Kisah Cinta

Kisah Cinta
TAKDIR


__ADS_3

Aku : “Rein……”


Rein : “Hmm..?”


Aku : “Menikahlah dengaku…..!!”


.


.


KEESOKAN HARINYA


...–POV DIAS—...


“kamu yakin ingin semuanya dipercepat…?” tanya Galih kepadaku saat kuutarakan niatku untuk mempercepat tanggal pernikahan kami, tanpa harus menunggu 6 bulan lagi.


“Aku tidak pernah seyakin ini…” Balasku kepadanya,


Galih terlihat kebingungan dengan niatku,, pantas saja Galih merasa bingung dengan keputusanku yang tiba tiba ini, padahal sebelumnya aku meminta pernikahan kami ditunda tahun depan,,, dan juga selama ini aku selalu menghindari Galih ketika dia akan mengajakku mengobrol. Tapi tadi saat dia datang kesini,, langsung kuberanikan diri untuk bicara dengannya.


“Oke,, nanti malam akan aku sampaikan ke Papa..” ucap Galih


“Sekarang !!” ucapku sedikit memaksa, lagi-lagi dia kaget..


“oo..oke,,,” balas Galih


Kemudian Galih menjauhiku, memegang handphonenya dan berbicara melalui hp itu sambil melihatku selama beberapa saat. Lalu dia menghampiriku lagi.


“Kedua orang tuaku dan beberapa kerabat akan kesini nanti malam untuk membicarakannya dengan orang tuamu,, ini begitu tiba tiba.. boleh aku bertanya alasannya ?” tanya Galih penasaran


Aku berpikir agak lama saat Galih bertanya alasanku mempercepat ini semua,,,, Ega, satu satunya alasannya adalah karena dia.. karena Ega aku ingin menunda pernikahanku dengan Galih dan sempat sangat ingin membatalkannya, tapi karena dia juga aku ingin pernikahanku dengan Galih dipercepat…..


“baiklah kalau kamu tidak mau mengatakan alasannya,,, yang penting aku sangat senang dengan keputusannmu ini..” ucap Galih lalu menggengam tanganku,, aku sedikit kaget saat dia memegang tanganku, ini pertama kalinya Galih menyentuhku. Langsung Cepat kutarik tanganku,,,


“maaf.. aku mau mengabari ayah dulu kalau Om Tyo akan datang malam ini…” ucapku padanya.,,


“ii..iyaa…” balas Galih


KEESOKAN HARINYA


Malam ini ada yang berbeda di ruang tamu rumahku. Tidak ada lagi sofa yang biasanya terlihat di ruangan ini. Sofa sofa itu sementara dipindahkan keluar rumah, berganti dengan beberapa tikar halus yang digelar untuk menutupi lantai sekaligus sebagai alas tempat duduk. Di atas tikar ini semua keluargaku dan keluarganya Galih duduk bersila dengan tenang. Semua orang tampak begitu bahagia malam ini, mereka semua sedang mendengarkan seorang perwakilan keluarga Galih yang sedang bicara mengenai maksud dari kedatangan mereka malam ini bertamu ke rumah kami. Tentunya kami semua sudah tau apa maksud kedatangan keluarga Galih kesini. Malam ini Galih mengajak orang tua dan beberapa kerabatnya untuk melamarku, ya,,,, malam ini aku dan Galih tunangan.


Acara lamaran ini lebih cepat 3 bulan dari jadwal awal yang sudah keluarga kami tentukan. Tapi karena aku minta semuanya dipercepat, akhirnya diputuskan malam ini acara Lamaran dilakukan. Walaupun aku minta jadwal Pernikahanku dipercepat, namun setelah pertemuan keluarga kami semalam, tanggal pernikahan kami hanya bisa dimajukan 2 bulan dari tanggal awal dikarenakan keluarga kami masih percaya dengan budaya penentuan tanggal pernikahan yang biasanya disebut hari baik dan hari buruk untuk nikah. Sebenarnya aku agak kecewa, disaat aku ingin semuanya segera cepat dilaksanakan,, tetapi tetap saja tidak bisa dalam waktu dekat..


Kenapa ? pertanda apa ini?


Galih daritadi menatapku, empat bulan lagi aku akan menjadi istrinya. Bahkan Sejak kecil kami berdua ditakdirkan untuk saling terikat dan kami tidak bisa menghindari itu. Karena kami memang dijodohkan oleh kedua orang tua kami sejak kami berdua masih belum mengerti apa itu pernikahan.

__ADS_1


Benarkah pernikahan kami sudah ditakdirkan ?


Bukankah takdir itu adalah ketetapan Tuhan ?


Mungkinkah Tuhan sudah membocorkan takdir kami berdua sejak kami kecil melalui orang tua kami ?


sehingga meskipun sekuat tenaga aku menolak perjodohan ini, tapi aku akan tetap menikah dengan Galih karena ini adalah Takdir dari Tuhan dan aku tidak bisa mengubahnya.


