Kisah Cinta

Kisah Cinta
MENGHARAPKAN PERTOLONGAN


__ADS_3

...—POV REGA—...


Langit belum begitu gelap saat aku tiba dirumahnya, kuparkirkan mobilku asal di luar halaman. Aku langsung masuk begitu saja ke dalam rumah yang begitu besar ini dan menuju ke tempat tidurnya, aku tau dia pasti dikamarnya.. kulihat sekeliling rumah ini,, tidak ada seorang pun di rumah sebesar ini..


“heii…. “ sapaku kepadanya, saat aku sudah disebelahnya.. dia masih terlelap.


“sudah lama aku tidak mengunjungimu,, kamu marah denganku ?” tanyaku kepadanya


“Setelah sekian lama,, kenapa baru sekarang..?”


“Dulu kamu selalu datang setiap hari, menemani hari hariku saat kuliah,, tapi kamu tidak pernah muncul lagi sejak……” kalimatku tertahan,,,,


“Winry… sejak aku dekat dengan Winry kamu tidak pernah datang lagi”


“Kenapa baru sekarang AL…? kenapa kamu tiba² datang dengan membawa kenangan buruk yang terjadi di kota sebelah… Apa maksudmu?” ucapku sambil memegang batu nisan di makamnya Alexa,, ya,, aku sedang berada di rumah peristirahatan terakhir Alexa..


“Apakah kamu datang untuk mengingatkanku akan tanggung jawabku atas semua yang terjadi di kota sebelah,,,?”


“Aku tidak bisa melakukannya AL, terlalu sulit untuk kuhadapi… aku tidak sekuat kamu AL,,,, aku..aku sudah lelah memainkan peran,, aku ingin meninggalkan semua itu dan hanya ingin mejadi penonton dari dramanya orang lain,,, Dias, Resty, Meta, Linda,mereka akan baik baik saja tanpaku,, kehadiranku disana hanya akan semakin mengacaukan hidup mereka.. ”


“Atau aku terlalu memaksakan diri?, Berusaha mencari kebahagiaan di kota sebelah, yang ada malah aku mempersulit kehidupan mereka,,, atau aku tidak akan pernah menemukan kebahagiaan yang kucari dimanapun aku berada? hanya kamu AL yang bisa membuatku bahagia, kamu adalah kebahagiaanku,,aku kangen kamu AL,,, aku ingin kembali padamu,,,” air mataku jatuh di atas makamnya Alexa


“Kamu adalah rumahku, Dunia seperti apa yang saat ini kamu tinggali ? kumohon bawa aku,, ajak aku dimanapun kamu sekarang berada, aku ingin selalu berada di sebelahmu,, aku janji tidak akan membiarkan kita terpisah lagi, aku janji akan selalu menjagamu, akan selalu kugenggam tanganmu dari pagi sampai malam hari, bersama sama kita akan abadi selamanya.. aku ingin kita bertemu lagi,,,,,”


“pleasee,, AL… bawa aku pergi dari sini… aku ingin bersamamu…. “ ucapku sambil tetap meneteskan air mata…


.


.

__ADS_1


2 Jam Setelah Meta dan Dias Diculik


...—POV META—...


Kedua tanganku sudah mulai kram, entah sudah berapa lama tanganku diborgol pada sebuah pipa besi panjang yang melintas dibelakang tubuhku. Keadaan Dias pun tidak jauh beda denganku, dia duduk berjarak tidak lebih dari satu meter dariku. Dia sudah kelihatan lebih tenang daripada tadi saat pertama kali kami dibawa orang orang itu kesini.


Dimana aku dan Dias berada? Aku tidak tau pasti dimana sekarang kami berada karena tadi sepanjang perjalanan kesini kedua mata kami ditutup kain, namun aku mempunyai keyakinan jika kami sedang disekap disebuah bangunan tidak jauh dengan Laut, mungkin di bagian utara kota. Dari sini tercium bau garam dan amis yang sangat menyengat, suara klakson kapal yang terdengar beberapa kali semakin memperkuat keyakinanku. Menurutku bangunan ini tidak jauh dari pelabuhan, namun cukup jauh dari keramaian karena daritadi aku dan Dias mencoba berteriak sekencang mungkin meminta pertolongan tapi tidak ada yang datang menolong, seperti tidak ada yang mendengar suara kami.


