Kisah Cinta

Kisah Cinta
PENGORBANAN 2


__ADS_3

Dan kami sudah disini..


“Disini..?” tanya Rein heran


“sesuai lokasi yang ditunjukkan Angel, memang disini tempatnya,,,” jawabku… tapi, Galih kok belum sampai? Nyasar atau aku tadi terlalu cepat memacu motorku.. segera kukirimkan kepadanya lokasi ini melalui pesan.


“tempat apa ini..? sepi banget…” ucapku sambil melihat sekeliling,,,


Tepat dibelakang gedung tua ini sudah terbentang lautan yang sangat luas, seharusnya lokasi gedung ini masih dalam kawasan pelabuhan kota. Pagar seng berkarat tingginya sekitar 3 meter mengelilingi tempat ini, ciri khas gedung gedung yang yang sudah tidak terpakai. Terdapat papan besar bertuliskan ‘Ðilarang Masuk’. Bau amis khas air laut sangat terasa menusuk hidungku. Bangunan panjang yang bagian tengahnya agak tinggi, jendela dan temboknya sudah banyak rusak dan dipalang kayu di beberapa bagian. Kenapa bangunan seperti ini tidak dirobohkan saja ya?


“Sepertinya tempat ini dulunya semacam terminal kapal kapal besar,,” imbuh Rein


“Hmmm,,? Terminal? Bukannya terminal itu untuk bus ya,,?”


“Deekk,, Please…” sanggah Rein


“hmm? Apa? Apa? Aku kan gak pernah naik kapal Rein…”


“bodo amat…” ucap Rein kesal


Hadeeeh, serius aku gak tau.. terminal kapal? Eh,,di bandara juga ada terminal sih,, hihi,, ahh kenapa jadi mikirin terminal sih…


Beberapa saat kemudian angin laut sangat kencang menabrak tubuh kami berdua. Seketika perasaanku menjadi tidak menentu, rasanya angin tadi membawa firasat kalau sesuatu yang buruk akan terjadi atau sudah terjadi. Membuatku semakin cemas dan reflek melihat ke gedung tua itu, apa yang telah terjadi didalam sana? Atau apa yang akan terjadi,,? aku harus segera masuk ke gedung itu.. gedung yang diselimuti oleh kegelapan karena minim penerangan.


Aku berjalan menuju pagar seng itu bermaksud untuk langsung masuk kedalam, tapi dengan cepat Rein menarik jaketku…


“mau kemana..?” tanya Rein


“Masuk,, Kita harus cepat cepat menyelamatkan Meta dan Dias kan Rein..? mereka berdua tidak akan bertahan terlalu lama lagi..” aneh kenapa dia malah menahanku…


“Rega,, Aku tau kamu ingin buru buru menyelamatkan Meta dan Dias,, tapi, kita harus memikirkan apa yang akan kita lakukan terlebih dahulu,, ingatlah, didalam gedung itu kita akan menghadapi orang orang yang menculik Meta dan Dias,,” ucap Rein


Kulihat sekali lagi gedung tua itu,, bertahanlah kalian berdua,,, bertahanlah,,, angin kencang kembali menabrak tubuh kami berdua.


“Deeek,,? Kamu kok jadi pucat gini,,? Kamu kenapa..?” Ucap Rein sambil memegang wajahku,,


“Aku gpp,, apa yang harus kita lakukan..?” tanyaku padanya.. cukup lama Rein menjawab pertanyaanku,, dia tidak berhenti menatap wajahku yang katanya berubah pucat. Akhirnya dia bersuara..


“kita masuk diam diam melewati celah pagar seng itu,,,, lihat!! Tidak ada seorangpun diluar gedung yang menjaga,, menurutku mereka tidak menyangka kalau kita akan datang secepat ini atau memang mereka kekurangan orang sehingga tidak ada yang menjaga,,, setelah masuk halaman, kita lihat seperti apa situasinya didalam gedung,, kalau beruntung, kita bisa langsung menemukan lokasi dimana Meta dan Dias berada,, apabila memungkinkan, kita tunggu sampai larut malam saat semua orang orang itu tertidur dan saat mereka lengah ,,kita lepaskan Meta dan Dias secara diam²… karena menurutku lebih baik jika kita tidak ada kontak fisik dengan mereka,,,, gimana menurutmu..?” jelas Rein


“ehmm,, Aku ngikut kamu aja,,..”