Apapun itu, aku sudah ikhlas menerima perjodohan ini, tidak ada lagi alasan bagiku untuk menolak perjodohan ini. Menikah itu ibadah, menuruti nasehat orang tua juga ibadah. Aku akan melaksanakan dua ibadah sekaligus. Sebenarnya aku malu mengatakan itu mengingat sebelumnya aku sempat menolak perjodohan ini bahkan sampai sangat membenci orang tuaku. Aku tidak bisa membayangkan Seandainya aku tidak menuruti nasehat orang tuaku dan tetap berharap kepada Ega… Tuhan sudah membukakan mataku siapa Ega yang sebenarnya. Tak terasa air mataku menetes dipipiku saat mengingat Ega,,, Bunda disebelahku melihatku menangis dan memberikan tisu kepadaku, mungkin bunda berpikir aku menangis bahagia karena acara malam ini.


Kenapa aku masih menangisi Ega ?


kenapa di saat saat seperti ini dia semakin terbayang di pikiranku, wajahnya selalu muncul kemanapun mataku memandang,


apakah aku masih mencintainya?


Aku tidak boleh memikirkannya lagi, aku harus bisa melupakannya.


Galih mendatangiku,, apa yang akan dia lakukan ? aku melilhat sekeliling, semuanya sedang menatap ke arah kami dan tersenyum. Aku tidak menyadari jika ini saatnya kami saling memasangkan cincin di jari manis kami. Galih memegang tanganku, dia membawa cincin di tangan satunya,, perlahan dia memasangkan cincin itu di jariku.. dengan dipasangkan cincin itu di jariku, akan kulepaskan semua cintaku untuk Ega. Dan aku akan memulai membuka hatiku untuk Galih. Bagaimana aku dan Galih bisa bahagia sebagai suami istri jika kami menikah tanpa suatu hal yang paling mendasar yang dijadikan alasan untuk melaksanakan pernikahan, Cinta. Dan bagaimana bisa aku mencintai Galih jika aku tidak mengenalnya,, Aku dan Galih punya waktu empat bulan untuk saling mengenal,, akan aku manfaatkan waktu empat bulan kedepan untuk lebih mengenal Galih,,


Pria seperti apa dia sebenenarnya ?


“Malam ini kamu terlihat begitu cantik…” ucap Galih kepadaku sesaat setelah memasangkan cincin di jariku.


Aku hanya tersenyum mendengar pujiannya..


.


.


...–POV RESTY—...


Daritadi aku hanya diam dan tidak mengimbangi permainan Om Danu, Bahkan Dari tadi aku hanya melihat kesamping, aku tidak mau melihat wajah orang tua itu.. setiap bercinta dengannya aku selalu membayangkan kalau Ega yang sedang menyetubuhiku,, sudah lama aku bersikap seperti ini kepada Om Danu. Aku sudah muak dengannya, sikapku kepadanya sudah berubah sejak dia dengan tega memberikan tubuhku kepada orang lain untuk memuluskan bisnisnya, sebenarnya aku sudah tidak sudi lagi bercinta dengannya, tapi aku tidak bisa apa²,, aku belum bisa lepas darinya,, atau malah aku tidak akan pernah bisa lepas dari OM Danu meskipun aku sudah tidak membutuhkannya lagi,,,


Sampai kapan aku akan terikat dengannya?


Aku takut, aku takut dia memberikan tubuhku kepada orang lain lagi… Apakah selamanya aku akan menjadi istri simpanan Om Danu ?


Jika memang takdirku sudah tertulis seperti ini, aku akan menerimanya,,,


demi Ressa.


“argggggggghhhh….” desah Om danu


Aku langsung bangun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi, aku sempatkan mandi dulu mengguyur tubuhku dengan air hangat yang keluar dari shower,, entah karena aku belum puas meskipun sudah orgasme beberapa kali atau karena memang nafsu birahi yang besar saat ini aku meraba raba tubuhku sendiri,, sambil terpejam lagi lagi aku membayangkan Ega sedang ada mandi berdua denganku,,,


“achhhhhh,, Ga,,,,”

__ADS_1


Setelah sekali orgasme di dalam kamar mandi, aku lanjutkan mandiku… dan setelah itu keluar dari kamar mandi,, OM Danu sudah berpakaian lengkap,,


“kamu mau kembali ke kantor…?” tanya Om danu kepadaku, memang tadi saat aku berada dikantor tiba² dia menjemputku,,, aku terpaksa meninggalkan kantor untuk memuaskan nafsunya.


“Tidak,,, antar aku ke rumah sakit..” ucapku datar kepadanya…


Sejak kejadian dia mengetahui kalau aku sering jalan bareng Ega,, dia mengambil mobilku,,, sehari hari aku diantar sopir yang ditugaskan olehnya sekaligus untuk mengawasiku kemanapaun aku pergi,, atau terkadang Om Danu sendiri mengantar atau menjemputku. Aku semakin tidak bisa bebas ke mana-mana.


