Kisah Cinta

Kisah Cinta
AKSI ANGEL


__ADS_3

KEESOKAN HARINYA


14 Jam Setelah Meta dan Dias Diculik


...—POV REGA—...


Kenapa ?


.


Kenapa ?


.


“KENAAAAPAAA…?” Teriakku melampiaskan emosi saat melihat wajahku sendiri di cermin kamar mandi hotel sambil memukul mukul meja wastafel.


Mendengar teriakanku yang cukup keras, Rein langsung masuk kedalam kamar mandi, begitu juga dengan Resty dan Ressa yang berdiri di depan pintu kamar mandi melihatku..


“Dek….” Sapa Rein lirih sambil merangkul lenganku, dia berdiri disebelahku,, menatapku dengan raut wajah menunjukkan empati kepadaku, seakan dia mengerti apa yang aku rasakan…


“Kenapa aku masih tidak berguna Rein? Kenapa aku sama sekali tidak berubah sedikitpun? ”


“aku.. aku masih tidak bisa berbuat apa apa dan terus terusan membiarkan orang orang yang kusayangi dibawa pergi.. aku tidak bisa menyelamatkan Alexa, aku gagal menolong Winry,,, sekarang Meta dan Dias dibawa pergi didepan mataku tapi aku masih tetap tidak bisa berbuat apa apa… kenapa aku masih tetap tidak berguna seperti dulu Rein? Kenapa? kenapa?” ucapku kepada Rein sambil menitikkan air mata, mengutuk diriku sendiri setelah bertahun tahun berlalu aku masih saja seperti anak kecil yang lemah, tidak ada yang berubah.


Rein yang melihatku seperti ini juga ikut meneteskan air mata…


“Dek,, Dengerin aku,, apa yang kamu katakan itu sama sekali tidak benar,,, apa kamu lupa dengan apa yang telah kamu lakukan pada Ressa dan Kakaknya? Kalau bukan karena kamu,, mungkin sekarang mereka masih terbelenggu orang tua itu,, jauh sebelum itu, apa kamu lupa dengan apa yang telah kamu lakukan untuk Ressa saat sekolah dulu? Saat dia diganggu Galih dan gengnya? Atau saat dia kehabisan obatnya..? apa kamu juga melupakan apa yang telah kamu lakukan untuk Winry dan Mira saat kuliah? Kalau bukan karena kamu,, Mira tidak akan jadi seperti sekarang ini,,, setelah semua yang kamu lakukan itu,, kamu masih tetap menganggap dirimu tidak berguna,,? Rega… ingatlah apa yang sudah kamu lakukan untukku, kamu memberikan tujuan dalam hidupku, dan itu sangat sangat berarti bagiku, kamu selalu ada disisiku, kamu membuatku lupa bagaimana rasanya kesepian setelah mama pergi, kamu memberiku alasan untuk tetap bahagia setelah kepergian mama… aku bahagia karena kamu, sampai kapanpun kamu akan selalu berguna untukku,, karena kamu adalah alasan kebahagiaanku..” ucap Rein


Langsung kupeluk erat tubuh kakakku yang sedang menangis,,,dan dia kemudian memelukku,,, Rein begitu tulus menyayangiku. Tak kusangka seperti itu yang dirasakan Rein denganku,, padahal kukira selama ini aku hanya menjadi beban hidupnya.


Beberapa saat kemudian aku dan Rein sudah mulai tenang,, pelukan dari orang yang begitu tulus menyayangiku sungguh bisa menenangkan hati dan pikiran.


“jangan terlalu menyalahkan dirimu sendiri,, kita hadapi ini bersama sama,,, kita harus menyelamatkan mereka,, untuk bisa menyelamatkan mereka,,kamu harus bangkit, jangan biarkan penyesalan membutakanmu,,,karena saat ini Meta dan Dias sedang membutuhkanmu… membutuhkan kita... Oke,,?” ucap Rein


Aku mengangguk, Benar yang diucapkannya,, bukan saatnya untuk menyesali diri sendiri,, masih ada yang lebih penting yang harus dipikirkan,, keselamatan Meta dan Dias… karena jika terjadi apa apa dengan Dias ataupun Meta,, aku akan semakin menyesal,,, ini adalah pertarunganku, aku telah kalah di dua perang sebelumnya, yang akhirnya membuatku kehilangan seorang yang saat itu kucintai, Alexa dan Winry,,, saat ini di perang yang sama,, takkan kubiarkan aku mengalami kekalahan lagi.