“yauda ayo masuk sekarang,, beneran kamu gpp..?” tanya Rein serius,,


“Gpp Rein,, eh tapi gak mau nungguin Galih dulu,,,?”


“Kelamaan,, katanya kamu mau cepat cepat menolong Meta dan Dias? kita lihat sekeliling gedung aja dulu,,, nanti biar dia menyusul…” ucap Rein


Aku dan Rein berjalan perlahan menuju salah satu celah pagar seng yang terbuka, karena celah pagar seng yang sempit, kami harus sedikit memaksa membuka selembar pagar seng itu agar bisa dilewati. Kami membukanya dengan sangat perlahan dan hati² karena suara yang ditimbulkan pagar seng itu waktu dibuka sangatlah berisik, takutnya orang orang yang ada didalam gedung tau kedatangan kami, jadi kami membukanya dengan halus, meminimalkan suara yang timbul.


Saat pagar seng itu sudah terbuka cukup lebar, akhirnya kami bisa masuk kedalam halaman gedung.. tidak ada apa apa dihalaman, tak kalah sunyi dengan suasana diluar halaman hanya terdengar suara air laut yang menabrak daratan,,aku semakin merinding karena hembusan angin laut dan minimnya penerangan. Dihalaman gedung Aku tidak melihat mobil van yang membawa Meta dan Dias semalam, apa benar disini tempatnya..? aneh, padahal gedung ini sudah tidak terpakai, tapi sepertinya ada orang di dalam karena aku melihat beberapa cahaya lampu yang menyala di dalam gedung,,


Sesuai rencana yang sudah dijelaskan Rein, setelah berhasil masuk kedalam halaman gedung, kini saatnya kami untuk menyebrangi halaman gedung agar bisa melihat situasi didalam gedung. Rein memberi isyarat untuk terus berjalan diatas halaman gedung yang beraspal mendekati gedung,, aku mengangguk dan mengikutinya dari belakang .


“jika ingin berhasil menyelinap kedalam, kita harus Pelan-pelan dan jangan berisik, jangan sampai ketahuan mereka,,,” bisik Rein,,


Masih berjalan beberapa langkah, aku mendengar suara mobil yang berjalan kencang dari luar halaman gedung,,,, dan tiba tiba


BBBBBBBRRRRRAAAAAAAAAKKKKKKKK….

__ADS_1


“Oohhh sshiittt…”


Rencana menyelinap kedalam gedung dengan diam diam pupus setelah Galih menabrakkan mobilnya ke pagar seng itu, seketika pagar seng itu berjatuhan dan menimbulkan suara keributan yang keras saat terjatuh ke tanah. Setelah menabrak pagar pagar seng itu, mobilnya Galih masih tidak berhenti,, mobil itu masih melaju lurus mendekati gedung dengan kecepatan yang masih sangat tinggi, dan baru saja mobil itu menerobos masuk ke dalam gedung setelah menabrak dinding kaca yang mengelilingi bagian depan Gedung. Dari tempatku berdiri aku bisa melihat akhirnya mobilnya Galih berhenti setelah menabrak bagian bawah sebuah eskalator.


“ahh sialan ,, bodohnya dia masuk dengan cara seperti itu,,,,,” Rein terlihat kesal dengan perbuatan Galih..


“Apa dia gpp..?” tanyaku,, belum ada tanda tanda Galih keluar dari dalam mobilnya yang bagian depannya sudah hancur dan mengeluarkan asap setelah beberapa kali menabrak.


