Kisah Cinta

Kisah Cinta
PENGORBANAN 3


__ADS_3

PPRAAAAAKKKK!!!!


Setelah berlari dan melompat lompat di tangga eskalator itu, aku berhasil memukul orang itu dengan kayu yang tadi kutemukan diatas,,, orang itu merasakan sakit dipunggungnya… tapi dia masih bisa berdiri.. sial,, lemah banget pukulanku…


“ANJEENGGG,,,” umpat KillBill sambil melihat kebelakang ke arahku,,,


Dengan penuh amarah orang itu beberapa kali mengayunkan pisaunya ke arahku tapi untungnya aku selalu bisa menghindarinya namun pada saat aku menghindarinya lagi, tubuhku tidak seimbang dan terjatuh,, Orang itu kemudian menendangku beberpa kali di bagian perutku,,,


BUGH!! BUGH!! BUGH!! BUGH!!


“Regaaaa…….” teriak Rein


Sakit sekali rasanya,, tidak cukup sampai disitu,, lagi lagi orang itu menendang perutku lagi,,, sampai aku lemah tak berdaya…


BUGH!! BUGH!!


Dua orang kepala Botak tadi mengangkat tubuhku yang lemas, memaksaku berdiri lagi,, dan kemudian tubuhku dijadikan ‘samsak hidup’ oleh orang bertato ular itu,,, seluruh bagian depan tubuhku tak luput dari bogem mentah tangan orang itu..


BAGH! BUGH! BAGH! BUGH! BAGH! BUGH!


“Hentikaaan,,,” Teriak Rein,, dia sekuat tenaga mencoba berdiri tetapi tidak bisa karena kakinya yang terluka,,,,


Dan satu pukulan terakhir diwajahku membuatku jatuh kebelakang dekat dengan Rein. Tubuhku sangat lemas dengan rasa sakit dibeberapa bagian tubuhku,,, pandangan mataku sampai memudar, kepalaku pusing banget.


“Ternyata kamu, bocah yang membuat Danu ketakutan ternyata sangat lemah… harusnya kamu malu dengan wanita disebelahmu,, Sialan,,, karena kedatangan kalian kesini rencanaku jadi berantakan semua,,, ANJENGG,, tidak ada pilihan lain selain menghabisi kalian bertiga dan kedua wanita diatas sesuai perintah Danu meskipun dia tidak mendapatkan apa yang dia inginkan,,,” ucap Danu kesal


Kedua wanita? Maksudnya Meta dan Dias,,? Jadi mereka masih baik baik saja? Dan apa maksud dari perkataannya tentang keinginan Danu,,? Apakah Danu masih menginkan Resty dan Ressa? Atau dia menginginkan hal lain..?


Orang bertato ular itu mendatangiku, pisau ditangannya diarahkan kearahku,,,


“Dek,, cepat pergi dari sini..” ucap Rein disebelahku yang masih kesakitan memegangi kakinya yang berdarah,,,


Hah?


Setengah sadar, Aku melihat semua Orang orang yang tadi berkelahi dengan Rein dan Galih sudah mulai berdiri lagi,, keadaanku sangat payah, tapi meskipun babak belur seperti ini semestinya aku masih bisa berusaha lari,,


Deg Deg


Tapi Haruskah aku pergi? Lari dari masalahku lagi…? Meninggalkan Rein, Meta, Dias bahkan Galih.. dan membiarkan mereka semua menanggung akibatnya?


Deg Deg


“Sesuai permintaan Danu, harusnya kamu ada di urutan terakhir orang yang harus kuhabisi,, tapi karena kamu sudah menggagalkan rencanaku,, kamu akan jadi yang pertama…” Ucap KillBill saat sudah berdiri dihadapan tubuhku yang masih terkulai dilantai.. Dan dia sudah siap mengayunkan pisau itu ketubuhku,,


“REGAAAA LLAAARRIIII…” teriak Rein


Tidak Rein, aku tidak akan lari lagi… sudah terlalu sering aku lari dari masalahku,, inilah saatnya bagiku untuk menghadapinya. Kupejamkan mataku,,,


.


