Kisah Cinta

Kisah Cinta
PELABUHAN TERAKHIR 2


__ADS_3

...—POV REGA—...


Meta masih terdiam setelah mendengarkan alasanku malam itu lebih memilih menyelamatkan Dias..


“Dan berhentilah mengatakan dia lebih sempurna darimu,,, Bee dengarkan aku,, aku tidak tau seperti apa tolak ukur seorang wanita sempurna,,, Biarpun semua pria di dunia ini mengatakan kalau wanita sempurna itu seperti Dias. aku sama sekali tidak peduli dengan itu.. aku lebih memilihmu daripada Dias,, akan akan terus memilihmu saat semua wanita tiba tiba mendatangiku,, tanpa ragu, tanpa henti, dalam setiap hembusan nafasku,,sampai kapanpun aku akan terus memilihmu, Karena aku mencintaimu”


“Dan aku lelah mencintai sesuatu yang tidak nyata, aku tau kamu masih mencintaiku,,Apa kamu juga tidak lelah menjadi seorang pecinta tanpa memiliki cintamu yang sesungguhnya,,? Aku ingin kita menjadi nyata,,,”


“Egoislah untuk cintamu, egoislah untuk kebahagiaanmu sendiri tanpa perlu memikirkan Dias atau siapapun,jadilah dirimu sendiri..”


Kupegang kedua tangannya…


“Bee. Kumohon Berikan aku kesempatan sekali lagi, berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahanku,, aku tau cintaku masih banyak kekurangan, aku ingin kamu sempurnakan cintaku dengan cintamu,,,”


Meta masih hanya terdiam, kami saling beratatap mata,, meskipun dia sedang memakai kaca mata gelap,, aku tau dia sedang melihat mataku,, semoga dengan menatap mataku, dia bisa tau kalau aku benar benar menyesal telah membuat hatinya terluka, dan semoga dia bisa melihat ketulusan cintaku kepadanya agar dia memberiku kesempatan sekali lagi. Setelah itu akhirnya dia membuka suara..


“satu hal, tidak ada rahasia lagi…” ucap Meta lirih..


Aku mengangguk..


“No More Secrets, I promise.. akan kubacakan semua rahasia dan semua……” belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, tiba tiba Meta memelukku..


“Aku kangen kamu Bee,,” ucap Meta dipelukanku sambil terisak,, kusambut pelukannya.. akhirnya, akhirnya aku bisa memeluknya lagi,,kali ini bukan bayangannya.


“Aku juga sangat merindukanmu,,,” ucapku lirih sambil memeluknya dengan erat


“lain kali jika pergi lagi, tinggalkan pesan kemana kamu akan pergi,, agar aku bisa lebih cepat menemukanmu,,, dan satu hal lagi,, jangan pernah memutuskan hubungan kita lagi,, atau hal buruk akan terjadi lagi denganmu atau denganku,,, sudah dua kali kamu memutuskan hubungan ini dan kita selalu mengalami kejadian yang mengerikan setelahnya… “


Mendegar ucapanku Meta mencubit pinggangku…. Memang kenyataanya seperti itu, Meta kecelakaan saat memutuskan hubungannya denganku pertama kali,, kedua kalinya dia ingin mengakhiri hubungan ini,, dia diculik dan aku harus merasakan rasanya tertembak peluru., memang aneh bagaimana hal seperti itu bisa terjadi..


“Bee,, seberat apapun masalah yang akan kita hadapi nantinya, berjanjilah kamu tidak akan pernah menyerah denganku,, kamu takkan menyerah dengan hubungan kita,,, dan apabila suatu saat takdir perpisahan mendatangi kita, bersama sama kita akan melawannya!! Kalau perlu kita akan lari sejauh mungkin darinya, sampai takdir perpisahan menyerah dan tidak akan bisa memisahkan kita,, karena kamu adalah seluruh masa depanku,, aku ingin selalu bernafas disampingmu, akan kuberikan semua cintaku hanya kepadamu, aku akan menjagamu, dan selalu peduli denganmu,,,”


“Dan aku berjanji,, Setelah ini aku akan membuatmu menangis dengan air mata kebahagiaan…”


Meta semakin memelukku erat,,


“So… Maredta Filia Queen..”


