku pusing sekali karena benturan tadi… sesampainya di UKS kusuruh Adit masuk ke kelas, karena jam istirahat uda usai,
Di dalam UKS, aku dirawat oleh seorang anggota UKS, dia memperban kepalaku yang mengeluarkan darah tadi,, aku duduk di salah satu tempat tidur, di dalam ruangan ini ada dua tempat tidur, di tempat tidur satunya aku lihat ada yang sedang rebahan disana.
Itu kan Ressa, kenapa dengannya,,,?
“istirahatlah sebentar disini,, “ ucap petugas UKS padaku sambil memberikan air mineral.
“aku tinggal dulu yah…” setelah itu petugas tadi keluar ruangan…
Aku masih melihat Ressa yang sedang rebahan dengan mata terpejam tepat di sebelah ranjang yang aku duduki…
“Aku belum mati,, jangan dilihat seperti itu” ucap Ressa tiba²
“eh,, sorry sorry” aku kaget dia mengetahui aku melihatnya dari tadi. Kemudian dia bangkit dari tidurnya dan duduk diatas ranjang sambil memegangi kepalanya”
“kenapa dengan kepalamu ?” tanya Ressa
“ini ..? terbentur tadi,,,”
“ohhh,,”
“kamu kenapa?” ucapku
“kepalaku sakit,,, anggep aja Migrain,, boleh minta minummu?” mendengar permintaan Ressa aku reflek turun dari ranjang dan memberikan sisa minumanku kepadanya. dan aku kembali lagi ke ranjangku tadi..
“kalau kurang bisa aku ambilkan lagi..”
“gpp ini sudah cukup..” setelah minum Ressa memegangi kepalanya lagi,,
“sakit banget yah..?” tanyaku
“rasa sakit ini sudah sering menyerangku, aku sudah terbiasa..” ucap Ressa
Apa benar cewek yang sedang menderita ini seorang ***** yang disebutkan Adit tadi? Aku kasihan padanya,,, tubuhnya begitu lemah di atas tempat tidur,,,
“bisa nggak berhenti ngeliatin aku kayak gitu…? Aku tidak perlu dikasihani,, toh hidupku juga tidak lama lagi,, aku benci orang² melihatku seperti itu, mungkin memang mati lebih baik daripada melihat orang² selalu menatapku seperti itu” ucap Ressa
“eh,, maaf,, maaf,, ” apa maksudnya? hidupnya tak lama lagi?
“Kamu punya uang lebih gak?” tanya Ressa
“segini cukup? buat apa?” aku mengeluarkan sisa uang saku seminggu yang dikasih bunda tadi pagi,,,
“kayaknya lebih dari cukup,,,boleh aku pinjam.? Besok aku kembalikan,,, aku mau pulang saja, tapi uangku tidak cukup buat ongkos taxi” ucap Ressa
“ini bawa saja gpp buat kamu…”
“aku tau maksudmu,,,” setelah itu Ressa membuka kancing kemeja seragam sekolahnya, terlihat bra hitam dengan, payudara Ressa memang sangat besar.. eh tunggu,, bukan itu maksudku…
“peganglahh,,, maaf dengan kondisiku sekarang aku tidak bisa mengulum punyamu.. besok saja kalau aku sudah enakan,,” ucap Ressa
Ternyata benar apa yang diucapkan Adit,,, aku sedikit merasa iba kepada Ressa. Pasti ada hubungannya dia menjadi ***** dengan sakit yang dia derita dan tidak adanya semangat hidup lagi di dirinya. aku langsung turun dari ranjang dan menuju ke arahnya…
“bukan itu maksudku,,,” aku mengancingkan lagi kemejanya tanpa melihat ***********,, aku hanya melihat wajahnya.
“yuk aku bantu kedepan,,,” Ressa tersenyumm…
Aku membantunya berjalan dari UKS sampai ke pintu gerbang depan sekolah,, dan memanggilkan taksi untuknya…
“Namamu?” tanya Ressa ketika sudah masuk di dalam taxi,,,
“Rega….” Dia hanya tersenyum,, dan taxi itu pun berlalu meninggalkan komplek sekolah.
__ADS_1
Kemudian aku kembali ke kelas,, di bawah mejaku aku menemukan satu box susu kemasan dengan catatan “semoga cepat sembuh,,”,, siapa yang menaruhnya disini? Aku melihat sekeliling kelas… Rein? Bukan,, ini bukan tulisannya…pemuja rahasia? hahaha.. siapapun itu,, terima kasih.
Yap..Seperti itulah hari pertamaku sekolah di kota ini,,, Rein, Ressa, Alexa, pemuja rahasia? , Adit, Galih dan gengnya.. mereka sudah mengisi tulisan di lembaran kehidupanku disini…