Kisah Cinta

Kisah Cinta
HILANG DALAM KEGELAPAN 2


__ADS_3

Hah....HILANG!!


” Kok bisa…? ”


” ii.. Iya.. 20 menit yang lalu dia pamitan akan buang air kecil.. tapi sampai sekarang dia belum juga kembali… ”


Langsung kulihat jam tangan.. sudah hampir setengah 3… Gawat.. aku terlalu enjoy dengan Ressa sampai lupa waktu..


Kemudian kami bertiga kembali ke tempat tadi kami istirahat..


“Mirr……. Miraaaaa…….. ”


” Miraaaaaa… ”


Dari kejauhan kudengar Adit dan Amel sedang berteriak memanggil manggil Mira…


” kalian dari mana aja sih…? ” tanya Adit padaku dan Ressa saat kami sudah mendekati Adit dan Amel..


” ehhmm.. Tadi…… ”


” nanti aja ceritanya, kita cari Mira dulu…. ”ucap Ressa memotong kalimatku


” betul.. kita cari Mira dulu..”


Akhirnya kami berlima mencari Mira,, menuju ke arahnya dia tadi pergi sesuai petunjuk dari Winry orang terakhir yang melihat Mira pergi… memanggil manggil namanya di kesunyian Hutan yang sudah mulai gelap…


Yang paling kutakutkan adalah Mira jatuh ke jurang seperti aku kemaren, dan dia pingsan.. soalnya sepanjang pencarian kami, beberapa kali kami bertemu dengan Jurang…


“Mira…..”


“Miraaaaaa….”


“Miraaaa.”


“itu kan…?” ucap Winry sambil menunjukan sesuatu


Kami langsung berlari menuju sesuatu yang ditunjuk Winry..


” kameranya Mira… ” kameranya Mira tergeletak di tanah dekat jurang,, tapi tidak ada tanda² dari Mira.. Winry mengambil kamera itu….


” seniorr… coba lihat ini….. ” winry memberikan kamera itu padaku..


Badanku langsung merinding dengan apa yang kulihat.. semua hasil foto Mira di hutan ini hasilnya aneh.. semuanya bergelombang..


” yaaa.. kok jelek² gini sih hasilnya… bisa motret nggak sih tu anak… ” mendengar ucapan Ressa langsung kuketuk kepalanya pelan…


” bukan Mira yang nggak bisa motret… tapi…… ”


” Hutan ini gak mau dipotret…… ” sambung Winry


setelah itu lagi² angin yang sangat kencang berhembus di sekitar kami…


” ihh… Serem… Ayo kembali aja yuk…. ” ajak Ressa


” Mira harus ketemu dulu… coba aja kita balik daritadi, Mira gak bakalan Hilang… ,,,”


” iya.. Iya.. Salahku…. Puas? ” ucap Ressa dengan cemberut…


” atau mungkin Mira uda balik ya…?” tanya Adit


” iya pasti dia balik duluan… ” ucap Ressa


” kalau dia belum balik gimana..? ”


” ihh kamu itu, Mira pasti balik duluan….. ” Ressa meyakinkan ucapannya


“kita cari dulu aja ya Kak… Aku khawatir dengan Mira..dia tidak mungkin kembali ke penginapan meninggalkan kamera kesayangannya ini…. .” ucap Winry


Aku dan Ressa ribut, kami saling beragumen tentang keberadaan Mira… Adit ikut membela Ressa.. Sedangkan aku dibantu berdebat oleh Winry…


” teman… teman….. ”


Amel berusaha mengatakan sesuatu di tengah tengah Kami yang sedang ribut..


” Teman…. teman… DIAMMMM… ” teriak Amel kepada kami


Kami berempat kaget dengan teriakan Amel yang sangat kencang… Amel sedang melihat ke arah bawah jurang..


” Gila… Amel bisa kayak gitu bro… ” ucap Adit pelan padaku…


” ii.. Iya Mel.. kenapa..? ”


” diam Sebentar… ” . Kami berempat bingung melihat Amel.. tapi tiba²…


” tolong……. .”