Saat aku dan Rein masih syok dengan aksi Galih, kami berdua mendengar teriakan beberapa orang dari dalam gedung.. gawat,, pikirku,, Kulihat Galih sudah keluar dari mobilnya, dia masih selamat setelah tabrakan terakhir yang begitu keras.. lalu tiba tiba terdengar suara letusan senjata api dari dalam gedung, yang kemudian diikuti suara letusan yang lain,,, aku dan Rein langsung panik dan dia reflek menarik tanganku untuk bersembunyi dibalik sebuah pos kecil yang mungkin dulunya digunakan sebagai pos security tempat ini. suara tembakan masih terdengar beberapa kali,, kemudian berhenti,,,, Aku dan Rein mengintip apa yang terjadi didalam gedung,, aku bisa melihat Galih melindungi dirinya sendiri dibelakang mobilnya dari tembakan yang mengarah kepada dirinya. Kemudian aku melihat beberapa orang menghampiri mobilnya Galih, 1,2,3,4,5,6,7,, dengan jelas aku bisa melihat 7 orang lain disana sedang menghampiri Galih.. dua diantaranya membawa senjata api dan yang lainnya membawa tongkat baseball dan kayu ditangan mereka.


Aku dan Rein masih bersembunyi di kegelapan, masih tetap menunggu sambil melihat situasi didalam gedung,,, orang orang itu semakin dekat dengan Galih. Kemudian aku berdiri bermaksud membantu Galih,, tapi lagi lagi Rein menahanku,,


“Kenapa lagi sih Rein,,,?”


“Kamu cari Meta dan Dias lewat belakang gedung,, biar aku yang membantu Galih,,, kalau kamu sudah menemukan mereka,segera bawa mereka berdua pergi dari sini,,,” ucap Rein,,,


“Tapi Rein bagaimana denganmu,,?” aku setengah tidak setuju dengan apa yang dia katakan, bagaimana aku bisa meninggalkan dia..?


“Deek,, percaya aku, oke..?” ucap Rein


Aku menggelengkan kepalaku,,, aku tidak akan meninggalkannya..


“Dek,, ini satu satunya kesempatan kita untuk bisa mengeluarkan Meta dan Dias tanpa ketahuan mereka…”ucap Rein memaksa,,


“Fucckkkk….. Berhati hatilah,,,”


“Iya kamu juga,,, kalau kamu ketemu salah satu dari orang orang itu,, jangan melawan,,, tunggu situasinya aman,,, mengerti..?” perintah Rein


Aku mengangguk,,


“Baguss,, “ ucap Rein, lalu dia berdiri dan berjalan menghampiri Galih yang sedang dikepung orang orang itu…


Aku jadi khawatir dengan Rein,, tidak, aku harus percaya dengannya,, aku akan melakukan yang diperintah Rein,, aku akan mencari Meta dan Dias,, secepat mungkin… agar bisa membawa mereka pergi dari sini, kemudian membantu Rein dan Galih.


Apa harus kudobrak saja pintu ini? Tapi bagaimana jika orang orang itu tau? Fuckkkk…..


Dalam kebingunganku, aku melihat sebuah pintu lain.. lebih tepatnya aku melihat pintu lain diatas kepalaku. Setelah kulihat lebih keatas lagi, aku melihat ada 3 pintu lain diatas pintu yang tadi kulihat.. pintu pintu itu saling terhubung oleh tangga besi yang melingkar setinggi gedung ini.


Memang setiap gedung bertingkat harus memiliki tangga darurat untuk jaga jaga apabila terjadi kebakaran atau sebagainya, apalagi gedung ini dulunya adalah salah satu fasilitas publik, tangga darurat seperti ini wajib terpasang. Aku langsung berlari menaiki setiap anak tangga sambil berharap beberapa pintu itu ada yang bisa dibuka dan aku bisa segera masuk kedalam untuk mencari Meta dan Dias.


Saat sudah sampai ditingkat pertama, langsung kucoba membuka pintu dihadapanku dan ternyata bisa langsung dibuka. Yesss… didalam gedung suasananya begitu gelap, aku hanya bisa meraba raba dinding untuk melangkah.


Bagaimana aku bisa mencari Meta dan Dias dikegelapan seperti ini? Untuk jalan aja susah..


