Kisah Cinta

Kisah Cinta
HANTU 3


__ADS_3

Oh ****,, tidak lama seluruh tubuhnya keluar dari gundukan makam itu dan sosok itu adalah sosok setan yang tadi kulihat di dalam rumah.. sekarang setan itu merangkak diatas tanah menuju ke arahku dengan tatapan yang menyeramkan, seluruh tubuhnya penuh dengan lumpur, semua kulit tubuhnya mengelupas dengan bau yang sangat busuk. Setan itu semakin mendekatiku mulutnya terbuka lebar menampakkan gigi giginya yang tidak sedap dipandang mengeluarkan suara teriakan yang mengerikan. aku pun tidak kalah berteriak dan memejamkan mataku saat setan itu sudah sangat dengan tubuhku…


Beberapa detik kemudian suara teriakan setan itu berubah menjadi suara teriakan Rein, Resty dan Ressa,, kubuka mataku sekarang aku sudah berada didalam kamar ini lagi bersama Rein, Resty dan Ressa,,, kulihat Setan itu masih berdiri memperhatikan kami dibalik pintu.. apa maksudanya tadi,,? Kenapa setan itu memperlihatkanku gambaran di hutan tadi..?


Aku harus berpikir memahami apa yang dimaksud setan itu, Makam dihutan,, makam dihutan, hutan yang akan hilang, komplek perumahan elit…


“aku tau….” Ucapku…


Kupejamkan mataku lagi,,


“jika memang seperti yang kupikirkan kumohon pergilah, jangan ganggu kami lagi,,, aku mengerti maksudmu, aku berjanji akan membantumu,,,,” ucapku dalam hati…


Kemudian saat aku masih memejamkan mata kudengar suara pintu yang kamar yang tertutup dengan pelan.. dan waktu kubuka mataku,, pintu kamar memang sudah tertutup, lampu kamar kembaIi menyala dan setan itu pergi… aku sangat lega.


“Sudah berakhir Rein…..” ucapku sambil membelai rambut kakakku yang masih membenamkan wajahnya di dadaku..


“kamu yakin…?” tanya Rein


“iya, dia sudah pergi dan tidak akan mengganggu lagi…Setidaknya sampai aku melakukan apa yang dia minta, ternyata setan itu ingin makamnya didalam hutan dekat dari rumah ini segera dipindahkan ditempat yang lebih layak sebelum area perhutanan ini berubah menjadi kawasan perumahan..”


“bagaimana kamu bisa tau..?” tanya Rein


“aku hanya tau…!” ucapku,,


Beberapa menit kemudian suasana sudah kondusif, meski begitu tidak satupun dari kami yang berani keluar dari kamar ini. Rein sudah kelihatan lebih tenang daripada sebelumnya.. kami berempat tidur jadi satu saling berhimpitan diatas tempat tidur didalam kamar ini.. aku memeluk Rein dari belakang yang berada di tepi ranjang.. kemudian disebelahku yang lain ada Resty yang sedang dipeluk Ressa… akhirnya keinginan Rein untuk tidur bareng berempat tercapai meskipun benar benar tidur, tidak untuk yang lain.


Beberapa jam kemudian aku terbangun, saat mataku terbuka aku menyadari tepat dihadapanku adalah wajah Resty juga sedang tidur miring menghadapku.. kupandangi wajah Resty yang sedang tidur, jika ingat kejadian tadi membuatku tersenyum sendiri mengingat aku selalu ribut dengannya sepanjang malam tadi. Tiba tiba saja mata Resty terbuka, dia melihatku yang sedang memandangi wajahnya sambil tersenyum.. seketika aku jadi malu,,,

__ADS_1


“maaf…” ucapku pelan padanya,, aku minta maaf kepadanya atas segala perkataanku padanya malam tadi.


“maafkan aku juga…” balas Resty kepadaku dengan pelan,, kemudian tersenyum dan kubalas senyumnya..


Tiba tiba saja wajah Resty mendekat ke wajahku karena tidak sengaja didorong Ressa yang bergerak dalam tidurnya, seketika saja wajah Resty menabrak wajahku pas bagian mulutnya yang mencium bibirku… kulihat Resty sangat kaget dengan mata terbelalak. Aku yang awalnya sempat kaget kemudian menyambut bibirnya Resty,, kukecup bibirnya.., dia tidak menolak,, malah bibirnya ikut ******* bibirku,,, kami berciuman selama beberapa menit tidak lupa memainkan lidah, kemudian terlepas dan kami sama sama tersenyum setelahnya.


Beberapa menit kemudian kami tertidur lagi,,,


.


.


KEESOKAN PAGINYA


...—POV RESTY—...