sedetik kemudian aku mendengar suara handphone ku berbunyi,,, dengan cepat aku keluar dari kamar mandi mencari asal suara dering handphoneku,, aku berharap ada kejelasan, entah itu dari mereka yang membawa Meta dan Dias ataupun dari kepolisian… tapi setelah kutemukan handphoneku, ternyata yang menelepon adalah Kak Neta…


Fuckk,,,, apa yang harus aku katakan kepada Kak Neta? ****,,****,,,, Rein dengan cepat mengambil handphone yang masih kupegang,,, setelah melihat siapa yang menelepon dia langsung menolak panggilan dari Kak Neta,,, lalu melemparkan handphoneku diatas tempat tidur,,, kemudian dia menggelangkan kepalanya kepadaku.. dia memintaku untuk tetap tenang,,,, aku duduk lemas diatas tempat tidur sambil memegangi kepalaku,,,


“sudah lebih dari 12 jam berlalu… tidak ada petunjuk sama sekali..”


Apa yang sebenarnya mereka inginkan? Atau apa yang akan mereka akan lakukan kepada Dias dan Meta ?.. semakin lama waktu berjalan, aku semakin gelisah mengkhawatirkan mereka berdua… Bahkan semalaman aku tidak bisa tidur,, begitupun juga dengan Rein, Resty dan Ressa.


Semalam setelah aku disadarkan oleh orang orang yang ada di Taman, aku langsung menghubungi Rein,, memastikan dia baik baik saja,, aku takut dia juga menjadi incaran orang orang itu,, ternyata tidak,, namun Rein malah menyusul kesini meskipun aku sudah melarangnya untuk datang dan menyuruhnya agar tetap dirumah karena lebih aman disana,, dia tetap bersikeras berangkat kesini sesaat setelah kuhubungi,, bahkan dia nekat datang kesini memakai motor sportku., karena di rumah tidak ada mobil lagi.. setelah memastikan Rein baik baik saja,, aku menghubungi Resty dan Ressa, mereka juga tidak diincar atau mungkin belum? Semalam aku langsung bergegas menuju kesini, Hotel tempat Resty dan Ressa menginap, menjaga mereka.


Orang orang yang membawa Dias dan Meta juga sempat merusak mobilku yang terparkir di Taman,, entah darimana mereka membuntutiku dan sesampainya di Taman mereka menunggu sampai Meta datang,, aku yakin mereka sengaja menjadikan Meta sebagai target mereka. Dan Dias kebetulan berada ditempat dan waktu yang tidak tepat,, sehingga dia juga ikut dibawa sama mereka… Mereka benar benar merencanakan aksi mereka dengan cermat.


“Kamu yakin mereka adalah orang orang suruhan Danu..?” tanya Rein


“aku sangat yakin,,, pasti ini ulahnya karena dendamnya denganku,,, menjadikan Meta sebagai incarannya adalah bukti dia ingin membalas perbuatanku telah merebut kalian darinya,,,” ucapku menghadap Resty dan Ressa yang berdiri bersebelahan.. yang tidak habis kupikir, kenapa Meta? Dia tidak pernah berurusan langsung dengan Danu,, atau mungkin orang orang itu salah sasaran? Dan seharusnya Rein yang jadi incaran mereka?


“Semua ini salahku, andai saja saat itu kamu tidak membantuku…” ucap Resty lemas merasa bersalah,


“tidak Ress,,masalah ini karena aku,, aku yang telah membuat Danu kesal,,,”


“Masalahmu sekarang jadi masalahku juga Dek,,,” imbuh Rein

__ADS_1


“Masalah kita semua,,,” Ucap Ressa..


“aku akan sangat menyesal jika terjadi apa apa dengan Meta…” ucap Resty sambil meneteskan air mata yang kemudian ditenangkan adiknya,,


Begitu juga denganku Ress… aku juga akan sengat menyesal seumur hidupku jika terjadi apa apa dengan mereka berdua.


“apakah kita harus ke kantor polisi? Mencari tau perkembangannya dan Apa yang sudah mereka lakukan… mungkin mereka sudah mulai menemukan petunjuk keberadaan Meta dan Dias…” ucap Rein


Semalam sebelum aku menuju kesini aku sempat mendatangi kantor polisi terdekat untuk melaporkan kejadian yang kualami,,,


“jika memang benar ini perbuatannya Danu,, kepolisian tidak akan membantu kita… karena Danu itu mempunyai kaki tangan di kepolisian… aku sangat tau akan hal itu..” ucap Resty…


“jadi kita sendirian,,? Dan hanya bisa menunggu orang orang itu menghubungi? Bagaimana jika mereka memang tidak pernah berniat untuk menghubungi kita? Dan,,,,,” kalimat Rein terhenti,