Akan sedikit kugambarkan ruangan tempat kami disekap. Aku dan Dias ditempatkan disebuah ruangan kecil penuh dengan pipa besi berkarat yang menempel di hampir setiap sisi tembok ruangan. Pipa pipa tersebut sepertinya terhubung dengan ruangan yang lain. Melalui cahaya lampu yang tidak begitu terang aku bisa melihat dan merasakan betapa pengap dan kotornya di dalam ruangan ini,, langit langit yang penuh dengan sarang laba², cat tembok mengelupas dan lembab, lantainya kotor dan baunya pun tidak sedap. Kurasa tempat ini sudah lama tidak dipakai, atau mungkin seluruh bangunan ini juga sudah lama ditinggalkan. Bangunan yang sudah tidak terpakai dan jauh dari keramaian, tempat yang begitu tepat sebagai sarana bertindak kejahatan.


Tepat dihadapan kami terdapat sebuah pintu yang tertutup, sedari tadi dibalik pintu itu terdengar samar samar suara tawa orang orang yang tadi membawa kami kesini. Aku belum tau pasti siapa mereka, karena mereka tidak begitu banyak bicara sewaktu kami dibawa menggunakan mobil tadi, sempat kudengar salah satu dari mereka mempertanyakan kepada seseorang yang lain tentang kenapa ada dua wanita yang harus mereka bawa, tidak sesuai dengan rencana awal mereka. Dari obrolan itu, Aku merasa kalau seharusnya akulah yang sebenarnya menjadi target mereka namun mereka terpaksa membawa Dias juga karena kebetulan dia ada disana.


“maaf kamu harus ikut terlibat.. ” ucapku kepada Dias ketika dia melihatku..


“Siapa orang orang ini Meta..? kenapa mereka berbuat seperti ini kepada kita?” tanya Dias heran,,,


“Aku juga tidak tau pasti siapa mereka…” ucapku lirih,,


“tapi jangan khawatir Dee,, Rega akan datang,, meskipun dia kelihatan bodoh dan tidak bisa berbuat apa apa,, dia pasti akan memikirkan cara untuk menolong kita…” ucapku meyakinkannya dan meyakinkan diriku sendiri,,,aku yakin Rega tidak akan tinggal diam, sama seperti ketika dia memikirkan cara untuk menolong Resty lepas dari mantan suaminya.


Dias yang tadi melihatku kini merubah pandangannya kedepan,,


“bodoh dan tidak bisa berbuat apa-apa…. aku tidak pernah menganggap Ega seperti itu Meta..” imbuh Dias


Hmm?


“aku tau kok Ega akan datang menolong kita,, karena aku tau, sejak dulu Ega tidak akan hanya diam saja melihat orang orang yang dekat dengannya sedang berada dalam kesulitan… sejak pertama kali melihatnya di sekolah, aku tau kalau Ega itu berbeda dari anak anak lain.. Pertama kali aku mengenal Ega waktu jam istirahat dihari pertama sekolah, kulihat dia duduk sendirian di lapangan sekolah sambil melihat teman teman yang lain sedang bermain,, hari hari berikutnya selama satu minggu aku selalu melihatnya seperti itu, hanya duduk diam memandangi siswa lain tanpa ada niat untuk bergabung dengan siswa lain, akhirnya aku mencoba mendekatinya, ingin mengajaknya bermain bersama.. kamu tau apa yang dia lakukan saat aku mendekatinya,,? Dia lari masuk kedalam kelas… seolah takut denganku,,,” Dias tersenyum, mengingat masa kecilnya dengan Rega..


“sejak saat itu baru aku tau kalau Ega anaknya pendiam, pemalu dan penyendiri ..kamu masih ingat dengan Dika teman kita saat SMP.?” tanya Dias kepadaku,,

__ADS_1


Dika? Shitt.. Aku tidak pernah ingat dengan nama itu.