Samar² aku mendengar suara minta tolong.. Dari arah jurang., Meskipun sangat pelan… dan itu suara Mira…


Kami berempat Langsung menoleh ke arah jurang…


” Miraa….. ”


” Miraa… Mirr…. ”


Kami semua langsung memanggil manggil Mira….


” Win.. .. tolong… ” lirih Mira


Setelah memastikan kalau itu Mira.. aku dan Adit saling berpandangan dan Adit langsung turun ke bawah ke arah jurang yang tidak kelihatan dasarnya karena tertutupi semak²… Aku langsung ikut Adit turun ke bawah…


” hati² culuuunn…… ” teriak Ressa

__ADS_1


Yap… Dengan sangat hati² aku menuruni jurang ini… beberapa kali aku berpegangan pada akar² pohon yang mencuat dibalik tanah.. Sedangkan Adit tubuhnya lebih luwes.. dia tidak ragu meloncat loncat di miringnya jurang ini… dan tidak jauh aku melihat Mira sedang tergeletak di tanah dekat kubangan air…


” Mira… kamu gpp…? ” adit tiba terlebih dulu….


” sshh.. sakit kak…. ” Mira memegangi kakinya…


” kamu jatuh dari atas..? ” Mira hanya mengangguk, .sambil merintih kesakitan..


” Gimana Dit…? ” tanyaku pada Adit saat aku sudah mendekati mereka..


” kakinya terkilir…. ” jawab Adit


Kulihat keadaan Mira.. Bajunya yang basah sobek² dan dari sobekan itu terlihat goresan² darah… tapi dia memegangi kaki kanannya…


” bantu aku bro…. ” Adit berusaha menggendong Mira di belakang punggungnya…


” ahhh…. “Kubantu Tubuh Mira agar bisa pas di belakang tubuh Adit..


” gpp Dit….? ”


” uda gpp. back up dari belakang bro… ” jawab Adit


Dengan perlahan lahan kami berdua naik lagi… menyusuri miringnya jurang ini ke atas.. kupegangi tubuh Mira agar dia dan Adit tidak terjatuh…


” ya ampun Mira….. Kamu gpp.?” tanya Ressa saat kami sudah sampai atas…


Kemudian Adit menurunkan tubuh Mira di tanah…


” Dit….? ”


Aku menunjukkan jam tangan kepada Adit.. sudah jam 3 lebih… seharusnya sebentar lagi rombongan peserta wisata akan berangkat.. dan tidak mungkin kami bisa kembali ke penginapan tepat waktu… Apalagi dengan kondisi Mira seperti ini.


Akhirnya kami berenam segera beranjak dari tempat ini menuju penginapan dengan posisi Mira yang digendong Adit lagi…


Hanya Mengandalkan feeling, kami terus berjalan dan berharap jalan yang kami tuju adalah jalan yang benar menuju penginapan…


“sudah jam 4…..”


“masih jauh yah…? Ditinggal dong kita…..” ucap Ressa


Aku yakin Mereka tidak akan meninggalkan kami.. pasti yang dipenginapan sedang kebingungan mencari kami,,, kami hanya berharap ada yang mencari kami ke dalam hutan… . karena…


” Sepertinya kita tersesat…. ” ucap Winry


Kami sudah berjalan selama sejam,, melewati jalanan hutan yang mudah untuk dilewati.. tapi kita tidak bisa menemukan jalan yang tepat untuk kembali ke Hutan.. kami semua sedang berhenti di tengah jalan…


” kita harus tetap berjalan… ” ucap Adit


” jalan kemana Dit…? Kita sudah tersesat.. nanti kita malah semakin jauh tersesat kalu terus memaksa berjalan… ”


” terus mau gimana? Mau diem disini..? Bentar lagi gelap.. .. aku gak mau bermalam ditempat seperti ini… ” bentak Adit


kami pun kembali berjalan,dan lagi lagi kami hanya berjalan lurus kedepan sesuai insting kami dan beranggapan kalau jalan ini adalah yang benar menuju penginapan.. tapi.. kami sudah 2 jam berjalan lurus, dan masih belum ada tanda² kalau kita sudah dekat dengan Penginapan. malahan suasana semakin gelap karena sudah jam 6 sore…


” capekk… berhenti dulu… ” kulihat Ressa.. Dia sangat kelelahan… aku melihat Amel juga begitu… sedangkan Winry, meskipun dia masih kelihatan fit.. tapi aku tau dia juga capek..