“Will you marry me?”


Meta melepasakan Pelukannya, dia tersenyum memandangku.. aku menantikan jawabannya…


“Berjuanglah sekali lagi,,, Kalau kamu bisa menangkapku, kamu boleh menikahiku,,,!!” ucap Meta..


Hahhh?


Kemudian dia berbalik badan,, dan sedetik kemudian dia berlari menjauhiku… Oh Sial,, Meta berlari riang diatas pasir pantai yang basah.. Takkan Kubiarkan dia pergi lagi dariku,,,,, tak butuh waktu lama aku langsung berlari mengikutinya dan bisa dengan cepat menyusulnya,, kemampuan berlarinya tidaklah sehebat melarikan dirinya berbulan bulan, hingga aku bisa menangkapnya, dan dari belakang aku bisa melingkarkan lagi lenganku di kulit tubuhnya yang mulus, sesudah itu, aku melingkarkan cincin berlian di jari manisnya dan kami berciuman setelahnya.


.


.


Masih dihari yang sama, ditempat yang sama diwaktu senja. Aku dan Meta sedang duduk di sebuah kursi pantai yang banyak tersedia di pinggiran pantai, kami berpangkuan sambil menikmati suguhan sunset yang begitu eksotis,, kudekap tubuhnya dari belakang dan kuusap lembut perutnya yang langsing. Meta sedang menyandarkan tubuhnya didadaku.. Sesuai janjiku kepadanya,aku akan mengatakan semuanya tentangku dan semua rahasia yang kusimpan darinya.


“uhm, sebenarnya aku tidak suka kopi buatanmu,,, terlalu manis” ucapku padanya,,,


Meta tidak bisa menahan tawanya ketika aku mengatakan itu,, aku bisa merasakan getaran tubuhnya ketika dia sedang tertawa.


“Hahaha,,maaf maaf.. aku memang payah didapur,, tapi aku janji akan mulai belajar memasak,, dan suatu saat nanti aku akan memasakkan masakan yang sangat enak buat kamu,,,“ balas Meta


“kamu bisa belajar dengan Rein…”


“hmm oke, , Rein bagaimana kabarnya? kakinya sudah sembuh?” tanya Meta


“Kamu tanya lukanya kakinya Rein, tapi sama sekali tidak tanya keadaanku…. Padahal lukaku paling parah.. kenapa kamu juga tidak pernah menjengukku,,?”


“ehm, meskipun saat itu kamu sedang terluka, tapi kenyatannya aku yang paling merasakan sakitnya., aku merasa, berada di dekatmu hanya akan membuat luka yang kuderita semakin parah… ” ucap Meta


Kukecup kepalanya, kudekap lebih erat tubuhnya..


“kamu sudah sembuh? Apa kamu masih sakit?” tanya Meta sambil memegangi tanganku yang ada diatas perutnya.


“rasa sakit karena Luka tembak yang kuderita tidak ada apa apanya dibandingkan dengan penderitaan tanpamu Bee…”


“Hmmmmmm,,” dia memandangku,, lalu mengecup bibirku sekali. Lalu dia menyandarkan kepalanya didadaku lagi.


Bicara tentang Rein, Kurasa ini saatnya aku mengatakan yang sebenarnya tentang hubunganku dengan kakakku itu kepada Meta.


“Beee,, selama hidupku, sudah banyak wanita yang tidur denganku,,,,” ucapku padanya,,, Yap, aku sudah banyak meniduri wanita yang berbeda,, paling banyak ketika masa masa kuliah.


“itu bukan Rahasia lagi,, Kamu pikir aku tidak bisa menebaknya sejak pertama kali bercinta denganmu..?” ucap Meta


“Salah satunya dengan Rein..”


Meta begitu terkejut dengan pengakuanku. Dia sampai menegakkan badannya, lalu menatapku tajam..


“BEEEE ??” Meta terlihat sangat syok…


“Bee tenang dulu,, aku tau apa yang ada dipikiranmu,,, tapi kamu sudah tau kan kalau dia bukan kakak kandungku,, jadi,,,,”


“Kapan terakhir kali kamu melakukan dengannya…?” Meta memotong ucapanku.