Tiba tiba terdengar suara tembakan dari arah loby gedung mengagetkan langkahku. Kemudian diikuti suara tembakan yang lainnya,,, Suara tembakan terdengar makin banyak dan aku bisa mendengar orang orang berteriak, benar benar seperti sedang terjadi perang. Kemudian aku menyadari sesuatu,,


“astaga,, Rein,,?”


Teringat akan kakakku yang berada di tempat yang sama dengan asal suara tembakan itu aku langsung berlari menuju asal suara itu, tak peduli dengan gelapnya suasana didalam gedung aku terus berlari sampai bertemu dengan sebuah pintu yang dibaliknya adalah ruang utama yang begitu luas di lantai ini., ternyata di dalam gedung ini bangunannya seperti sebuah Mall. aku juga melihat beberapa tangga eskalator mati menuju ke lantai atas ataupun menuju lantai bawah. Kulihat sekeliling tidak ada orang, takut terjadi apa apa pada Rein aku bergegas mendekati tangga eskalator itu untuk melihat keadaan di lantai bawah, seharusnya tepat dibawah tangga eskalator itu adalah tempat tadi Galih menabrakkan mobilnya.


Aku mengintip dibawah pegangan serambi atau balkon sebelah eskalator untuk melihat keadaan di lantai bawah. Ternyata yang kutakutkan benar benar salah, aku tidak tau apa yang terjadi dengan suara tembakan tadi tapi kini aku melihat dua orang dari gerombolan penculik itu terkapar dilantai, yang satu tampak kesakitan memegangi perutnya, yang satu berteriak kesakitan memegangi kakinya. Sekarang tinggal tersisa 5 orang yang berdiri dihadapan Rein dan Galih.. Aku juga melihat dua pucuk senjata api tergeletak di lantai,, hmm? Mungkin peluru mereka sudah habis?


Sudah pasti berikutnya yang terjadi adalah kelima orang itu menyerang Rein dan Galih secara bersamaan, mereka berkelahi dengan sengit. Rein dan Galih diserang orang orang itu menggunakan tongkat baseball dan kayu tapi mereka berdua bisa menghindarinya malahan orang orang itu terpental karena terkena bogem mentah tangannya Galih dan tendangan mautnya Rein.. Gilaaaakk,, kenapa kemarin waktu Galih kuhajar habis habisan sampai wajahnya babak belur, dia sama sekali tidak menghindar atau membalasku yah? Padahal saat itu seharusnya aku yang babak belur ,,,, Entahlah, yang terpenting saat ini sepertinya orang orang itu tidak ada apa apanya dibandingkan dengan Rein dan Galih, dengan begini aku yakin kami bisa membawa pulang Dias dan Meta..


Oh Shitt, oiya aku harus mencari Dias dan Meta. Ehmm,, ntar aja deh. Nanti kami bisa mencarinya bersama sama setelah Rein dan Galih mengalahkan orang orang itu.. hehehe. Aku masih menikmati tontonan seru perkelahian dibawah,, meskipun Rein dan Galih sudah beberapa kali menghajar orang orang itu, sepertinya orang orang itu tidak mau menyerah begitu saja,, mereka masih bangkit lagi,, dan ,


oh tidakkk,,,,


Dua orang yang terkapar pertama kali tadi bangun dan memegang Galih yang sedang lengah,, kemudian mereka membanting tubuh Galih ke lantai, dua orang lain mendatangi Galih,,, tak ayal tubuhnya Galih yang terjatuh langsung menjadi sasaran orang orang itu,, Galih dipukul wajahnya dan ditendang tubuhnya oleh orang orang itu secara brutal,,

__ADS_1


BAGH!! BUGH!! BAGH!! BUGH!!