” gak… Kita harus tetap berjalan… ” perintah Adit


” mereka kelelahan Dit…. ”


” gak bisa bro.. Mira harus segera dapet pertolongan…. ” ohh.. jadi Mira alasannya..


” gpp Kak.. Istirahat aja dulu… ” ucap Mira dibelakang tubuh Adit.. Mendengar ucapan Mira, akhirnya Adit setuju untuk istitahat sebentar…


Ressa sedang duduk berdekatan dengan Amel.. Adit duduk dengan Mira yang tidur di pangkuannya…


Suasana di Hutan ini semakin dingin di malam hari… Beberapa suara Hewan malam sudah mulai terdengar.. Bisa kudengar suara serangga dan burung gagak… semakin membuat suasana semakin mencekam..


Winry sedang duduk disebelahku,, dia kedinginan karena hanya memakai Kaos dan celana pendek…


reflek kulepas kemejaku,, dan kututupi tubuh mungilnya dengan kemejaku… aku masih ada kaos yang menutupi tubuhku…


” makasih senior… ” Winry mendekat dan menempelkan tubuhnya ketubuhku..


Kulihat Ressa melihatku dengan tatapan yang tajam… ngapain dia melihatku dengan seperti itu..?


” bro…. ” adit memanggilku.. segera kuhampiri dia… Gestur wajahnya menyuruhku untuk memeriksa Mira…


Kulihat Mira.. matanya terpejam…dengan wajah yang sangat pucat.. Kupegang Dahinya… astaga.. Dingin banget tubuhnya…


” Mira.. Jangan Tidur… miraaa bangunnn.. . ” Winry berusaha menggerak gerakan tubuh Winry… dia kelihatan sangat panik


Eh….? Gak boleh tidur…?


Kepanikan yang ditimbulkan Winry membuat Ressa dan Amel bergerak mendekati kami…


” Miraaa… jangan tidur… kak Adit.. Mira Gak boleh Tidur… dia kena hiportemia.. ” lirih Mira


Whattt…? Bagaimana Winry bisa tau…?


” iya betul… Dia bisa kehilangan kesadaran kalu tidur… Mira… Mira… ” ucap Adit


Sial… Sial…. kenapa bisa jadi sepert ini… Hiportemia kan penurunan suhu tubuh manusia… kalau misalnya Mira tidur, tubuhnya tidak bisa menghangatkan tubuhnya sendiri Dan akhirnya akan….. ..astaga


” apa yang haru kita lakukan…? ”


” kak Ressa tolong buka pakaian Mira…. ” ucap winry kepada Ressa


Dengan segera Ressa melepaskan pakaian Mira dan tanktop yang dipakai Mira…


” Bra nya sekalian…?… Culun jangan lihat…. “ucap Ressa…

__ADS_1


kenapa aku masih memandangi tubuh Mira.. kualihkan pandanganku kesamping.. Kulihat Winry melepas kemejaku yang dipakainya, kemudian dia tidak ragu membuka kaosnya dihadapan kami… tubuh bagian atasnya sekarang hanya tertutupi bra warna Hitam. …kulit tubuh Winry sangat putih.. aku sempat melirik *********** yang kecil…


Dengan cepat Winry memakaikan kaosnya ke tubuh Mira kemudian memakaikan kemejaku juga di tubuh Mira…


Benar yang dilakukan Winry,, dia mengganti pakaian Mira yang basah agar tubuhnya Mira tetap hangat…


” Miraa….”


“Miraaa.. Please bangunn. .”


” hmm….win…? ” jawab Mira


Syukurlah Mira mulai sadar,, kami semua lega bisa mendengar Mira bicara lagi… Kemudian Winry menjauh dari kami yang sedang berusaha menghangatkan tubuh Mira, dengan menggosok gosok lengan dan kakinya…


kususul Winry… dia sedang duduk dibalik pohon besar…. Merangkul tubuhnya sendiri..