“uhm,, sekitar dua minggu yang lalu….” Ucapku lirih,,


“bahkan saat kita,,,? Oh shittt…” ucap Meta kaget

__ADS_1


“Bee,, hubunganku dengan dia cuman sebatas pemuas kebutuhan biologis kami,, tidak lebih,,, oke aku tau itu sangat berlebihan,,,, Aku berjanji tidak akan melakukan dengannya lagi,,,”


Meta terlihat lemas,, apakah dia akan marah lagi?


“Aku sudah curiga dengan kedekatan kalian,,, pria mana yang bisa menahan godaan tubuhnya Rein yang seksinya gak ketulungan,, apalagi kamu yang tiap hari bersama dengannya sejak kecil,,,” ucap Meta


Meta memalingkan wajahnya, dia melihat ke lautan yang mulai menguning di bawah sorot matahari senja .


“Bee? Aku tau itu salah,,, aku tidak akan melakukannya dengannya lagi..“ Meta masih tidak bergeming,,,


“Aku juga punya rahasia yang perlu kamu tau,,,” ucap Meta,, lalu dia memandangku lagi.


“Bee,, aku Lesbi….” lirih Meta


“Whaattt? Maksudmu kamu suka cewek..? sejak kapan?”


Gantian Meta yang membuatku terkejut dengan pengakuannya,, apakah dia seperti itu sejak berada disini? Secepat itu orientasi seksualnya berubah?


“Aku masih seorang wanita normal yang suka dengan pria kok Bee,,uhm, bagaimana aku menjelaskannya ya,, aku punya seorang sahabat wanita yang sudah kukenal sejak lama saat kuliah, dulu kami selalu bersama, karena kedekatan itulah aku dan dia jadi terikat secara emosional sampai akhirnya terikat secara seksual,, diatas tempat tidur, kami tidak hanya sekedar tidur bersama, kami melakukan hal yang lain…. tapi kami tetap suka dengan cowok, kami punya pasangan masing,, bahkan saat itu dia sudah punya suami,,,” jelas Meta


“Hahh? Suami? Jangan-jangan,,,,”


“ya,, Resty,,,,,” balas Meta


“Astaga,, jadi kalian…?”


Tidak kusangka Meta dan Resty punya hubungan seperti itu,, ohshitt,, aku jadi terbayang apa yang dilakukan Meta dan Resty diatas tempat tidur seperti yang pernah dilakukan,,tunggu dulu,, Apakah Meta tau kakaknya juga seorang Lesbi? Atau biseks, atau apalah itu namanya… karena Kak Neta juga punya hubungan spesial dengan Kak Fanny,, ckckck Ternyata kakak beradik mempunyai orientasi seksual yang sama,,, apa mungkin keturunan ya?


“Cuma Resty satu satunya wanita yang bisa membuatku bergairah,, tapi belum lama ini aku melakukannya dengan wanita lain,, dan wanita itu adalah…” kalimat Meta terhenti


Meta masih terdiam,, belum meneruskan kalimatnya. Dia memandangku,,, aku semakin penasaran dibuatnya. Siapa? Seseorang yang ditemuinya di Pulau Dewata ini? atau malah dengan Kak Neta?


“Rein….”


Aku langsung merasa disambar petir ratusan juta watt, lalu tergulung gulung oleh ombak ditengah lautan dan dihempaskan badai ganas setelah mendengar pengakuan Meta.


“Ka,,kamu tidak sedang sedang bercanda kan Bee..?” dia menggelengkan kepalanya pelan.


“Aku juga kaget sepertimu waktu dia bilang kepadaku kalau dia pernah berhubungan dengan seorang wanita sebelumnya.. kami melakukannya saat pertama kalinya kamu mengajakku datang kerumahmu, setelah ribut ribut tentang Galih.. terserah kamu mau percaya atau tidak, Rein yang menciumku pertama kali..” ucap Meta


Astaga,,


“Rein pernah berhubungan dengan wanita lain sebelumnya? Siapa? Sejak kapan?”