“REEGAAAA….”


.


Kemudian Segalanya terdengar begitu sunyi, aku hanya bisa mendengar degup suara jantungku..


.


Deg Deg


,

__ADS_1


Deg Deg


,


Deg..


,


Deg..


,


,


,


,


Tiba tiba kurasakan seseorang memelukku dari depan, kubuka kembali kedua mataku,,, yang kulihat adalah wajahnya Rein yang sayu,,,


No No,, No,,, Rein?


Dia memelukku tepat sebelum orang dengan tato ular itu menghunuskan pisau panjangnya ke tubuhku,, Rein menjadikan tubuhnya sebagai tameng untuk melindungiku,,,


Please Rein jangan lakukan ini kepadaku,,,


.


.


Kenapa Rein? Kenapa kamu selalu berkorban untukku?


Ternyata aku masih lemah, kenapa aku terlahir menjadi orang yang sangat lemah? Lelaki lemah yang tidak bisa melindungi orang orang disekitarnya, Bahkan tidak bisa melindungi diriku sendiri dan harus orang lain yang selalu berkorban untuk melindungiku.,,,


.


.


.


Tetes demi tetes Darah segar jatuh berceceran di lantai setelah sebuah pisau panjang menancap kokoh di tubuh manusia.


.


.


.


.


“GGGAAAAALIIIHHHHHHHH…….”


Aku mendengar suara teriakan wanita yang kukenal dari atas, dan itu suaranya Dias,,, reflek aku menoleh keatas,, aku bisa melihat di lantai tiga, Dias dan Meta sedang didekap masing masing oleh seseorang dibelakang tubuhnya sedang menghadap ke lantai bawah,,astaga,, Apa yang sudah mereka lakukan pada Dias? Aku jelas bisa melihat pakaian Dias terbuka bagian depannya,,, Dias masih menangis dan menjerit sedih melihat Galih tertusuk pisau orang bertato itu.


Ya,, Galih mengorbankan dirinya untukku dan Rein,, tiga perempat pisau orang itu menancap di dada Galih,, lalu pisau itu ditarik lagi oleh empunya, tak lama tubuh Galih langsung terkulai di lantai.


“AAHHHH,, SIALAANNN,,, HABISI MEREKAAAA..” perintah KillBill kepada kedua orang berkepala botak yang tadi datang bersamanya,,,


Kedua orang botak itu mengangguk dan mengeluarkan senjata api dari balik baju mereka, dan salah satu dari mereka sebut saja ‘botak 1’ berjalan cepat mendekatiku dan Rein yang masih memelukku. Kepanikan kembali terjadi lagi saat Meta dan Dias berteriak teriak melihat ‘botak 1’ mengacungkan senjata api kearahku dan Rein.


Dan saat ‘botak 1’ sudah bersiap menembakkan senjatanya,, entah datang dari mana tiba tiba seseorang berpakaian serba hitam dan memakai topi dan masker yang juga hitam menutupi sebagaian wajahnya berlari cepat ke arah ‘botak 1’ dan menendang tangannya sehingga senjata api itu meletus ke arah yang berbeda. Lalu dengan cepat dia menendang pergelangan kaki ‘botak 1’ hingga terjatuh. Lalu Orang berpakaian hitam itu merebut senjata ‘botak 1’ dan mengunci tubuh ‘botak 1’ dengan lututnya kemudian mengarahkan senjata yang tadi dia rebut ke kepala ‘botak 1’.

__ADS_1


Melihat temannya sedang kesulitan, ‘botak 2’ mengarahkan senjatanya namun dengan cepat orang berpakaian hitam itu menembakkan senjatanya tepat di tangan ‘botak 2’ hingga senjatanya jatuh dan orang berpakaian hitam itu mengarahkan senjata yang masih dia pegang ke kepala ‘botak 1’ lagi.