” kamu gpp…? ” Dia mengangguk…


“bagaimana kamu bisa tau tentang hiportemia…?”


“cowok yang paling kucintai meninggal karena hiportemia saat dia dan teman²nya mendaki gunung…” air mata Winry menetes….


Kupeluk tubuhnya, dia tidak menolak….


” hikss.. Kali ini aku tidak ingin kehilangan sahabatku….hiks… ”


Winry menangis.,, batinnya begitu tertekan melihat Sahabatnya kehilangan kesadaran dan hampir pergi untuk selamanya seperti pengalaman yang pernah dialaminya…


” kamu sudah melakukan yang terbaik… ”


” hiks….. Hiks… ”


Kuusap punggungnya yang sudah tidak memakai baju,,,


” kamu nggak kedinginan..? ” tanyaku saat Winry sudah mulai tenang..


” meskipun badanku kecil,, daya tahan tubuhku kuat kok,,, senior.. apakah kita bisa keluar dari Hutan ini…? ” tanya Winry


” aku juga tidak tau… Hutan ini seperti tidak ingin kita keluar dari sini… Jalan yang kita lalui seperti tidak ada akhirnya, seolah kita hanya berputar putar disebuah lingkaran.. ”


Kutarik ke atas tubuh Winry… kugandeng dia ke teman² yang lain lagi.. Kulihat Mira sudah mulai sadar dengan mata yang terbuka.. walaupun masih kelihatan lemah…


SREKKKK


Srkkk


SRKRKRKKRKKRKRKKRKRK


Kami berenam kaget mendengar suara berisik dari arah semak semak… seperti ada sesuatu yang memaksa masuk ke semak semak itu…


” apa itu…? ” tanya Ressa


SREKKKK


SRKRKRKKRKKRKRKKRKRK


Suara berisik itu berpindah dengan cepat dari sebelah kanan berpindah ke arah belakang kami… Dan Suaranya semakin dekat…..


Badanku langsung merinding… aku tidak bisa melihat siapa atau apa yang sedang mendekati kami karena keadaan sekitar yang gelap.


” Waaaaaaaaaa… takutttt. .. ” Ressa langsung berlari kebelakangku…


SREKKKK


Srkkk


SRKRKRKKRKKRKRKKRKRK


Mungkinkah Binatang?


Kami melihat sekeliling, tidak ada seseorang atau sesuatu yang datang… padahal suara tadi sangat terasa begitu dekat… Kami semua jadi sangat ketakutan..


” aku tidak takut mati.. Tapi kalau soal beginian aku takut banget…..” ucap Ressa


Hadeehh…


Kami berenam tetap berjaga jaga saling berdekatan akibat suara berisik tadi…


Lalu tiba² suasanya yang tadi dingin kini menjadi lebih dingin….


“Bro… .”Adit menunjukkan sesuatu di depannya..


“eh.. Ada asap…hutan ini kebakaran.. ” ucap Ressa


“bukan. … itu kabut….”


DEG


Melihat kabut itu Aku langsung teringat malam itu dengan Kak Neta saat ada di kereta Gantung.. Kereta Gantung itu berhenti saat kabut itu datang…


Dan kabut itu sekarang menuju ke arah kami..


“ohh.. cuman kabut kan..?” tanya Ressa


“itu bukan kabut biasa…” jawab Winry


Eh..? Dari semua yang ada disini,, Winry memang paling peka dengan keadaan dan selalu sepemikiran denganku…


Kabut itu menerjang pepohonan di depan kami.. dan akhirnya kabut itu sudah menyelimuti daerah di sekitar kami. Hawanya sangat dingin.. Tidak terdengar suara² Hewan malam yang tadi kudengar…Begitu sepi dan sunyi hanya suara hembusan angin pelan yang aku dengar… Membuat bulu kuduk langsung berdiri….


Astaga apa itu ? Aku kaget melihat seseorang tidak jauh dari tempat kami berdiri.. .. seorang wanita berambut panjang sedang berdiri dengan satu tangannya berpegangan pada pohon.

__ADS_1


__ADS_2