“tidak,,,aku tidak bisa menunggu terlalu lama, kita harus segera melakukan sesuatu,, ,,setidaknya kita harus mencari petunjuk kemana mereka membawa Meta dan Dias…” ucapku memotong kalimat Rein


“Dek,,, Bagaimana mencari mereka di kota sebesar ini,,, ? rasanya … seperti bagaiamana kita bisa menemukan sebuah jarum dari segitu banyaknya tumpukkan jerami,, bisa saja kan mereka tidak berada di kota ini,,,..” Ucap Rein sambil melihat keluar jendela,, melihat view kota ini dari jendela kamar Hotel yang tinggi…


“bahkan malaikat pun tidak tau kemana orang orang itu membawa Meta dan Dias….” Lanjut Rein,,,


Hahh?


Seakan mendapat pencerahan dari apa yang dikatakan Rein, sebuah titik terang tiba tiba muncul dikepalaku yang sejak semalam begitu gelap… aku langsung mencari sebuah nama di handphoneku,,, sial kenapa aku tidak kepikiran dari semalam..


“malaikat mungkin tidak akan tau dimana Dias dan Meta, tapi Hantu mungkin bisa menemukan mereka,,,,” ucapku,, Rein, Resty dan Ressa tampak kebingungan dengan ucapanku,,,


bertahanlah Bee ,, Dee,,, bertahanlah lebih lama lagi.,


“Haloo,, Angel..?”


.


.


...—POV ANGEL—...


“kumohon,,,,hanya kamu yang bisa menemukan mereka.. ” pinta Rega


TUTTTTTTTTTTTTTTTTTTT,


Telepon dari Rega terputus, baru saja bangun tidur, tiba tiba mendapatkan berita kurang baik dari Rega,,, yang kutakutkan akhirnya terjadi, padahal dia sudah kuperingatkan untuk tidak berurusan lebih jauh dengan Danu Wicaksono ataupun bermain main dengannya. Fucccckckkk….untuk bisa membantu Rega, Aku harus segera ke Dome dan mengumpulkan semua orang.


“kumpulkan semuanya… Aku tunggu di Dome sekarang juga,,” ucapku pada temanku Kirana, yang kuhubungi melalui Handphone..


“Semuanya,,? Wait,,, Maksudmu semua member..?” tanya Kirana heran


“Iya semuanya,,,apa aku kurang jelas??”


“Damn Angel,, bukankah ini masih terlalu pagi..? aku belum membuat sarapan untuk suamiku…” ucap Kirana


“berapa kali aku bilang,, jangan sembarangan menyebut namaku di telepon,,, aku gak peduli walaupun masih pagi, pokoknya aku ingin mereka semua ada di Dome sekarang juga.. ini darurat,,”


“uhmmm,, setidaknya biarkan suamiku berangkat kerja dulu,, lalu aku akan berangkat setelahnya….oke?” pinta Kirana


“SEKARANGGGGGG.,,,,” teriakku padanya,.., lalu kututup panggilan dengannya..


Shitt,,,Mentang mentang baru menikah dia ingin memasak sarapan untuk suaminya,,.. marriage… itu juga yang harus kulakukan? Meninggalkan dunia ini?,,uhmm,, jika yang mengajakku menikah itu Rega, baru aku mau meninggalkan dunia hacker,, hihi.

__ADS_1


Karena aku pernah punya perasaan kepadanya, kami pernah sangat dekat karena tinggal serumah… Tapi hatinya lebih menginginkan Winry,,, walaupun pada akhirnya mereka tidak pernah bisa bersatu karena aku… akulah yang menjadi penyebab akhirnya mereka tidak pernah bisa bersama padahal mereka berdua saling mencintai. Mengingat kejadian itu pasti membuat air mataku menetes, sampai sekarang aku masih merasa bersalah kepada Rega terutama kepada Winry.


Apa yang dilakukan Winry adalah pilihan yang telah dibuat olehnya, karena hidup adalah selalu tentang sebuah pilihan kontradiksi. Bagiku menjalani kehidupan tak pernah lepas dari membuat suatu pilihan, seperti kode bineral yang hanya terdiri dari dua karakter “1” atau “0”, seperti yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari hari, antara Ya atau tidak, gelap atau terang, besar atau kecil, salah atau benar, hidup atau mati dan Winry memilih untuk…. Pergi meninggalkan kami semua. Dan aku yang telah menuntun pilihan yang telah dibuatnya. Aku sangat menyesal..