“Sebelum akrab denganku dan Linda,, Dika adalah teman pertamanya Ega setelah beberapa bulan sekolah,, aku sering melihat mereka bersama,aku senang, akhirnya anak pemalu dan pendiam itu tidak sendirian lagi,, saat itu sebenarnya aku ingin berteman juga dengannya, mengajaknya bermain bersama, tapi tetap saja dia menghindariku. Padahal Aku sering memergoki dia sedang melihatku… Kalau kata Linda, Ega suka denganku itu sebabnya dia malu jika berpapasan denganku…” ucap Dias


Aku tersenyum mengetahui itu, betapa lugu dan polosnya Rega saat kecil. Beda dengan sekarang, polosnya cuman diranjang..


“Di lain kesempatan,dibelakang sekolah dekat toilet, aku melihat dia sedang membela Dika yang diganggu kakak kelas, dengan berani Ega menghalangi kakak kelas yang sedang mengganggu Dika, walapun pada akhirnya mereka berdua babak belur setelah berkelahi dengan kakak kelas,, dan itu tidak terjadi hanya sekali,,, padahal dia tau kalau dia itu lemah dan tidak bisa berkelahi tapi dia tidak akan pernah tinggal diam melihat temannya disakiti atau sedang kesusahan, meskipun pada akhirnya dia selalu kalah dan babak belur. Namun Sebanyak apapun dia jatuh dan gagal,tapi dia akan selalu bangkit lagi… seperti itulah Ega,,, sifatnya yang tidak pernah menyerah dan peduli dengan orang orang disekitarnya itulah yang membuatku mengaguminya,, dulu hampir semua siswa menjauhinya karena dia berbeda,, tapi karena hal itu lah aku ingin berteman dengannya, karena dia berbeda dari anak anak yang lain, aku merasa ada sinar terang dalam dirinya… seperti cahaya bintang,,” Dias masih memandang kedepan dengan senyum di bibirnya,, dia sedang terhanyut dengan memori indah masa kecilnya bersama Rega.


Mendengar ceritanya tentang Rega saat sekolah membuatku terenyuh membayangkan masa kecilnya Rega, sekaligus kurasakan sedikit sesak di dada ini. Yang tersisa hanya penyesalan, aku menyesal tidak mengenal Ega sejak sekolah dulu. seandainya dulu waktu sekolah aku lebih peka dengan keberadaanya disekitarku,, tapi aku yang dulu tidak akan berteman bahkan akrab dengan Rega yang dulu,, karena saat itu aku masih pilih pilih dalam berteman, tidak seperti Dias yang tulus berteman dengan siapapun, ramah kepada siapa saja, dan peduli dengan orang orang disekitarnya termasuk peduli dengan Rega yang dulu belum menjadi seperti sekarang…


Aku sudah mendengar cerita Linda tentang Rega yang sudah menyukai Dias sejak sekolah dulu, bisa dibilang Dias adalah cinta pertamanya Rega..dan banyak orang bilang cinta pertama tidak akan terlupakan.. yang satu sudah suka dari dulu, yang satu sudah mengagumi sejak dulu,,huffft mereka berdua memang cocok, merelakan Rega untuk Dias merupakan keputusan berat yang tepat, aku tidak akan menghalangi kisah manis diantara mereka berdua.


tanpa sadar air mataku menetes,,


Hmm? Kenapa aku menangis? Reflek aku mengalihkan pandanganku agar Dias tidak melihat air mataku,, merelakan dan mengikhlaskan pria yang paling kucintai untuk bahagia bersama dengan wanita lain ternyata tidaklah mudah, rasanya lebih berat daripada merindukan seseorang, kenapa masih banyak orang mengatakan menahan rindu itu berat? Padahal ada yang lebih berat daripada sekedar menahan rindu, yaitu meingkhlaskan kepergian seseorang yang paling berharga dalam hidup kita disaat kita masih membutuhkannya. Seperti tadi sore yang kukatakan kepada Resty, Tak peduli seberapa besarnya rasa benci dan kekecewaanku terhadap Rega, aku tidak bisa berhenti mencintainya. Cinta dan benci kepadanya lah yang akhir akhir ini telah merubahku menjadi wanita melankolis yang cengeng dan gampang menangis.