Dan kenapa aku sama sekali tidak tau akan hal itu. Aku tidak pernah tau Rein dekat dengan seorang teman wanita sebelumnya. Atau mungkin saat dia kuliah? Saat dia tinggal di asrama mahasiswa… aku taunya dia berpacaran dengan beberapa pria saat dia masih kuliah.


“Dia hanya menceritakan sedikit pengalamannya, kalau kamu ingin tau lebih banyak, kamu tanya aja langsung kepadanya.. aku berharap dia tidak marah denganku karena menceritakan rahasianya kepadamu..” ucap Meta


“Ya,, aku harus bertanya langsung kepadanya. Selama ini dia memang enggan bercerita urusan pribadinya kepadaku,..”


Sesudah itu Perbincangan kami masih berlanjut sampai malam, kami berbincang sambil berjalan diatas pasir pantai. aku dan Meta saling berbagi rahasia kami masing masing, kami saling terbuka satu sama lain tentang keburukan kami, apa yang kami suka, apa yang tidak kami suka. Aku menceritakan semua kepadanya tentangku tentang semua wanita yang cukup lama mengisi hidupku atau wanita yang hanya sebentar saja mewarnai hidupku. Aku ceritakan kepadanya tentang Rein, Dias, Linda, Resty, Alexa, Ressa, Amel, Mira, Winry, Kak Fanny, Angel, dan wanita wanita lain saat aku masih kuliah. Walaupun ada rahasia yang masih kusimpan dan masih belum bisa kukatakan kepadanya atau akan kusimpan selamanya hanya untuk diriku sendiri yaitu tentang aku telah bercinta dengan Dias. Seperti permintaan Dias kepadaku untuk tidak mengatakannya kepada siapapun. Dan juga beberapa rahasia lain tentang Kak Neta dan Kak Fanny, aku masih ragu mengatakan hal itu kepadanya. Lalu tentang idenitasnya Amel.


Meta berpindah dari awalnya sebelahku kini berhadapan denganku. Dia memandangku…


“Aku sudah tidak peduli dengan masa lalumu… aku hanya perlu menerimanya. Sekarang bagiku, kamu adalah seluruh masa depanku.. mulai saat ini, bersama sama kita rangkai kenangan masa kini yang indah untuk cerita di masa depan..” ucap Meta


Kupandang wajahnya dengan senyuman,


AL… aku menemukannya,, aku telah menemukan kebahagiaanku.


Meta mendekatkan wajahnya yang cantik ke wajahku, sedikit menjinjit.. lalu dia berhasil mendaratkan bibirnya ke bibirku.. disaksikan kemilau jutaan cahaya bintang diangkasa dan suara deru ombak serta angin pantai yang berhembus lembut diantara kami berdua, kami berciuman mesra selama beberapa saat.


Seperti yang kuharapkan, dia masih mau menerimaku setelah kukatakan semua rahasiaku, dan bersedia berdamai dengan segala kekuranganku. Aku berjanji kepada diriku sendiri, bahwa aku akan berusaha untuk tidak menyakiti perasaan wanita yang sedang kurasakan bibirnya yang lembut ini. Karena dia begitu tulus mencintaiku, rela menderita karena mencintaiku, ikhlas menyakiti hatinya hanya untuk kebahagiaanku. Aku bisa merasakan, kalau Meta adalah cinta sejatiku.


“Setelah ini,, apa yang ingin kamu lakukan? Masih ingin keliling Dunia? Paris? Aku akan menemanimu…” ucapku padanya setelah selesai berciuman,, dia menggelengkan kepalanya..


“Let’s go HOME..” Ucap Meta lalu tersenyum.


.


.


.


