
DIMALAM YANG SAMA KETIKA REGA BERTAMU DI KOST KAK NETA DAN ADIT KETEMU ALEXA. SEMENTARA ITU DITEMPAT LAIN….
...—POV RESSA—...
Mataku memandangi air hujan yang sampai malam ini masih turun membasahi bumi tempat aku berdiri saat ini.. walaupun malam hari, masih bisa Kulihat air hujan itu berjatuhan di bawah sinar lampu jalanan.
Aku julurkan tanganku,
Tes
Tes
Tes
Sambil terpejam kurasakan rinai air hujan menyentuh telapak tanganku.
Malam ini Aku sedang berdiri didepan sebuah toko kue di area pertokoan tidak jauh rumahku. Sudah hampir setengah jam Aku berdiri disini menunggu seseorang, setelah siang tadi aku janjian dengannya untuk bertemu di tempat ini. Kulihat orang orang lalu lalang berjalan dengan cepat setelah keluar dari mobil agar air hujan tidak terlalu banyak membasahi tubuh mereka.
Aku kadang bingung dengan orang-orang, banyak yang bilang menyukai dan merindukan hujan.. , tetapi ketika hujan tiba, mereka selalu berlindung dibawah payung, memakai mantel dan berteduh dibawah atap sambil memaki dan mencaci hujan yang tak kunjung berhenti.
Nyatanya Mereka tidak benar benar menyukai hujan,,
Terkadang memang orang-orang tidak jujur dengan perasaan mereka sendiri, Sama seperti kejadian tadi pagi, ternyata selama ini Alexa tidak benar-benar mencintai sahabatku yang sudah kuanggap seperti kakak, Rega. Alexa mengatakan dengan tegas kalau selama ini dia tidak mencintai Rega dan hanya memanfaatkan Rega untuk membalas Amanda. Shock dan kaget yang kurasakan saat melihat langsung kejadian tadi pagi. .. Aku sedih melihat Rega, aku marah Rega diperlakukan seperti itu. Padahal selama ini Rega mati²an mencintai Alexa, dia selalu membela cinta Alexa kepada orang² yang ragu dengan ketulusan cintanya,,,, aku bisa merasakan betapa hancur dan sakitnya perasaan Rega mengetahui cintanya Alexa selama ini hanya pura-pura kepadanya. tidak kusangka Alexa bisa sejahat itu kepada Rega.. Rega Juga sih… aku kadang gemes dengan si culun itu karena jadi cowok terlalu polos.. huftt…. Akibatnya dia begitu mudah dibohongin Alexa..
Aku harap Rega tidak terlalu larut dalam kesedihannya, cewek sejahat Alexa tidak pantas untuk ditangisi. Kalau perlu sekalian balas perbuatan Alexa kepadanya.. masa’ dia mau begitu saja diperlakukan seperti itu sama Alexa…
Tapi….
Rega tetaplah Rega.. palingan dia hanya akan menerima dengan lapang dada dan kebesaran hatinya meskipun sudah diperlakukan sejahat itu…
“Huff.,, Aku jadi Gak Rela….”
Biarlah, Yang penting dia segera ceria kembali seperti semula, tidak perlu lagi mempedulikan orang orang yang jahat kepadanya.. seperti hujan.. hujan akan tetap turun,. Hujan tidak peduli dengan omongan orang yang tidak menyukainya, hujan masih akan tetap turun untuk siapapun yang membutuhkan kehadirannya..
“Aku membutuhkanmu….” Ucapku dalam hati
Kuambil botol obat kosong yang masih kutaruh di dalam tas kecil yang saat ini kubawa. Obat obat ini lebih cepat habis dari yang kukira, bahkan sudah habis sejak dua hari yang lalu. Semalam tidak bisa kuhindari rasa sakit yang terasa begitu menyakitkan menyerang kepalaku, tanpa obat itu aku hanya bisa menahan rasa sakitnya dengan air mata dan kekuatan untuk bertahan hidup.
__ADS_1
Bertahan hidup ?
Ya.. aku masih ingin hidup.. aku ingin sembuh… Rega telah menyadarkanku untuk tetap bertahan demi orang² yang peduli denganku.. aku ingin tetap hidup demi kedua kakakku.. Rega dan Resty…. Aku tidak akan menyerahkan begitu saja hidupku pada monster ini… demi mereka…
Karena alasan itulah saat ini aku berdiri disini daritadi, aku sudah memutuskan mencari uang sendiri untuk membeli obat itu. Paling tidak, aku bisa hidup lebih lama lagi untuk memikirkan bagaimana mencari uang lebih banyak lagi agar aku bisa sembuh…
Rega pernah berjanji padaku untuk berusaha mencarikan uang itu agar aku bisa menebus obat-obat itu sebelum 2 minggu.. dasar.. si culun itu tetap aja sok²an jadi pahlawan….. tapi ini sudah hampir 2 minggu dan tidak ada tanda² Rega akan mendapatkan uang itu, malah dengan adanya kejadian tadi pagi, semakin kecil kemungkinan Rega untuk mendapatkannya..
