
SATU JAM KEMUDIAN DI SEKOLAH.
Aku memakirkan sepedaku di halaman parkir sekolah,, kulihat keadaan sekitar sekolah ini masih sama seperti biasanya.. dan seperti biasanya, Rein tadi cemberut karena aku masih tidak mau berangkat kesekolah semobil dengannya.. xixixi, dia keliatan semakin cantik kalau cemberut.
Tidak kusangka sekarang aku Kelas 11 SMA, waktu guru BP memulai program penjurusan bagi kelas 10, dengan hati yang mantap kutuliskan jurusan IPS sebagai pilihan utama. aku tidak mengikuti jejak Rein yang masuk ke kelas IPA,, otakku tidak seencer dia,hehehe. Adit pun demikian,, dia juga sudah mengatakan jauh2 hari padaku akan memilih jurusan IPS. Saat memasuki lorong sekolah beberapa siswa melihatku dengan pandangan aneh..
“siapa dia?”
“anak baru yah?”
“keren banget,,”
“ganteng pisan..”
“kayak mantanku..”
“itu masa depanku..”
Suara samar² terdengar di telingaku ketika melewati kerumunan para siswa.. sangat beda sekali dengan setahun yang lalu dimana hanya suara tertawa sinis dan menyindir ketika aku berjalan melalui lorong ini. Kini semuanya berbeda, mereka terkagum kagum melihatku, aku menjadi semakin percaya diri, aku seperti baru dilahirkan kembali… waktu aku berbelok ke lorong yang lain, aku berpapasan dengan Alexa, tidak sengaja aku menabrak tubuhnya.
“Maaf.. Maaf…” dia melihatku dengan tatapan yang terkejut .
“kamu kan…?” tanya Al
Aku hanya tersenyum dan meninggalkannya kebingungan.. xixixi, “sekali sekali jadi anak sombong…wkwk.” ucapku dalam hati..
Kemudian dari kejauhan aku melihat Galih dan Gengnya.. mereka sekarang sudah kelas 12.. Semoga mereka insyaf dan fokus untuk ujian nasional. Galih sempat melihatku, sejujurnya aku masih trauma jika bertemu dengan mereka, rasa takut itu masih ada.
“busett rame banget…”
Ucapku ketika sampai di papan pengumuman, kebanyakan siswa yang sedang mengerumuni papan itu adalah siswa kelas 11, sama denganku mereka juga pengen tau masuk di ruangan berapa dan sekelas dengan siapa. Aku melihat Adit keluar dengan susah payah dari keramaian itu..
“Woii. Dit…” aku menghampirinya..
“eh Ega? Gokil men.. . bisa jadi kayak gini kamu sekarang? Habis bertapa di gunung mana?” tanya Adit
“hehehe.. ”
“jangan sering² dekat denganku,, bisa kalah ngetop nih sama kamu,, eh.. tau nggak? Kita sekelas lagi.. Haha.. kita memang ditakdirkan selalu bersama Ga.. hahaha” ucap Adit
“Oh yah?? Syukur deh…” aku sudah sangat cocok bergaul dengan Adit.. Senangnya masih bisa sekelas dengan dia.
“satu lagi… Lihatlah siapa yang sekelas dengan kita” ucap Adit
“eh siapaa?” Adit menarikku ke depan papan pengumuman, aku dipaksanya menerobos keramaian para siswa..
“lihat ini..” Adit menunjuk ke suatu nama di salah satu kertas yang ditempel di papan itu.
“Ressa”
Aku sekelas dengan Ressa, badanku langsung merinding. Setelah setahun dia menghindariku, malah sekarang dia satu kelas denganku..
“ayo ke kelas…”
Ditengah perjalanan menuju kelas, aku melihat salah satu temanku waktu kelas 10,, namanya Amelia. Dan dia sekelas lagi denganku..
“Hei.. Mell,,” aku menyapanya dari belakang.. dia tampak kaget melihatku..
“aaaaaaaa.. Egg.. Ga?.. Eh….” Amel langsung berlari menjauhi kami..
“kenapa dengannya?”
“tau’,, dia kan memang anaknya pemalu dan pendiem, sayang banget, padahal dia cantik..” ucap Adit
Iya juga sih, Amelia memang anaknya pemalu, bahkan lebih pemalu dari aku.. setahun sekelas dengannya hanya sedikit obrolan yang terjadi antara aku dan dia. Sehari hari Amelia kelihatan sangaaattt kalem, lemah lembut, bahkan terlalu kalem kalau menurutku, Amel anaknya begitu baik dan ramah, dia tidak suka kekerasan..
__ADS_1
mengingatkanku dengan Hinata di serial Naruto.. xixi. dan benar kata Adit sebenarnya dia cantik. Coba dia lebih PD,, pasti jadi deh tuh anak.