SATU BULAN KEMUDIAN


Apakah ini adalah akhir? Bukan, ini bukanlah akhir. Bagiku dan Meta ini adalah adalah suatu awal baru kisah kami berdua. Karena ending dalam sebuah kisah merupakan awal baru dari cerita yang lainnya. Jika bisa kukatakan, semua rangkaian peristiwa yang telah terjadi diantara aku dan Meta hanyalah sebuah prolog dari cerita kami yang sebenarnya. Ini adalah lembaran baru kami berdua. Seperti yang pernah kukatakan, apapun masa lalu kita, akan selalu ada kesempatan untuk membuka lembaran baru. Seburuk, sekotor, sejelek, sekucel apapun lembaran lembaran sebelumnya, akan selalu ada lembaran selanjutnya yang masih baru, putih dan bersih. Untuk itu, pada lembaran baru kali ini akan kupastikan untuk mengisinya dengan tulisan tulisan yang baik dan akan kuhias seindah mungkin dengan cinta dan kebahagiaan. Dan senangnya, kali ini wanita cantik yang sedang duduk di sebelahku yang sedari tadi memandangku ini yang akan menemaniku mengisi dan menghiasi lembaran lembaran itu.


Sambil tetap fokus menyetir, aku melihat Meta yang masih saja menatapku dari tadi.


“Ada apa dengan tatapanmu itu…?” tanya Meta..


“Kamu cantik sekali pagi ini,,” pujiku.


Meta tersenyum lalu tangannya memegang wajahku, mengusap rambut dan pipiku, kemudian….


“Aduhh,, aduuuhh,, Bee,, sakit tau’…” tiba tiba saja dia menjewer telingaku.


“kita sudah bersama di mobil ini selama satu jam,, kamu baru mengatakannya sekarang? Mikirin siapa kamu daritadi,,? Huh?” ucap Meta


HAdeeeh, sadisnya kumat, padahal aku sudah memuji kecantikannya.


“Ga mikirin sapa sapa Bee,,sueer” jawabku..


“Sadis banget sih jadi cewek,,” ucapku lirih, sambil melihat kedepan..

__ADS_1


“kamu barusan bilang apa..?” ucap Meta sambil melotot


Gawat,, dia denger yah? Bisa kenak gampar nih..


“Aku tadi bilang kalau aku mencintaimu sayang…”


“Ohh,, love you to Bee…” balas Meta


Cup, dia mengecup pipiku sekali.. hihi


Ya begitulah, meskipun terkadang sadisnya ga ada obatnya, tetapi aku sangat sangat mencintainya. aku begitu bahagia bisa bersamanya lagi. Sepulang dari Pulau Dewata, aku lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengan Meta, menginap di apartemennya. Beberapa kali aku pulang ke kota sebelah, Meta juga pernah ikut bersamaku untuk bertemu bunda dan Papa. Dan kali ini setelah Dua minggu tidak pulang, aku dan Meta sedang dalam perjalanan menuju kota sebelah, ke rumahku. Karena malam ini dirumah akan diadakan pesta ulang tahunnya Rein, beberapa teman telah diundang termasuk Dias dan yang lainnya.


Sesampainya di kota sebelah kami tidak langsung menuju rumah, Meta mengajakku mengunjungi makamnya Alexa. Aku sempat kaget dengan ajakannya itu, tapi aku sama sekali tidak keberatan karena aku juga sudah lama tidak mengunjungi makamnya Alexa. Begitu sampai di makamnya Alexa, Meta langsung duduk jongkok disebelahnya, memegang batu nisannya dan mengusap tulisan nama ‘Alexa Kyla Valerie’ diatasnya.


