Kisah Cinta

Kisah Cinta
NGAJAK PACARAN


__ADS_3

...–POV RESTY–...


Suara merduku yang kata orang orang fals menggema di seluruh ruangan apartemen. Lagu itu menggambarkan suasana hatiku saat ini, aku lagi jatuh cinta.. xixixi. Kalian pasti tau cintaku lagi jatuh dimana.., hihihi


“Ega lagi ngapain yah..?”


Tadi waktu pulang kantor dia gak mau aku ajak nginep disini, padahal kanggggeeeennn banget. Coba aku telepon deh. Kuambil handphoneku..


Ega : Halo


Aku : Haii ga


Ega : Halo


Aku : iya haloooo


Ega : Resty? Halo..


“Ishhh lagi dimana sih dia . berisik amat”


Aku : Lagi dimana sih Ga?


Ega : Halo,,, gak kedengeran Res..


Aku : Ishh Egaaaaa huh


Ega : Nanti aku telepon lagi yah


“tuuttttt”


“aaaaaaa sebel,,, “


“lagi dimana tuh anak, kondangan mungkin yah ? berisik amat”


BEBERAPA SAAT YANG LALU


...–POV EGA–...


Hari ini sudah malam, hari pertama aku kerja lagi di kantor setelah 3 hari absen karena kunjungan kerja di Singapore dengan Resty. Sebenarnya hanya 10% waktu kami habiskan disana untuk kerja, 30% untuk jalan jalan dan sisanya 60% untuk bercinta. Nafsu Resty gede banget, Aku sampai ampun² menghadapinya.


Aku lagi di sebuah klub malam bersama dengan Rendy teman kantorku, tadi dikantor dia mengajakku kesini katanya ada yang mau dibicarakan. Awalnya aku menolak karena masih sedikit capek badanku, tapi aku teringat dengan gosip yang pernah dikatakan Rendy tentang Resty. Langsung aku terima ajakannya, aku akan mencoba menggali informasi lebih detail tentang gosip itu apalagi sejak kejadian horor di singapore dimana Resty diikuti Lelaki misterius, aku jadi penasaran apakah ada hubungannya antara pria itu dengan gosip yang pernah dikatakan Rendy.


“tringgggggggggg” handphoneku berbunyi


" Halo"


Suara musik DJ di klub ini kenceng banget, sampai suara orang yang telepon gak kedengaran. Siapa sih?


Kulihat layar Handphone, ternyata panggilan dari Resty.


Resty? Halo..


Halo,,, gak kedengeran Res..


Nanti aku telepon lagi yah


Dengan terpaksa aku sudahi panggilan dari Resty karena memang gak kedengaran


“Siapa yang telepon?” tanya Rendy


“haaah?”


“SIAPA YANG TELEPON?” ucap Rendy dengan teriak,


Aku : “Resty..!”


“Haaah?”


“REEEEESSSSSTTTTTTYYYYY..” balasku teriak padanya


Hadeeh,, bakalan capek kalau ngomong kayak gini terus, kutarik Rendy ke tempat yang agak jauh dari speaker. Di sudut klub tempat deretan meja sofa .


“jadi, apa yang ingin kamu bicarakan denganku?”


Rendy melihatku tajam.


“Gimana Rasanya?” tanya Rendy


“hah?”


“GIIIIMMMAAAANNNAAAA RAAASAAANNNNYYYAAA?” teriak Rendy sangat kencang di depan wajahku


Langsung kudorong mukanya, kulihat orang² disekitar kami menoleh ke arah kami karena teriakan Rendy yang sangat kencang

__ADS_1


“aku denger Bego,, gak usah teriak.. maksudku itu apa yg kamu maksud?”


“hehe,, sory sory, kirain masih kagak kedengeran” ucap Rendy


“Maksud gw, gimana rasanya ehemm dengan Resty?”


Mendengar pertanyaan tentang Resty, seketika bayangan kejadian² panas dengan Resty di Singapore terbayang pikiranku, di pesawat, di Hotel, di Kolam Renang, di Merlion Park.


Suara nakal Resty terdengar sekilas


“Cium…”


“Tubuhku ini milikmu..”


GLEK, aku menelan ludahku sendiri mengingat itu.


“woi,, malah bengong lu” ucap Rendy mengagetkanku..


“ehmm.. kami gak ngapa²in disana” ucapku sedikit tersenyum kecut


“halah gak usah boong deh lu.. lu kira gw gak ngerti apa, Dengerin yah, kalian tu tadi pagi datang ke kantor dengan wajah yang sangat cerah, berseri seri.. bukan kayak orang baru pulang dari kerja” ucap Rendy


“trus?”


“kayak pasangan baru pulang honeymoon” ucap Rendy pelan


Segitu ketahuannya kah ? sialan Rendy mengajakku kesini malah ngomongin itu,,, kalau aku tanya² tentang gosip Resty malah ketauan dong aku kalau enak² dengan Resty di Singapore.


“ya kan..?” ucap Rendy tegas


“Ehh……”


“ayolah bro,, ceritakan sedikit aja” ucap Rendy masih mendesakku


“kita gak ngapa²in disana.. seriusss” aku berbohong kepadanya


“ahh,,, kagak asik lu, meskipun lu gak mau ngaku,, tapi gw tau kalian disana ada apa apa” ucap Rendy berbicara sambil matanya tajam menatapku, aku hanya tersenyum.


Lalu dia memalingkan pandangannya ke beberapa arah di dalam klub.. seolah sedang mengamati sesuatu.