“Informasi itu benar, bawa beberapa anggota kesini,, dan,,, ambulan,,,” ucapnya setelah melihat tubuh Galih yang bersimbah darah,,, dia ngomong sendiri,,, entah ngomong dengan siapa dia,., terdengar dari suaranya dan rambutnya yang panjang serta tubuhnya yang langsing. Orang berpakaian hitam itu adalah seorang wanita…


Siapa wanita itu? kenapa dia tiba tiba ada disini?


Lalu wanita itu memukul ‘botak 1’ dengan gagang senjata api hingga tak sadarkan diri,,, Dia menatap orang bertato ular dengan serius,,, orang bertato ular itu tampak ketakutan melihat kelincahan dan kecepatan serta ketrampilan wanita itu dalam menggunakan senjata api… lalu wanita misterius itu berkelahi dengan pria bertato ular itu..


Aku dan Rein mendekati tubuh Galih yang terluka,,untuk memeriksa keadaanya.


“Galih, Bertahanlah,,,,” ucapku sambil memegang tangannya,,,


Kondisi Galih begitu memprihatinkan dengan luka memar disekujur tubuhnya, dan luka tusuk yang menganga di dadanya yang tidak berhenti mengeluarkan darah segar..


“,, kami akan mengobati lukamu,,,” ucap Rein


Galih menggelengkan kepalanya,,,,


“Sse,,lamatkan Dias,,,,” ucap Galih terbata,,,


“Ma…af….” Ucap Galih dengan susah sambil menatapku,,,,


“Aku memaafkanmu,, bertahanlah… bertahanlah..!!”


Kulihat dia tersenyum dan meneteskan air mata,,, dan kata maaf darinya tadi adalah kata terakhir yang keluar dari mulut Galih kepada kami berdua, karena setelah itu,, dia sudah pergi jauh. Hari ini, malam ini Galih sudah tidak lagi bersama kami,,, dia mengorbankan nyawanya sendiri untuk aku dan Rein… Rein tidak bisa membendung air matanya….


Aku memaafkanmu Galih,,


Aku berjanji akan menyelamatkan Dias,,,


Teman,,,,


.


.


Orang bertato itu kewalahan menghadapi wanita misterius itu, dia sampai terjatuh beberapa kali..


“HABISSSSII MEREKAAA SEMUAAA…” Perintah KillBill kepada orang orangnya yang tadi dihajar habis habisan oleh Rein dan Galih,, sedangkan dia malah berlari menaiki tangga eskalator menuju lantai atas ke arah Dias dan Meta.


Wanita berpakaian hitam itu mendekatiku dan Rein,,,


“Galih…?” ucapnya saat melihat tubuh Galih,,,


Hahhh? dia mengenal Galih juga,,? Siapa wanita ini,,,?


“Deek,, kejar Meta dan Dias.. jangan biarkan mereka dibawa pergi lagi,,,” ucap Rein. Dengan keadaan kakinya yang terluka, Rein tidak mungkin lagi untuk berdiri,,


“aku tidak akan meninggalkanmu disini Rein..” ucapku padanya,, apalagi orang orang jahat itu sudah pada berdiri bersiap menyerang kami..


Tiba tiba Rein menarik wajahku dan mengarahkan ke wajahnya,, dia mencium bibirku,,


“jangan mengkhawatirkanku,, aku akan baik baik saja,, cepat kejar mereka,,,” ucap Rein setelah melepaskan ciumannya..


Wanita berpakaian hitam itu mengajakku berdiri membelakangi Rein..


“Kejar kedua temanmu,, aku akan melindungi kakakmu,,,” ucapnya sambil memberikan aku senjata api yang daritadi dia pegang…


“Teman temanku akan segera datang dan setelah selesai disini aku akan menyusulmu,,,” ucapnya lalu dia menurunkan masker hitamnya,,,,


Hahhhhhh??

__ADS_1


Betapa terkejutnya aku saat dia menurunkan masker yang menutupi sebagaian wajahnya,,, dan ternyata dia adalah,,,,,,,,,,,


__ADS_2