“Hai AL…” sapa Meta


“Bagaimana kabarmu disana? Pasti disana Tuhan menjagamu dengan baik,, uhmm sorry jika kamu merasa kalau aku ini sok akrab, sok kenal.. Tapi meskipun kita belum pernah saling kenal, Percayalah, aku sangat ingin mengenalmu… kamu tau kenapa? karena Aku sudah banyak mendengar cerita tentangmu, dari Rega, Rein, Kak Neta dan dari orang orang yang dulu mengenalmu,,, semuanya kompak mengatakan kalau kamu adalah sosok wanita yang sangaaaaat cantik, dewasa, wanita tangguh berhati malaikat, meskipun bukan superhero tapi kamu adalah seorang pahlawan yang begitu berani, pengorbananmu yang begitu besar di kehidupan Rega dan Rein sangatlah luar biasa,, Rega juga pernah mengatakan kalau kamu adalah wanita terhebat yang pernah mencintainya,,, hanya dari mendengar cerita tentangmu, aku bisa memastikan kalau kamu adalah wanita yang sempurna terutama bagi Rega. AL.. bisakah aku menjadi sepertimu? Menjadi wanita yang selalu tulus mencintai Rega sampai akhir hidupku. Bisakah aku sekuat kamu? Yang selalu tersenyum dengan tulus didepan Rega saat dia berbuat jahat kepadaku atau saat aku lelah dengan hari hariku. Bisakah aku setenang kamu? Yang bisa menahan amarah saat aku kesal dan kecewa karena perbuatan Rega dan langsung bisa memaafkannya. AL.. Mungkin aku tidak akan pernah bisa menjadi wanita sepertimu. Tapi aku akan berusaha melakukan yang terbaik untuk menjadi wanita sepertimu, Demi Rega… aku mencintainya AL.. Rega juga bilang kalau dia mencintaiku,,, Lihattt!!, dia sudah melamarku, dan memintaku untuk menjadi pendamping hidupnya,, meskipun dengan caranya yang agak berlebihan…” ucap meta sambil memegang cincin di tangannya.


“tapi kamu menyukainya kan,,,!” aku menyelah dari belakang,,


“Issshhh.. ya mungkin aku menyukai cara dia melamarku AL… tapi Cuma sedikit… Kamu diem dulu bisa gak sih Bee?” Ucap Meta kesal sambil menoleh kebelakang.


“AL., jika kamu tidak keberatan,, izinkan aku mendampingi Rega, aku membutuhkan pria seperti Rega untuk masa depanku dan dia akan menjadi pria yang tepat untuk anak anakku nanti.., Aku sangat yakin Rega adalah pria terbaik dalam hidupku. Dan aku tidak akan menemukan pria lain sepertinya di luar sana. Dia selalu menunjukan perhatian yang tidak pernah aku dapatkan dari pria lain. Dia juga menjadikan aku sangat istimewa di hadapan banyak orang.. Dia lebih dari sempurna di mataku, bersama sama kami akan saling menyempurnakan..” ucap Meta


Hmmm Meta, ada apa dengannya hari ini? secara tidak langsung dia seperti sedang memujiku.


“Sepertinya sudah cukup untuk kali ini,, aku janji akan sering sering mengunjungimu..” ucap Meta


Sesudah itu Meta berdiri, berbalik badan dan langsung memelukku,, kusambut pelukannya..


“Kenapa harus memujiku melalui Alexa? Kenapa tidak mengatakannya langsung kepadaku..?” tanyaku kepadanya.. Dia malah mencubit pinggangku.. hihi mungkin dia malu.. semakin kupelak erat tubuhnya..


“Bee.. apakah Alexa akan menyukaiku..?” Tanya Meta masih memelukku..


Saat itu dari kejauhan, aku melihat seseorang diantara pepohonan di area makam yang sedang melihat ke arah kami. Dan orang itu adalah Alexa..


Sosoknya muncul begitu saja di sini, mungkinkah memang Alexa? atau itu hanya imajinasiku saja,, entahlah, tapi dari kejauhan kulihat Alexa sedang tersenyum melihatku memeluk Meta.


“Alexa menyukaimu Bee..”


.


.


MALAM HARINYA


Acara pesta kecil kecilan untuk merayakan ulang tahunnya Rein sudah siap. Bagian belakang rumah dekat dengan kolam renang sudah dihias sedemikan rupa dengan kemilau lampu berwarna warni yang sangat memanjakan mata. Disana juga sudah tersedia sebuah meja panjang yang dipenuhi dengan ayam, daging, sayuran, dan berbagai macam kue. Tak jauh dari meja itu, ada meja yang lebih kecil yang diatasnya terdapat kue ulang tahun yang lumayan gede. Para petugas catering dibantu Mbak Tina masih sibuk menyiapkan makanan makanan itu dipandu Bunda dan papa.