Saat kami berdua memasuki kelas, semua siswa langsung berbisik bisik dengan teman sebangkunya.. aku hanya mengenal beberapa dari mereka termasuk Amelia dan, Ressa… itu dia.. dia duduk di kursi pojok paling belakang dekat jendela sendirian.. terlihat badannya Ressa semakin berisi dan sedikit chubby,,
“kita duduk disini saja Ga..” perintah Adit
Aku tidak mempedulikan Adit, aku langsung menuju belakang ke arah Ressa duduk.
“woi.. Ga..” teriak Adit padaku..
Ressa melihatku dengan tatapan tajam saat aku ada disampingya..
“heh culun ngapain kesini?,, aku pengen duduk sendirian.. Sana sana pergi” ucap Ressa mengusirku
Buset,, dia masih memanggilku culun dengan kondisiku sudah seperti ini..
“Berhenti menghindariku…masih kurang setahun kucing²an?” aku langsung memaksa duduk di sebelahnya.
“kenapa sih? Apa menurutmu kita harus jadi akrab setelah kamu sok sok an jadi pahlawan membelaku tahun kemaren? Iya?” bentak Ressa
“aku hanya ingin minta maaf.. Karena aku, kamu terpaska harus melayani mereka, malah kamu yang membelaku”
Mendengar ucapanku dia terdiam, dan mengalihkan pandangannya ke luar jendela..
“aku juga ingin jadi temanmu…” reflek dia melihat wajahku setelah aku mengucapkan itu.
“aku gak butuh teman..”ucap Ressa sedikit keras.. langsung dia berdiri dari kursinya, diambil tasnya dan pergi meninggalkan kelas.. Hadeeeh, kok malah jadi gini…
Seluruh siswa di kelas sempat kaget mendengar kegaduhan dibelakang. adit spontan berpindah tempat duduk ke belakang ke sebelahku..
“kenapa lagi tuh Ressa?” tanya Adit
“Aku juga bingung kenapa dia sangat membenciku…”
Padahal aku hanya ingin minta maaf kepadanya, dan jujur aku ingin berteman dengannya tapi memang karena rasa ibaku padanya dengan sakit yang di derita dan kehidupan sehari harinya disekolah,,,, sejak pertemuan kami di Ruang UKS setahun lalu melihat dia dia kesakitan, dan keesokan harinya bagaimana gengnya Galih memaksanya,, sisi hatiku yang lain berkeinginan untuk menjaganya.. Adit pernah bilang padaku saat kupaksa dia mengatakan apa yang terjadi dengan Ressa,, katanya Ressa sedang sakit. Cuman itu yang dia katakan padaku karena Adit sudah berjanji kepada Ressa untuk tidak mengatakan kepada siapapun. Adit menyuruhku tanya langsung ke Ressa,,,Aku jadi penasaran dan sangat ingin tau yang sebenarnya…
“Dit,, itu tempat dudukku,,,” reflek Adit berdiri dari kursinya,,,
“Oke,,oke,, gak masalah….” Adit langsung berpindah ke depan lagi,,
Setelah Ressa duduk, dia menatap ke arahku,,,,
“kalau kamu ngebet banget jadi temenku,,, besok jam 9 malam datanglah kesini..” perintah Ressa
Dia memberiku kertas yang berisi catetan,,, dan isi catetan itu menunjukkan tempat suatu Hotel kelas menengah di kota ini , room 705. Kenapa dia menyuruhku ke Hotel malem²?
“ada apa di tempat ini,,,?”
“gak usah banyak tanya,,,,” bentak Ressa
Baiklah akan kupikirkan, , boleh nggak sama Rein aku keluar malem besok,?,, tapi ini satu satunya kesempatanku agar aku bisa mengetahui latar belakang Ressa.
TRINGGGGGGGG
Hari pertama tahun ajaran baru pun usai, meskipun aku duduk sebelahan dengan Ressa,, tidak ada obrolan yang terjadi diantara kami berdua. Aku dan Adit berjalan menyusuri lorong sekolah menuju halaman depan,,,
“Nanti malem aku kerumahmu ya Ga.?..” ucap Adit
“Hehh.? Ngapain..?”
“pengen ketemu Amanda,, katamu dia kalau malem selalu renang,,, hehehe” ucap Adit
“dasar…. Yauda main aja,, tapi gak janji Rein bakalan renang malam ini.”