Shtt,,,Bukan saatnya untuk menangisi masa lalu,, tanpa mandi aku bergegas berangkat menuju Dome yang lokasinya tidak jauh dari tempatku tinggal.


.


.


Tidak sampai 20 menit aku sudah sampai disini, rumah mewah bergaya modern ini merupakan markas kami, yang biasa kami sebut FileDome. What? Kalian membayangkan markas kami itu sebuah tempat yang gelap tersembunyi seperti di bunker dalam tanah atau di sebuah kontainer berkarat? Atau di lokasi yang menjauhi keramaian? Hahaha, kalian terlalu banyak menonton film.


Pemilihan Lokasi rumah ini adalah sebagai kamuflase untuk menghindari kecurigaan. Bagi warga sekitar, rumah ini dianggap sebagai tempat hang out wanita wanita cantik dan sexy yang sering mereka sebut grup sosialita. Karena kami sering mengadakan acara bbq di halaman rumah. Tapi sekali lagi, itu semua hanya kamuflase, dengan begitu tidak ada yang mencurigai aktivitas kami yang sebenarnya didalam rumah. Siapa juga yang akan mencurigai apa yang dilakukan wanita wanita cantik, sexy dan manja didalam rumah mewah? Hihi. Karena setidaknya sampai sekarang ini, belum ada yang tau kalau di dalam rumah ini adalah sumber dari serangkaian serangan peretasan yang sudah hampir dua tahun ini kami lakukan. Tentunya kalian sudah tau serangan seperti apa yang biasa kami lakukan seperti yang pernah kukatakan kepada Amelia agen intelijen itu, jadi aku tidak perlu menjelaskannya lagi.


Bicara tentang Ameliaa,,, Beberapa minggu yang lalu kami sempat was was ketika ada seseorang yang diam diam mengawasi kami, dan ternyata mereka dari badan intelijen negara hingga akhirnya memaksa kami untuk tidak bertemu dan berkomunikasi secara sembunyi sembunyi selama berminggu minggu sampai aku memberanikan diri bertemu salah satu dari agen mereka, Amelia yang ternyata teman sekolahnya Rega. Setelah kujelaskan apa yang kami lakukan pada Amel, Sekarang kami tidak takut lagi dengan badan intelijen,, aku juga sudah menyusupkan sebuah virus di sistem mereka yang kutaruh pada Flasdisk yang telah kuberikan pada Amel, sehingga aku tau segala operasi mereka dan kami akan siap jika mereka mengincar kami lagi.


Mungkin terdengar agak aneh ada grup hacker beroperasi secara berkelompok bersama sama di dalam suatu tempat di dunia nyata, tidak seperti kebanyakan grup hacker lainnya yang beroperasi sendiri sendiri dan hanya bertemu dengan sesama kelompoknya untuk saling berkomunikasi di Dunia Maya. Tapi kami sebaliknya, aturan ditempat ini adalah, semua operasi dilakukan disini, bekerja disini dan ketika semua selesai, kami tinggalkan semuanya disini, tidak pernah ada data yang keluar dari rumah ini. bagi kami itu lebih aman untuk kami dan keluarga kami masing-masing.


Sesampainya di Dome kulihat beberapa mobil dan motor sudah terparkir dihalaman, sepertinya mereka sudah pada kumpul. Dan benar saja, 9 wanita cantik dengan berbagai macam latar belakang sudah berkumpul diruang tamu, ada yang masih kelihatan ngantuk sampai tertidur di sofa ada juga yang bete seperti Kirana dan ada juga yang serius menatapku. Ada yang masih memakai baju tidur, ada juga yang sudah kelihatan cetar dengan make up di wajahnya.. dengan aku, total member berjumlah sepuluh orang,, dan kami adalah


The Spectre.


“kenapa sepagi ini sih?” ucap salah satu member,


“tau’.. tanya aja sama dia..” ucap Kirana sebal..


“Angel, aku ada kuliah pagi..” ucap salah satu member yang lain.


“Kakakkkk,, boleh aku tidur aja ya? Semalam aku habis diperkosa dua cowok ganteng….” Ucap jasmine salah satu member yang tengkurap di sofa.. dia pasti habis clubbing semalam.. Jasmine adalah member yang paling Muda,, jika kuceritakan profilnya, kalian pasti akan menangis dan merasa ingin melindungi seorang wanita seperti Jasmine. Kami semua sangat sayang dan peduli padanya.


“Apa yang darurat? Jangan bilang kalau kamu akan mengungkap jati dirimu lagi ke agen intelijen seperti kemarin? Atau mereka sudah tau tentang tempat ini?” tanya Kirana serius.