Beberapa teman yang diundang juga sudah berdatangan, Adit dan Resty sedang asyik berbincang bincang sambil berpegangan tangan di dekat kolam renang. Mereka sekarang sudah tidak malu malu lagi mengumbar kemesraan mereka. Oiya, Resty sekarang sudah kembali kerja di tempat kerjanya yang dulu,, setelah kasus Danu terungkap, dia diperbolehkan kembali kerja disana dan masih sebagai leader team 7. Resty beberapa kali menyuruhku mengisi kekosongan di team 7, tapi untuk sementara ini aku masih ingin santai dulu, menikmati hari hariku bersama Meta. Mungkin suatu saat nanti aku akan kembali kerja disana, aku ingin bertemu dengan Rendy dan Shinta, bagaimana ya kabarnya mereka sekarang?.


Saat ini Aku sedang ikut membantu bunda menata gelas gelas untuk tamu.. tak jauh dari tempatku berdiri, Ressa sedang ngobrol dengan Amel yang daritadi melirikku,, aku berhasil merayunya untuk datang dengan sedikit mengancam akan membocorkan rahasianya kalau dia tidak datang.,, hihi. Kalau Ressa, dia akan mulai kuliah tahun depan di kota ini, biar lebih dekat dengan keluarganya. Beberapa temannya Rein saat kuliah juga banyak yang datang, ada juga rekan bisnis dan teman kerjanya. Sayangnya Angel tidak bisa datang karena ada kepentingan lain, palingan tidak jauh jauh dari kepentingan hacker.


Tiba-tiba Mira menghampiriku, dia membawa sebuah gelas minuman di tangannya.


“Dulu Winry sering kesini ya kak..?” tanya Mira


Eh? Kenapa dia tiba-tiba tanya seperti itu,,,


“Iya benar,, saat liburan semester dia sering main kesini… kamu pasti merindukannya..?” tanyaku balik…


Dia mengangguk.. tak terasa sudah lama Winry meninggalkanku, meninggalkan sahabat baiknya, dan meninggalkan semua teman temannya disini.


“oiya Kak,,, ditanyain Mama tuh, katanya kapan maen lagi kerumah,,” ucap Mira


Hahh? Mamanya Mira,,,?


“Kenapa Kak..? kok kaget gitu,,?” tanya Mira


“Ah,, Enggak gappaa kok,, hehe,, salam balikk buat mamamu ya Mir,, next time kalau ada waktu aku akan maen maen lagi kesana,” balasku sedikit terbata,, Sial, Mira berhasil membuatku berkeringat,,,


Tak selang berapa lama,, dari bagian dalam rumah ada yang datang dan masuk ke belakang rumah… dan itu adalah Dias dan Linda. Aku langsung menghampiri mereka berdua.


“hai senang melihat kalian bisa datang.. bagaimana tadi perjalanan kalian?”


“Ga,, toilet dimana? Kebelet nih,,,,” Tanya Linda tiba-tiba memotong kalimatku,,,,,


“eh,,Didalam masuk aja, sebelah kiri ada kamar mandi.,,,”


“Oke,, bentar ya Dee…” Linda pun berlalu, tinggal aku dan Dias… dia sedang tersenyum melihatku,,,,


“Hai bro…” sapa Dias


Sapa Dias, lalu meninju dadaku pelan dengan kepalan tangannya…


“Terimakasih sudah mau datang…”


“aku pasti datang, Kak Amanda yang memintaku untuk datang, Bunda juga,,,, Bahkan Bunda sampai meneleponku tiap dua hari sekali untuk mengingatkanku tentang hari ini….” ucap Dias


Hadeeeeh.. Bunda,,,


“Meta mana Ga…?” tanya Dias


Eh iya,, daritadi aku tidak melihatnya,,,


“Diass….?” Tiba tiba Bunda menghampiri kami, memaksaku untuk menghindar dan langsung memeluk Dias,,,, aku sampai terdorong jauh karena Bunda ingin segera menemui Dias..

__ADS_1


Hoi,, hoi…


“Anak Bunda yang paling cantik akhirnya datang,,” Bunda seneng banget bertemu Dias lagi,,, kemudian Bunda mengajak Dias menemui Papa. Dan aku sama sekali tidak dianggap… hadeeh,,, btw, Meta kemana sih? apakah dia masih dikamar..?


__ADS_2