“ohh,, menjenguk temanmu yang koma itu ??? lalu bagaimana kabar Adikmu..? Kapan aku bisa bertemu dengannya… bukankah dia sudah sembuh…? aku penasaran dengan tubuhnya,, apakah juga sebagus tubuhmu…..” ucapan Om danu bagaikan petir di siang hari,,, aku shock mendengar ucapannya… tidak boleh,,, dia tidak boleh bertemu Ressa,, takkan kubiarkan dia merusak adikku….


Tidak Akan Pernah, akan aku lakukan apa saja untuk melindungi adikku dari orang seperti dia… aku harus segera melakukan sesuatu..


.


.


DITEMPAT LAIN


...–POV KAK NETA—...


“bagaimana keadaanya Suster..?” tanyaku kepada suster yang sedang memeriksa keadaan adikku. Aku baru saja masuk ke dalam ruangan ini,,


“sama seperti kemarin..” ucap Suster singkat kepadaku, lalu pergi meninggalkan ruangan ini..


Bukan jawaban yang kuharapkan, masa’ suster jawabannya seperti itu ? mungkin dia capek menjawab pertanyaanku yang setiap hari bertanya tentang keadaan adikku kepadanya. Tiap akan masuk kedalam ruangan ini, aku selalu berharap adikku sudah membuka matanya dan menyapaku ketika aku membuka pintu itu.. Tapi hari ini masih sama seperti hari kemarin, sama seperti hari hari didalam sebulan ini, Adikku masih belum terbangun dari tidur panjangnya.


Aku duduk di tempat tidur adikku, kuusap rambutnya…


“hei,, gimana kabarmu hari ini tuan putri ..?kumohon kali ini jawab pertanyaanku dek,,,, “ ucapku sambil meneteskan air mata…


“Kenapa nasibmu seperti ini dek,, kita berdua tau,, diantara kita kamu yang paling kuat, meskipun aku tidak pernah mengakuinya… kenapa kamu jadi lemah seperti ini Dek..? aku semakin lemah melihatmu seperti ini… lihatlah baju yang sekarang kamu pakai,, bangunlah,, marahin mereka yang memakaikanmu baju seperti ini.. karena aku tau kamu selalu suka memakai baju yang mewah.. aku tau Kamu juga tidak suka berlama lama di Rumah Sakit,, tapi sekarang .. sudah sebulan kamu disini,, apa kamu tidak bosan tiduran disini terus? Bangun Deek, kembalilah ke apartemenmu..,, Dekk,, Bukannya kamu yang paling senang saat mendengar aku sedang hamil ? dan selalu bertanya setiap hari kepadaku kapan bayinya akan lahir di dunia,… dua bulan lagi Dek,, aku ingin kamu menemaniku saat anakku lahir,, apa kamu gak pengen lihat keponakanmu?,, kumohon turuti permintaanku Dek..” ucapku sambil mengusap perutku yang sudah semakin membesar ini…


“Kakk,,, jangan terlalu dipikirkan, ingat kandunganmu,, Mama yakin,, Meta akan segera bangun.. dan dia akan kembali kepada kita…” ucap Mama sambil menenangkanku..


“Dimana Pria itu..? kenapa sampai sekarang dia belum muncul dan menceritakan kepada kita apa yang sebenarnya terjadi..?” ucap Papa agak kesal,,,


Mungkin yang dimaksud Papa adalah kekasihnya Meta, Aku dengar dari papa dan mama kalau Meta punya pacar, dan sudah bertemu kedua orang tuaku.. tapi Meta belum mengenalkannya padaku. Selama ini juga cowoknya itu tidak pernah menjenguk meta,,


“Apakah dia hanya mainn² dengan anakku..? kurang ajar,, bisa jadi karena dia Anakku harus menderita seperti ini..” ucap Papa kesal


“Papahh,, jangan bicara seperti itu ah,, belum tentu benar,,” ucap Mama


“Sebelum Meta kecelakaan, dia keluar sama pria itu kan Ma ? malam itu dia berpamitan mengajak Meta pergi.. Meta berangkat dengan keadaan sehat dan cantik, lalu kenapa berakhir seperti ini ? dan pria itu menghilang begitu saja,,,, pasti karena pria itu Meta seperti ini ” ucap Papa


“sudah..sudah… yang paling penting sekarang ini kita harus selalu berdoa dan memohon kepada Tuhan agar Meta segera bangun, biar dia sendiri yang bercerita apa yang sebenarnya terjadi.” ucap Mama


Jika memang Meta menderita karena kekasihnya itu,, dan terjadi apa apa pada Meta.. akan kucari dia sampai ketemu, berani beraninya membuat adikku jadi seperti ini…

__ADS_1


__ADS_2