Rein tidak sempat menolong Galih karena dia sedang sibuk berkelahi dengan tiga orang lain.. Galih Terlihat kesakitan dan lemas tak berdaya setelah mendapat pukulan bertubi tubi.. Kemudian dengan tubuh yang masih terkulai, Galih dipaksa untuk berdiri,, seseorang memegang tubuhnya dari belakang,, kemudian satu orang lain bersiap melancarkan pukulannya. Rein yang sudah berhasil melumpuhkan lawan lawannya, langsung berlari menyerang orang yang akan memukul Galih,, tubuh orang itu langsung terdorong kelantai kemudian Rein tak kalah brutal memukul wajah orang itu beberapa kali. Melihat temannya sedang dihajar Rein, satu orang yang lain mendekap tubuh Rein dari belakang dan memaksanya berdiri, walaupun masih berontak tapi Rein tidak bisa berkutik karena kedua tangannya terkunci.. Satu orang lain dari depan sudah bersiap dengan tinjunya,, namun sebelum orang itu mendaratkan pukulannya, Rein bisa menyerang orang itu dengan kakinya yang masih terbebas, orang itu langsung merasa kesakitan di selangkangannya..


“ANNJJEENGGGGG…”Umpatnya,,,


Kemudian Rein juga berhasil meloloskan diri dari orang yang mendekapnya lalu dia mencengkram baju orang itu kemudian menabrakkan tubuh orang itu ke eskalator sampai orang itu tidak sadarkan diri. Saat satu orang berlari mendekati Rein, dengan cepat Rein menendang perut orang itu sampai terpental jauh.


Semua orang terkapar tak berdaya termasuk Galih, Hanya Rein yang masih berdiri tegak diantara pria pria itu. Gilaak, ilmu bela diri Rein atau pencak silat atau apapun itu namanya semakin hebat. Tapi kulihat dia sudah sangat kelelahan… Rein berjalalan lemas mendekati Galih yang masih kesakitan,, Pikirku, sepertinya sudah aman bagiku untuk turun.. Ketika aku berdiri dan akan menuruni eskalator tiba tiba datang 3 orang lain dari depan gedung, dua orang berkepala botak dan seorang yang lain adalah pria dengan tato ular dilengannya,, aku mengingat orang itu semalam ada di taman dan memukulku. Kuurangkan niatku untuk turun dan kembali menyembunyikan diri,,, Mereka bertiga tampak terheran heran melihat teman temannya terkapar kesakitan di lantai, mungkin yang ada dipikiran mereka bagaimana mungkin teman temannya bisa dikalahkan oleh seorang wanita sexy nan cantik.,


Dua orang berkepala botak dengan sigap bersiap menyerang Rein tapi dicegah oleh orang dengan tato ular itu,


“tunggu,, biar aku yang menghadapinnya…” ucap KillBill sambil berjalan santai ke arah Rein.


Rein sudah siap dengan kuda kudanya,


“Heii cantik,, lumayan juga kamu ya, bisa mengalahkan orang orangku,, bagaimana kalau kamu menjadi istriku.? Aku paling suka dan bergairah dengan wanita tangguh sepertimu,,,” ucap KillBill


“Maaf mengecewakanmu, tapi seseorang sudah melamarku,….” sanggah Rein


Eh..? siapa..?


“Ohhh baiklah tidak masalah, mengeluarkan darah dari tubuh indahmu lebih bisa membuatku orgasme.. hahha,,” ucap KillBill sambil mengeluarkan pisau dari belakang tubuhnya. Pisau? Jika dikatakan pisau tapi kok panjang,, tapi jika dikatakan pedang tapi pendek,, panjangnya sekitar 30 sampai 40 cm..


“Sayang sekali kamu tidak sempat mengucapkan salam perpisahan pada pria itu… karena malam ini kamu akan mati ditanganku..” ucap KillBill dengan penuh percaya diri.


Lalu dengan sekejap dia berlari dan sudah tepat dihadapan Rein yang kemudian mengayunkan pisau itu ketubuh Rein, namun Rein berhasil menghindarinya. Aksi pertarungan tingkat tinggi diperagakan keduanya, Pergerakan orang itu sangatlah cepat dan lincah dalam menggunakan pisaunya, beberapa kali Rein hampir terkena sabetan pisau itu. Melihat hal itu membuatku sangat tegang, tatkala tajamnya pisau itu hampir mengenai tubuhnya Rein, dia hampir kewalahan menghadapi orang itu, apalagi dia sudah kelihatan sangat lelah,..