“Bro,,Bro,, gimana menurutmu cewek itu?” tanya Rendy


Dia menunjuk ke suatu meja, disana sedang ada cewek lagi duduk sendirian,


“itu kan….. “


“PSK” ucap Rendy


“Haaahh?…”


”lihat aja tu baju yang dia pakai, apalagi sendirian aja daritadi, dia pasti menunggu pembeli” ucap Rendy


“Dia kesini Bro,,, pasti mau menawarkan tubuhnya.. kalau PSK nya gini sih gw mau berapapun harganya..” cewek itu sedang berjalan menuju arah meja kami.


“Berapa tarifnya cantik? Tanya Rendy ketika cewek itu berdiri dekat meja kami


PLAKKKK..


tamparan keras meluncur di wajah Rendy dari cewek itu..


“aduhh,, ,,” Rendy memegangi pipinya .kemudian berbisik kepadaku “Sepertinya Dia suka BDSM Bro,, kayaknya gw jatuh cinta sama PSK ini”


“Meta..?”


Ya , ternyata cewek itu adalah temanku Meta,, sekitar 2 minggu lalu kami bertemu di acara Reuni


“Haii.. Rega..apa kabar?!!” kami berdua bersalaman tangan


“PSK ini temenmu Bro?” ucap Rendy


PLAKKKK


Sekali lagi tamparan meluncur di wajah Rendy, kali ini lebih keras.


“Temenmu ni Ga..?” tanya Meta


“hehe.. iya Met, maafkan yah,, agak miring orangnya”


Meta kemudian menarik baju Rendy, sehingga tubuh Rendy tertarik sampai mendekat ke Meta.


“Oke,, kamu cowok mesum,, apakah aku ada tampang seorang PSK? Gpp kan Ga?” Meta meminta izinku melakukan Rendy seperti itu,,


“Silahkan,,silahkan,,!”

__ADS_1


“sorry,,sorry,, lihat baju yang lu pakai” ucap Rendy kemudian Meta melihat bajunya sendiri lalu mendorong Rendy dengan keras sampai dia terdorong ke kursi duduknya lagi


“Meta serem juga teryata..” ucapku dalam hati


“dengarkan ya cowok brengsek, kalau memang bajuku ini membuatmu tidak nyaman, aku bisa melepaskannya” bentak Meta


GLEKK,, Meta benar² cewek yang berani, membuatku dan Rendy bengong sesaat.


“Oke..” ucap Rendy dengan tampang mesumnya, lalu berbisik kepadaku


“Gw bener² jatuh cinta sama cewek ini”


Kemudian Meta menarik tanganku, aku diajak pergi dari mejaku,


“stop,.. diamlah disini,, mau aku tabok lagi?” ucap Meta pada Rendy saat Rendy juga ikut berdiri dari kursi..


Rendy langsung duduk lagi mendengar ancaman dari Meta.


Meta mengajakku pindah beberapa meja di depan, intinya dia tidak pengen ada rendy di dekatnya.


“Haii Ga,, gak nyangka ketemu disini,, aku selalu memikirkanmu, bagaimana kabarmu?” tanya Meta


Whattt ? ngapain cewek secantik Meta mikirin aku?


“memikirkanku..?”


“ehm.. maksudku kita harus saling peduli kan ? antar teman?” ucap Meta


“hehe iya..”


“So, Apa yang kamu lakukan disini?” tanya Meta padaku.. dengan senyum cantiknya


“Aku,,,” Meta memotong kalimatku,,


“kalian mencari PSK?”


“bukan,, bukan,,” sialan Rendy menjatuhkan Image ku..


“Hahaha, gpp kali jujur aja.. kamu kan pernah bilang tidak punya pasangan, dan kamu sudah dewasa,, so wajar jika kamu mencari pelampiasan,, daripada pakai tangan, hahaha” ucap Meta.


Buset.. Meta ceplas ceplos banget kalau ngomong.


“Awas kena penyakit loh,,” ucap Meta lirih ,,


“Bukan Met,, dia teman kerjaku, kebetulan saja tadi lewat sini lalu mampir”


“oww,, yayaya,, Yakin gak mencari PSK? aku punya kenalan Lady Escort cantik,,xixixi” ucap Meta lirih,,,


“hehehe..” aku tersenyum kecut..


“Apa kamu suka? Disini?” tanya Meta


“ehm.. tempatnya bagus,, ramai”


“bukan, maksudku kota ini..?” ucap Meta


“Oh,,, aku tidak menemukan perbedaan disini dengan kota sebelah, sama saja, aku juga belum pernah ke kota lainnya, jadi aku tak bisa membandingkannya, seolah kamu bertanya pada “Jon Snow" bagaimana rasanya di Castle Black."


“Wow.. kamu benar² anak perpustakaan Ga” ucap Meta kagum


“itu Pujian?”


“No,,,, kamu sudah tau kabar tentang Dias?” tanya Meta


DEG, jantungku berdebar mendengar nama itu,,


“aku dikasih tau Linda kalau dia dijodohkan dan akan menikah..” ucap Meta


DEG


“aku sudah tau,, Dias sendiri yang mengatakannya padaku” ucapku dalam hati


“tidak,,” aku tertunduk


“Gak nyangka kita sudah pada besar..hihihi, kamu kapan..?” tanya Meta


“Pacar aja aku belum punya kan..?


“oiya…sorry sorry, So.. Rega,, berhubung kamu belum punya pacar” ucap Meta


“ya..?”


“Pacaran Yuk!!.” tegas Meta

__ADS_1


__ADS_2