“Bukaaann iituu,” ucapku sambil duduk disofa diantara mereka..


“lagipula kemarin itu kan karena kita ingin menyusup di markas intelijen melalui Amel. Dan kita sudah berhasil melakukannya… aku terpaksa mengumpulkan kalian sepagi ini,, waitt,, ini sudah hampir jam 11 siang,, kalian masih menyebut ini pagi hari..? dasar kalian ini…..huh. ada seorang teman yang membutuhkan bantuanku,, aku harus membantunya karena aku berhutang padanya.. kuminta kalian juga membantuku,, karena ini tentang keselamatan dua orang wanita,,,dan,,,,, waktu kita tidak banyak.…” jelasku kepada mereka,, seketika wajah mereka jadi serius setelah mendengar penjelasanku,,


“uhhmm,,, oke,,lanjutkan..” balas Kirana


“jadi gini…..”


.


.


Setelah kujelaskan kepada mereka situasinya persis seperti yang diceritakan Rega tadi ditelepon, kami semua mengatur rencana dan strategi apa yang harus kami lakukan untuk bisa menemukan kedua temannya Rega. Teman? Entahlah siapapun kedua wanita itu,, yang pasti Rega sangat khawatir kepada mereka berdua. Tak butuh waktu lama, akhirnya kami semua sepakat…. Tidak lama setelah berdiskusi, tujuh member bergegas berangkat menuju kota sebelah menggunakan dua mobil dan membawa beberapa perlengkapan yang diperlukan,sedangkan aku dan Kirana tetap berada di Dome bersama dengan Jasmine, dia masih hangover karena semalam, jadi dia tak kubiarkan ikut ke kota sebelah.


Kami bertiga langsung menuju ruang tengah Dome yang merupakan tempat kami “Bekerja”, didalam ruangan ini terdapat berbagai macam piranti canggih yang mempermudah aksi aksi kami, dipenuhi dengan komputer dan satu sisi dinding ruangan ini terdapat layar besar, Sangat besar dan beberapa layar ukuran kecil di sisi sisinya, Oiya, Rumah ini juga bisa disebut sebagai rumah pintar, karena rumah ini dirancang mempunyai sistem otomatisasi untuk mengintegrasikan semua sistem, semua bisa dilakukan hanya melalui sebuah tombol di gadget kami,, mulai dari menyalakan lampu, menyalakan televisi, mengisi air bathub, membersihkan kolam renang, memanaskan air dan lain sebagainya,, mirip mirip rumahnya Om Tony Stark,, hihi. Dibantu dengan kecepatan internet yang mumpuni, kami semua bisa melakukan aksi aksi kami dengan nyaman tanpa suatu kendala berarti.


Oke kembali ke rencananya, Kami yang tersisa di Dome akan melakukan peretasan pada beberapa cctv keamanan di kota sebelah yang terpasang disekitaran Taman dan diwaktu yang tadi disebutkan Rega. Membobol jaringan Kamera CCTV keamanan kota bukanlah hal yang sulit bagi kami. Melalui rekaman CCTV itu kami mencari mobil van dengan ciri ciri yang tadi disebutkan Rega. Jadi kami bisa tau kemana kira kira Van itu pergi atau mungkin kami bisa tau dimana van itu berhenti.


“uhmm,, Ini mobilnya…?” ucap Jasmine sambil tetap melihat layar monitor didepannya, aku dan Kirana langsung menghampiri mejanya,,,


“Sepertinya memang itu mobilnya,,,,” persis yang disebutkan Rega, di layar monitor itu terlihat sebuah mobil van yang tiba tiba masuk ke dalam taman,, tapi kami tidak bisa melihat apa yang terjadi di dalam taman karena didalam Taman tidak terpasang CCTV.


“Cepetin waktunya ….” Perintah Kirana pada Jasmine,, Jasmine segera mempercepat rentang waktu rekaman cctv dan terlihat mobil van itu keluar dari taman..


Kami ikuti jejak mobil van itu dengan men-tracking beberapa CCTV di jalan yang dilalui mobil van tersebut setelah keluar dari Taman,

__ADS_1


Kami tidak bisa mengikuti jejak sampai dimana mobil itu berhenti karena terbatasnya CCTV. Tapi yang penting kami tau kemana arah mobil van itu pergi, yaitu ke arah utara Kota sehingga kami bisa mempersempit area pencarian. Selanjutnya adalah tugas ketujuh teman kami yang sedang dalam perjalanan ke kota sebelah. Aku menginfokan ke mereka agar sesampainya disana, untuk segera menuju ke bagian utara kota.


__ADS_2