“OK siplahh,,,” ucap Adit
__ADS_1
Eh tapi,, tunggu dulu,,, aku teringat sesuatu yang dikatakan Rein Tadi pagi
(Rein : “nanti malem aja…”)
“ehmm.. Dit,, sepertinya nanti malem gak bisa deh,,, Rein mengajakku keluar belanja keperluan sekolah.. lain kali aja yah” aku berbohong kepada Adit, tidak akan kubiarkan Adit mengganggu quality time ku dengan Rein,, xxixixi
“yaelah Bro,,,, yasudah” ucap Adit
Saat kami masih berjalan tiba tiba ada seseorang yang memanggil Adit dari arah belakang…
“Hei,, Dit..”
Spontan kami berdua berhenti dan menoleh kebelakang, dan yang memanggil Adit adalah Alexa dari kejauhan…
“gak dapet Amanda, ,, AL pun jadi,,, xixixi” ucap Adit pelan padaku,,
“Besok kita mulai latihan lagi.. sambil kita meeting penerimaan anggota baru untuk kelas 10” ucap Alexa ketika dia sudah ada di depan kami..
“Eh,, besok sudah mulai yah,, oke siap Kak” jelas Adit
Oiya, Adit sudah ikutan eskul Musik sejak kelas 10,, bahkan dia menjadi salah satu anggota struktural eskul musik,, aku lupa jabatannya apa disana. kalau aku? Aku tidak ikut eskul apa²… kelas 11 ini kesempatan terakhirku untuk mendaftar,,,, guru BP sudah pernah memperingatkanku soal aku yang yang tidak gabung eskul manapun..
Kemudian Alexa melihatku,,, aku masih ingat betul setahun lalu aku di bully olehnya,,,,
“dia ini yang dulu pernah daftar bareng kamu kan Dit?” tanya Alexa pada Adit..
Tepat sekali,, dan kamu membully ku..
“Iya Kak,, hehe,, namanya Rega…” ucap Adit
“Aku minta ma,,,,,,,,,” Alexa akan mengucapkan sesuatu padaku,, tapi
Tiba-tiba dari arah samping seseorang mendorong tubuh Alexa secara kasar,,,, sampai Alexa hampir saja jatuh,, untung dia masih bisa menyeimbangkan tubuhnya. Aku hampir saja reflek menarik tubuhnya,, tapi tidak bisa karena dia terlalu jauh terdorong..
“apa’an sih ini ….Amanda..?” kulihat Alexa kaget melihat siapa yang mendorongnya,,,
Mendengar Alexa mengucapkan nama itu,, aku reflek menoleh kesamping,,, ternyata memang Rein yang mendorong Alexa. Tapi kenapa…? kulihat Wajah Rein sangat kelihatan marah sekali….
“HEHHH NGAPAIN KAMU MENDEKATI ADIKKU ? DASAR CEWEK MUNAFIK..’ teriak Rein kepada Alexa,,,
Teriakannya sangat keras membuat para siswa berkerumun mendekati kami,, diantara kerumunan itu ada Amelia, Ressa, Galih dan Genngya, mereka semua melihat ke arah kami.
“bakalan perang lagi nih,,,” ucap Adit pelan padaku,,, apa maksudnya? Memang sih Adit pernah bilang kepadaku kalau Alexa musuhnya Rein,, tapi aku tidak tau kenapa mereka bermusuhan.
Alexa berjalan mendekati Rein,, dia berhenti tepat di hadapanku..
“jangan ngaku² yah,, aku tau kamu tidak punya adik,,” tegas Alexa
“Dengerin yah *****,,,, dia adik tiriku,,,, so jangan dekat dekat dengan dia, takkan kubiarkan kamu merebutnya lagi dariku,,,” ucap Rein sambil menunjuk ke arahku,,, apa maksudnya “lagi” ? kulihat Alexa semakin panas mendengar cacian dari Rein wajahnya memerah…
“YEAHHH,,, suitt suitt,,,”
Beberpa siswa malah menyoraki perseteruan Rein dengan AL,,,
“oh.. jadi dia ini adik tirimu,,,,, lihat ini” ucap Alexa pada Rein..
Yang dilakukan Alexa berikutnya sungguh tidak terduga,,, dia mendekatiku,, memegang kepalaku,,,, dan dia mencium bibirku,,,,, ini adalah first kiss ku, dan aku melakukannya dengan Alexa…. Aku sampai kaget dan tidak bisa berbuat apa²…
“Yeahhhhh,,,”
“Damn,, Girl,,,”
Kerumunan siswa itu langsung heboh dan bertepuk tangan,,,,
Alexa menciumku dihapadapan Rein, dihadapan Adiit, ,, diahadapan Galih yang merupakan mantannya Alexa, dihadapan Amelia & Ressa,,, dan dihadapan semua siswa yang mengerumuni kami. Cukup lama ALexa mencium bibirku,,, dan jujur kuakui,,
__ADS_1
ini sungguh luar biasa,,,