Aku masih terbayang kejadian mengerikan yang kami alami semalam. Pertama kalinya dalam hidupku merasakan diteror hantu, sungguh pengalaman yang menyeramkan. Semuanya seperti mimpi buruk, tapi kali ini benar benar nyata adanya. Mimpi buruk yang akan selalu teringat selama beberapa hari kedepan. Meskipun Rega bilang kalau hantu itu tidak akan mengganggu kami lagi, tapi tetap saja aku harus mencari tempat tinggal lain, aku masih punya tabungan yang kusisihkan dari pemberian Danu tiap bulan. Aku bisa menggunakannya untuk mencari tempat yang tidak jauh dari ibu kota, atau kembali ke kota sebelah.


“kamu gapapa Kak..?” tanya Ressa kepadaku..


“Gapapa, cuman sedikit mengantuk..”


“Bukan, maksudku dengan Rega…” ucap Ressa


“ehmm, semalam kami udah baikan…” ucapku lalu tersenyum..


“Ihh bukaann,, maksudku, kelanjutan hubungan kalian,,,” tanya Ressa

__ADS_1


“Ehh..? ehm,,,, “ jadi itu maksudnya adikku,, kutaruh lagi cangkir kopi di meja dan kusandarkan punggungku di sofa.. kutarik nafas dalam dalam.


“soal itu,,Bohong kalau aku bilang baik-baik saja,,berada didekatnya akhir akhir ini adalah suatu bentuk penyiksaan yang sangat menyakitkan bagiku… mungkin aku terlihat baik baik saja saat berada didekatnya, setidaknya aku mencoba untuk kelihatan kuat dan bahagia didepannya. Padahal sebenarnya hatiku hampa merasakan pahitnya kenyataan tidak bisa bersama dengan pria yang aku cintai.”


“Saat berada didekatnya, aku selalu teringat betapa nyamannya saat sedang bersamanya, dia menyayangiku dengan caranya sendiri meskipun hanya dengan sebagian kecil hatinya yang mencintaiku, dia satu satunya pria yang mau menerimaku apa adanya, memahami sisi burukku, seperti sebuah indahnya cinta yang saling mengerti satu sama lain… Meskipun pada akhirnya aku tidak bersamanya, aku tidak menyesal pernah dekat dengan Ega, tidak menyesal pernah mencintainya, dia pria yang hebat dibalik segala kekurangannya… satu satunya penyesalan terbesarku adalah saat aku tidak memperjuangkannya ketika didalam hatinya hanya ada aku seorang… ”


“kaak,,,,” Ressa menggenggam tanganku, mungkin dia melihat mataku yang sedang berkaca kaca..


“Gapapa kok Dek, pada akhirnya Cinta memang tidak bisa dipaksakan… Ega mencintai sahabat baikku,, Meta lebih pantas mendapatkan cintanya Ega, dan aku akan bahagia melihat mereka berdua bahagia..”


“bagaimana denganmu Kak..?” tanya Ressa


“Uhm.. Sementara ini aku akan bertahan dengan perasaanku, aku juga tidak tau sampai kapan akan menahan perasaan ini,, Setelah bisa lepas dari Danu Tua Brengsek itu, mungkin ini saatnya bagiku membuka lagi pintu hatiku untuk pria lain, meskipun tidak bisa menjamin bisa bertemu dengan pria seperti Ega sekali lagi, tapi aku yakin masih ada pria yang sebaik dan setulus Ega..”


“Kamu pasti menemukannya kak….” Ucap Ressa kemudian tersenyum, kubalas senyumannya..


Dok Dok


Kudengar pintu rumah ada yang mengetuk,,, aku langsung berdiri dari sofa dan membuka pintu rumah yang tidak jauh dari tempatku duduk..


Betapa kagetnya aku melihat siapa yang ada dibalik pintu, seorang pria dan dua orang wanita dibelakangnya,, aku tau mereka bertiga adalah teman sekolah adikku dan Ega… pria itu menatapku, aku sama sekali tidak dikasih tau jika dia akan datang,, seorang pria yang bisa kusebut sebagai Cinta Pertamaku,,,,


“Addiitttt…..” teriak Ressa dibelakangku…


Pria itu berpaling dari menatapku dan melihat ke arah belakangku, melihat ke arah Ressa,, dia memajukan tubuhnya, sangking terkejutnya dengan kedatangannya aku sampai tidak menyadari jika aku sedang menghalangi pintu rumah,, saat tersadar aku langsung memiringkan badanku agar dia bisa masuk kedalam rumah,, dan dia baru saja melewatiku tanpa mengatakan apapun kepadaku,,, kulihat dia langsung memeluk Ressa…. Sedangkan aku masih berdiri didekat pintu..


Ya Tuhan,,, kenapa jantungku berdebar seperti ini….

__ADS_1


__ADS_2