Apakah dia lupa dengan janjinya?
Aku tidak pernah bertanya padanya ataupun mengingatkan dia akan janjinya padaku… meskipun dia lupa juga tidak apa².. Aku sadar diri, ini masalahku… Dia tidak berhak susah susah memikirkan masalahku.. aku tidak mau merepotkan dia ataupun orang lain… sebaiknya saat ini dia memikirkan masalahnya sendiri.. masalah dengan kakakknya.
Ehm… Pasti Rega akan marah padaku saat tau aku akan melakukan hal ini.. tapi ini satu satunya cara dan dia tau itu. kalau dia masih aja marah.. biar nanti aku beri service spesial untuknya… Hihihi… Dia pasti suka dan gak marah lagi.. hahaha.. dan aku sangat senang melakukan dengannya, meskipun lagi² bukan untuk yang pertama kali dengannya..
“lama banget sih…..” ucapku sebal…
Aku masih mengamati orang² yang berlalu lalang disekitaran komplek pertokoan ini.. beberapa cowok memandang cukup lama kepadaku saat mereka melintas didepanku.. mungkin yang ada di pikiran mereka :
“siapa bidadari cantik yang sedang berteduh itu. . kecantikannya bagaikan kehangatan ditengah tengah dinginnya hujan…”
Hihihi…Atau
Hihihihi…
Ahh.. Tapi Gak mungkin seperti itu yang ada dipikiran mereka.. mereka pasti mikirnya. :
“montok banget tu cewek….”
Yap.. pasti seperti itu yang ada dipikiran mereka.. huff….
Kualihkan pandanganku ke belakang, ke arah kaca toko kue,, deretan bermacam macam aneka kue berbagai jenis dan rasa dipajang. Bikin ngiler,,,,
Beberapa menit kemudian sebuah mobil sedan berwarna hitam datang dan parkir tepat didepan toko kue ini… Dan yang mengendarainya adalah seseorang yang daritadi aku tunggu kedatangannya,,, akhirnya dia datang juga.. dia keluar dari mobilnya dan berjalan menuju kearahku…..
“lama banget sih…? Dingin tau’… ” ucapku sebal padanya..
“iya Maaf.. Macet banget tadi.. ..” ucap Galih
__ADS_1
Hmm? Tumben dia bilang maaf..?
“bagaimana..?”
“Dia menolak karena harga yang kamu sebutkan terlalu besar.. 3 kali lipat dari biasanya… ” ucap Galih
“yaaaahh……” aku kecewa mendengar berita darinya…
“tapi aku meyakinkannya, kukatakan padanya kalau harga segitu layak, aku mengatakan kalau kamu tidak akan mengecewakan….. Dan.. akhirnya dia mau…” sambung Galih
“hahh..? Serius….?.”
pandangan matanya tajam melihatku… lalu tangannya masuk kedalam tas yang dibawa bersamanya. dia mengeluarkan bungkusan kertas berwarna coklat dan memberikannya padaku.
“itu setengah dari yang kamu minta.. sisanya akan dia berikan langsung saat bertemu denganmu…” jelas Galih
Hmm..? Jadi bungkusan tebal segenggaman tanganku ini isinya uang…? Dengan uang sebanyak ini seharusnya aku bisa membeli stok obat untuk setahun kedepan….
“belilah pakaian baru, kamu harus kelihatan sempurna saat bertemu dengannya sabtu nanti….” jawab Galih
“iya….”
Tiba² Galih menggenggam kuat pergelangan tanganku… Aku sampai kaget…
“jangan mengecewakan orang itu, dia bukan orang sembarangan… namaku juga dipertaruhkan disini..” tegas Galih
Kulihat dia sangat serius mengatakannya, dia benar² takut dengan orang itu.. orang yang akan membeli perawanku.
“iya.. Iya.. jangan khawatir, dia tidak akan kecewa denganku.. kamu tau sendiri bagaimana keahlianku…” Galih menggelengkan kepalanya,
“bersikaplah seperti cewek SMA pada umumnya,, jangan tunjukkan padanya kalau selama ini kamu mencari uang dengan tubuhmu.” ucap Galih
Hmm..?
“kamu sudah membantuku.. apa yang bisa kulakukan untuk membalasnya.? di dekat persimpangan itu ada hotel,…”.
Aku yakin dia tau maksudku… Dia tidak butuh uang, uangnya sudah banyak… Satu²nya yang bisa kulakukan untuk membalasnya adalah dengan tubuhku.. Aku rela melayaninya, karena dia sudah berusaha membantuku..
__ADS_1
“Aku tidak akan melakukannya lagi denganmu.. temani aku makan kue….” jawab Galih
Eh..? Galih menarik tanganku masuk ke dalam toko kue ini… kenapa dia tiba² seperti ini? Mungkinkah sikapnya kepadaku langsung berubah 180 derajat setelah kuceritakan tentang penyakitku…? senakal nakalnya Galih, ternyata dia bisa tersentuh dengan kisah hidupku… hihihi… gemess… Galih itu sebenarnya tampan.. cuman dia nakal..