Saat ini Rein sedang terdesak, dia terus terusan dipaksa menghindari sabetan pisau itu tanpa ada kesempatan untuk menyerang balik. Tapi tak lama Rein mendapatkan kesempatan itu, ketika orang itu meyabetkan pisaunya,, tangan kiri Rein berhasil memegang pergelangan tangan orang itu yang sedang mengayunkan pisau. Rein tak menyia nyiakan kesempatan itu dengan meluncurkan bogemnya ke arah wajah orang itu, namun gagal karena gantian tangan kiri orang itu mencengkram tangannya Rein.


“Hahahaa,,menyerahlah sayang… aku sudah mempelajari semua gerakanmu..” ucap KillBill


“Oh Yah,,? Apa kamu sudah mempelajari ini,,?,” ucap Rein sambil menendang perut orang itu dengan kakinya..


Orang itu sedikit tersentak kebelakang, lalu Rein dengan cepat melakukan pukulan uppercut dengan sangat keras ke arah rahang orang itu sampai dia tersenpental dan pisaunya terlepas dari tangannya.


Yeahhh,,, itu baru kakakku,,,,


Orang itu masih bisa bangkit walaupun kelihatan goyah, tubuhnya seperti tidak seimbang setelah mendapatkan pukulan yang sangat keras dari Rein tadi. Rein mendekati orang itu,, Orang itu mencoba mendaratkan tinjunya tapi Rein berhasil menunduk, kemudian dengan gerakan yang lincah Rein meninju bagian perut orang itu sampai orang itu terpental lagi, orang itu semakin terlihat tak berdaya. Rein mendekati orang itu lagi bermaksud mengakhiri pertarungan dengan tendangannya, tapi Rein tidak menyadari jika orang itu masih bisa melawan,, Orang itu menahan tendangan kaki Rein dengan kedua tangannya,, Rein menjadi tidak seimbang lalu orang itu mendorong tubuh Rein sampai dia terjatuh kebelakang. Dengan cepat orang itu berdiri lalu menendang perut Rein yang sedang mencoba berdiri..


BUUGHHHH!!


“Aaaakhhhh…” Rein langsung teriak kesakitan setelah mendapatkan tendangan yang begitu kuat di perutnya..


Ohh Tidakkk…Reinnn?


Rein masih merintih kesakitan memegangi perutnya, dengan sisa sisa kekuatannya dia mencoba berdiri,, karena dia tau jika dia terus terusan barada dibawah dia akan mudah untuk diserang. Tapi tetap saja tidak artinya,,, Ketika Rein berdiri, orang itu memukul wajah Rein beberapa kali, Rein semakin tidak berdaya,dia terjatuh lagi… kulihat darah di sudut bibirnya,,,


Tapi dia masih tidak mau menyerah,, lagi lagi Rein mencoba berdiri,


“Masih kuat berdiri kamu yahh,,,” ucap KillBill


Dengan sedikit berlari Rein menyerang orang itu dan bersiap memukul wajah orang itu tapi orang itu dengan cepat berhasil menghindar kebelakang tubuh Rein, lalu kemudian,, astaga…. Dengan cepat Orang itu mengambil pisaunya yang tadi terjatuh kemudian pisau itu digunakannya untuk menyayat betis kaki Rein. Tak ayal Rein langsung terjatuh….


“Akhhhhhhhhh,,” Rein kesakitan memegangi kakinya yang berdarah….


Oh Tidak.. Reinn,, aku harus melakukan sesuatu


“kamu tidak akan bisa berdiri lagi,, “ ucap KillBill sambil mendekati Rein…

__ADS_1


“kuakui kamu lawan yang sangat kuat,,, tapi sayang kamu harus mati ditanganku,,,,” ucap KillBill bersiap mengayunkan pisaunya ke arah tubuh Rein…


PPRAAAAAKKKK!!!!


__ADS_2