Aku tidak pernah membayangkan akan berdiri berhadapan dengannya sambil saling bertukar tangisan kesedihan. sambil terisak dia mengatakan kalau dia mencintaiku, menobatkanku sebagai hal paling berharga dalam hidupnya dan lebih memilihku daripada Dias.


Sejak aku tau dia merahasiakan tentang hubungannya dengan Dias, kini Aku tidak bisa memilah lagi apakah yang diucapkannya itu tulus dari lubuk hatinya atau dia mengucapkannya hanya karena dia merasa bersalah kepadaku. Atau yang paling menyakitkan, dia terpaksa mengatakan itu kepadaku padahal dihatinya dia masih memikirkan peluang untuk bisa kembali bersama dengan Dias yang telah membuka pintu untuknya. Terkadang apa yang dia ucapkan tidak sejalan dengan apa yang ada dihatinya, apa yang ada di benakknya, sama seperti saat dia masih sering bertemu dengan Resty.


Bee.. terlepas kamu memang mencintaiku atau tidak, Ini bukan lagi soal manisnya kata kata cinta yang kamu ucapkan selama ini kepadaku, tapi ini tentang siapa yang ada dihatimu saat kamu mengatakan cinta untukku. Dia kan?


Aku menoleh Dias.


Mungkin dari awal semua ini memang salahku, aku terlalu memaksakan cinta dan kasih sayangku padamu disaat kamu masih mencintai wanita lain, atau mencintai wanita wanita lain,,shitt, aku tidak tau berapa banyak wanita yang ada dihatimu saat aku memaksamu jadi kekasihku. Ternyata benar kata orang orang, Cinta yang awalannya dipaksakan tidak akan happy ending,,, Aku pernah berjuang untuk tidak menyerah denganmu saat kamu masih dekat dengan Resty, tapi tidak untuk sekarang Bee,, bukannya aku sudah menyerah, tapi aku tidak bisa membiarkan luka ini semakin besar dan akan semakin susah untuk diobati jika aku terus terusan memaksakan cintaku kepadamu. Bukan hanya aku saja yang terluka, kamu juga akan terluka menangis diam diam dibelakangku karena terpaksa mencintaiku padahal seharusnya kamu bisa tersenyum bahagia bersama dengan Dias atau bersama dengan wanita lain. Bee.., Aku harus merelakanmu untuknya.


Tak kusangka, mencintaimu telah mengajariku banyak hal termasuk kedewasaan mencintai seseorang. Bahwa jika kita benar benar mencintai seseorang, kita harus rela untuk melepaskan. Aku menyadari, Sebesar apapun perasaan cintaku padamu, kita tidak akan pernah bisa bersama jika memang kita tidak ditakdirkan untuk bersatu. Takdir perpisahan sudah mengintai kita diam diam dari belakang sejak pertama kali kita bersama, kini takdir itu datang dan aku tidak kuasa melawannya. Sesulit apapun itu, seberat apapun rasanya kehidupan yang akan kujalani tanpa kehadiranmu,, aku harus bisa merelakanmu karena aku terlalu mencitaimu, karena aku tidak sanggup melihatmu tidak bahagia jika terus-terusan bersamaku.


Cepatlah datang Bee, selamatkan masa depanmu, kebahagiaanmu,,

__ADS_1


Ucapku dalam hati sambil melihat Dias.


Sejujurnya, Aku tidak tahan lama lama berada didalam satu ruangan berduaan bersama dengan Dias. Bukannya aku tidak menyukainya atau membencinya,, tapi saat melihatnya, aku selalu teringat mimpi mimpiku bersama Rega yang tidak akan pernah menjadi nyata yang semakin membuat hatiku hancur dan remuk. Aku ingin secepatnya terbebas dari situasi akward ini.


__ADS_2